MENGENDALIKAN PENYAKIT TUNGRO

MENGENAL  PENYAKIT  TUNGRO PADA PADI

Penulis: Efendy Manan

Sekitar 4 hari yang lalu saya kedatangan 2 tamu petani muda yang kebetulan kenal melalui blog ini namanya Mas Avan dan Mas Nono. Beliau-beliau ini tinggal  di Sengon Agung Purwosari  satu kabupaten dengan saya.

Dalam diskusi dan berbagi pengalaman tentang budidaya padi,mas Nono menceritakan pengalamannya menghadapi tungro yang hampir membuatnya kehabisan akal dan ingin membabat habis padinya dengan herbisida saking putus  asanya.Niatan tersebut diurungkan setelah bertemu dengan PHP setempat yang menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan rekan PPAH (Pos Pelayanan Agens Hayati).

Alhasil,setelah bertemu dengan rekan saya tersebut dicobakanlah MOL (Mikroorganisme lokal)dengan dosis 200cc untuk mengatasi tungro.Sebagai petani yang bertahun-tahun pengguna pestisida,tentu ragu apa bisa MOL  memulihkan padi yang terlanjur menguning sedangkan dia telah gonta-ganti merk pestisida yang hasilnya nihil.

Namun,keraguan itu berganti dengan senyuman setelah beberapa kali aplikasi ternyata daun yang semula kuning,kerdil mulai pulih.hasilnyapun diluar perkiraan dari semula puso bisa memperoleh  4,5 ton untuk luas 6000 m2.atau rata2 7,5 ton GKP perhektarnya.

Pengalaman diatas sering kita alami dan membuat pusing tujuh keliling.Nah,melalui blog ini kita akan sama-sama mempelajari Apa itu tungro,identikasi gejala,hubungannya dengan MOL dan cara mengantisipasi secara organik.

Apa itu tungro?

Tungro,kerdil rumput adalah penyakit degenaratif pada padi  yang disebabkan oleh Virus RTBV (Rice Tungro Bacilliform Virus)dan Virus RTSV (Rice Tungro Spherical Virus).Ditemukan pertamakali di Filipina dan menjadi penyakit serius padi di Asia Tenggara.Di Lapangan,penyakit ini ditularkan oleh wereng hijau.Tanaman yang terinfeksi tumbuh kerdil dengan anakan sedikit.daun mengalami perubahan warna dari hijau menjadi kuning terang terutama pada daun muda.Tanaman yang terinfeksi biasanya hidup hingga fase pemasakan,malai menjadi steril,kecil dan terlilit daun daun bendera efeknya bobot bulir lebih rendah daripada bulir tanaman sehat.Tanaman tua pun jika terinfeksi  tidak memperlihatkan gejala serangan sebelum panen,tetapai singgang yang tumbuh bisa memperlihatkan gejala serangan dan menjadi sumber inokulum.Kebiasaan tanam tidak serempak dan terus menerus padi makin memperparah serangan dalam satu kawasan.

Kapan penyakit ini menyerang?

Karena penyakit ini berhubungan dengan vektor pembawa yaitu wereng hijau,maka kita harus mengetahui siklus hidup makhluk ini.Wereng hijau biasanya lebih menyukai hidup di dataran menengah- tinggi sebagai endemik namun tidak menutup kemungkinan pula hidup di dataran rendah.Biasanya populasi sangat tinggi saat puncak dan akhir musim hujan.Berbeda dengan WBC yang hidup berkelompok di pangkal batang, wereng hijau cenderung soliter dan berada di pucuk daun untuk menghisap cairan dan cepat sekali berpindah.Stadia pertumbuhan tanaman yang paling rentan adalah dari pembibitan sampai bunting.Kehilangan hasil bisa mencapai 68% ketika tanaman yang terinfeksi baru berumur 10-20 hss atau 30% apabila tanaman yang terinfeksi berumur 40-50 hss dan hanya 5% jika tanaman sudah berumur 70-80 hss.

Pengendalian penyakit Tungro

Dalam beberapa media online maupun cetak sudah banyak menerangkan bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan penyakit ini.Namun masih sedikit yang mengulas bagaimana cara mengembalikan kondisi tanaman padi bila sudah terkena Tungro.Mayoritas petani kita pasrah ketika tanamannya terkena tungro;membiarkan,membabat untuk pakan ternak adalah cara instan yang diambil untuk menekan kerugian lebih banyak lagi.Namun,jika kita bisa memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di pedesaan tentu kejadian seperti diatas bisa dihindari dan bahkan bisa berbalik seperti pengalaman mas Nono pada prolog diatas.

