RAMAH PADA ALAM

JAGA DAN RAWAT LINGKUNGAN SAWAH KITA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Ada petani yang begitu kecewa dengan varietas tertentu sampai-sampai nga mau tanam lagi varietas tsb.

Ceritanya begini:

Pada musim tanam ( MT ) 2, dia dapat varietas A. Varietas ini dia dapatkan dari sesama petani di daerah lain.

Sewaktu ditanam varietas A ini, awal-awal tanam tumbuhnya bagus. Begitu memasuki 20 hst, mulai datang hama sundep. Biasa, karena petani konvensioanl, yang dicari adalah obat insektisida.

Setelah itu, sekitar 5 hari kemudian, tanaman padinya kena blast daun. Sebelum berkembang lebih jauh, disemprot kembali dengan pestisida tertentu.

Belum lagi, saat itu, kepinding tanah mulai menyerang areal sawahnya. Bukan hanya sawahnya, tapi hampir seluruh lokasi persawahan. Bahkan kepinding tanah bertebaran di pinggir jalan,,,

Belum lagi, malai padinya kena blast leher,,,

Artinya di MT 2 tsb, hama dan penyakit seakan saling berlomba untuk mendarat di areal persawahan.

Sang petani dengan kasus di atas, mungkin karena pusing dan kecewa, punya satu sasaran tembak: varietas A yang menyebabkan semua ini.

Apa salah varietas A ini????

Bisa jadi memang di MT-2 tsb, hama dan penyakit sedang banyak karena perubahan iklim. Iklim lagi-lagi disalahkan.

Padahal, menurut saya: manusialah penyebabnya !!!

Manusia yang berprofesi sebagai petani banyak yang tidak peduli lingkungan. Sawah tidak diberikan pupuk organik, kalau pun diberikan seadanya. Jerami dibakar, jerami tak dimasukan ke sawah, jerami diambil peternak sapi, dll.

Pupuk kimia tinggi, bahkan urea di beberapa tempat bisa mencapai 600-700 kg per hektar. Belum lagi pupuk kimia yang lain.

Pestisida kimia lain lagi, sedah berapa juta liter pestisida yang bersifat merusak dikucurkan ke sawah.

Saya sempat menyaksikan banyak ikan-ikan yang mati terkapar di pinggir sungai. Kemudian, saya turun dari motor. Saya susuri sungai kecil tsb. Ternyata, sumber racun berasal dari seorang petani yang sedang membersihkan tangki semprotnya (hand sprayer).

Itu artinya, pestisida yang dipakai berspektrum luas. Ikan-ikan saja pada mati, apalagi binatang yang lebih kecil yang hidup di sungai tsb.

Belum lagi, berapa banyak predator, kodok, belut, laba-laba, dll mati sia-sia akibat racun yang disemprotkan. Belum lagi lingkungan yang tercemar mengalir ke mana-mana.

Wajar saja, ekosistem alam persawahan rusak. Tanah keras, tanah tak bisa menampung air lebih lama. Belum lagi, pupuk urea yang terurai akan mengeluarkan asam dahulu, baru bisa diserap oleh tanaman. Sehingga, tanah-tanah yang keras menjadi asam.

Dengan rusaknya ekosistem persawahan inilah, terjadi ketidakseimbangan lingkungan. Apa jadinya? hama dan penyakit akan datang sirih berganti. Apalagi bila, di MT-3 masih ditanam padi kembali.

Dan akhirnya, kita harus introspeksi. Kita harus ramah pada alam. Ramah pada lingkungan, tempat di mana kita mencari rizky buat keluarga kita.

Sudah saatnya, kita ramah pada lingkungan persawahan. Semoga,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

2 Responses to RAMAH PADA ALAM

  1. efendy manan says:

    Betul Mas Nurman….Jujur saja Industrialisasi dan kapitalisme sudah merasuk dalam pada fikiran petani kita.Yang ada hanya bagaimana panen meningkat,sehingga segala daya upaya dikerahkan agar panen tinggi hasilnya dengan cara2 yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah alam.Kita lupa bahwa tanah (baca:alam) adalah mahluk Tuhan seperti manusia,butuh makan,minum,istirahat…sehingga suatu saat alam pun akan membalas dengan caranya sendiri.

    • Syofyan - petani pemula says:

      betul mas Nurman dan mas Efendy ….. sy (petani pemula) yg menjalankan pertanian tanpa pupuk kimia sedikitpun sering di cemooh petani senior. hasil 3.5 timbang dgn luasan sawah sekitar 400 m menurut sy bukan hasil yg buruk untuk tanam pertama kali. Sekarang tanam kedua dgn luasan sawah sekitar 1000 m, semoga tanah mengeluarkan semua kebaikan untuk petani pemula.
      Syofyan – petani pemula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s