PADI TAHAN PENGGEREK BATANG

MENGENAL PADI TAHAN PENGGEREK BATANG

Oleh : Efendy Manan

Pada musim tanam tahun ini merupakan musim terberat bagi petani kita.Betapa tidak,disamping curah hujan dan angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia yang mengakibatkan banjir juga ledakan hama dan penyakit yang menyebabkan makin terpuruknya hasil panen.Dibeberapa sentra padi di Jawa Timur misalnya,seperti dilaporkan beberapa rekan petani terjadi penurunan hingga 60% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Dan yang paling dirasakan penurunannya adalah disebabkan oleh serangan sundep dan beluk yang disebabkan oleh penggerek batang kuning (PBK).

Bila dikaji lebih dalam,ledakan penggerek batang lebih banyak disebabkan oleh semakin resistennya larva penggerek terhadap beberapa jenis insektisida sistemik,musnahnnya musuh alami penggerek batang juga kurangnya pengetahuan petani terhadap gejala serangan dan siklus hidupnya.Sehingga yang terjadi adalah keterlambatan penanganan.Tanaman padi tiba-tiba terserang beluk dengan prosentase 80% seperti yang terjadi di Bima NTB..seperti kata pepatah,petani seperti sudah jatuh tertimpa tangga.

Berbeda dengan dengan WBC,tungro yang pola serangannya mudah kita amati,penggerek batang merusak dengan menitipkan telur pada batang padi yang melahirkan larva. Larva inilah yang memakan titik tumbuh tanaman dari dalam sehingga agak sulit diantisipasi.

Penanganan yang biasa dilakukan petani biasanya dengan insektisida,agens hayati,pesnab maupun dengan trichogramma sebagai musuh alami parasitoid. Namun sebenarnya ada langkah antisipasi melalui pemilihan varietas padi yang tidak disukai penggerek batang.

Tulisan saya kali inipun juga terinspirasi oleh pengalaman teman petani yang  menanam varietas tertentu yang anehnya cuma padinya yang selamat tidak parah terkena penggerek batang sedang kanan kiri sawahnya hancur terkena beluk.Selidik-punya selidik,dia menanam varietas Cigeulis.Ternyata fenomena ini pun diamini oleh Bpk Rasyidin dari Bima NTB.Beliau menceritakan ada tetangga sawahnya yang tanam Cigeulis selamat dari serangan beluk,sedangkan punya beliau beluknya parah.

Ada apa dengan Cigeulis?

Cigeulis adalah varietas padi sawah yang dilepas tahun 2003 satu angkatan dengan cibogo dan fatmawati (untuk deskripsi bisa dilihat di blog ini /padi cigeulis). Postur tanaman dan bulirnya pun panjang ramping mirip dengan ciherang sehingga mudah diterima oleh petani kita yang membedakan adalah ketahanannya terhadap sundep dan beluk.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh BPTP Sulawesi Selatan terhadap beberapa varietas padi diantaranya Cigeulis,Mekongga,Cimelati,Luk Ulo,Singkil,Pepe,Memberamo dan Ciherang ditemukan fakta bahwa Cigeulis paling tahan terhadap serangan penggerek batang.Penelitian ini dilaksanakan pada MT 2008 di kabupaten Pangkep seperti disajikan dalam Tabel dibawah ini:

No

Perlakuan

Tingkat serangan Sundep

Tingkat serangan Beluk

 

 

Vegetatif (%)

Generatif (%)

1

Mekongga

9.17

6.29

2

Cimelati

12,34

8.49

3

Luk Ulo

15.27

9.26

4

Singkil

18.40

10.25

5

Cigeulis

8.32

5.74

6

Pepe

10.13

8.27

7

Memberamo

21.43

14.48

8

Ciherang

10.24

9.12

Data: BPTP Sulsel 2010

Disebutkan pula secara teori bahwa cigeulis memiliki aroma yang kurang menarik bagi imago dewasa untuk meletakkan telurnya. Seperti kita ketahui bahwa kecenderungan ngengat meletakkan telur berdasarkan aroma yang diterima oleh sensornya.

Hal ini senada disampaikan oleh Oppennorth dan Welling (1989) bahwa suatu varietas akan tahan atau resisten terhadap suatu hama jika dia mampu menghasilkan suatu enzim yang dapat melawan enzim yang dihasilkan serangga.

Selain itu juga  dalam penelitian diatas,ditemukan fakta Cigeulis memiliki tingkat serangan tikus terendah 7,19% pada masa vegetatif dibanding pepe yang menempati urutan teratas 14,23%.Akhir kata  diharapkan tulisan ini dapat membantu petani dalam memilih varietas untuk mengantisipasi serangan penggerek batang di musim tanam mendatang. Semoga

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in BENIH UNGGUL PADI. Bookmark the permalink.

