POLA MALAI PADI PARIKESIT

MALAI PADI PARIKESIT 
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Hari Sabtu kemarin, Saya dan Mas Suli berkunjung ke persawahan halim (  masuk kawasan Lanud Halim Perdana Kusuma). Di sana saya ingin ketemu Pak Pulung.

Sawah yang dikelola olehnya sekitar 6 ha. Dengan sawah seluas itu, ditanam 3 jenis varietas padi: sintanur, inpari sidenuk dan parikesit.

Berapa areal persawahan seluruhnya di daerah yang masuk wilayah DKI ini? menurut beliau dan teman-temannya, ada sekitar 50-an hektar. Woow, masih ada areal sawah seluas itu di Jakarta,,,

Apalagi waktu itu, hujan turun rintik-rintik, pas ke areal persawahan ada kabut. Ya, kabut putih.

“wah, ada kabut tuh Pak Usman”. Pak Usman ini adalah pegawai Pak Pulung yang mengelola penggilingan padi.

“biasanya, jarang ada kabut. kebetulan aja kayanya” jawabnya.

Alhamdulillah, kedatangan saya dan Mas Suli disambut oleh kabut putih. Indah, begitu sejuk dipandang mata,,,

Sebelum memasuki kawasan halim, diantara pohon-pohon peneduh jalan, bila kita pandang sekilas banyak tanaman padi. Tanaman padi yang berumur sekitar 10 hst.

Kemudian, memasuki kawasan Lanud halim, karena termasuk daerah militer maka biasanya tamu yang belum dikenal diminta menitipkan identisasnya.

Sewaktu memasuki kawasan ini pun, tak berapa lama kemudian, kami disuguhi pemandangan persawahan yang indah dengan sistem legowo 4:1.

Dan akhrnya, sampai juga di persawahan Pak Pulung,,,

Padi Parikesit

Dari 3 varietas yang ada, varietas parikesit yang membuat saya dan mas suli penasaran. Secara zhohir, tanaman ini cukup tinggi.  Tingginya sekitar 140 cm.

Untuk ukuran anakkan memang tidak terlalu banyak. Lain dengan padi sintanur dan inpari sidenuk yang anakkannya cukup banyak. Dari kedua varietas ini, padi  sintanur yang unggul dalam jumlah anakkan.

Kemudian, saya ambil daun bendara dan malai padi parikesit. Saya akan hitung berapa jumlah bulir yang ada di malainya. Sayang saya cuma ambil 1 malai saja.

Malai Padi Parikesit

Setiba di rumah, saya ukur daun bendera padi parikesit. Panjangnya 54,5 cm. Lebar daun 2 cm. Sebelumnya, saya lihat di lokasi pertanaman padi parikesit ada yang lebarnya sekitar 2,5 cm.

Kemudian, saya ukur panjang malainya. Tercatat 34 cm.

Berapa jumlah bulirnya?

Ini yang penting. Tapi sebelum saya sebutkan, saya secara tidak sadar, saya melihat pola malai padi parikesit ini. (padahal sudah banyak sekali malai yang saya hitung tapi belum kepikiran melihat pola malainya).

Begini: Dengan panjang 34 cm, ada 8 titik simpul bertemunya ranting malai ( saya sebut saja demikian )

titik 1, cuma ada 1 ranting malai, isi 15 bulir

titik 2, ada 4 ranting malai ( 26,20,20,20)

titik 3, ada 4 ranting malai ( 30,30,31,25)

titik 4, ada 3 ranting malai ( 40,32,36)

titik 5, ada 2 ranting malai ( 31,31)

titik 6, ada 1 ranting malai ( 31)

titik 7, ada 3 ranting malai (26,29,30)

titik 8, ada 2 ranting malai ( 20,20)

Total bulir gabah 522/malai.

Apakah pola malai padi parikesit seperti ini? saya belum paham, bisa ya bisa tidak. Kalau pun ya, yang membedakannya adalah jumlah bulir pada tiap ranting malainya.

Sayang sekali cuma 1 malai yang saya hitung, coba kalau lebih, akan lebih mudah dianalisa.

Saya penasaran, besoknya saya ambil malai padi logawa yang masih hijau. Saya lihat memang beda, terlalu banyak titik simpul yang tak beraturan. Dan isi tiap titik simpul kebanyakan 1 ranting malai.

Dan akhirnya, saya harus lebih giat belajar, supaya bisa memahami pola malai tiap varietas padi. Semoga,,,

Dan terakhir, terima kasih kepada Pak Pulung yang telah memberikan kesempatan kepada saya dan mas suli untuk berkunjung ke tempatnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesuksesan bagi beliau dan keluarganya. Amin

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH UNGGUL PADI. Bookmark the permalink.

