MENGENAL ANAKKAN PADI

AYO PERBANYAK ANAKKAN PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Bila Ke sawah Perhatikan Anakkan Padi

Sebagai petani, pergi kesawah adalah rutinitas keseharian. Karena rutinitas, maka semua dilalui dengan biasa. Karena biasa, petani jarang menganalisa proses ini.

Sesekali, cobalah perhatikan tanaman padi. Lihat, bagaimana anakkan padi keluar. Lihat proses perkembangannya.

Dari mana anakkan padi muncul

Bila kita tanam bibit padi, misalkan dah keluar 3 batang. Batang  inilah yang disebut batang utama (primer). Dengan berjalannya waktu/hari, batang utama akan muncul dan berkembang banyak. Banyaknya batang utama bisa mencapai 6-10. Makin banyak batang utama (batang primer) makin baik.

Batang utama akan membesar dan mengeluarkan daunnya. Coba perhatikan pelepah daunnya. Dari pelepah-pelepah daun ini akan muncul calon anakkan baru (anakkan sekunder).

Jadi bahasa lugasnya begini : Ayo perbanyak batang utama, sebab dari batang utama akan muncul anakkan tanaman padi/anakkan baru.

Tak sampai disini saja, dari batang sekunder akan muncul kembali calon anakkan kembali. Anakkan ini disebut anakkan kedua (sekunder). Begitu seterusnya,,,

Malah bisa jadi, anakkan sekunder lebih baik dari anakkan primer. Ini terlihat dari anakkan yang lebih tinggi dan malai yang lebih panjang.

Menghitung Jumlah Anakkan

Untuk menghitung banyak anakkan produktif, kita ambil contoh tanaman padi kita punya 6 batang utama. Dari batang utama ini akan muncul 8 anakkan sekunder. Sehingga dihasilkan 12 anakkan padi.

Dari 16 anakan ini akan keluar kembali : dari 6 batang utama akan keluar lagi 6 anakkan sekunder. Dan dari 6 anakkan sekunder akan muncul 6 anakkan ketiga. Jadi total menjadi 24 anakkan produktif. Rinciannya : 6 batang utama, 12 anakkan kedua dan 6 anakkan ketiga.

Apakah akan muncul anakkan selanjutnya? jelas masih akan muncul anakkan kembali, cuma biasanya tanaman akan kecil.

Bahkan bisa jadi akan muncul batang utama kembali dibagian paling pinggir. Masalahnya, pertumbuhannya akan kecil.

Para petani saudaraku, bila kita ingin tanaman padi punya anakkan banyak

Pemahaman soal ini amat diperlukan bagi para petani. Sebab dengan jumlah anakkan yang banyak, jumlah malai pun banyak. Hasil yang diharapkan akan banyak pula.

Bagaimana Supaya Batang Utama Banyak?

Untuk menghasilkan tanaman yang anakkan banyak, ada urutan yang harus diperhatikan. Setelah pengolahan lahan yang baik dengan diberi pupuk kandang, jerami dimasukan kembali ke sawah. Perhatikan :

Pertama, perhatikan tempat pembibitan.

Lebar tempat pembibitan sesuai anjuran sekitar 1,2 m. Panjang disesuaikan dengan kondisi sawah.

Taburkan benih yang sudah siap disebar sebanyak 1 genggam tangan dalam 1 m2. Dengan jarak yang tak rapat inilah akan muncul padi yang sehat dan besar. Pada umur 15-16 hss, akan muncul bibit padi dengan 3 anakkan utama.

Bila kita tanam bibit yang sudah berkembang anakkannya maka hasilnya akan baik.

Realitanya : para tukang tandur ( saya banyak mendapati ) malah engan menanam bibit yang sudah sudah beranak. Alasan mereka, nantinya tanaman padi tak akan beranak.

Padahal dengan menanam bibit yang sudah beranak, akan mudah berkembang. Sama seperti perempuan. Perempuan yang sudah 3 kali beranak, akan mudah untuk beranak selanjutnya.

Kedua, tanam bibit padi di usia muda.

Tanam bibit di bawah umur 20 hss. Sesuaikan dengan umur tanaman, semakin pendek usia tanaman maka bibit tanaman harus semakin muda.

