VARIETAS PADI DI SAWAH TADAH HUJAN

2 VARIETAS PADI DI SAWAH TADAH HUJAN
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Pada  musim kali ini, yang disebut MT-2 ( Musim Tanam ke-2 ) curah hujan sangat sedikit. Akibatnya, banyak tanaman padi dalam beragam varietas pertumbuhan dan hasil yang di capai kurang maksimal.

Di daerah Tangerang demikian pula. Saya dapati sebagian besar tanaman di sawah yang “tak menikmati” air irigasi megap-megap. Apalagi sang empunya tak mau bersusah payah mengguyur sawahnya dengan air dari pompa. Maka, kita saksikan banyak hamparan sawah yang retak-retak.

Pada musim tanam kali ada, ada kejadian yang saya bisa ambil pelajaran,,,

Sekitar 4 bulan lalu, saya sempat membawa beberapa kilo padi varietas inpari 13. Saya berikan kepada petani. Sebut saja nama petani tsb, Pak Arsan. Sebelumnya dia menanam varietas inpari 10.

Di kelompok tani tsb banyak varietas padi yang ditanam antara lain : ciherang, sintanur, logawa, inpari sidenuk, inpari 4, inpari 10 dan inpari 13. Ada juga yang tanam padi ketan.

” pak, coba tanam inpari 13 ini di satu petak”
” terima kasih, mas nurman”
” umurnya lebih genjah, sekitar 103 hari. cuma agak susah digebot, pak”
” nga pa-pa mas. saya punya mesin perontok kok”
 

Akhirnya, tanaman padi inpari 13 tsb ditanam di satu kotak. Luasnya sekitar 1.400 m2. Sewaktu tandur, bibit inpari tsb tak cukup untuk 1 kotak tsb. Cuma bisa ditanam 1.000 m2. Sisanya, ditanam varietas lain: ciherang.

Sekali lagi, musim tanam kali ini tak bersahabat dari segi curah hujan. Tanaman padi yang di sawah berjuang hidup dengan karakter masing-masing sesuai varietas. Pada saat yang sama, banyak petani yang tak mau ambil resiko, walau mengguyur sesekali sawahnya.

Panen pun tiba, saya sempat menyaksikan hamparan padi yang di tanam. Hasilnya: varietas padi inpari 13 dapat di panen 10 karung berisi dan 3 karung hampa. Satu karung isi 52 kiloan.

Tapi untuk varietas ciherang, tak ada hasil yang didapat. Hasilnya sangat-sangat sedikit sekali. Kebanyakan adalah gabah hampa.

Untuk varietas inpari 10 yang ditaman, alhamdulillah masih menghasilkan panen yang memadai untuk kelangsungan hidupnya.

Sewaktu sedang menjemur padinya, saya datang kembali.

” bagaimana, pak?”
” untung waktu itu tanam inpari 13, mas”
” emang kenapa, pak?”
” masih ada yang bisa dibawa pulang kerumah hasilnya,,,”
 

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH PADI. Bookmark the permalink.

2 Responses to VARIETAS PADI DI SAWAH TADAH HUJAN

  1. nira says:

    di daerah saya blm ada yg tanam inpari. Mayoritas ciherang untuk MT 1, situ bagendit untuk MT 2. Kemarin saya tanam mekongga di MT 2.

    • NURMANIHSAN says:

      sekarang banyak petani yg tanam inpari, bisa saling tukar saja. atau bisa hub BPTP di tiap provinsi atau hub BB padi,
      sebetulnya dengan budidaya yg baik, varietas unggul sprt ciherang (2000), mekongga (2004) hasilnya akan baik. tapi, penggunaan varietas terbaru bisa jd alternatif untuk membandingkan hasil yg sudah2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s