47 Responses to PADI TAHAN PENGGEREK BATANG

  1. Sampai saat ini saya kesusahan kalau disuruh ngobati tanaman yang kena sundep/penggerek batang terutama pada masa generatif,,bagi yang punya pengalaman please share… Trima kasih

    • cantrik says:

      “Disuruh ngobati”.. Seorang master mengaku pemula nih.. Pak Yuri, empang belakang rumah diisi ikan ma belut ya sebelum saya kesana..

  2. Syaiful amin says:

    Ia mas seperti mt 1 kali ini di daera saya smua varitas dr chiherang,situbagendit,bertari,mira smua trsrang sampek pusing

  3. avi says:

    Harus jeli dlm mengamati penggerek batang terutama pd fase generatif,jgn sampai salah diagnosa.Kebanyakan petani daerah sy tk bs membedakan mana kena penggerek batang dan mana kena blast leher yg berakibat salah dlm melakukan pengendalian.Untuk pengendalian penggerek batang secara kimia bisa memakai insetisida translaminar yg bersifat kontak dan sistemik dg bahan aktif tiametoksam 350 sc+klorantraniliprol 50 sc ditambah dg perekat dan penembus

  4. efendy manan says:

    Memang cigeulis tidak tahan 100% terhadap penggerek batang…namun minimal bisa menjadi pilihan terbaik bila daerah kita endemik hama tersebut untuk mengurangi potensi kerugian.Oya…ada info dari Rasyidin dari Bima NTB kalau Inpari 10 termasuk varietas yang tergolong kurang tahan penggerek batang disana.

  5. Yanto Sugiarto says:

    bagaimana cara mendapatkan benih Cigeulis? di daerah saya di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, JABAR, musim ini serangan penggerak batang sangat hebat.

  6. suli says:

    Mas avi …kedua bahan aktif tersebut sudah nga mempan di pesawahan tertentu, gimana caranya….hehe saya organis tapi mewakili petani yang cukup menyimak saja.

  7. Asep gunawan says:

    Mohon maaf ikut nimbrung,.betul pak suli,insketisida berbahan aktif Klorantranilipol belum memuaskan untuk penggerek batang,maksudnya tidak setara kualitas dgn harganya,apalagi insektisida berbahan aktif tersebut rawan di palsukan,saya sendiri belum bisa membedakan ciri ciri insektisida palsu,kalau boleh tau bagaimana pak suli cara mengendalikan hama penggerek batang,biar kita kita bisa belajar.trims

  8. efendy manan says:

    Untuk pak yanto…
    Var cigeulis masih banyak pak disana…kalao gak salah Anissa tani di pusakajaya jual pak benihnya..

  9. avi says:

    wah kalau dua bahan aktif itu sudah g mempan berarti resistensi sundepnya sudah sangat tinggi ya mas suli.Ada bahan aktif lain tp itu blm direkomendasikan untuk padi walau ternyata cukup efektif mengendalikan sundep yaitu diafentiuron+spinotoram tp aplikasi tak boleh lebih dr 2x per musim tanam

  10. avi says:

    pak asep memang klorantraniliprol rawan pemalsuan tp ada cara membedakannya.Klorantraniliprol itu bereaksi dg imidakloprid bila dicampur maka akan terjadi reaksi panas/hangat dan toksinasi dua bahan td mjd tawar.

  11. Parwito says:

    Saya punya pengalaman bersama petani padi alami di Bojonegoro, waktu itu mitra kita menanam padi merah (70 hari panen), padi hitam 85 hari panen dan padi cianjur 120 hari panen. Tanaman padi di kanan kanan kirinya terena sundep, potong leher, beluk dan wereng tetapi yang milik mitra kita bebas dari hama tersebut karena dibantu dengan penyemprotan pengendali hama alami berupa rebusan daun mimba, lamtoro, gadung dan kecubung dan ternyata resep tersebut manjur untuk mengantisipasi serangan hama. Tapi perlu diketahui bahwa tanaman yang terkena serangan hama masih menggunakan pupuk kimia sintetis (TSP, dll).

    Kita selalu mengajak mitra tani untuk bertanam secara alami dan sekarang kita sudah berhasil menanam jenis padi lokal merah, hitam, cianjur dan mentik susu. Di wilayah lainnya juga sedang dikembangkan padi mentik wangi (95 hari panen) tepatnya di di wilayah Mojokerto.

