BERTANI JADUL ALA PETANI JEPANG

BERTANI JADUL YANG MURAH DAN SEHAT 
 Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Saya mengutip tulisan ini dari trubus juni 2012…. tentang  Bertani Model Tua Petani Jepang. Cuma, saya edit seperlunya agar enak dibaca. Dan yang penting, tulisan ini dapat menambah wawasan kita.

Apalagi, bila kita terapkan dalam lingkungan pertanian kita. Wah, akan sangat-sangat berguna bagi lingkungan alam ini  yang semakin hari semakin penuh dng limbah pencemaran,,,

Berikut tulisannya:

Yasuda adalah petani jeruk dekopon organik dalam green house.  Jeruk dekopon  saat ini merupakan jeruk termahal di Jepang. Harganya mencapai 800 yen/buah: setara Rp.80.000/buah.

Beliau berasal dari Minamata, bertani organik adalah pilihan. Hal ini untuk mengenang tragedi Minamata 50 tahun silam. Tragedi Minamata adalah daerah penting dalam sejarah pencemaran bahan kimia yang memakan ribuan korban.

Pada tahun 1958 ratusan penduduk Minamata tewas akibat penyakit dengan gejala kelumpuhan syaraf. Diduga, mereka keracunan logam berat dari ikan hasil tangkapan di Teluk Minamata.

Teknik Jadul Pertanian Jepang

Teknik tua di dunia pertanian jepang adalah memadukan tanaman budidaya dengan hewan ternak.

Yasuda tidak meniru Shimpei Murakami di desa litate prefektur Fukushima yang memanfaatkan bebek untuk mengendalikan pertumbuhan gulma di sawah.

Dia juga tidak meniru Masanobu petani di prefektur Ehime memakai ayam lokal shikoku selatan, yang kebiasaannya memakan ulat dan serangga lainnya tanpa mengais perakaran dan merusak tanaman.

Tetapi,  pilihan jatuhYasuda jatuh pada ayam kalkun untuk memangkas rumput muda, plus suka memburu serangga, kupu kupu, kumbang dan ngengat ataupun yang lainnya.

Lantas adakah petani kita mengikuti jejak jejak mereka???

Saya pernah perkunjung ke sebuah peternakan ayam petelur di bilangan curug tangerang 10 tahun silam. Maaf , cuma cerita lepas dari pertanian ke peternakan, tapi ada kemiripan modelnya.

Sang peternak memelihara memelihara kambing berwarna putih puluhan ekor (ukuran kecil kecil tapi agak liar), namun tidak mengurangi produksi telur. Alasannnya masuk akal, sebab  ayam terbiasa dengan kegaduhan atau keributan- keributan yang kebanyakan di farm farm lain di butuhkan ketenangan.

Kedua, sisa- sisa pakan yang jatuh tercecer akan dijilati sang kambing beserta rombongannya. Hal ini membuat kambing kambing gemuk.

Ketiga, kambing menjadi mesin pemotong rumput alami disekitar kandang atau lokasi seluruh farm. Kalau malam, para kambing tsb  tidurpun di sembarang tempat. Sang peternak pun tak perlu pusing: mencarikan rumput.

Kembali ke Yasuda, pilihan kalkun karena ternak ini dagingnya di Jepang setara Rp.10.000/ons.  Dan, bobot hidup kalkun dewasa bisa sampai 5-7 kg. Tinggal dikalikan saja seandainya tiba saat panen.

Sama dengan peternakan di tangerang tsb, kambing-kambing jantan di jual saat menjelang Idul Qurban. Dan, kambing anakan di besarkan sampai dewasa.

Apa artinya ini??

Apakah ini pertanian jadul?

Jelas tidak, ini adalah cara pertanian modern. Pertanian modern adalah pertanian yang memadukan beberapa unsur sehingga yang terjadi adalah saling menguntungkan: menekan biaya produksi, menekan pencemaran, harga jual tinggi. Dan yang hebat adalah produk yang dihasilkan sehat bagi lingkungan sekitar dan bagi manusia.

Nb: terima kasih kepada teman yang menyarankan tulisan ini. Trim

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

6 Responses to BERTANI JADUL ALA PETANI JEPANG

  1. suli says:

    Kalau saya boleh bilang model tua, bukan modern.pertanian modern lebih identik dengan keuntungan setinggi langit tanpa melihat dampak buruknya, pertanian modern di brazil membabat habis hutannya untuk peternakan dan kedelainya.

  2. hanif says:

    bgus juga sih pak.cuma klo padi bareng bebek agak ribet soalnya nambah bea produksi untuk beli bebek

  3. Endi Sudarsono says:

    Boleh juga referensinya Saudaraku mungkin bisa dicoba ya walaupun mungkin masih harus memilih dan memilah antara ternak dan jenis tanaman yang cocok sehingga bisa bersimbiose mutualistik yang saling menguntungkan tentunya, terima kasih telah berbagi.

  4. suli says:

    Saya berpikir sedikit pada lahan seperti punya Pak Pulung di halim, seandainya di padukan dengan bebek 10 ekor saja ( 9 ekor betina 1 jantan) , ya tentunya melepaskan setelah tanaman umur minimal 15 hst, di ajari tiap sore pulang ke kandang pagi di lepas….ini kemarin saya sempat ucapkan juga pada pak robi….untuk mencoba , telur bebek lauk yang enak, di lempar ke tungku aja bisa/ disangrai juga bisa.

  5. ali says:

    Saya pernah baca di internet tapi lupa link nya, membahas tentang pola tanam padi + unggas + azolla. unggas memakan azolla, kotorannya menjadi pupuk buat padi, selain hara dari azolla itu sendiri.

  6. Pulung says:

    Mas Suli…..Saya dulu juga pernah piara bebek petelor….pagi hari dilepas disawah-sore masuk kekandang dan hasil telornya lumayan bisa dibuat telor asin. Tapi, setelah ada wabah Flu burung, akhirnya bebeknya dijual. padahal dengan adanya bebek, hama keong mas sangat berkurang (terjadi simbiosis mutualisma).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s