MENGENAL LAMPU PERANGKAP SERANGGA

Dalam usaha tani pertanian, mengetahui keberadaan hama jenis serangga sangat diperlukan. Usaha tani terutama tanaman padi akan berjalan dengan baik bila keberadaan hama dapat dideteksi sedini mengkin.

Salah satu cara untuk mengetahui keberadaan hara serangga adalah dengan alat perangkap seperti Lampu Perangkap. Masalahnya, alat perangkap (lampu perangkap) yang sesuai standar jarang kita jumpai di hamparan sawah tiap provinsi apalagi tiap kabupaten/kota.

Lampu Perangkap Hama Serangga (sumber BB Padi)

Dilihat dari bentuk dan komponen lampu perangkap sebetulnya sederhana. Biaya untuk menbuat perangkap ini tak besar. Artinya tiap provinsi atau kabupaten/kota dapat menganggarkan lampu perangkap ini.

Dengan demikian, mereka turut membantu petani secara langsung. Selama ini memang, anggaran untuk pertanian lebih banyak “diguyur” dari Kementan. Seperti : SL PTT, BLBU, PUAP, BLP, dll

Cobakita bayangkan kemampuan lampu perangkap ini? bila dalam puncak pupolasi serangga tinggi : 1 lampu perangkap dapat menghasilkan hama serangga :

Pada saat populasi tinggi, lampu perangkap di BB Padi Sukamandi dapat menangkap wereng coklat 376 ribu ekor /malam/unit, Ngengat penggerek batang padi kuning 12 ribu ekor/malam/unit dan kepinding tanah 146 ribu ekor/malam/unit. Serangga-serangga hama yang terperangkap setelah diamati kemudian dimusnahkan sedangkan serangga-serangga musuh alami seperti kumbang Coccinella, Paederus Sp, Ophionea SP dll dapat dilepaskan kembali ke lahan. (Eko, BB Padi).
 

Untuk mengetahui dan mengenal lampu perangkap tsb, saya akan ambil tulisan dari BB padi.

Lampu Perangkap ( Light Trap ): Monitoring Sekaligus Sebagai Pengendali Serangga

Lampu perangkap merupakan suatu unit alat untuk menangkap atau menarik serangga. Berfungsi untuk mengetahui keberadaan atau jumlah populasi serangga di lahan pertanian. Serangga yang tertangkap adalah serangga-serangga yang tertarik cahaya pada waktu malam hari. Beberapa jenis Perangkap untuk serangga adalah lampu perangkap ( light trap ), yellowpan trap, airnet trap, dan pitfall. Pemilihan jenis perangkap yang akan digunakan tergantung dari kondisi dan tujuan yang ingin diketahui.

Light trap rancangan Baehaki (2010) seperti pada gambar 1.  Kompenen – komponen utama yaitu lampu, corong dan kantong plastik serta rangka beratap.  Lampu (minimal 100watt) berfungsi untuk menarik serangga-serangga pada waktu malam hari, corong merupakan tempat masuknya serangga, kantong plastik berfungsi untuk  menampung serangga-serangga yang tertangkap/terperangkap, sedangkan rangka beratap fungsinya untuk melindungi lampu dan hasil tangkapan terutama  dari hujan.

Lampu perangkap diletakkan di dalam lahan sawah (lahan pertanian) di pinggir pematang. Letak bisa disesuaikan dengan kondisi tempat, karena alat ini menggunakan lampu sehingga memerlukan sumber aliran listrik.

Satu unit lampu perangkap sebagai monitoring dapat digunakan untuk luasan 300-500 ha, sedangkan untuk pengendalian seluas 50 ha. Lampu dinyalakan setiap hari mulai dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi, hasil tangkapan diambil setiap pagi kemudian diamati jenis dan jumlah serangga yang tertangkap.

Lampu perangkap ini berfungsi untuk monitoring sekaligus juga pengendalian. Sebagai deteksi dini wereng coklat imigran dan Ngengat penggerek batang padi sehingga dapat mengetahui datangnya hama imigran dan puncak tangkapan populasi suatu hama. Rekomendasi waktu semai atau tanam adalah 15 hari setelah puncak hasil tangkapan.

Untuk pengendalian penggerek batang padi, 4 hari setelah adanya penerbangan (hasil tangkapan) dilakukan penyemprotan insektisida. Pada saat kondisi lahan sedang bera atau pengolahan tanah, lampu perangkap digunakan terus untuk memantau perkembangan populasi serangga hama terutama wereng coklat dan penggerek batang.

Serangga-serangga yang dapat tertangkap antara lain wereng coklat (dewasa makroptera), Ngengat penggerek batang padi, orong-orong (anjing tanah), kepinding tanah (Scotinophara coarctata ), Coccinella Sp, Paederus Sp, Ophionea Sp dll.

Pada saat populasi tinggi, lampu perangkap di BB Padi Sukamandi dapat menangkap wereng coklat 376 ribu ekor /malam/unit, Ngengat penggerek batang padi kuning 12 ribu ekor/malam/unit dan kepinding tanah 146 ribu ekor/malam/unit. Serangga-serangga hama yang terperangkap setelah diamati kemudian dimusnahkan sedangkan serangga-serangga musuh alami seperti kumbang Coccinella, Paederus Sp, Ophionea SP dll dapat dilepaskan kembali ke lahan. (Eko, BB Padi).

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

3 Responses to MENGENAL LAMPU PERANGKAP SERANGGA

  1. rosi says:

    kenapa harus memakai lampu 100watt??? pengaruhnya dimana kalau boleh tau??

    • NURMANIHSAN says:

      Mba Rosi
      Biasanya, lampu tsb dinyalakan waktu malam hari. Tujuan dari lampu tsb adalah menarik sebanyak mungkin jenis serangga. Semakin terang lampunya maka ketertarikan serangga akan semakin tinggi. Serannga tsb akan masuk perangkap.
      Jadi paginya, tinggal dhitung/dikira2 serangga apa yang dominan di daerah tsb. sehingga bisa dicari solusinya. Tks
      Intinya: petani dpt mengantisipasi serangga/hama apa yang doniman dimusim ini

  2. efendy manan says:

    Itu minimal mbak rosie…lebih besar watt nya lbh bgs karena makin terang dan makin menarik serangga dengan radius lbh jauh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s