BUDIDAYA PADI GAYA ANAK MUDA (2)

BUDIDAYA PADI ANAK MUDA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Rasa Penasaran

Ternyata, kalau ada cara budidaya yang memberikan hasil yang menjanjikan, ada kesan kuat dari para pembaca. Rasa tertarik akan hasilnya. Sebab, bagi sebagian besar petani, “tonase adalah segalanya”.

“Ya, iyalah, Pak Nurman, itu yang saya cari” ada petani yang komentar ke saya langsung. Hee

Selanjutnya, ada kesan untuk secepatnya mendapatkan ilmu tsb. Ada juga rasa penasaran: “kok tulisan selanjutnya belum muncul juga ya,,,,”

Siapa Anak Muda ini?

Oh ya, nama anak muda ini adalah Naviudin. Biasa dipanggil Mas Avi. Tapi saya lebih suka memanggilnya Mas Navi.

Cara budidaya anak muda

Sudah langsung saja, pak Nurman. Bagaimana cara budidayanya. Beres kan !

Oke, oke,,,

Berbeda Budidaya Padi Non Hibrida dan Hibrida

Karena Mas Avi bertanam padi dengan jenis padi hibrida dan non hibrida. Tentu ke-2 jenis ini ada perlakuan yang berbeda. Tapi dalam hal ini, perbedaan tsb akan dijelaskan kemudian.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang budidaya non hibrida terlebih dahulu. Mengenai  budidaya non hibridanya, Insya Allah nanti menyusul,,,

Sistem Tanam Secara Umum

Dalam hal budidaya padi ini, Mas Avi menanam dengan sistem tanam legowo 4:1. Jarak tanamnya 30 x 30. Tapi karena sistem legowo tsb ada sisipan di semua baris, maka jarak tanamnya menjadi 30 x 15 cm.

Kemudian, dia tanam dengan bibit yang masih muda : 7 hss. Ditanam dengan 1 bibit/lubang.

Oh ya, sistem pengairan yang dilakukan menggunakan sistem parit. Artinya di sekeliling sawah dibuat parit. Model ini biasa digunakan oleh petani SRI.

Cara Budidaya Padi Ala Mas Avi

Setelah itu, barulah kita memasuki bagaimana Mas Avi mengelola cara budidayanya.

Secara pribadi, saya membagi cara budidaya Mas Avi ke dalam 4 tahapan :

Pertama, Pra Tanam

Pupuk organik 2 ton/ha
5 liter PGPR. Cara buat PGPR bisa lihat disini
5 liter EM4
5 liter Agrobio

Bila pH tanah mendekati netral, tidak ditambakan kapur dolomit. Tapi bila pH kurang/rendah ditambah 250-500 kg (tergantung kadar pH tanah).

Pupuk organik sebanyak 2 ton/ha yang dimasukkan ke sawahnya adalah pupuk organik yang telah melalui proses permentasi. Pupuk organik yang telah jadi kompos. Pupuk kompos tsb berisi jerami padi, kotoran sapi/kambing, dll. Artinya jerami padi hasil sisa penen dibalikan lagi ke sawah.

Aplikasi lapangan : pupuk kompos tsb disebar ke permukaan sawah. Kemudian 5 liter PGPR + 5 liter EM4 + 5 liter Agrobio ditambahkan 200 liter air. Selanjutnya disemprotkan ke permukaan sawah.

Setelah itu, baru tanah disingkal. Setelah selesai, dibiarkan selama 7 hari. Setelah 7 hari, baru sawah dibajak. Dan dibiarkan selama 7 hari pula. Sawah pun siap ditanami,,,

Catatan : PGPR, EM4 dan Agrobio dibuat sendiri oleh Mas Avi. Nah, bagi kita yang tidak bisa bagaimana ?

“Mas Avi, PGPR kalau kita beli ada tidak? tanya saya

“Pake petro bio, mas. Didalamnya ada PGPR dan juga ada Agrobionya” jelas Mas Avi.