17 Responses to POLA MALAI PADI PARIKESIT

  1. pulung says:

    selamat malam Mas Nurman…..kalau pas panen padi Parikesit (Insya Allah pertengan Desember)…..silahkan berkunjung ke Halim lagi…Monggo

  2. efendy manan says:

    Wah kayaknya seru ya..saya sebenarnya juga penasaran dengan parikesit.Apakah daya pengisian bulir rata2 berapa persen pak per malai?Biasanya padi lokal berbulir banyak lemah di pengisian bulir.Jika parikesit bisa sempurna pengisiannya,wah sangat luar biasa potensinya…

    • NURMANIHSAN says:

      Kalau dilihat dari fisiknya, padi parikesit seperti rumput: daun lebar dan tinggi, cuma ada malainya. Saya pun takjub mas,,,
      MAlai yg sy ambil masih muda/belum berisi mas, jadi gampang dihitung tanpa perlu takut ada yg rontok.
      nanti panennya pertengahan desember, begitu kata pak pulung. Saya akan usahakan datang ke sana lagi

  3. suli says:

    Pak Pulung ….
    Jangan tambahkan apa apa lagi pada padi parikesit tersebut, saya sepakat waktu itu sama pak nurman di daun maksimal, antisipasi datangnya walang sangit, terapkan saran pak nurman yang pakai botol perangkap, lebih cepat lebih baik karena walang sangit pastinya kemarin sudah ada satu dua yang hinggap pada malai yang keluar duluan.uniknya satu dua ini walang sangit biasa lagi bunting. antisipasi juga perpindahan walang sangit dari varietas sebelah atau buat perangkap lebih banyak di perbatasan parikesit dengan yang lain. kerahkan seluruh tenaga yang ada supaya cepat bisa buat banyak perangkap.
    Di tunggu kabar panennya, sekali lagi kenaikan produksi dari konvensional ke organik secara keseluruhan cukup cepat, saya sendiri lebih lama.

  4. suli says:

    Satu hal yang masih teringat akan sawahnya pak pulung, bukan di lebatnya anakan, hijaunya daun parikesit…..bukan pula bagaimana membuat beras kepala di mesin rice huller miliknya, tapi suara kreo padi (Amaurornis phoenicurus ) bersahutan….membuat suara berisik berirama …kadang suaranya tidak perduli dengan burung besi yang take off, berenang pula anak anak katak disaluran air, capung mengapung di udara menari…..dan insting saya sebagai anak petani pasti di pematang/saluran air banyak sarang belut, dan terbukti di iyakan oleh pak robi salah satu orang kepercayaannya, lahan seperti inilah pertanian kita sebelum revolusi hijau. pertanian konvensional menghilangkan segalanya. kondisi lumpurpun sangat beda dengan yang pada umumnya walaupun saya kemarin tidak menginjaknya.

  5. mais says:

    assalamualaikum mas nurman.untuk penanaman padi parikesit sebaik nya ditanam rapat apa agak jarang.pemupukan nya gimana mas untuk mengisi bulir yang begitu banyak.

  6. efendy manan says:

    Wah2….dua jempol buat pak Pulung.ternyata masih ada lahan sawah organik tersisa di Kota sebesar Jakarta….

    • NURMANIHSAN says:

      Memang untuk LANUD halim, agak unik sbb daerah tsb seolah terisolasi dari industrisasi. Karena daerah ini kan daerah TNI AU. Dan ini beratri limbah-limbahnya tidak mengalir ke sawah.

  7. Pulung says:

    terima kasih Mas Nurman dan Mas Suli untuk saran dan masukannya……Saya masih terus belajar…dan belajar.

  8. Pulung says:

    karateristik padi Sri Agung Parikesit ( Info dari Bp Sucipto-pemulia varietas tsb ) :
    1. Akar serabut terbagi akar besar & kecil.
    2. Batang 1,5-2 cm.
    3. Tinggi 140-180 cm.
    4. Lebar daun 2-3,5 cm.
    5. Jumlah bulir/malai 400-750.
    6. Usia 95-105 hari.
    7. Rasa gurih & sedikit manis/pulen.
    8. Gabah/beras bentuk bulat.
    9. Dapat ditanam di ladang/sawah.
    10. Potensi 10 ton GKG. ( pernah mencapai 12 ton ).
    11. sebaiknya ditanam 3-4 benih/titik tanam.
    12. Kebutuhan benih 35-40 kg/Ha.
    Saya tanam padi parikesit dgn sistem jajar legowo 4×1 ( 30 x 30 x 60 cm ).

  9. ali says:

    Izin ikut nimbrung pak Pulung.. Kebutuhan benihnya banyak juga untuk per hektar 35 sd 40 kg.. Padahal jajar legowonya 30×30 cm.

  10. ali says:

    Pak Ihsan dan pak Suli, kabari saya jika hendak ke Halim lagi. Semoga waktunya pas sekalian saya ke depok. Ayo pak Efendy, kita ke Halim

  11. Dwi Hardjo says:

    Pak Pulung Yang Terhormat.
    Saya sangat terkesan dengan uraian ataupun deskripsi dari padi varietas Sri Agung Parikesit.
    Saya ingin sekali bisa mencoba untuk menanam padi varietas tersebut, dimana saya bisa mendapatkan benih padi varietas tersebut pak ?
    Saya mohon bantuannya.
    Kalau ada informasi bisa hubungi saya di 081345041712 atau 085654641372.
    Terima Kasih Pak Sebelumnya.

    Hormat saya,

    Dwi Hardjo.

  12. suli says:

    Pak Ali….
    Bawa alat untuk pancing belut, buat dulu dua tiga buah….kita sama sama tanding siapa yang duluan ngangkat dan (maaf)cepat mematikannya biar tidak lepas….hahaha.

  13. Pulung says:

    Pa Dwi utk benih padi Parikesit dapat menghubungi :

    1. Pa Sucipto 085282362817, 085287942915.
    2. Pa Lalang 02184595611, 081220635889.
    3. Pa Indra 0811964942.

    Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s