SISTEM TANAM LEGOWO

ADA 3 CARA TANAM SISTEM TANAM LEGOWO
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Sebagai insan pertanian, sebagian besar dari kita/petani mungkin kenal dengan sistem tanam pada tanaman padi yaitu cara tanam jajar legowo.

Kemudian, yang kita ketahui dari sistem ini adalah ada yang pakai sisipan di bagian pinggir dan yang tak  pakai sisipan.

Tapi, setelah membaca SINAR TANI edisi 22-28 Februari 2012 hal 22, saya baru “enggeh” ada yang menggemukan cara lain. Adalah Dr. Sarlan Abdulrachman  yang membidangi Kepala Kelompok Peneliti Balai Besar Tanaman Padi BB Padi Sukamandi yang mengatakannya.

Begini, mungkin saya buat simpelnya:

Di dalam hamparan sawah 1 hektar, misalkan jarak tanam 25 cm x 25 cm, maka akan didapat populasi 160 ribu rumpun dalam 1 hektar. Bila jajar legowo 3 : 1 yang digunakan maka jumlah rumpun menjadi :

1. Dengan Cara Sisipan Bagian Pinggir

Dengan rumus yg sederhana, maka akan didapat jumlah populasi tanaman menjadi 160 ribu+ 1/4 ( 160 ribu ) = 200 ribu rumpun/ha

2. Dengan tanpa sisipan sama sekali

Dengan cara ini maka jumlah rumpun akan berkurang menjadi 120 ribu rumpun per hektar.

3. Dengan sisipan semua baris ( bukan hanya baris pinggir )

Dengan menerapkan cara ini, maka jumlah rumpun otomatis akan meningkat per hektarnya. Dengan pola ini, maka semakin banyak jajar legowo yang diterapkan maka jumlahnya akan  semakin banyak.

Untuk legowo 3:1 saja, akan didapat jumlah rumpun sekitar

= 160 ribu + 2 ( 1/4 ( 160 ribu )

= 240 ribu/ha.

Bagaimana dengan legowo 4:1 ? hasilnya

= 160 ribu + 3 ( 1/5 ( 160 ribu)

=  160 ribu + 96 ribu

= 256 ribu/ha

Dengan pola hitung di atas maka semakin banyak jumlah legowo maka banyak jumlah populasinya.

Dari pol/teknik  sistem tanam legowo yang dijabarkan di atas, adalah hak para petani untuk menerapkan di sawahnya masing-masing.

Dengan pola terakhir, jarak tanam yang lebar bisa jadi alternatif untuk diuji cobakan. Misalkan jarak tanam 30 cm x 30 cm atau 30 cm x 35 cm, dst

Apakah ada yang mau menerapkannya? silahkan !!

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

6 Responses to SISTEM TANAM LEGOWO

  1. Ugisawa/sugiono/keisuke honda says:

    Patut dicoba

  2. Pulung says:

    Selamat Malam Kang Nurman,

    Apabila saya akan menanam padi dengan jarak 50 cm x 25 cm x 50 cm atau 60 cm x 30 cm x 60 cm ( kondisi tanah sawah sdh sedalam lutut orang dewasa )…..apakah tetap menggunakan legowo ?

    Terima Kasih

    • NURMANIHSAN says:

      sbtlnya, sy mengharapkan orang2 di BB padi yg membantu saya dalam menjawab pertanyaan mas pulung ini. semoga,,,
      jarak yg mas pulung tulis 50cm x 25cm x 50cm (dan 60 x 30 x 60 cm), sebetulnya sudah legowo jarak antar legowo 50 jarak tanamnya 25 cm x 50 cm. atau
      60 x 30 x 60 cm: jarak tanam 60 x 30 cm dng jarak antar legowo 60 cm.
      bila tak pakai sisipan, jarak tanamnya sangat lebar.
      saran sy: 3 model legowo bisa diterapkan !!! dan lihat hasilya.
      apalagi mas pulung cara taninya hampir mendekati organik.
      nnt hasilnya, bisa dishare ke pembaca yg lain. salut buat mas pulung. trim

  3. suli says:

    Ternyata ini yang sudah di lakukan sama Pak Pulung, lama saya cari komen pak pulung, perihal tanamnya yang kalau boleh saya bilang adalah model petani jepang, kenapa jepang sangat suka menanam model begini karena segala yang di lakukan memakai mesin dari tanam sampai panen.

    Akan saya ikuti model Pak Pulung ini, ya mungkin 30 x 50 x 30, mundurnya 25 ….berapapun hasilnya kalau belum melakukan belum puas dan menjadi tahu, rencana varietas yang di pakai logawa. cara ini sebetulnya dilakukan pada tanaman kacang hijau dengan menghilangkan satu baris dan hasilnya lebih tinggi di banding ditanam semua tiap baris (bekas tanaman padi MT2)

  4. mas sugiyarto says:

    kalo ditempat saya, sudah banyak menggunakan logawa, 4,5,6,8,10. tapi tidak ada yang menggunakan sisipan. alasannya kalau menggunakan sisipan, malainya lebih kecil dan anakannya sedikit. tapi untuk menggunakan logawa 2 blm ada yg berani mencoba, alasannya merasa sayang karena banyak ruang kosong.

  5. suli says:

    Mas giyarto….minta no hpnya dong…..atau saya kasih no hp. saya 085691662726, dari logat ‘logawa’ pastinya tidak jauh dari gubug saya.
    karena saya sering bilang logawa jika sering berdiskusi jajar legowo bersama teman teman….kalau pakai sisipan lebih jlimet tukang matunnya susah.

    Mas….saya pernah mencoba logawaan 2, tapi khusus untuk benih, keterbatasan ya mentog mentog tandur sendiri sama istri, tukang tandurnya tidak mau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s