Kaidah ini lagi-lagi sama dengan kaidah manusia (perempuan). Bila perempuan mau punya anak banyak : kawin di usia muda.

Demikian juga bibit padi : ditanam muda anakkan makin banyak. APalgi bila ditanam bibit yang dah keluar anak 2 atau 3 batang. Makin mudah saja bibit padi berkembang.

Ketiga, tanam 1 atau 2 bibit saja.

Dengan kadiah beranaknya tanaman padi, menanam 1 bibit dalam 1 lubang adalah masalah utama. Dengan 1 bibit 1 lubang, tanaman padi leluasa berkembang. Dengan 1 bibit 1 lubang, tanaman padi tak berebut dengan temannya dalam 1 lubang,,,

Keempat, Jarak Tanam Yang Lebar

Para petani saudaraku, jangan ragu menanam denga jarak tanam yang lebar. Para petani, jangan pelit menanam padi dengan jarak yang lebar. Para petani jangan takut menanam padi dengan jarak yang lebar

Saran saya : TANAM PADI DENGAN JARAK TANAM MINIMAL 25 X 30 CM. Kalau bisa jarak tanam 30 x 30 cm bahkan lebih.

Jangan takut, karena tanaman padi akan banyak anakkannya. Kita menanam padi mau cari hasil bukan cari banyak tanaman.

Kelima, Sistem Tanam

Bila tanaman padi mau anakkannya banyak maka tanamlah dengan sistem tanam baik : sistem tanam tandur jajar dan legowo. Kalau pakai sistem legowo, menurut saya : tanpa sisipan akan jauh lebih baik.

Keenam, Pemupukan Yang Cukup

Tanaman akan punya anakkan yang banyak bila memenuhi syarat seperti yang saya sebutkan. Tetapi ingat, tanaman sebagai makhluk hidup butuh makanan yang cukup. Disinilah peran pupuk sebagai sumber makanan.

Pupuk sebagai sumber makanan dapat berupa pupuk organik ditambah pupuk anorganik. Pupuk organik seperti pupuk kandang, jerami dll diberikan sebelum tanam. Kemudian, setelah tanam diberikan pupuk anorganik.

Hasilnya akan semakin baik, bila diberikan aplikasi POC (pupuk organik cair).

Semoga tanaman padi yang kita tanam akan berkembang. Dan kita harapkan akan punya anakkan yang banyak. Anakkan banyak dengan jumlah malai yang banyak pula.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

26 Responses to MENGENAL ANAKKAN PADI

  1. Dear pak Nurman Ihsan. Mohon ma’af sebelumnya. Saya ingin sedikit diskusi mengenai pemberian POC pada tanaman padi.
    Kalau padi sawah diberi POC, se efektif apakah aplikasi pupuk POC tsb ?. Ini mengingat padi sawah digenangi air, sehingga ketika diberi pupuk cair, akan terjadi pengenceran dan penguapan yg cukup tinggi dan hilang mengikuti aliran air. Mohon diberi penjelasan mengenai efektifitas POC ini. Terima kasih

    • NURMANIHSAN says:

      Trima kasih ats pertanyaannya,
      Secara umum POC dibedakan 2 jenis : POC pupuk (isinya hara makro dan mikro) dan POC hayati (isinya bakteri pengikat, pelarut dll). Ada jg yang POC isinya pupuk dan hayati.
      Untuk POC pupuk lebih diarahkan/sasaran pada daun. jd ada unsur perekat yg menempel pada daun. jadi pupuk tsb adalah jalan pintas yg langsung digunakan oleh daun.
      Biasanya POC diencerkan supaya terlarut, baru disemprotkan ke tanaman. Bgm kalau jatuh kedalam air? tetap akan jadi pupuk. makanya, sebelum pemupukan sebaiknya air sawah dibuat macak-macak.
      POC hayati, dengan adanya bakteri tertentu yang bersifat mengikat N, pelarut fosfat dan kalium maka tanah sawah tsb makin subur. Selama ini, yang kurang dari tanah sawah adalah adanya bakteri diatas dlm jumlah bnyk.
      Sudah banyak contoh, dengan POC ini hasil yg didapatkan petani yg mengaplikasikannya rata2 mendapatkan hasil yg tinggi.
      Bahkan dng adanya POC ini, penggunaan pupuk kimia dpt ditekan.