Kalau EM4, ada dipasaran.

Untuk Agrobio bisa pakai Biobos, Petro bio, dll

Kedua, Pupuk Dasar

Dilakukan 1 hari sebelum tanam. Pemupukan yang dilakukan sbb :

50 kg ZA, 50 SP-36 dan 5 kg MgSO4 (magnesium sulfat = garam inggris ) diberikan sewaktu lahan sawah dalam keadaan macak-macak.

Apa fungsi MgSo4/garam inggris ini ? ternyata MgSO4 ini bisa menghijaukan daun/membentuk klorofil, membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit, dll

Ketiga, Pemupukan di masa vegetatif

  1. Dilakukan 7 hst yaitu 200 kg NPK pelangi, 50 kg urea, 2 kg utradap, 5 kg mikoriza.

Catatan : ultradap adalah pupuk yang mengandung hara 12 % N dan 60 % fosfat. Kelebihan pupuk ini adalah mudah larut dan diserap tanaman.

Untuk mikoriza Mas Avi, buat sendiri.

Aplikasi : seluruh bahan dicampur kemudian disebar secara merata.

Apakah dibiarkan saja ? ternyata tidak. Metode Mas Avi, setelah pemupukan harus diinjak-injak di sela-sela tanaman. Untuk tugas ini membutuhkan 8 tenaga kerja ½ hari. Atau 4 tenaga sehari penuh. Biaya tenaga kerja tukang injak-injak ini 15ribu/insan.

Kok perlu diinjak-injak kan perlu tenaga kerja ?

Ternyata bila hal ini tidak dilakukan panennya akan turun 1 ton/ha !!!

Coba bandingkan, Bila ada lebih hasil 1 ton GKP, itu seharga sekitar 3 juta – 3,5 juta. Jadi jelas ada selisih yang jauh.

Jadi, dengan metode ini, ada banyak keuntungan yang didapat : bisa menyerap tenaga kerja sekaligus menaikkan hasil panen.

  1. Dilakukan 36-45 hst ( tergantung umur padi ) yaitu 100 kg NPK ponska + 2 kg MKP + 5 kg Agrobio

Setelah pemupukan, dilakukan pula hal yang sama yaitu proses penginjakan. Tujuan dari proses ini adalah mencegah gulma,memutus akar serabut, mengurangi anakkan tak produktif,  supaya pupuk yang disebar dapat masuk ke dalam sawah. Jadi, pupuk akan lama tersimpan, dalam tanah, sehingga akan maksimal diserap oleh akar tanaman.

Ternyata, proses penginjakan dilakukan sekali lagi yaitu pas tanaman fase primordial/fase bunting. INI YANG UNIK. Dengan Perlakukan ini, akan memperlama masa pengisian bulir. Hasilnya tanaman akan maksimal dalam proses pengisian ini, sehingga malai padi akan banyak yang bernas.

Cuma, ada cumanya, dengan cara demikian: panen akan tertunda sekitar 5 hari.

Keempat, Pemupukan lewat Daun

Pemupukan lewat daun (penyemprotan) ini memakai MOL/POC ( pupuk organik cair ) yang dibuat sendiri. Aplikasinya dilakukan tiap pekan sekali. Dimulai sejak 9 hst dan dilakukan secara berkala.

Penyemprotan dilakukan dengan alat mist duster. Dengan alat ini pekerjaan menyemprot lebih maksimal dan lebih cepat.

Dalam 1 ha, dengan alat mist duster proses penyemprotan dapat selesai sekitar 4 jam. Upah untuk tukang semprot ini sekitar 20 ribu di daerah Mas Avi.

Demikianlah cara  yang dilakukan oleh Mas Avi. Dengan metode ini, tanaman padi sidenuk (padi non hibrida) yang ditanam dapat menghasilkan panen sebanyak 12,5 ton/ha.

