AYO TANAM PADI DI POT

AYO TANAM PADI MEDIA POT
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Nama insan ini adalah Pak Adi. Dia tidak tinggal di desa. Dia tinggal di daerah perkotaan.

Belum lama dia tanam padi. Baru jalan 2 musim tanam padi. Tanam padi dalam media pot. Waktu pertama dia tanam padi dalam pot. Hasilnya kurang bagus. Banyak kendala yang dihadapinya,

Pertama, ada sebagian benih padi yang dia tanam tidak tumbuh

Kedua, bibit padi yang telah tumbuh dimakan tikus, sehingga dia harus mengulangi lagi pembuatan tsb

Ketiga, dia harus selalu rajin siram tanaman tsb, apalagi tanaman padi butuh akan air yang cukup banyak

Keempat, media tanam yang dia buat belum pas

Kelima, dll

Hikmah Bertanam

Tapi, setelah dia tanam padi, ada hikmah yang dia rasakan. apa itu ? cara pandang dia terhadap padi dan juga beras/nasi berubah.

Dulu, kalau dia makan nasi. Kadang tidak pernah habis. Kadang ada sisa nasi di piringnya. Dan itu tidak menimbulkan rasa penyesalan.

Setelah dia tanam padi, dengan segala lika-likunya, dengan segala suka dukanya, sebisa mungkin nasi yang berada di atas piringnya harus habiskan.

Demikian pula, bila ada hajatan/kendurian, dia selalu mengambil sesuai dengan porsinya. Intinya, dia tidak ingin nasi tsb terbuang percuma.

Dulu, sebelum dia tanam padi komentarnya tentang selalu saja negatif: “kok Indonesia yang kaya akan alamnya masih suka impor beras??”

Sekarang, dia berfikir lebih  jernih, tanam padi banyak kendalanya, belum lagi banyak hama dan penyakit. Sudah itu, lama waktu panennya.

Apalagi jumlah lahan sawah terus berkurang, penduduk terus bertambah. Dimana logikanya, lahan terus berkurang tapi bisa mencukupi kebutuhan berasnya. Dengan produksi yang sekarang aja, sudah bagus pikirnya.

Bertani merubah cara berpikir

Bagitulah hidup, bila seseorang melakoni sesuatu maka sangat mungkin dia bisa merubah cara berpikirnya. Setelah itu, ada rasa penghargaan terhadapnya.

Seseorang yang pernah mengecat dinding rumahnya dengan tangannya sendiri. Dia tidak ingin dinding tsb kotor. Dia juga tidak ingin, ada orang lain mengotori dinding rumah rumahnya atau dinding rumah orang lain. Sebab dia mengetahui, suka dukanya mengecet dinding.

Begitu juga, orang yang menanam, Bertanam apa saja terutama tanaman padi. Maka dia mengalami proses bertanam dari awal sampai panen.

Apalagi sewaktu mau panen, bulir-bulir padi yang telah ditunggu-tunggu sampai sekitar 4 bulanan dimakan hama. Bisa walang sangit, burung dan tikus.

Jadi, ada proses penghargaan. Nah, proses “penghargaan terhadap sesuatu” inilah yang harus dimunculkan.

Melalui tulisan ini, saya ingin menghimbau kepada pemerintah untuk menggulirkan program menanam padi dalam pot kepada masyarakat. Program yang sumber dananya bisa diambil dari APBN.

Nah,tulisan saya sebelumnya tentang media pot buat tanam padi dijadikan media untuk melakukan sosialisasi. Artinya pemerintah bisa menyediaan media pot tsb. Kemudian dibagikan kepada masyarakat secara bertahap.

Bila sebagian masyarakat mengetahui dan mengalami proses yang dialami oleh Pak Adi tsb, maka akan banyak masyarakat Indonesia yang bisa berubah cara pandang/berpikirnya. Kemudian ada rasa menghargai keberadaan makanan pokok bangsa Indonesia tsb.

Program Dua Arah

Jadi, sebaiknya ada program yang digulirkan pemerintah dalam bentuk 2 arah.

Pertama, menggalakan peningkatan produksi beras nasional.Dan ini audah dijalankan

Kedua, program mengubah cara berpikir masyarakat untuk menghargai “keberadaa nasi”.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PADI DI POT/POLYBAG, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s