  2. Membaca mengenai anakan padi, saya jadi teringat mengenai hitunga2an yg diberikan oleh teman saya dari BPTP Prop. Bali. Ketika itu saya beserta istri diajaknya ke salah satu desa binaannya, yaitu Desa Pamayan, Gianyar, Bali. Disana ada kelompok tani binaan teman saya yg orang BPTP ini. Kelompok tani ini menerapkan sistim tanam Legowo, ada yg Legowo 21 dan Legowo 41. Pada waktu itu, kami mengihitung jumlah anakan produktif pada sistim Legowo21. Setelah dihitung beberapa rumpun, dapat dirata-ratakan jumlah anakan produktif sebanyak 16 batang. Nah, lalu teman saya ini melakukan hitung-hitungan sbb :
    Kalau sawah seluas 1 Ha, luas efektif ditanami adalah sebesar : 9801 m2. Jarak tanam 30 cm. Jumlah rumpun : 9801 /(0.3*0.3) = 108.900 rumpun. Jumlah Total tanaman produktif: 108.900 x 16 tanaman = 1,742,400 tanaman produktif. Tanaman produktif adalah tanaman yg mempunyai malai. Apabila 1 malai menghasilkan 600 bulir gabah, maka jumlah total gabah adalah : 1,742,400 x 600 bulir gabah = 1,045,440,000 bulir gabah. Apabila berat 1000 bulir = 28.2 gram, maka berat total seluruh bulir gabah = (1,045,440,000/1000) x 28.2 gr = 29,481,408 gr = 29,481 kg = 29.48 Ton. Waahh…!!!. 29 Ton…!!!. Ketika cara menghitung hasil gabah seperti ini saya tayangkan di page fesbuk saya, ada yg nelpon saya mengatakan hitungan seperti ini salah..!!. Lalau, bagaimana menghitung jumlah gabah yg benar ?. Mohon diberi pencerahan. Terima kasih.

    • NURMANIHSAN says:

      Trima kasih atas komentarnya Pak Marindo
      Hitungan di atas dah benar pak,
      cuma ada yang kurang tepat yaitu jumlah butir dalam 1 malai. Rata-rata jumlah butir/tanaman adalah 150-200. Bila tanaman padinya subur dan sehat bisa mencapai 250 butir.
      Jadi dng rata2 200 butir saja berarti tak 29 ton tapi 29 ton : 3 = 9,66 ton/ha.

  3. zainal says:

    AssWr Wr..
    Apa kabar pak..
    saat buka email ternyata ada new post baru.
    waaah.. harus telaten dong pak seorang petani untuk mengetahui perkembangan setiap anakan padi, jadi tau nich pak sy.
    mslh jarak tnm dr tulisn bpk diats berarti dpt menghemat waktu dan lebih meminimalkan bibit yg diperlukan bila dibandingkan dg jrk tanam rapat. Tp pak dg sistem jarak lebar 30x30cm, Apa berlaku untuk tanah pematang ( keadaan tanahnya msh keras)
    yg mana akar padi sulit untuk merambat (menyebar). wassalam

    • NURMANIHSAN says:

      Wslm Pak Zaenal
      Kabar saya baik pak.
      Sebaiknya, ntuk memulai usaha tani maka pengolahan lahan harus benar2 diperhatikan. Sebetulnya masalah tanah terkait dengan liat atau tidak bukan keras. Bila liat memang penambahan bahan organik diperlukan. Kalau tanah yg keras bila kena air kan akan hancur.
      Pada dasarnya akar padi tidak ke dalam tapi menyebar ke samping/sekeliling. Dengan pemahaman ini maka tanah yang keras biasanya terdapat di bagian bawah tp bagian di bawah permukaan mungkin tak terlalu liat sehingga masih bisa dilalui oleh akar.

  4. zainal says:

    sehubungan lahan tanah sy sebagian liat pak dan tanamana padi tidak banyak anakannya setiap tahun, selain pengolahan tanah Apa bisa diberikan garam agar tanahnya menjadi gembur.

