ANTARA MENJUAL BERAS DAN MEMAKAN BERAS

Di televisi, kita sering mendengar berita-berita tentang adanya zat yang berbahaya bagi kesehatan. Apalagi bila kita menyaksikan acara investigasi di salah satu stasiun televisi.

Saya masih ingat, ketika sang wartawan inversitagi mewancarai targetnya,” wah, apa yang bapak lakukan ini berbahaya sekali bagi kesehatan,,, ”

” ya, begitulah,,, ”

” apakah bapak mau memakannya?” sambung sang wartawan

” ya, tidak dong bu, saya kan yang meraciknya ”

Di Dunia Pertanian

Di areal dunia pertanian ini,  ada juga tipe petani yang menanam “padi pera” dan “padi pulen”. Padi pera buat dijual, padi pulen buat di makan. Makanya, ada petani yang sudah beberapa tahun tanam padi pera, tapi tak pernah merasakan padi pera yang ditanamnya,,,,

Dalam kasus ini, masih wajar saja, sebab soal rasa nasi sesuai sang pemilik sawahnya. Sebab padi pera dan pulen sama-sama beras, hee

Tapi, yang akan jadi soal bila ada perlakuan yang tidak seimbang. Tidak seimbang ini bisa disebut tidak adil.

Tidak adil ? dimana letaknya,,,

Ketika petani menanam padi pera dan padi pulen. Atau menanam padi apa saja. Nah, kemudian petani ini membedakan perlakuannya terhadapa tanaman yang buat dijual dan untuk dimakannya.

Bila untuk dijual, tanaman padinya digempur habis pakai pestisida atau sejenisnya. Atau ada perlakuan penggunaan pestisida terhadapa padi yang hendak dijual. Sebab, bagi sebagian petani tanaman ini adalah untuk hidupnya 3-4 bulan ke depan. Petani ini tidak mau ambil resiko. “Ini urusan perut, bung” begitu komentarnya.

Tapi, bila buat dimakan sendiri, tanaman padinya bersih dari pestisida atau sejenisnya. Petani ini sadar, apa yang dilakukan terhadap tanaman padi buat dijual tidak baik buat kesehatan. Makanya, dia tidak mau memakan berasnya.

Ketika ditanya soal ini, jawabnya sama

“Ini urusan perut, bung” begitu komentarnya. ” sebab perut saya akan tenang bila memakan beras yang aman,,,

Dari uraian di atas, saya tidak mau berkomentar banyak. Biarlah para petani sendiri yang menjadi penentunya.

Tugas saya hanya memberi sedikit penjelasannya yang ada di sekitar hidup para petani.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SEPUTAR PETANI. Bookmark the permalink.

6 Responses to ANTARA MENJUAL BERAS DAN MEMAKAN BERAS

  1. avi says:

    Tread yg dramatis mas nurman hehehe,Hal yg salah tp sudah dianggap benar krn sudah umum.Sy sering bedialog dg petani seperti ini
    Pak tani:mas padi saya terserang wereng,obatnya apa?
    Saya:g ada obatnya pak
    Pak tani:duh mas jgn main rahasia ke saya
    Saya:bener pak g ada obatnya tp kalau racunnya ada namanya p***um
    Pak tani:(bingung)kok racun mas,itu tetangga sebelah nyemprot wereng obatnya ap***ud
    Saya:pak kalau obat itu untuk menyembuhkan,bapak kan mau membasmi wereng ya pakai racun,kalau bapak mau mengobati wereng sakit biar sehat ya pakai obat
    Pak tani:ooo tp masyarakat g umum menyebut obat mas
    Saya:ya sudah nanti diumumkan pak hehehe jgn menyebut racun=obat
    Pak tani:injih mas nanti sy kasih tau petani lain matur nuwun
    Lalu petani itupun pergi ketoko pertanian untuk membeli pestisida

  2. suli says:

    Hahahahahha……gimana nga ketawa….ini lucunya PPL modern sama ortodok…PPL sekarang bisa menjadi pelawak petani tidak bakal ngantuk….la kalau ortodok bahannya sejak zaman suharto sampai sekarang sama, banyak yang pulang sebelum penyuluhan selesai.

    Wah kayaknya mewakili daerah saya jujur saja pak nurman , ketemu sama pak purnomo sih….jadi dapat oleh oleh banyak dan dari mbah sutar juga.oleh olehnya termasuk ‘dedemit’ alias lelembut. bahasanya pak purnomo mikroba itu lelembut.

    Ralat sedikit dari pak pur….padi hitam yang kemarin di seberang jalan itu padi ketan hitam, minta maaf.

  3. avi says:

    mas suli sy pernah dengar kalau didaerah gombong atau pesisir selatan ada varietas lokal nama varietasnya GALUR,apa mas suli tau spesifikasinya?Kalau spesifikasinya bagus sy pengen nanam buat diotak atik

  4. Parwito says:

    Mas/Pak…saya ada padi hitam (jowo ireng), kita sudah tanam dan sudah panen bulan Pebruari, kalau ada yg berminat bisa tukar dengan varietas lain (lokal). Padi hitam kita panen umur 85 hari dengan anakan sampai 40. ini no kontak saya: 085707387962 atau email: parwito.pdkt@gmail.com (sms dulu lebih baik).

  5. suli says:

    Betul yang Pak Ihsan bilang, saya sering salah ngomong sama beliau kalau bincang bincang, karena nga ada bilang logawa…sejak dia ada, penamaan galur berasal dari jalan yang di lalui kerbau bolak balik, tanahnya super becek, dalam persis seperti kubangan. nah jika tanah tanah seperti ini jika di tanam galur cocok, atau liat tulisan khusus padi logawa di blog ini….

    mau tanam pak ?….butuh berapa kg saya kirimi, tapi MT2 ini saya tidak menanam,ganti yang genjah semua,kejar palawija di MT3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s