Catatan : dalam proses penginjakan dilakukan 3 kali, bila salah satu dari proses ini tidak dilakukan akan kehilangan potensi hasil 1 ton. Bila tidak dilakukan 3 kali hasil panen akan turun sekitar 3 ton.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

84 Responses to BUDIDAYA PADI GAYA ANAK MUDA (2)

  1. cantrik says:

    Akhirnya.. Setelah ada “demo” dan doa dari penghuni oksigen pertanian. Haturnuhun Mas Navi, Pak Ihsan. Untuk pengolahan tanah sudah terlewat, langsung masuk ke pemupukan. Mgso4 nya ini yg perlu dicari.

  2. avi says:

    ada tambahan nih mas nurman,untuk sistem irigasinya memakai metode SRI

  3. cantrik says:

    Izin cetak artikel ini boleh gak Pak Ihsan, mas Avi ?. supaya bisa dibaca bareng dulur tani sambil “ngaso” di saung.

  4. Agung tembi says:

    ass. pak nurman, mas avi dan petani semua …
    dari uraian pak nurman diatas, disebutkan bahwa mas avi membikin sendiri PGPR, EM4, agrobio dan mikoriza. dah kepalang basah mas avi, tolong kasih tahu bahan dan cara membuat PGPR, EM4, agrobio dan mikoriza. biar dapat saya sebar/tularkan cara dari mas avi ini di daerah saya dan mari kita buat petani2 saudara kita tersenyum saat panen. semoga…….
    NB: saya di kabupaten bantul, yogyakarta.

    • avi says:

      mas agung,untuk cara pembuatan PGPR sudah ada diblog ini yg ditulis oleh mas efendy manan.Untuk agrobio dan mikoriza nanti segera menyusul

  5. efendy manan says:

    Sebuah revolusi cara tanam padi mas avi…harus dan wajib di coba bagi para petani penghuni oksigen pertanian.memang agak sedikit ribet namun sangat sebanding jika melihat hasilnya….
    Berbicara tentang cara bertani gaya anak muda…saya kebetulan berkenalan dengan anak muda macam mas avi..namanya Afandy rizky,seorang sarjana pertanian 25 th ngekost di malang..drop out dari tempat kerjanya di sebuah perusahaan perkebunan hanya ingin bertani.,jahe,singkong,ubi jalar,cabe rawit…kabarnya dia mampu meraup omzet ratusan juta dari usahanya.Saya tertarik menulis kiat2nya dalam artikel tentu saja eksklusif hanya di OKSIGEN PERTANIAN……

  6. cantrik says:

    eksklusif dan tajam. Ya ditunggu pak Efendy, biar makin berwarna.

  7. avi says:

    ia benar mas nurman,semoga para petani mampu memaksimalkan produksi dg biaya se efisien mungkin,tidak boros pupuk,lepas dr ketergantungan pestisida kimia dan mampu memanfaatkan sumber daya alam negeri ini dg baik dan benar.Sebenarnya negeri kita ini sangat kaya akan mikroba2 yg mampu untuk meningkatkan produksi pertanian cuma blm terekplorasi dg maksimal

  8. avi says:

    MGSo4 ada bnyk ditoko pertanian kok mas cantrik khususnya didaerah pantura,Kalau di pantai selatan msh agak susah mencarinya hny didaerah tertentu saja yg sudah ada

  9. avi says:

    ia betul mas efendy memang agak sedikit ribet khususnya pada tenaga kerja butuh lebih tp dgn itu secara langsung kita jg ikut andil dlm mengurangi angka pengangguran krn menyerap tenaga kerja lbh banyak

  10. Hmmm,,,, Sangat menarik ,,yang mau saya praktekin langsung metode injek injek* he3x,, makasih maz Avi ilmunya,Yang mau saya tanyakan adalah Apakah Maz Avi melakukan uji tanah sawah terlebih dahulu sebelum akhirnya menerapkan pola pemupukan seperti itu ??