    Tanya lg ya pak..
    padi sy sebagian berwarna coklat seperti terbakar dan baru saja Terlihat . sebelumnya warna daun hijau dan subur.
    ( saat ini padi mulai memasuki masa bunting)
    Apa ya pak penyebabnya??
    mohon pencerahanya.
    mf pak banyak tanya

    • NURMANIHSAN says:

      Pengolahan lahan dengan Pemberian pupuk kandang + memasukan jerami adlh cara efektif untuk menggemburkan tanah. Dng cara ini, tanah pasti dan perlahan akan tinggi kandungan C organiknya. Subur tidaknya sawah tergantung dng C oraganiknya, pak. Bisa juga diberikan POC yang mengandung mikroba menguntungkan : EM4, NASA, doea putri, herbafarm sidomuncul dll
      Pmebrian garam memang bisa melonggarkan pori2 tanah, cuma tak lama. Memang ada petani yg melakukan cra demikian. Cuma kurang efektif sbb tak mempengaruhi kandungan C organik.
      Karena sy tak melihat tanamannya, sy jd cuma menganalisa saja
      Kemungkinan, bila seperti itu, penyebabnya penggerek batang.
      Bila diserang pada masa vegetatif disebut sundep, tapi bila malai dah keluar disebut beluk. Coba bapak ambil tanaman yg terserang. Amati batang padi yang terserang, biasa ada titik atau beberapa titik (biasanya 2). titik tsb merupakan tempat masuk penggerek batang. Kalau kita buka, kemungkinan ada ulatnya. Bila tak ada berarti dia sudah pindah ke batang lain. Atau sudah melewati fase lain dala hidupnya
      Karena tanaman pak zaenal sudah memasuki generatif maka bila nanti malai padi keluar akan tak berisi. Cirinya : malai padi tegak dan berwarna coklat. Ini dinamakan beluk.

      Pengendalainnya :
      – Bila tanaman yg terserang sedikit, anakkan tanaman bisa dcabut dan dimusnakan
      – bisa juga memakai perangkap lampu pada malam hari
      – bisa memakai pestisida alami
      – terakhir, bisa memakai insektisida. Cari insektisida yg sistemik, karena penggerek batang berada di dalam batang.
      Dng memakai insektisida sistemik, maka tanaman akan menyerap insektisida tsb shg batangnya mengandung racun. Shg penggerek yg memakan batang akan mati atau tak mau memakan batang padi.
      Contoh insektisida : spontan, regent, kempo, hipolag, virtako, dll
      Atau bisa jadi, tanaman tsb terkena hawar daun/kresek. Bisa pakai puanmur, Nordox, Kocide dll.
      Aplikasi : sesuai anjuran yg tertera pada kemasan.
      semprot misalkan hari ini, diulangi 10 hari kemudian.

      • zainal says:

        terima kasih banyak atas penjelasan bpk yg berharga sekali buat saya,
        untuk pupuk organik sy menggunakan poc argobost krn mudah dicari, dg dosis 6L/ha. sedangkan pupuk kandang sulit dicari. dan ntuk sisa jerami disawah sdh sy lakukan tahun ini.
        besok sy periksa batang padinya pak.
        wassalam..

  5. rizal says:

    boss mau tanya?? saya sering webnya BP Padi seperti anakan inpari hanya 13 (katakanlah demikian) apakah hasil anakan dalam 1 rumpun hanya akan keluar 13 anakan,,karena selama ini saya tanam inpari anakanya kurang bagus???mohon penjelasan

    • NURMANIHSAN says:

      Trim mas rijal,
      Biasanya, sperti yg ada diweb BB padi untuk inpari misalkan 13 maka itu adalah anakkan produktif. Anakkan yg malainya bagus.
      mungkin ada anakkan lagi cuma : malainya kecil dan tak sempat keluar malai.
      Dengan menerapkan kaidah yg sy sebutkan di atas, tanaman padi bisa keluar anakkan produktif yg banyak. Sy sering menghitung anakkan padi, tuk inpari malai produktifnya lumayan banyak. bisa 20-30 anakkan.
      Sy jg tanam inpari 4 dan 10 dipot, jumlah anakkan produktif banyak, bisa mencapai 30 anakkan.

