MENCEGAH LEBIH BAIK DARI MENGOBATI

Cerita di kehidupan dunia

Alkisah, ada insan yang bernama Andi. Suatu ketika dia pergi ke rumah temannya: Sarwo. Akhirnya mereka pun bertemu.

Di sela-sela perbincangan, Sarwo ijin sebentar kebelakang. Setelah itu, sarwo kembali lagi. Dia membawa obat sakit kepala dan OBH.

“kamu sakit, Wo” tanya Andi

“nga kok” jawab Sarwo

“lho kok minum obat?” Andi jelas kaget

mencegah lebih baik dari pada mengobati” balas Sarwo

Ada juga kisah lain,

Ada seseorang yang rajin betul minum teh rosela, dia juga senang membuat rebusan teh dari  mahkota dewa.

Ketika dia ditanya, jawabnya adalah saya suka minuman obat yang alami. Supaya sehat. Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati.

Lain lagi kisah Bu Nita. Dia punya prinsip: rumah saya harus jadi rumah sehat. Diperhatikan betul sirkulasi udara. Tiap hari lantai disapu dan dipel. Sampah-sampah dibuang pada tempatnya.

Ketika dia ditanya, dia jawab rumah sehat menjadikan keluarga sehat. Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati.

Dari ke-3 cerita di atas. Semua punya argumen yang sama : Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati.

Tapi, kisah pertama jelas terlihat aneh dan janggal. Mungkin tidak ada yang berbuat demikian. Makanya saya mulai dengan kata: Alkisah.

Kenapa terlihat aneh dan janggal. Sebabnya, sarwo memasukkan “obat kimia” ke dalam tubuhnya. Kalau yang dimasukkan “obat alami” orang-orang masih memaklumi. Bahkan ada juga yang mendukungnya.

Di dunia pertanian cerita Alkisah ini ada

Pada tulisan NPK Mutiara, saya saksikan sendiri ada petani yang melakukan hal tsb. Petani ini memasukan “racun kimia” ke dalam sawahnya sebelum ada hama/penyakit yang berarti.Bisa jadi, ada ribuan petani yang melakukan hal yang hampir mirip dengan petani tsb.

Dan ini dilakukan berkali-kali. Sehingga makhluk lain ( hama atau bukan ) yang ada di sawah tsb mati. Atau ada juga yang kabur.

Tujuannya sama seperti di atas “Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati”.

Tapi, mereka yang kabur akan kembali lagi. Sebab apa? mereka butuh makan. Dan makanan mereka tak lain adalah tanaman padi.

Kenapa alasan kata “Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati” tidak dilakukan hal yang bijaksana, seperti :

Menjadikan lahan sawahnya sehat. Diberikan pupuk kandang/kompos yang banyak. Jerami dikembalikan lagi ke sawah. Disemprotkan MOL/POC/pupuk hayati di jerami tsb.

Buat juga tanaman jadi sehat. Persemaiannya harus diperhatikan. Tanam bibit muda. Jarak tanamnya diperlebar agar anakkannya banyak. Kemudian pakai sistem tanam yang baik ( tandur jajar dan legowo ).

Berikan pupuk anorganik yang cukup. Demikian pula pupuk organik. Dst dst

Bila kita telah melakukan 2 hal tsb : tanah sehat dan tanaman sehat. Maka kata “bukankah mencegah lebih baik dari mengobati” akan terasa indah di telinga,,, Semoga

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

4 Responses to MENCEGAH LEBIH BAIK DARI MENGOBATI

  1. zainal says:

    Assalamu’alaikum
    nyimak pak

  2. ali says:

    assalamu.alaikum mas saya mau tanya dimana ya aq bisa dapat benih padi bunda sri madrim dari mas ali ngawi hub aq 085790429775

  3. Saya setuju pa…karena keseimbangan perlu dijaga…apa jadinya kalau dunia tak seimbang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s