PEJUANG-PEJUANG KEMANDIRIAN PANGAN

Dalam dunia pertanian, terutama pertanian organik, ada 2 tokoh yang boleh disebut punya idealisme/idiologi yang begitu hebat. Di samping itu, mereka kokoh memegang dan mengembangkan varietas lokal,

Ke-2 tokoh ini, sudah tak muda lagi. Bahkan mereka sudah menjadi  “si mbah”.

Pertama, Mbah Suko.

Umunya di tahun 2013 ini, sekitar 72 tahun. Dia adalah sombol “perlawanan terhadap varietas baru”. Artinya, si mbah suko ini, hanya menanam varietas lokal terutama jenis mentik wangi.

Karena kegigihannya, karena hanya ingin menanam varietas lokal plus organik, maka usahanya ini sempat membuat geram pihak pemerintah. Sehingga dia dianggap telah melakukan pembangkangan.

Dalam bahasa orde baru, mbah suko dianggap merongrong kebijakan pemerintah. Sehingga sepak terjangnya harus diawasi. Dengan demikian, status anggota OT ( Organisasi Terlarang ) sempat diberikan kepadanya. http://green.kompasiana.com/penghijauan/2011/10/03/2/400299/mbah-suko-simbol-kedaulatan-petani-desa.html.

Kedua, Mbah Gatot Surono

Usianya sekitar 77 tahun, kegigihannya memelihara varietas lokal begitu tinggi. Bukan itu saja, pertanian organik yang dilakukan sejak lama merupakan bentuk perlawanannya terhadap maraknya pupuk kimia dan pestisida.

Mbah Gatot begitu gigih memperjuangakan pertanian organik, sebabnya sederhana :

“Bahan-bahan bertani organik sederhana saja. Petani tidak perlu beli. Cukup mengambil bahan dari alam yang ada di sekitar,” ucap Gatot, saat mendampingi calon petani organik di Dusun Karang Wetan, Sleman, Yogyakarta.

Campuran sari nenas, kuning telur ayam kampung, dan gula bisa menjadi pupuk cair. Sedangkan daun-daun yang ditumpuk berselang-seling dengan kotoran hewan dan campuran effective microorganisme (EM) akan menjadi pupuk kompos”. 

Lahan yang digarap Mbah Gotot ini masih sewaan, 3.500 m2. Lahan seluas 3.000 m2 ditanami, sedangkan 500 m2 dikembangkan buat varietas lokal. http://bukan-tokohindonesia.blogspot.com/2009/06/gatot-surono-gatot-dan-kemandirian.html

Merdeka Dalam Benih

Dalam dunia pertanian, terutama tanaman padi, ada beberapa tokoh terkenal dalam hal menghasilkan benih sendiri.  Dan hebatnya mereka adalah petani,  mereka mempunyai kemampuan dalam melakukan pemulian tanaman. Sebut saja : Pak Ito, Pak Warsiyah, Joharipin, dll.

1. Kisah Pak Ito

2. Kisah Pak Warsiyah

3. Kisah Pak Joharipin

Benih-benih hasil pemulian yang mereka lakukan tak kalah dengan para doktor-doktor pemulia tanaman. Bahkan Pak Ito, ada malai padinya yang berisi 702 bulir.

Mungkin masih banyak, para petani di negeri ini yang punya semangat seperti mereka di atas. Cuma usaha dan kegigihan mereka memang belum terekspos.

Menurut saya, mereka adalah insan-insan merdeka. Artinya, mereka tidak tergantung kepada orang lain. Mereka seakan-akan berkata : ” saya adalah saya, saya tak ingin bergantung kepada siapapun, biarkan saya berkreasi,,,”.

Dan endingnya, masyarakat pun mengakui eksitensi diri mereka. Mereka insan-insan  yang ingin mandiri dalam hal ketahanan pangan,,,

Revolusi Sebatang Jerami

Di Jepang pun, ada beberapa insan yang setipe dengan para si mbah tsb. Salah satunya adalah Masanobu Fukuoka. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca tulisan Revolusi Sebatang Jerami.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PEMULIAAN TANAMAN. Bookmark the permalink.

3 Responses to PEJUANG-PEJUANG KEMANDIRIAN PANGAN

  1. suli says:

    Fukuoka : Kita tidak sedang meningkatkan kesuburan atau hasil produksi, namun hanya menunda kegagalan panen dengan menebar pupuk dan obat obatan bikinan pabrik.

  2. Romy Abrory says:

    Mantab sekali infonya pak😀

  3. anonim says:

    tapi usianya sudah mbah 70 tahun ke atas adakah calon penerus perjuangannya, saya bukan petani tapi ingin petani-petani Indonesia mandiri dan menyelamatkan bibit pusaka yang diwariskan leluhur, bibit yang terus bertumbuh bukan bibit hybrida yang hanya sekali tanam yang dimonopoli orang-orang yang serakah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s