  12. Hmmmm, Inyong nyimak wae,,,,,,

  13. efendy manan says:

    Salam kenal pak Asep….
    Untuk penggerek batang memang sekarang jadi wabah pak..tapi ada pengalaman teman saya Pak Rozak di Kraksaan Probolinggo Jatim.Beliau menggunakan cara organik untuk melindungi padinya dari serangan penggerek batang.Beliau memakai agens hayati Bakteri Merah dan Verticillium bila terjadi tanda2 serangan penggerek.Beliau mulai aplikasi ketika mulai ada penerbangan imago dan peletakan telur.Alhamdulillah lahan 6 hektar aman…walau tak pernah sedikitpun menggunakan pestisida kimia.Lingkungan sehat…kita pun aman.

  14. Asep gunawan says:

    Salam kenal kembali pak efendy,..senang berkenalan dgn bapak,dan saya ucapkan banyak-banyak trimakash kepada semuanya,pak nurman,pak suli,pak avi dan yg lainya yg telah bersedia bertukar pengalaman tentang pertanian.jujur saja saya baru 1thn belajar pertanian jadi butuh banyak blajar dari bapak2,saya adalah salah satu petani muda,betul seperti pak nurman tulis di salah satu judulnya,petani muda mempunyai semangat yg luar biasa karena ingin membuktikan,bahwa petani muda juga bisa.

  15. Syaiful amin says:

    Ikutan usul kemaren pengalaman pribadi saya.tp maaf ini dg kimiawi sya pusing menghadapi sundep.trus jalan k kios obat numuin insek tp saya lpa bhan aktifnya soale bekas wada ikut di tkar ama bwang mera.nama produk MAXIMA 84wp dr Agricon.kok ckup efektif

  16. suli says:

    yah…..
    Pak Avi insektisida kelas kakap seperti diatas dan bahan lain yang belum di keluarkanpun nantinya ‘hanya’membuat kebal baru terhadap bahan aktif lain di bawahnya (maaf) perusahaan pesticida di dunia kaya model seperti ini, satu satunya jalan seperti saran pak efendy saya pikir lebih bagus, murah dan ramah lingkungan. untuk pesnab seperti pak parwiti saya pikir petani mudah untuk membuatnya asal telaten membuat.mimba,kecubung sangat banyak bibitnya,memang untuk kecubung banyak di salahgunakan, picung/klewek segar, dringo,blengle, temu hitam,temu putih….asal mau saja.brenuk/buah maja silakan ekploitasi sendiri (sumber: Bapak Sutar Ciamis)

    • avi says:

      mas suli,untuk spinotoram itu jenis insektisida biologi yg berasal dr metabolit sekunder bakteri saccharopolyspora spinotora dan msh famili dr saccharopolyspora spinosa(spinosad)dan itu bs dibiakkan sendiri oleh petani

  17. Parwito says:

    Boleh mas Avi, saya dikirim alamatnya saja. Kalau kita sarankan bibit padi hitamnya dimuliakan secara organik karena kalau kembali ditanam dengan pupuk kimia sintesis akan sia-sia usaha kita untuk memuliakan benih padi hitam secara organik. Mas Avi bisa kontak langsung ke 085707387962. Matur nuwun

  18. Yanto Sugiarto says:

    Pak Efendy, ada No Telp Anissa Tani di Pusaka Jaya? saya mau hunting cigeulis. untuk musim ketiga cocok tidak tanam cigeulis pak? Tks.

  19. suli says:

    Sip…cocok.

  20. sutopo says:

    TAK NGIKUT WAE

  21. efendy manan says:

    Saya ndak punya pak….cuma alamatnya Jln Raya Pantura desa kedung jati rt 23/5 kec pusakajaya kab subang..trims

  22. Mas Effendi, kayaknya tanaman saya juga kena mas, masalahnya satu hamparan yang tanam bulan ke 3, hampir semuanya kena dan segala cara sudah dicoba tp kayaknya ga ada hasil yang memuaskan…. hampir putus asa jadinya

  23. Abdul Latief says:

    Trima Kasih atas Info Tentang Pertanian nya..Smoga Brmafaat buat Kami..!?

  24. efendy manan says:

    Betul mas…memang sekarang ledakan penggerek batang..tidak ada cara lain harus mengembalikan keseimbangan ekosistem di lahan kita.salah satunya dengan trichogramma sebagai parasit telur penggerek batang.

  25. mrasyidin says:

    Mohon maaf ikut nimbrung, salam hormat buat mas effendy.
    Saya ingin menambahkan info yg disampaikan oleh mas effendy diatas terkait varietas padi yg terkena hama penggerek batang. Saya Rasyidin dri Bima – NTB adalah petani pemula yang mencoba belajar menanam padi.
    Benar seperti yg disampaikan oleh mas effendy diatas.

