PADI DALAM POT (2)

MENANAM PADI DALAM POT (2)
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Lanjutan dari Padi Dalam Pot 1

3. Penyiraman Tanaman

Untuk penyiraman tanaman, karena pot nya tak berlubang maka penyiraman bisa 2-4 hari sekali. Siram tanaman sampai macak-macak, kemudian biarkan selama 2-4 hari. Kemudian baru siram lagi. Begitu seterusnya.

Bila tanaman di pot sudah memasuki 40 hst maka perakaran tanaman sudah banyak, sehingga penyiraman dilakukan 1-2 hari. Dan bila tanaman padi sudah memasuki masa primordial/bunting maka sebaiknya penyiraman dilakukan tiap hari, sebab pada masa ini, tanaman memerlukan air dalam jumlah maksimal. Hal ini dilakukan sampai masa pengisian bulir.

Ingat, padi bukan tanaman air, jadi tak selalu tergenang air. Yang penting, ada kecukupan air dalam siklus hidupnya.

padi di pot anakkan banyak

padi di pot anakkan banyak

4. Penyiangan Tanaman Padi

Untuk proses ini, sangat mudah dilakukan. Kita tinggal mencabut gulma yang ada di pot. Kemudian kita benamkan kembali ke dalam pot. Cuma ingat, gulma yang ada bijinya jangan dimasukkan ke dalam pot.

Bagaimana dengan pemupukannya?

5. Pemupukan Tanaman Padi

Banyak cara yang bisa digunakan, bisa pakai pupuk tunggal maupun majemuk.

Ok, bagaimana menerapkannya dalam pot? sebab pupuk yang diletakkan dalam pot beda dengan yang ada di sawah. Tidak terbawa air, tak terhisap tanaman lain, dll.

Karena bertanam padi dalam pot maka dosis dan aplikasi pemupukan berbeda tiap insan/petani dalam penerapannya. Kalau saya sendiri lebih suka  memakai 4 kali aplikasi dengan dosis tertentu.

Pakai  Pupuk Tunggal ( Urea/ZA, SP36 dan KCL) kebutuhannya sbb:

pupuk dasar, 0-1 hst:  1  sendok teh pupuk SP36 dan  1/2 sendok teh pupuk KCL
pupuk susulan ke-1 ( 7-10 hst) : 1/2 sendok teh urea
penyiraman/penyemprotan dng POC  ( 10 hst ) dosis sesuai petunjuk yg tertera dalam POC/MOL
pupuk susulan ke-2 (20 hst) : 1  sendok teh urea
penyiraman/penyemprotan dng POC  ( 25 hst ) dosis sesuai petunjuk yg tertera dalam POC/MOL
pupuk susulan ke-1 ( 35 hst) : 1 sendok teh urea
penyiraman/penyemprotan dng POC  ( 40 hst ) dosis sesuai petunjuk yg tertera dalam POC/MOL

Bila kita pakai pupuk ZA, maka dosisnya 2 x pupuk urea. Misal 1/2 sendok teh urea maka jadi 1 sendok teh ZA.

Bila ada petani organik yang tanaman di pot, maka biasanya malah tak pakai pupuk kimia sama sekali. Memang hanya bermain di media tanam dengan pupuk kompos dan tanah ladang. Kemudian, tiap 10 hari sekali disemprotkan MOL/POC.

Saya pribadi, lebih suka memakai pupuk kandang dan MOL. Kemudian, hanya 1-2 kali pemupukan kimia. Itupun pakai pupuk NPK. Waktu aplikasi sekitar 20 hst dan atau 40 hst.

Catatan:

– bila di rumah kita ada sisa kopi atau teh manis atau susu bekas atau air kelapa tua dll maka jangan dibuang. Tuangkan saja sisa minuman tsb ke dalam pot padi.
– bila ada bekas air cucian beras, maka dapat digunakan buat penyiraman tanaman padi dalam pot.
– 1 sendok makan pupuk beratnya 15 gram, 1sendok teh beratnya 5 gram (saya hitung sendiri dengan timbangan digital)

Pakai Pupuk Majemuk

pupuk pertama, 7 hst:  1/2  sendok teh  NPK ponska
pupuk susulan ke-1 ( 14hst) : 1/2 sendok teh NPK ponska + 1/2 sendok teh urea ( 1 sendok teh ZA)
penyiraman/penyemprotan dng POC  ( 10 hst ) dosis sesuai petunjuk yg tertera dalam POC
pupuk susulan ke-2 (25 hst) : 1/2 sendok teh NPK ponska + 1/2 sendok teh urea ( 1 sendok teh ZA)
penyiraman/penyemprotan dng POC  ( 20 hst ) dosis sesuai petunjuk yg tertera dalam POC
pupuk susulan ke-1 ( 35 hst) : 1 sendok teh urea
penyiraman/penyemprotan dng POC  ( 40 hst ) dosis sesuai petunjuk yg tertera dalam POC
 

Sebaiknya pemupukan diberikan ketika air di dalam pot sedang macak-macak. Atau ketika kita memberikan pupuk maka usahakan tanaman padi disiram.