Pemanfaatan Urine Sapi Sebagai Pestisida  Organik

Urine sapi sangat melimpah di pedesaan dan biasanya dibuang begitu saja.Tapi akan menjadi “sang dewa penyelamat” padi yang terkena tungro jika kita bisa mengolahnya.Selain mengandung unsur hara makro-mikro lengkap,urine mengandung amoniak yang disinyalir bisa membuat serangga terutama tungro ngacir tidak kerasan.Ramuan urine akan lebih cespleng lagi jika ditambah      bintaro,tembakau,mimba,gadung,brotowali,empon2 atau sejenisnya yang dinilai punya efek racun pada serangga.Langkah ini pernah ditempuh Bpk Yazid petani binaan PPK Sampoerna saat padinya terserang Tungro.

Pemanfaatan Mol/pupuk hayati sebagai Pemulih tanaman Padi

Setelah wereng hijau sebagai vektor pembawa virus dapat dikendalikan,makan langkah berikutnya adalah memulihkan  kondisi tanaman padi yang sakit.Berbeda dengan bakteri atau jamur,virus bisa dikendalikan hanya dengan meningkatkan daya tahan tanaman.Mol,pupuk hayati,pupuk organik cair/POC  mengandung  konsorsium mikroba baik seperti Azobacter,azospirilum,Bacillus,Mikroba pelarut fosfat dan kalium yang berfungsi sebagai “koki” penyedia makanan yang siap saji sehingga makin mempercepat proses “pengusiran” virus Tungro  dari tubuh.Selain mikroba Mol tentu juga terkandung enzim,hormon zpt,asam amino yang bermanfaat sebagai Imunomodulator.Untuk Mol dan pupuk hayati bisa apa saja dari yang buat sendiri maupun yang bermerk di pasaran.Mol bisa diaplikasikan 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali bergantung tingkat keparahan serangan.lebih bagus pada sore hari dan tidak boleh tercampur dengan pestisida kimia.Jika kita berkaca pada pengalaman mas Nono dan pak yazid dalam menyelamatkan padinya diatas maka tentulah tidak sulit bagi kita jika menghadapi kejadian serupa.

Selamat mencoba.

Sumber:

Wikipedia:Tungro

Buku Saku Masalah Lapang Hama Penyakit Hara pada Padi 2003

 

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in HAMA DAN PENYAKIT. Bookmark the permalink.

8 Responses to MENGENDALIKAN PENYAKIT TUNGRO

  1. cantrik says:

    Alhamdulillah dapet tambahan ilmu lagi.

  2. heri says:

    mksh infonya pak sangat bermanfaat.apakah bio urine+pestisida nabati juga bisa untuk wereng batang coklat

  3. efendy manan says:

    Bisa pak heri…tidak membunuh spontan seperti insektisida kimia,namun memberi rasa tidak nyaman pada hama,mengurangi kemampuan berkembang biak dan makan.disemprotkan ke batang padi bagian bawah untuk efek terbaik.

  4. akbarjember says:

    alhamdulillah, msh ada yg peduli thd pertanian indonesia. smoga sukses…

  5. hermoyo says:

    makasaih informasinya ya Mas….masalhnya skrang tanaman padi sawah sy terserang Tungro,,apa ada solusinya ,obatnya apa mohon solusinya

  6. indra wijaya says:

    info yg menarik. mas Efendi jika kita pake bintaro bagian mana dari pohon bintaro yg dipake sbg pestisida nabati ? apa buahnya ? daun ? ato rantingnya ? mohon pencerahannya…tks.

  7. efendy manan says:

    Assalamualaikum pak Hermoyo….maaf telat respon…serangan tungro biasanya terjadi didataran menengah…dan lahan terbiasa tergenang air dan penanaman yg tidak serempak dan terus menerus padi…disebabkan oleh virus dengan vektor wereng hijau..antisipasinya dengan menanam varietas tahan spt IR 66,IR 74,Bondoyudo,Memberamo,Inpari 7,8,9 dsb…lakukan penanaman serempak sehingga siklus hidup wereng hijau terputus,potong singgang padi sesegera mungkin,tingkatkan kewaspadaan terhadap silkus hidup wereng hijau biasanya terjadi saat peralihan musim hujan ke kemarau,pemberian bahan organik yg cukup dan pengurangan pupuk nitrogen tinggi…jika sudah terkena segera cabut rumpun yg terkena virus dan ganti yg baru…semprot dengan Pesnab,pestisida hayati spt BM,Beauveria dll atau jika terpaksa gunakan pestisida dg daya kerja sistemiik seprti Imidakloprit,Tiametoksam….ada tips dari beberapa petani ygsering mengunakan Pesnab urine ternyata mampu menghindarkan padi dari serangan wereng hijau….semoga bermanfaat

  8. efendy manan says:

    mas Indra wijaya…yg bisa digunakan adalah daun dan buah muda bintaro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s