PERJALAN HIDUP PETANI PADI

KESADARAN HIDUP SEORANG PETANI (1)
 Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Belajar Tani dari Sang Ayah

Pertama kali terjun menjadi petani, pemuda ini membantu orang tuanya. Sawah orang tuanya tak luas, hanya 0,4 Ha. Sawah tsb menjadi tumpuan hidup keluarganya.

Nama pemuda ini: joko susilo. Dia lebih suka dipanggil mas silo. Soal kalau dipanggil Joko, nama Joko sudah pasaran, begitu alasannya,,,

Sang ayah tanam varietas padi yang biasa ditanam kala itu: IR 64. Kadang juga tanam varietas ciherang. Yang dia dapat dari sang ayah adalah dengan varietas tsb, pemupukan kotoran hewan sewaktu pengolahan lahan sekedarnya. Lebih banyak mengandalkan pupuk kimia. Dalam bahasa petani: pupuk pabrik.

Bagaimana dengan pestisida? sekali lagi, sang ayah mengajarkan: semprot segera bila ada hama atau penyakit datang.

Menikah dan Olah Lahan Sendiri

Begitulah yang dilakukan selama hampir 4 tahun bersama ayahnya. Dia pun dah menikah. Jadi, sawah seluas 0,4 ha jadi berubah haluan. Sang ayah dan anak masing-masing mengelola 0,2 ha.

Dengan lahan yang diolah sendiri ini, hampir 2 tahun dijalaninya. Hasil panennya pun seperti biasa.

Benih Hibrida dan Pestisida

Suatu ketika, mas silo menanam padi hibrida. Dia tertarik dengan potensi hasilnya: 10-12 ton/ha. Dengan 0,2 ha sawahnya, dia ingin dapat minimal 2 ton.

Dia membeli benih padi hibrida yang mahal menurut ukuran dompetnya. Tapi biarlah, nanti juga ketutup, pikirnya.

Dia juga tahu, benih hibrida rakus pupuk. Tapi sekali lagi dia nekat. Pola pikirnya sama: nanti juga ketutup sama hasilnya.

Benih hibrida pun ditanamnya, pupuk kandang sekedarnya. Benar saja, tanaman tumbuh bagus di fase vegetatif dan generatif, dia sangat bahagia,,,

Dia begitu yakin, dengan pupuk yang banyak maka hasilpun pasti banyak.

Panen pun tiba, hasilnya mendekati angka 2 ton. Tepatnya 1,8 ton GKP untuk luasan 0,2 ha. Itupun sudah habis-habisan dipupuk. Untung di musim ini, hama dan penyakit agak kurang.

Dengan hasil tsb, dia yakin dengan kaidah ini : pupuklah sumber segalanya,,,

Di musim berikutnya, dia tanam lagi padi hibrida. Karena hasilnya bagus, dia tiru total musim yang lalu. Pupuk kandang ala kadarnya, pupuk kimia digeber abis-abisan.  Di awal-awal vegetatif, pertumbuhan bagus cuma tak sebagus musim lalu.

Cuma, hama mulai terlihat, seperti penggerek batang, ada sundep di beberapa tanaman. Seperti biasa, ajaran dari sang ayah, bila ada sedikit hama yang menyerang, semprot dengan pestisida. Beberapa merk dicobanya.

Mendekati masa generatif, tanamannya kena penyakit blas. Dia kelimpungan, lagi-lagi penyemprotan dilakukan. Belum selesai penyakit blas, hama beluk mulai terlihat lagi. Kerjanya di sawah cuma ini: berantem sama hama dan penyakit.

Lagi-lagi, beberapa merk pestisida dicobanya. Musim ini, pengeluaran terbanyak buat pestisida,,,

Singkat cerita, hasil panen turun drastis. Hasil panen sedikit. Tapi, duit yang keluar banyak. Apalagi kalau bukan untuk beli benih hibrida, pupuk dan pestisida. Sebab dipikirannya cuma satu, panen harus banyak sebab pengeluaran juga banyak. Kalau tidak bisa tekor.

Setelah dihitung-hitung, musim panen kali ini: nga ada untungnya !!!

Musim berikutnya, dia kapok tanam benih hibrida. “mending pake benih unggul biasa, pupuk pabrik sekedaranya saja, yang penting ada lebihnya” begitu bathinnya bicara.

Kesadaran Baru

Bersambung,,, Perjalanan Hidup Petani Padi (2)

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s