6. Hama dan Penyakit

Biasanya, bila kita tanam padi dalam pot dalam jumlah sedikit hama dan penyakit relatif tak ada. Atau jarang dijumpai. Atau kalau pun ada terutama hama maka pengendaliannya lebih mudah. Misal ada ulat, maka tinggal kita ambil dan dibuang. Yang cukup merepotkan adalah hama tikus.

7. Panen Padi

Sebaiknya, bila 2 pekan sebelum panen, tanaman padi jangan disiram. Kalau pun mau disiram, siramlah dengan sedikit air. Menjelang 3-5 hari sebelum panen, biarkan tanaman jangan disiram.

Panen padi di pot memang unik. Saya bisa panen 3 kali dalam 1 pot. Kok bisa?

Sebab panennya tergantung malai  yang matang. Kemudian 3-5 hari panen lagi. Baru setelah itu, 7 hari kemudian dipanen seluruhnya.

Saya sempat menimbang hasil panen padi dalam pot:

Untuk varietas inpari 10, ada hasil panen dalam 1 pot seberat 120 gram. Jumlah anakkan mencapai 82. Dengan jumlah malai 58 ( malai produktif ada 45 malai).

Untuk varietas inpari 4, ada hasil panen dalam 1 pot seberat 130 gram. Jumlah anakakan 96. Dengan jumlah 64 malai (malai produktif 50 malai).

Untuk varietas lain seperti IR 64, Inpari 13, Inpari 19, sintanur, dll tak sempat saya timbang.

Kesimpulan:

Bila dilakukan dengan budidaya yang baik, maka bertanam padi dalam pot dapat tumbuh baik dan menghasilkan panen yang bagus.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PADI DI POT/POLYBAG, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

13 Responses to PADI DALAM POT (2)

  1. Endi Sudarsono says:

    Bagus inovasi dan uji cobanya Saudaraku ini bisa jadi referensi untuk pertanian di kota atu lahan sempit yang semoga dapat menarik minat warga untuk belajar mencukupi kebutuhan pangannya sendiri atau bahkan keluarganya, Selamat dan sukses.

  2. ali says:

    assalamu’alaikum pak Ihsan.. Volume tanahnya/media tanamnya yang ideal berapa ya agar tumbuh maksimal?

  3. suli says:

    Pak Ali, padi pak Alik sutaryat seorang organis beliau memakai karung goni/rami, jadi isi aja separonya, seperempat lagi setelah keluar malai….hasilnya padi sintanur 0.7 kg dari satu biji, padi ini di perkenalkan oleh H.Sobirin dari bandung

  4. ali says:

    Pak suli, saya sudah coba memakai karung goni. 40 hst karung goninya robek karena rapuh. Akhirnya saya pindah ke polybag bening dengan diameter yang mendekati karung goni. Alhamdulilah, karena padi dalam polybag tsb, tetangga sudah ikut membuat mol.

  5. Alif klaten says:

    ada yg pernah padi long green??? rencananya sy besok mau tanam padi long green yg berbulir 700 diember ,dg bulir 700/malai idealnya pakai ember ukuran brapa ya? ??

    • NURMANIHSAN says:

      Mas Alif
      padi apa lagi itu mas? hee

      idealnya ukuran pot diameternya min 30 cm lah. lbh bagus lagi, diameter di atas 40 cm.
      menurut saya: sebagus2 kita tanam di pot, masih lbh bagus di petak sawah.
      misalkan saja padi parikesit yang bulir/malai bisa tembus 560. tapi saya tanam di pot berkali-kali maksimal hanya dpt 450 bulir/malai. itu saja sudah bagus banget.
      tp mungkin ada teman2 oksi lain yg punya trik khusus silahkan dishare agar bulir padi yg ditanam bisa maksimal. tks

  6. Alif klaten says:

    he he juga, padi long green ???
    sy jg blum punya bnyak infonya ttngnya ,baik karakteristik maupun pemulianya, ktanya berbulir 700/malai ,pnjang mlai 70cm tpi pngisiannya cma sktar 500 ,rncana mau sy cba tnam dlu diember ,klau bagus baru sy tanam disawah

  7. indra says:

    mas kalau penyiramannya menggunakan air pam bisa gak

  8. Si Akang says:

    Kang Nurman yg baik, kalau hitungan ekonomisnya mahal mana biaya tanam padi dalam pot dibandingkan dengan tanam padi konvensional? Tararengkyu…

  9. Tina Andriyani Agih says:

    Terimaksaih infonya sangat bermanfaat pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s