BIOPESTISIDA TANAMAN BINTARO

BINTARO:ALTERNATIF BIOPESTISIDA AMPUH

OLEH: EFENDY MANAN

Kita sering melihat tanaman yang satu ini bertebaran di taman-taman kota,trotoar jalan,halaman kantor dan di sudut perumahan.Sebagai tanaman peneduh Cerberra Odollam memang dikenal sebagai tanaman  yang dikenal tahan banting,cepat tumbuh dan mudah beradaptasi diberbagai lahan.Sehingga tak jarang Dinas Pertamanan maupun developer perumahan memilihnya sebagai pilihan utama pohon penghijauan.

Buah Bintaro

Buah Bintaro

Bintaro /kelampan/mangga laut adalah tumbuhan pantai yang ketinggiannya bisa mencapai 12 meter.Daunnya berbentuk lonjong mirip daun mangga,berwarna hijau tua yang tersusun berselingan.Bunganya harum dengan kelopak berwarna putih.Buah berbentuk bulat telur dengan pangjang 5-10cm,berwarna merah tua jika matang.Tersebar di pasifik dan banyak terdapat di ekosistem mangrove.

Namun  dibalik sosoknya yang cantik dengan buah yang menggoda tersimpan potensi racun yang mematikan. Buah Bintaro mengandung racun cerberrin yang sangat bersifat mematikan.Cerberrin juga bersifat racun kuat,jika tertelan menyebabkan denyut jantung berhenti.Di India racun itu dipakai  untuk bunuh diri.Suku Dayak dan Banjar menggunakan racun ini untuk membunuh tikus,nyamuk,menangkap ikan dan dioleskan pada anak panah untuk berburu.Beberapa laporan juga menyatakan asap dari pembakaran daun dan ranting kayu bisa menimbulkan efek toksik  atau keracunan bagi manusia dan binatang.

Racun Ulat Grayak

Sebuah penelitian yang dilakukan untuk menguji efikasi/daya bunuh racun bintaro terhadap serangga oleh Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Banjar Baru-Kalsel .Sampel yang diambil adalah ulat grayak (Spodoptera Litura) yang dikenal rakus memakan daun hingga gundul.Ulat grayak sengaja dijadikan “kelinci percobaan” karena termasuk jenis yang sangat bandel dan lebih kuat terhadap pestisida daripada jenis ulat yang lain.Periset menggunakan 700 ulat grayak sebagai bahan uji.Sebagai pembanding digunakan biopestisida Mimba,Binjai,ciplukan,anyaman,mahang serta pestisida sintetis berbahan aktif Lamda sihalotrin.

Periset mengekstrak daun-daun tersebut dengan dosis pengenceran 1 gram perliter air.Daun sawi dan bayam dicelupkan  dalam larutan dan diberikan sebagai pakan ulat grayak.Ulat terbagi dalam 5 kelompok perlakuan berdasarkan biopestisida yang dipakai dalam percobaan.Hasil riset pada tahun 2008 tersebut menunjukkan 24 jam pasca konsumsi pakan yang dicelupkan dalam larutan bintaro,sebanyak 30% populasi ulat grayak mati.Tingkat kematian naik menjadi 90-95% setelah 60-72 jam perlakuan.Pada perlakuan dengan pestisida nabati hanya 50%-60% populasi mati setelah 72 jam perlakuan.

TABEL HASIL PERLAKUAN BIOPESTISIDA TERHADAP ULAT GRAYAK

Jenis Biopestisida Pengamatan Kematian Larva ( %)
  24 jam 36 jam 48 jam 60 jam 72 jam
Anyaman (Lasia Spinosa) 0 10 20 20 30
Binjai (Mangifera caesia) 0 20 30 50 60
Ciplukan (Physalis Angulata) 0 20 30 50 50
Mahang  (Macaranga Sp) 0 20 30 50 60
Bintaro (Cerberra odollam) 30 50 80 90 95
Kontrol tanpa perlakuan 0 0 0 0 0
Kontrol Insektisida 100 100 100 100 100

Pengusir Tikus

Selain ampuh sebagai biopestida,Bintaro/kelampan handal sebagai alternatif untuk mengusir Tikus.Hewan pengerat yang satu ini memang kerap membuat pusing petani dan membuat jengkel para ibu rumah tangga yang perabotannya hancur dirusak Rattus-rattus.Ada tips  menarik yang diberikan oleh oleh Ibu Yuyu dari Ciampea Bogor Jawa Barat.Beliau menggunakan buah Bintaro muda yang didapat dari taman di sekitar rumahnya.Caranya pun mudah,buah bintaro muda diletakkan begitu saja di sudut rumah,loteng,dapur.hasilnya ajaib tikus tidak mau lagi masuk dalam rumahnya.

Kejadian ini masuk akal.Riset  Hien TT dari Fakultas Fisiologi,Tolouse Prancis dan Dr.Suryo Wiyono dari Klinik Tanaman IPB melaporkan senyawa cerberin pada bintaro meracuni dan merusak syaraf pusat otak tikus.Otomatis Tikus dengan penciuman yang sensitif terhadap bau racun cerberin akan ngacir sebelum masuk rumah kita.

