PADI DAN KEDELAI

Kedelai dan padi Dalam Satu Polybag
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Kedelai adalah salah satu tanaman legum yang punya keistimewaan mengikat nitrogen. Sebetulnya, bukan akar tanaman yang mengikat nitrogen. Tapi, di akar kedelai ini bersimbiosis mutualisme dengan bakteri pengikat nitrogen. Bakteri tbs adalah Rhizobium leguminosarum.

Bakteri Rhizobium leguminosarum di akar tanaman kedelai membentuk bintil-bintil akar. Dalam dunia pertanian disebut dengan Nodul. Semakin banyak nodul di akar tanaman maka tanaman tsb akan semakin subur. Sebab, di dalam tanah perakaran tanaman tsb banyak tersedia nitrogen. Nitrogen yang  sudah diurai bakteri menjadi hara bagi akar tanaman.

Sebelum membahas lebih jauh, secara umum bakteri oengkiat nitrogen terbagi kedalam 2 bagian :

Pertama, bakteri bebas. artinya bakteri ini bisa hidup di akar tanaman mana saja. Asalkan tersedia lingkungan yang mendukung kehidupan dan perkembangbiakkan bakteri tsb.

Bakteri tsb antara lain:  Azotobacter chroococcumRhodospirillum rubrum, Clostridium pasteurianum dll.

Artinya, sebagian dari bakteri-bakteri tsb mungkin ada di dalam MOL yang kita buat. Jadi, dengan penambahan MOL/POC hakekatnya memelihara bakteri yang menguntungkan di dalam tanah tsb. Apalagi sebelumnya, diberikan bahan organik yang cukup banyak. Kemudian disemprotkan/siramkan ke tanaman secara berkala.

Dengan demikian, tak menutup kemungkian akan bisa mengundang  bakteri lain yang menguntungkan datang  ke dalam polybag tsb.

Kedua, bakteri yang mengikat akar.

Bakteri ini khusus berada di tanaman polong-polongan dengan cara yang saya sebutkan di atas.

Kedelai dan Padi Dalam 1 Pot

Dengan mengetahui kaidah di atas, saya pernah tanam kedelai jenis grobogan di polybag diameter 25 cm. Kemudian setelah tumbuh besar sekitar 20-25 hari, saya tanam padi di dalamnya.

Apa yang terjadi?

Setelah tanaman padi umur 35 hst, daun-daunya nya masih terlihat  hijau. Demikian pula tanaman kedelai yang sudah berisi polong-polong. Daunnya juga terlihat masih hijau. Padahal polybag tsb bekas tanaman lain. Dan pemberian pupuk organik juga sedikit sekali.

Tanaman di polybag tsb baru 3 kali diberikan MOL. Dengan adanya pemberiaa MOL tsb, bakteri pengikat nitrogen yang ada didalamnya bisa berkembang biak di tanah tsb.  Nah, apalagi tanaman kedelai yang bisa mengikat Nitrogen dengan adanya bantuan bakteri rhizobium.

Dengan demikian, ketersedian hara N cukup banyak, sehingga akar tananam bisa menghisap hara N ini. Hasilnya: daun tanaman tetap hijau.

Sebetulnya, dengan cerita di atas, penerapan pola padi padi palawija sangat-sangat menguntungkan lahan kita. Apalagi bila tanaman palawija tsb adalah jenis tanaman legum. Dan ujung-ujung jelas menguntungkan para petani.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

4 Responses to PADI DAN KEDELAI

  1. lito says:

    salam Mas Nur
    lito setuju sekali dengan artikel Mas Nur, ini pengetahuan dan pengalaman yg sangat berharga bagi lito, karena menurut lito dengan adanya bakteri pengikat nitrogen yg banyak di tanah, otomatis pemberian pupuk nitrogen kita kurangi, dengan demikian berarti penghematan di biaya pupuk. dengan mengurangi pemberian pupuk nitrogen berarti memperkecil kemungkinan terkena penyakit hawar daun.

    thanks and regards
    lito

  2. suli says:

    Saya jadi ingat sewaktu ke baduy dalam ( cikeusik ), pertanaman padi mereka juga ikut tumbuh kacang hiris (sunda), gude (jawa) cayanus kayan. mereka mencampur semenjak dalam wadah benih, sebelum menugal mereka mencampur dulu, nantinya jadi tumbuh bisa acak… sebuah masyarakat klasik yang masih lestari

  3. ali says:

    Tanya pak suli, apakah kedelai hitam yg dibudidayakan di indonesia sama dengan kedelai hitam impor. Saya lihat di industri kecap teman saya kedelai hitamnya besar besar ya..

  4. suli says:

    Pak Ali kalau kedelai hitam yang masuk ke indonesia ternyata ada yang dari luar, saya nga tau. setahu saya kedelai lokal juga ada yang gede gede.entahlah varietas apa….pada daerah daerah tertentu tetap eksis akan selalu menanam kedelai hitam, baik musim hujan atau kemarau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s