    Saya menambahkan bahwa pada MT1 tahun ini saya menanam 2 varietas padi di satu tempat (lahan) seluas 1,5 hektar. Varietas pertama yg sy tanam Inpari 10 pd lahan yg luasnya 50 are dan Varietas Cibogo di lahan 1 Hektar. Pada masa primordia(bunting) sampai keluar malai mulai terserang hama penggerek batang yg ditandai dgn malai padi yg warna putih dan coklat (mati), melihat keadaan ini sy mencoba penyemprotan pake insektisida kimia (maaf lupa namanya) tp menurut yg punya toko mampu mengurangi efek meluasnya hama tersebut, dan saya mencobanya utk ikutin sampe 3 kali penyemprotan hingga masa mendekati panen.

    Tp yah…usaha sana sini dg berbagai cara akhirnya sy pasrah dg hasil yg berkurang sampe 50-60% pd saat selesai panen. Melihat keadaan yg sy alami, sy tetap semangat utk tetap mencai informasi di tetangga samping kiri – kanan apakah ada yg sama seperti saya (terkena penyakit yg sama) dan hasilnya yg sy dpt bahwa, ada tetangga saya yg menanam varietas cigeulis dgn hasil yg baik menurut saya dlm artian serangan penggerek batang pd varietas cigeulis tdk separah pd inpari 10 dan cibogo yg saya tanam, mungkin kira2 5% saja yg terserang hama tersebut.

    Dan saya mencoba hubungi mas effendy dan mendapatkan banyak ilmu dan informasi terkait varietas cigeulis tersebut. Dan utk tambahan jg bahwa ada tetangga yg menanam Varietas Cilosari dan menghasilkan panen yg cukup baik hampir sama jg dgn Cigeulis dan utk Varietas ini sy belum mendapat Informasi yg cukup terkait ketahanan terhadap penyakit Penggerek Batang. Mungkin ada rekan2 yg bisa memberikan info utk dishare d diskusi ini. Terima kasih utk mas Effendy atas info dan sharing ilmunya, dr petani pemula di Bima – NTB, Wassalam.

  26. wawan says:

    saya perlu benih cigeulis..kira kira dimana sy bisa dapatkan.makasih wawan

    • anisa tani says:

      Penangkar pengedar benih bina Anisa tani no hp 081324610959 / 082121710789 Alamat dusun mekarjaya desa Pusakajaya Kec. Pusakajaya Kab Subang RT O2 RW 01 Blok Mesjid Baitturrahman Depan POLSEK Pusakanagara

  27. wawan says:

    kira kira dimana sy bisa dapatkan varietas cigeulis.thanks wawan

    • avi says:

      didaerah sy dan sekitarnya msh bnyk varietas cigeulis mas wawan atau bs langsung nyari di perusahaan penangkaran di tegal gondo

  28. efendy manan says:

    Kalau mas di wilayah jawa barat bisa mencari di Anisa tani di pusakanegara subang jabar..disana ada FS dan SS mas…

    • wawan says:

      Terima kasih atas infonya,sy sudah hubungi anisa tani..tp nomber yg tertera di website tidak ada yg aktive

      • suli says:

        Mas avi simpatisan tegal gondo juga ??
        Pak wawan….tanya pak ihsan, beliau ada no yang bisa di hubungi perkara benih.

      • anisa tani says:

        Salam kenal dengan mas wawan di karawang kami dari anisa tani sebagai produsen benih padi. no hp kami yg ada di websit aktif ko mungkin pas mas wawan hubungi kami sinyal lagi kurang bagus

    • cantrik says:

      Kalau sy pribadi, lebih senang cari benih dari pasuruan pak.. Siap siap aja saya repoti.

  29. avi says:

    hehe mas suli,dibilang simpatisan jg g lho mas krn sy jarang pakai benih beli,lebih pede benih sendiri

  30. adakah yang sudah aplikasi lamp trap sebagai pengendali klaper yang merupakan imago ulat penggerek batang?

    • efendy manan says:

      Akhirnya nongol juga salah satu “punggawa” pertanian gempol pasuruan…mas bangun….ditunggu kontribusinya mas…oya untuk lamptrap di pasuruan,pos PPAH kebagian lamp trap tinggal kita2 aja apa bisa memanfaatkan secara maksimal atau tidak,sehingga kita lebih tahu hama apa yang akan diprediksi menjadi potensial ledakan hama….

  31. suli says:

    Pak ali, tenang pasuruan sudah terbukti 5 tahun tidak repot.haha.paling mondar mandir macet di lapindos yang bledos.

  32. cantrik says:

    Iya mas, enak gak enak ngerepotin terus. Jadi tanam Detam mas?

  33. mang ended says:

    assalamualaikum,
    ayo trus comen ttng pnglamn biar sy nambah ilmu, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s