HORMON SINTETIS

PRO DAN KONTRA ZPT/HORMON SINTETIS
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Setelah membaca budidaya padi berbulir banyak, ada hal yang dapat menimbulkan pertanyaan. Terutama dari kalangan yang tidak ingin ada bahan sintetis  masuk ke dalam tanaman, terutama penambahan ZPT/hormon.

Apalagi, pemberian ZPT/hormon tsb berulang-ulang kali. Dari tulisan tsb, pemberiannya sampai 6 kali penyemprotan.

Ada Pertanyaan

Dalam budidaya padi, kemudian ada penambahan zat tertentu seperti ZPT/hormon sintetis ke dalam tanaman. Kemudian terjadi perubahan/perkembangan tanaman yang lebih cepat dari biasanya.

Nah, disinilah pertanyaan muncul, apakah dengan adanya penambahan ZPT/hormon sintetis tidak membahayakan tubuh manusia ? mungkin ada pro dan kontra di areal ini.

Bila ada yang punya data/pendapat/saran/dll, silahkan beri komentarnya. Terima kasih.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

9 Responses to HORMON SINTETIS

  1. cantrik says:

    Cantrik menghadap pak.. Nitip pertanyaan pak, itu nasi dari padi yang diberi hormon sintetis apakah seenak nasi dari padi yg “normal”? Kalau masalah perut saya lugas dan “bernas” pak..hehe.

    • NURMANIHSAN says:

      kalau ada waktu, sy plus mas suli akan kesana lagi pak cantrik. syukur2 bisa bisa ngubek2 sawah2 di sana pak, hee
      secara pribadi, nasi yg dihasilkan oleh padi “normal” apalagi organik lebih enak pak daripada padi yg pakai tambahan pak apalagi sintetis.

  2. sutopo says:

    klo masalah beras mas sama saja saya kira tergantung jenis varietas yang kita tamam,dan tergantung selera, tapi kalo residu yg dihasilkan saya kira penambahan zpt (auxin;sitokinin,gibeleri) saya kira gak berpengaruh rasa,krn pada dasarnya setiap satiap tananaman memiliki hormon,,ibaratnya mas npk mikro adalah bahan makanananya,daun tempat menasaknya;matahari apinya; hormon okayu bakarnya mas;.) menurut pendapat pribadi saya;gak mungkin mas bisa memasak banyak tanpa bahan bakart yg banyak apalagi dlm waktu

  3. sutopo says:

    singkat(padi genjah)kita hanya menambahkan atau menperbanyak zat yg sudah ada dlm tamaman supaya bisa melakukan proses pengolahan makanan dengan maksimal dlm waktu singkat.
    Secara logika mas tidak mungkin dlm waktu singkat dapat menasak makanan dlm jumlah besar dlm waktu singkat dengan api yg kecil mas;itu pendapat pribadi saya maaf

  4. efendy manan says:

    Berbicara tentang hormon/zpt sintetik memang sangat menarik sekaligus menantang..seperti tongkat sulap,dengan zpt kita bisa merekayasa genetik tanaman sesuai dengan yang kita inginkan hingga ke tingkat kromosom sel sekalipun..seperti buah tanpa biji dengan paparan auksin dan giberelin , streptomicyn yang bisa membuat daun yang harafiahnya hijau menjadi variegata dan colcichine yang dalam dosis tertentu bisa merombak kromosom sel menjadi berlipat2 alias poliploid.Sehingga tidak heran dalam suatu percobaan pernah terjadi buah timun yang gandeng dan berbentuk aneh atau buah labu yang meraksasa bisa berbobot 500 kg di AS.Dalam dunia rekayasa genetika memang seperti dunia tanpa batas…kita mampu berbuat apa saja diluar kodrat.. bahkan seorang teman perekayasa genetika berujar pernah merekayasa ikan tanpa ekor..
    Ibarat belati bermata dua zpt adalah sebuah lompatan teknologi yang bisa membantu manusia tapi juga bisa merusak keseimbangan alam itu sendiri bila kita lepas kendali.

  5. avi says:

    bener mas efendy,Paparan ZPT dg dosis tertentu akan menyebabkan kelainan genetik.Contohnya asam 2,4 D,dg dosis tertentu bs mematikan tanaman dan skr ini biasa dipakai sbg herbisida tp tiap tanaman beda akan ambang dosisnya,misal gulma wewehan dipapar dg dosis 0,5 ppm akan mati tp jawan dipapar dg dosis 0,5 ppm malah akan semakin perkasa

  6. efendy manan says:

    Betul sekali mas Avi…kita terkadang terlalu membabi buta terhadap keberadaan gulma sehingga lepas kendali menggunakan herbisida dengan dosis ngawur…akibatnya bukan cuma tanah yang rusak tapi juga gulma jadi resisten terhadap herbisida.

  7. sutopo says:

    tergantung penerapanya masing2,mungkin para pengiat pertanian organik gak setuju dgn pemasukan hormon sitetis;klo kita kembalikan lagi ada varietas yg mampu mengisi sempurna dan bernas tanpa ada penberian tambahan hormon dari luar seperti padi malai pendek seperti ciherang dsb;sekarang pertanyaanya dengan cara budidaya seperti ciherang apakah padi malai panjang bisa bernas seperti chiherang,apalagi dengan umur genjah

  8. avi says:

    bisa mas sutopo,tp kadang terkendala dg kondisi lahan dan faktor ekonomi.Dlm budidaya padi/padi malai panjang untuk motif dagang sy jg msh memasukkan Zpt sintetis dan pestisida sintetis tp kalau untuk konsumsi sendiri tidak krn kendalanya didaerah sy harga gabah organik sama dg harga gabah non organik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s