Cara Pembuatan Biopestida Bintaro

Selain bahan yang muda didapat,cara pembuatan biopestida Bintaro pun sangat mudah dengan cara ekstraksi (etanol dan air)

Cara 1:

1.Siapkan 1 kg daun Bintaro segar,rendam 2 hari dalam larutan ethanol atau aseton

2.Saring ekstrak untuk memisahkan cairan dengan daun

3.Uapkan cairan ekstrak hingga pekat.

4.Untuk aplikasi,dosis 1 gram: 1 liter air.caranya dengan melarutkan 1 gram pasta dlam 5-10

Cc minyak tween lalu ditambah air sedikit demi sedikit.

5.Semprotkan 500 liter larutan untuk 1 hektar lahan.

Cara 2 :

1.Siapkan 50 gram daun bintaro dan 1 liter air yang dicampur 2 gram sabun colek.

2.Blender dan peras hingga menghasilkan larutan pekat.

3.Dosis pemakaian 10-20 cc perliter air.

Melihat begitu besarnya manfaat Bintaro dan melimpahnya bahan disekitar kita,tidak ada salahnya kita mencoba berkreasi menggunakan Bintaro sebagai alternatif pestisida nabati untuk mendukung pertanian organik.

Selamat Mencoba…

Sumber:
Wikipedia/bintaro
Rumah tanpa tikus Trubus Online
Majalah Trubus Edisi Januari 2012
About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, HAMA DAN PENYAKIT, PESTISIDA/INSEKTISIDA. Bookmark the permalink.

10 Responses to BIOPESTISIDA TANAMAN BINTARO

  1. ardhy says:

    mantaf infonya pak..terimah kasih

  2. heri says:

    racun bintaro ini bersifat sistemik apa racun kontak pak.disawah tempat saya banyak ulat penggerek batang (sundep),apakah bisa racun bintaro ini diaplikasikan ulat penggerek batang itu.sedangkan untuk membasminya harus menggunakan racun yang bersifat sistemik.terus saya jugaa sudah menanam pohon ini dipekarangan rumah saya.sekarang masih kecil baru sekitar setengah meter tingginya.tapi setelah saya baca efek dari racun nya yang mematikan saya jadi berfikir ulang untuk membesarkan nya.

  3. heri says:

    racun bintaro ini bersifat sistemik apa racun kontak pak.disawah tempat saya banyak ulat penggerek batang (sundep),apakah bisa racun bintaro ini diaplikasikan ulat penggerek batang itu.sedangkan untuk membasminya harus menggunakan racun yang bersifat sistemik.

  4. efendy manan says:

    kalau tidak salah bintaro termasuk kontak.efeknyanya akan terjadi jika masuk saluran pencernaan ,pernafasan dan jaringan kulit.tidak ada salahnya dicoba pak minimal ulat yang baru menetas jika terkena racun bintaro akan mati.oya,racun bintaro tidak seseram itu pak.jadi sayang jika pohon bintaro dimatikan bisa untuk pesnab dan mengusir tikus.Hanya anak2 perlu diingatkan agar tidak memakan buahnya untuk menghindari keracunan.

  5. yanti says:

    Apakah tidak ada efek samping penggunaan bintaro terhadap padi? khususnya lagi terhadap manusia jika mengkonsumsi beras dari tanaman padi tersebu

  6. efendy manan says:

    Salah satu keuntungan Pesnab termasuk bintaro adalah residu yang cepat terurai oleh alam…dan tidak akan berbahaya bagi kesehatan manusia.Berbeda dengan pestisida kimia yang akan meninggalkan residu racun pada tanaman maupun tanah,air dalam waktu yang lama….

  7. indra wijaya says:

    Setuju mas Efendy. Memang limbah yang berasal dari mahluk hidup sangat-sangat mudah dicerna oleh bumi termasuk limbah manusia. saya tunggu resep pesnab lainnya.mas……………

  8. efendy manan says:

    Lagi nyusun mas…semoga cepat kelar.Limbah organik menjadi masalah karena mayoritas kandungan COD dan BOD nya tinggi,sehingga dilarang dibuang ke aliran sungai.Jk kita mampu memanfaatkannya dan mengolahnya mjd pupuk organik alangkah baiknya.

  9. cantrik says:

    Tadi lupa metik waktu lewat tol. Di rumah banyak sekali tikus.

  10. Rani Octaviani P says:

    Mas, mau nanya kalo penggunaan pestisida bintaro ini, jangka waktu untuk setiap penyemprotan berapa lama dan jika menggunakan buahnya juga, apakah tidak ada proses fermentasi ?
    Disitu juga ada mencantumkan sabun colek, sabun colek apa yang bagus untuk dicampurkan saat pembuatan pestisida ?
    Terima kasih atas jawabannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s