  6. rizal says:

    boss mau tanya MOL selain EM4 yang bagus apa??oia klo ada artikel ttg asam humat yaa…tolong d share

  7. NURMANIHSAN says:

    sy memang suka pake EM4, selain bagus harganya terjangkau.
    POC M-BIO jg bagus. sy menerapkan pada padi dalam pot. ada jg MA-11 ( MICROBACHTER ALFAAFA )
    ada teman yg pakai BSA, hasilny jg bagus. pada dasarnya POC itu bagus, cuma disesuaikan dng kondisi keuangan masing2,,,

  8. rizal says:

    1.mau tanya ttg aplikasi urine sapi untuk mengatasi wereng ..ada invo nggak boss…
    2.d tempat saya banyak padi yang terkena penyakit kuning ato tungro.selama ini sudah jadi wabah,,mohon penjelasa untuk atasi ini ??

  9. Assalamualaikum wr.wb
    Sebelumnya perkenankan saya untuk bergabung dengan situs Bapak.Saya senang bertani,meskipun baru beberapa tahun saya mulai.Di Daerah saya kesulitan mendapatkan benih padi varietas unggul.Terakhir saya tanam Inpari 13,kendalanya pada saat panen padi susah di gepyok.Bagaimana dan dimana bisa saya dapatkan benih terbaik?

    • NURMANIHSAN says:

      wa a’alaikum salam wr wb

      untuk inpari-13 memang susuh digebot silahkan baca https://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/09/29/padi-yang-susah-dirontokkan/

      Sebetulnya, dalam menggunakan benih baru, dilihat dari spesifik lokasi. artinya benih unggul baru bisa jadi diterapkan di suatu daerah cocok tp di daerah lain kurang cocok.
      atau juga dilihat dari situasi tempatnya sawahnya: ada yg tadah hujan, irigasi, semi rawa dll. ini pun akan berbeda dlm menerapkan jenis/varietas padi.
      bagaimananya: silahkan kontak BPTP di tiap provinsi atau langsung ke BB Padi sukamandi, subang. tanya kan di daerah mana bapak tinggal dan kondisi sawahnya.
      dimana dpt benih unggul? setelah bpk kontak BPTP atau BB padi biasanya akan diberi info benih unggul yg cocok di daerah bpk.
      atau bpk bisa share daerah bpk dimana, mngkn saja ada pembaca yg bisa membantu.trim

  10. efendy manan says:

    Ass…
    Buat Pak Rizal:
    1.Secara ilmiah memang fermentasi urine sapi bisa menekan perkembangbiakan wereng karena aroma urine sapi yang agak menyengat.Tapi alangkah baiknya jika dikombinasikan dengan mimba,Tuba,atau gadung yang mengandung azadirachtin yang menghambat makan wereng,oya dalam urine juga terkandung asam amino dan ZPT organik giberelin yang tinggi sekitar 1000ppm dan auksin,nitrogen tinggi,dan mikroba menguntungkan yang efeknya dapat memperkuat daya tahan tanaman.
    2.Untuk Tungro disebabkan oleh Virus yang dibawa oleh wereng hijau.Sebenarnya di alam dengan ekosistem yang seimbang dimana banyak predator tdk akan terjadi wabah.Cara mengatasinya adalah dengan
    1. tanam varietas tahan seperti IR66,bondoyudo,Kalimas,IR74.
    2.Tanam serempak sehingga tidak terjadi perpindahan populasi.
    3.Memutus rantai populasi dengan tidak terus-menerus menanam padi misal diselingi palawija.
    4.Mempersering pengamatan di lahan baik di persemaian maupun dipertanaman karena tungro tdk spontan menyerang tetapi pasti dimulai dengan 1 atau 2 rumpun yang terkena
    Semoga bisa membantu,
    Wassalam

    • NURMANIHSAN says:

      trim mas efendy atas masukkannya,
      – mas apakah urine manusia sama seperti urine sapi yg memiliki unsur yg mas sebutkan? kalo urine manusia mungkin nga ada yg teliti di lab.
      tapi asumsi saya mungkin lebih baik dari itu. cm blm ada yg teliti.
      setahu saya urine manusia mengdung unsur hara makro seperti tulisan saya di https://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/06/16/poc-dari-urine-manusia/.
      sy dah coba aplikasi dlm padi di pot, bisa mengusir penyakit kresek.

      kalo pengalamam mas suli, dng POC dr urine manusia hama dan penyakit kayanya “enggan singgah” di sawahnya.

