CERITA DIBALIK SEONGGOK BONGGOL PISANG

CERITA  DIBALIK SEONGGOK BONGGOL PISANG.

Oleh Efendy Manan

2 Minggu yang lalu saya bertandang ke rumah teman saya Mas Said seorang petani muda di Desa Grogol,Gondang Wetan,Pasuruan. Biasa rutinitas…melihat kebun cabai yang baru berumur 1 bulan.Karena musim hujan agak siang hujan mulai turun,ketika kami berteduh sejenak di bawah rumpun pisang,tidak sengaja mata saya tertuju pada seonggok bonggol pisang yang mulai membusuk.Aneh sekali..bonggol pisang ini tidak mengeluarkan bau busuk seperti layaknya tanaman lain,melainkan bau tanah.Saya bongkar hingga ke akar tapi tetap bau busuk tidak tercium..Otak saya pun mulai berpikir….jika sesuatu mati dan tidak meninggalkan bau busuk pasti ada faktor yang menyebabkan.Apalagi pisang termasuk tanaman yang mengandung banyak air….

Tanaman pisang adalah tanaman rakyat,banyak hidup disekeliling kita sebagai tanaman pengisi pekarangan atau bahkan sengaja dibudidayakan.Seluruh bagian tanaman dari buah,daun,jantung,pelepah,batang,hingga akar memiliki manfaat bagi manusia.Sehingga muncul pepatah,pisang tidak akan mati sebelum memberikan manfaat bagi kita.Subhanallah…..maha suci Allah yang telah menciptakan tanaman ini.

Ditengah perenungan,saya iseng bertanya pada mas Said.

“Menurut sampean bagian mana yang paling bermanfaat dari tanaman pisang?”teman saya menjawab:”Buahnya mas…karena selain bisa dimakan juga bisa dijual jadi uang”.

“Bukan mas…”Jawab saya.

“Daunnya mungkin?” kembali saya jawab tidak.

“Lalu apa mas? Mas Said balik bertanya dengan nada penasaran.

“Bonggolnya mas….”jawab saya.Dengan sedikit mengernyitkan dahi dia menatap saya dengan sejuta tanya mengapa onggokan yang “jelek”,tidak bermanfaat,tidak mempunyai nilai ekonomi dikatakan paling bermanfaat?

“Secara ekonomi memang tidak ada yang mau melirik bonggol pisang,tapi jika direnungkan dengan pandangan filsafat alam kita akan kagum dengannya” terang saya.Coba kita perhatikan dengan tidak membusuknya bonggol berarti pasti ada bermilyar-milyar koloni mikroba bermanfaat yang mendegradasi bonggol dengan sempurna tanpa meninggalkan bau busuk yang bila kita jeli bisa kita manfaatkan dalam kehidupan jika  membuatnya menjadi MOL.Sampah tidak akan menebar bau busuk,Kandang sapi tidak berbau,septik tank tidak cepat penuh.

Belum lagi jika dimanfaatkan untuk pertanian kita.Dalam kandungan bonggol pisang dihuni minimal ada 7 isolat mikroba,Azospirillum,Azotobacter,Bacillus,Aeromonas,Aspergillus sp,mikroba pelarut fosfat dan mikroba sellulotik.Semuanya jika kita sebar ke sawah kita akan menjadi armada tempur yang siap bahu membahu melayani tanaman padi kita dengan sepenuh hati.Menambat nitrogen diudara,melarutkan fosfat dan kalium dan memberi perlindungan terhadap mikroba patogen.Sebuah harmoni alam yang begitu indah yang mulai dilupakan petani kita.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PUPUK ORGANIK. Bookmark the permalink.

13 Responses to CERITA DIBALIK SEONGGOK BONGGOL PISANG

  1. Avan says:

    benarkah ada zpt di bonggol pisang?zpt apa?
    konsentrasinya seberapa ya?

    • NURMANIHSAN says:

      Terima kasih Mas avan,
      Ikut sharing ya mas efendy,,,
      Adanya Bakteri seperti azospirillum sp dan azotobacter sp salah satu fungsinya adalah menghasilkan fitohormon. Nah, fitohormon/ZPT inilah digunakan tanaman untuk mempercepat daya tumbuhnya.

  2. Agung nugroho says:

    Untuk mempercepat proses pembuatan MOL bonggol pisang apakah boleh ditambah EM4? Dan dalam pembuatan MOL, apa bisa antara bonggol pisang dicampur dengan rebung bambu? Ini bertujuan untuk menghemat waktu dan wadahnya. Mohon penjelasannya. Trimakasih.

  3. efendy manan says:

    Pak Agung,menurut hemat saya jika bapak menggunakan Bonggol pisang untuk membuat Mol itu sudah cukup mikrobanya..seperti diterangkan dalam artikel diatas Bonggol pisang memiliki 7 mikroba alias EM 7.Nah kalau EM 4 kan ada 4 mikroba…jelas kandungan mikroba lebih banyak bonggol pisang……

    • Agung nugroho says:

      Terima kasih pak Efendy atas penjelasannya, sangat membantu buat saya yg baru belajar menanam padi.

  4. cantrik says:

    Berarti semakin banyak angkanya, semakin banyak kandungan jenis mikrobanya ya pak? Untuk saat ini dari bahan apa yang microbanya paling banyak pak?

  5. terima kasih ulasannya sangat bermanffat sekali

  6. irmajohan says:

    renungan yang penuh manfaat..trima kasih

    • galih says:

      ya bonggol pisang tsb mas yg paling bnyak jenis microba !! bhan yg laen jg bisa spt rebung bambu, nasi basi , buah maja dll padahal kalo beli mahal jg lhoo coba aja searh di mbah google micoba kemasan merk HERBAFARM dr sidomuncul yg harga/ botonya Rp 400rb

  7. dani says:

    Terimakasih informasinya pak Efendy. saya mau tanya, apakah MOL bonggol pisang dapat digunakan juga untuk membuat pakan ternak fermentasi dan untuk septik tank?

  8. efendy manan says:

    Bisa mas…karena mengandung karbohidrat..jd bisa dimanfaatkan utk pakan ternak fermentasi

  9. Sulasman Supandi says:

    Ass. Pa Efendi, mol bonggol pisang itu bisa disimpan berapa lama. Mks. Pa.

  10. efendy manan says:

    waalaikumsalam pak…bisa disimpan 6 bulan pak….asal dengan penyimpanan yg baik…semakin lama maka kandungan mikroba akan semakin turun..jd sebaiknya jangan disimpan terlalu lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s