BUDIDAYA PADI GAYA ANAK MUDA

BUDIDAYA PADI ANAK MUDA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Tanam Padi

Usianya baru 20 tahun. Dia masih kuliah, entah semester berapa. Lokasi kuliahnya di Semarang, tepatnya di Undip. Undip itu kepanjangan dari Universitas Diponegoro. Dia ambil Fakultas Sains dan Matematika, jurusan biologi.

Dia tinggal di Kendal, Jawa Tengah. Itu yang saya tahu. Di kecamatan apa, desa apa, dusun apa, saya tidak tahu. Sebab saya belum menanyakan.

Satu tahun yang lalu, dia mulai menanam padi. Tahun ini, tahun ke-2 nya dia menanam padi. Pada musim tanam ke-1 kemarin, dia tanam beberapa varietas. Ada padi  non hibrida dan hibrida.

Untuk padi hibrida, dia tanam padi Hipa-8 seluas 1 Ha. Kemudian, tanam varietas Maro 1 Ha juga.

Untuk non hibrida, dia tanam padi sidenuk dengan luas 1 Ha. Padi ketan ditanam seluas 0,5 Ha. Dan terakhir padi hitam, luas arealnya sekitar 0,5 Ha.

Sawah yang digarapnya totalnya 4 ha. Dan itu semua lahan sewa.

Sebagai mahasiswa, mau terjun langsung mengelola sawah seluas 4 Ha adalah luar biasa. Saya tidak tahu, apakah dalam mengelola sawahnya, dia bantu orang tuanya atau dikelola sendiri.

Tapi, dengan ilmu yang dimiliki (biologi) digabung dengan terjun langsung, adalah kekuatan yang bisa mendogkrak hasil panen. Dan ini terbukti,,,

Tanam Sayuran

Ketika saya tanya, apakah dia punya lahan sendiri ?

” ada mas, cuma saya tanam sayuran”

“sayuran apa?”

“cabai dan brokoli” balasnya. ” cuma hasil dari sayuran buat mupuk modal padi, mas”

Hasil panen yang luar biasa

Ketika saya tanyakan hasil panen di MT-1 tsb, saya mendapatkan jawaban seperti ini :

Padi Hipa-8 hasilnya 15 ton/ha

padi Maro hasilnya 17,5 ton/ha

Padi sidenuk 12,5 ton/ha

” Mas Nurman, itu adalah hasil ril/nyata. Kalau hasil ubinan saya tidak tahu”

Dalam hati saya: ” hasil ril lebih indah,,, ”

Kalau hasil padi ketan dan padi hitam, dia tak sebutkan hasilnya.

Dari hasil itu, saya jelas terkejut. Apalagi, hasil tsb di Musim Tanam  ke-1.

Ketika saya konfirmasi kepada salah satu teman. Teman saya ini juga heran : “kok bisa, padahal di MT-1 banyak kendalanya,,,”

Bagaimana cara budidayanya

Seperti biasa, ketika ada sesuatu yang luar biasa dalam hal panen. Saya selalu bertanya : “bagaimana cara budidayanya ?”

Saya pun mendapatkan jawabannya, cuma menurut saya belum terlalu rinci. Saya ingin mendapatkan jawaban yang rinci.

Mengapa ?

Sebab saya ingin membaginya dengan para pembaca !!!

Sebab saya ingin bersama anak muda ini mendapatkan kebaikan di dunia ini. Dan Insya Allah, di akhirat kelak.

Dan, anak muda ini setuju.

Saya meminta kepada dia, agar dikirim via email. Alhamdulillah, siang tadi dia  sms: “mas, email sudah saya kirim”.

Semoga saja, cara budidaya padi gaya anak muda isi email tsb.  Sebab saya belum membukanya. Amin.

Siapakah anak muda ini? dan bagaimana dia mengelola tanaman padinya?

Bersambung,,,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in BUDIDAYA PADI. Bookmark the permalink.

20 Responses to BUDIDAYA PADI GAYA ANAK MUDA

  1. cantrik says:

    Siapakah anak muda ini? Yang pasti bukan saya..hehe. Mas Avi kayaknya.

  2. efendy manan says:

    Betul apa kata mas Nurman diatas….petani muda penuh dengan semangat,kritis,penuh rasa ingin tahu,berani ambil resiko walau kadang jadi bahan ejekan tapi diam-diam akhirnya diakui dan jadi panutan.Inilah seharusnya bisa dikembangkan dan disumbangkan…..insyaAllah melalui blog ini bisa menjadi amal jariyah kita diakhirat kelak…..

