PADI DAN PENYAKIT BLAS

Saya pernah bertanya kepada seorang petani, saya ingin minta pendapatnya tentang penyakit padi, penyakit yang bernama blas.

Dia malah  jawab begini: penyakit blas mah biasa, yang saya takutkan malah penggerek batang Pak Nurman,,,

Jadi, dia lebih takut kepada hama ( penggerek batang ) ketimbang penyakit pada padi ( blas daun dan blas leher ).

Tapi, menurut saya, sebagian besar petani lebih takut kepada penyakit padi dibanding hama padi ?

Sebab dengan datangnya penyakit ini, daya rusaknya sedemikian cepat. Bahkan bisa gagal panen.

Tulisan tentang penyakit ini juga sudah ada di blog ini sebelumnya.

Belum lama juga, ada beberapa SMS yang masuk ke HP saya, intinya dia minta pendapat mengenai cara penangulangan penyakit blas ini.

Nah, melalui blog ini saya ingin dapat masukkan/saran/dll tentang cara pencegahan ( sebelum penyakit ini menyerang )  dan penangulangan ( setelah penyakit ini menyerang ), baik secara organik/hayati/kimia yang telah dialami oleh para petani.

Dengan demikian, saran/masukan/dll tsb dapat menjadi pelajaran bagi petani lain sehingga dapat berguna bagi pembaca semua. Dan saya meyakini, apa-apa yang bermanfaat bagi orang lain, Insya Allah akan menjadi ladang amal bagi kita di akhirat nantinya. Amin

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

3 Responses to PADI DAN PENYAKIT BLAS

  1. suli says:

    Saya petani yang cubluk/bodoh jadi bahasanyapun bahasa petani…..

    Kebetulan saya pernah pengalaman pahit dengan blast ini, maka saya tidak serampangan penasaran tiap ada varietas terbaru, awalnya saya tertarik suatu varietas yang baru keluar. ada yang memang di sifatnya rentan blast, ini menjadi cambuk buat saya…..
    Untuk memperbaiki sawah eks blast :
    -Pengapuran dolomit 1kw/1400 m2, berhubung hanya punya kapur sisa bangun gubug lantas di pakai juga.
    -Turunkan dosis urea 50% dari dosis standar, naikkan kalium
    -Lebih baik jangan di panen sekalian, tapi semprot gramoxone skalian tandai bendera merah/janur kuning tertanda bahaya…
    -Jika terpaksa di panen di kawatirkan semua alat,karung,mesin thereser tertular jamur blast
    -JIka tidak tega ‘sayang’ masih ada gabahnya satu dua dan ada orang yang mau mengambilnya, lebih baik kasih aja gabah yang bagus (GKG)di rumah dan tetap musnahkan
    -Kocor berjenis jenis empon2/jamu jamuan sebanyak mungkin,semurah mungkin, minimal 3 x sebelum di tanam kembali.tidak usah di semprotkan kelamaan
    -Jika terdapat limbah tembakau bisa sebar dalam bentuk kering 5 – 10 karung/1400 m2 mungkin cacing untuk sementara hilang, nga papa

    Langkah sebelum tanam
    -Pilih varietas tahan blast
    -Pilih karakter daun tidak lebar, tanaman tidak terlalu tinggi
    -Rencanakan atur jarak lebar lebih dari 30 cm, jajar legowo 21 -51 tanpa sisip
    -Turunkan dosis urea,naikkan kalium
    -Kompos 3 t/ha matang, yang didalamnya 10-15% dolomit/kapur pertanian

    Kimia? maaf , silakan yang berkepentingan.

  2. agung says:

    pak utk hawar gmn penanganannya,pake fungsida atau bakterisida??yg bgus merk apa

  3. ardhi says:

    tapi klo sya pak boleh menyarankan kurangi pemakaian pupuk urea sekitar 50% trus klo masih terkena penyakit blast gunakan fungisida yang berbahan aktif tripikolasol ataupun bahan aktif mankoseb krna penyakit blast brasal dari jamur. Bahan aktif mankoseb ataupun tripikolasol sangat efektif mengendalikan jamur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s