      – kemudian, varietas yg mas sebutkan apakah masih ada yg tanam? bgm dng hasil panen di lapangan? IR66 (1989), IR74 (1991), kalimas (2000) dan bondoyudo (2000)

  11. efendy manan says:

    Siip Mas Nurman….memang untuk memilih varietas padi yang terbaik harus disesuaikan dengan kondisi setempat atau spesifik lokasi..selama ini hanya ada beberapa varietas yang terkenal sangat adaptif seperti IR64 dan ciherang tapi karena terlalu sering ditanam berakibat rentan hama penyakit..jangan hanya tergiur pada hasil yang tinggi saja.
    wassalam

  12. efendy manan says:

    InsyaAllah mas saya sekarang akan lebih sering online.saya coba sharing ya mas…
    1.Secara teori memang urine manusia lebih lengkap secara makro mikro dan asam amino dari pada urine sapi karena manusia tergolong omnivora alias pemakan segala,tp lebih rendah di kandungan giberelin karena minim asupan pucuk tanaman.ini pernah dicoba oleh bpk budi sulaeman,setelah difermentasi bisa menghantarkan nyala bohlam 200 watt.
    2.Untuk varietas IR66,IR74,Bondoyudo masih ditanam petani ditempat saya mas…karena tidak terlalu jauh hasilnya dengan ciherang.IR 66 agak genjah ciherang selisih 5-7 hari tp rasa nasi kaku.IR 74 tanaman agak tinggi seperti sidenuk,anakan dan hasil mirip ciherang,umur 5-7 hari lebih dalam dengan rasa nasi kaku.Bondoyudo,anakan agk bnyak sekitar 25,lbh adaptif di lahan asem2an,bulir agk kecil,umur selisih 4-5 hr lebih genjah,daun dominan hijau dr awal tanam shg harus mengerem urea…hasil mendekati ciherang.Kelemahannya gabah mudah rontok,posisi malai diatas kanopi shg rawan burung,dan musim hujan sering terserang dirty panicle/gabah kotor.
    Semoga membantu….
    Wassalam

    • NURMANIHSAN says:

      Terima kasih mas efendy.
      dengan demikian, urine manusia memng potensi yg luar biasa. bisa dihasilkan sendiri dan gratis. sayang sekali kalo tak dipergunakan buat POC. cuma memang banyak yg jijik karena urine tsb milik sendiri. dan karena baunya,,
      sy termasuk yg mengumpulkan urine sendiri walau tak rutin. kemudian sy jadikan POC. hee
      mengenai varietas padi tahan tungro, apa yg mas sampaikan adalah penjelasan yg mencerahkan bagi saya dan pembaca.

  13. didi syamsulhadi says:

    Aww, apakah anda memiliki alamat penjual pupuk MA 11, saya akan mencoba beternak sapi penggemukan dengan pakan jerami + MA 11. trims
    Wassalam

  14. cantrik says:

    Membaca trit ini jadi teringat tadi sore ketika menghitung anakan padi di sawah. Dengan semangat tanpa bermaksud pamer saya kirim pesan ke pak effendy, jumlah anakan/batang yang malainya sudah merunduk ada 51, dan yg malainya masih muda ada 4 . Kata pak effendy, padi atau anakan padi saya “istimewa”. Bukannya senang, saya malah ragu, jangan – jangan cara saya menghitung jumlah anakan ternyata salah. Lalu saya kirim pesan yang sama ke pak Ihsan, dan akhirnya dikoreksi. Ketahuan kalau saya masih pemula dalam bertani padi… Terimakasih koreksinya pak, jujur aja saya jadi malu dikira pamer.

  15. cantrik says:

    Tapi memang agak sulit kalau padinya udah merunduk pak Ihsan. Makanya saya terjebak persepsi kalau jumlah anakan ya jumlah batang dalam satu rumpun dikurangi jumlah benih per lubang. Dan jumlah anakan produktif ya batang yang malainya panjang, merunduk serta udah bernas. Karena memang ada batang yg malainya masih sangat muda, dimana bulirnya belum berisi. Persepsi yang ngawur, dan harap dimaklum pak.. Petani pemula..

  16. RIJAL says:

    AWW.BISA GABUNG PAK?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s