  3. avi says:

    Setuju mas efendy,Kita tk akan pernah merasakan manfaat dr sesuatu kalalau kita tk berani ambil resiko tp jgn pernah mencoba coba krn itu sangat beresiko hehe maaf kalau kata2nya penuh ironi🙂
    Resiko menanam padi ya harus nyemplung kelumpur sawah jgn mencoba coba tanam padi kalau kita tk mau nyemplung kelumpur sawah.Resiko gagal ataupun berhasil itu nomor kesekian,asal kita berpegang pd DUIT insyaa allah akan berhasil.DUIT yg sy maksud adalah Doa,Usaha,Iman dan Tawakal🙂

  4. subagyo sasmito says:

    menarik sekali…
    ditunggu cara budi dayanya

  5. sutopo says:

    BETUL…BETUL…BETUL

  6. cantrik says:

    Sebagai seorang cantrik dari paguron oksigen pertanian, siap menunggu limpahan ilmu dari guru guru semuanya. Khususnya budidaya ala Mas Avi, meskipun “laku” yang mesti ditempuh berat. Bukankah Raden Sutawijaya dan Agung sedayu harus menempuh laku yg berat untuk mematangkan ilmunya? Maaf rekan2, habis begadang baca ADBM comentnya jadi ngelantur.

  7. subagyo sasmito says:

    kapan pak nurman edisi keduanya???

  8. Syaiful amin says:

    Kpan bisa kumpul nimba ilmu

  9. qohar says:

    di tunggu lanjutannya pak,

  10. lito says:

    Salam Mas Nur & kawan kawan semuanya,
    lito salut sekali, lito belum pernah dapat hasil padi sidenuk sampai 12,5 ton per ha, musim lalu lito tanam sidenuk sekitar 27 ha hanya dapat rata rata 7,8 ton GKP per ha,
    salut, salut, lito angkat 2 jempol

    thanks and regards
    lito

  11. Ugi says:

    Sangat ditunggu kelanjutannya

  12. suli says:

    Pak Ali, sutawijaya tidak perlu mematangkan ilmunya,lha wong sudah digembleng oleh ki ageng pemanahan dan penjawi…penasehat sultan hadiwijaya kraton pajang, hahaha ketoprakan malah…oke kebanyakan minum ‘sajeng’ sih di rumah pak ali

    Ya di tunggu pak nurman ilmu dari ki ageng pemanahan ( mas Avi) itu…..mumpung baru mulai nyebar benih ya to pak topo, mas yuri….

  13. avi says:

    hehe mas suli,insyaa allah bulan mei mau uji coba IPB 3S,baru dapat lelang lahan 1 ha endemik tungro.Sementara mau musnahkan dl singgang singgang padi yg bertungro lumayan buat nambah pupuk organik

  14. cantrik says:

    Tetap aja bepergian ke tempat sepi untuk mesu diri, laku juga kan? Pak Suli, mas Avi kurang pas kalau digambarkan sebagai ki gede pemanahan. Sosok Glagah Putih lebih tepat, seorang anak muda yang menyadap ilmu dari beberapa guru, dan bersahabat dekat dan kecipratan ilmu Raden Rangga, putera Sutawijaya. Dan pada akhirnya menjadi murid utama ketiga perguruan orang bercambuk, setelah gurunya sendiri Agung Sedayu.
    Nah dengan umurnya yang masih muda, apa yg telah dicapai Mas Avi mengagumkan pak.

  15. cantrik says:

    Setelah telibat pembicaraan yang panjang dan “bernas” sampai harus “diinterupsi” operator selular, mestinya secepatnya bisa disajikan jilid keduanya, tidak perlu menunggu “pasar temawon”. Hehehe. Bukan begitu Mas Avi, pak Ihsan?

  16. suli says:

    Aku iseng buka lagi budidaya jilid 1,sambil nunggu pasien….
    Haha Pak ali masih punya kiasan pasar temawon, artine apa gemuruhnya suara orang di pasar seperti lebah madu bubar…maaf lepas dari pakem. karena kemarin di rumah beliau sebetulnya saya tercengang Pak ali bisa persis basa jawa.

  17. akhmadmujaddidmr says:

    Bagi dunks… emailnya yg sudah diterima. Tlong dikirim jg ke email saya , saya jg mau, confirm d 085231231109

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s