    • avi says:

      ia mas yuri sy uji tanah dl,uji hara itu penting tp yg sangat penting adl uji PH tanah krn untuk memastikan perlu tidaknya pengapuran.Kalau hara tanah tk diuji jg g apa kan sudah ada sumber hara dr jerami+pupuk organik,sedikit tambahan pupuk anorganik dan milyaran pasukan mikroba yg siap memproduksi unsur2 hara makro dan mikro

  11. efendy manan says:

    Kalau saya cermati uraian dari cara budidaya mas Avi yang bisa memperoleh hasil panen fantastis jelas sekali disitu sangat logis.Bagaimana tidak,dengan kompos padat 2 ton/hektar (belum termasuk kompos jerami yang dikembalikan),15 liter pupuk hayati sebagai dasaran,pupuk hayati/POC disemprot ke daun merupakan “gudang hara +triliunan pasukan pembuat pupuk”yang siap meledakkan hasil panen berlipat-lipat!!! Itu pun dari Varietas biasa saja,tapi inilah namanya logika pertanian.
    Juga Jelas sekali teori ini mematahkan teori”tidak masuk akal” sebelumnya yang katanya padi “X” dengan bulir 600 bisa dapat 20 ton/ha dengan pupuk kimia 1,2 ton/ha… saya terkadang miris dan menangis dalam hati ketika ada rekan petani yang sempat telpon ke saya komplain.”Pak,mengapa padinya gak bisa mengisi?rentan blas?HDB?sedangkan saya sudah beli benih mahal2 yang katanya bisa dapat 20 ton per hektar?”
    Saya hanya bisa menjawab dengan sendu:”Bapak beli benih dimana?
    Kemana hati nurani sang penjual benih??

  12. Ugi says:

    Oksigen pertanian emang TOP.
    Buat pak ihsan dan mas navi, kedepan selain cara bertanam padi hibrida, tolong dibagi juga cara pembuatan EM4, MIKORIZA, DAN AGROBIO nya.

    • avi says:

      insyaa allah segera menyusul mas ugi,soalnya sy bingung nyusun bahasanya biar mudah dipahami dan praktis,maklum sy tidak ahli menulis dan membuat skripsi hehehe

  13. cantrik says:

    Mas Avi dan pak Ihsan.. Pemupukan dilakukan dengan sebar/ diawur merata atau diawur ke sekitar rumpun/ akar ( di tempat saya istilahnya di crut)? Proses pemupukan dan penginjakan dilakukan pada waktu yg sama atau ada interval?

    • avi says:

      bs diawur mas cantrik tp lebih bagus dicrut krn bs di injak masuk semua kedalam tanah.Penginjakan dilakukan sesegera mungkin itu lbh bagus mas cantrik

  14. lito says:

    salam kenal Mas Nur, Mas Avi, dan teman teman lainnya
    lito yg bodoh ini mau minta ilmu dari teman teman, kalau tanah kita tabur dengan mgso4, kalau tanaman menyerap magnesiumnya utk klorofilnya, apakah tanah bisa menjadi asam? apakah boleh Mgso4 diganti dengan kieserite (MgS04H20) atau MgO yg ada di dolokmite?
    terlebih dahulu lito ucapkan terima kasih atas ilmunya
    thanks and regards
    lito

    • avi says:

      pertanyaan yg bagus mas lito,nah ini memang yg agak sulit tp ada pilihan kok.Akar tanaman khususnya tanaman yg baru transplanting butuh ph netral untuk cepat tumbuh tp dlm mempercepat dan memperbanyak anakan,tanaman butuh sedikit reaksi asam bukan asam jenuh(masam)jd pertemuan 250 kg dolomit dg 5kg MGSo4 tak akan membuat tanah jd masam tp ada reaksi asam dlm tanah netral
      MGSo4 itu dlm bentuk nitrat jd tk bs diganti dg MGo dlm dolomit kalau diganti dg kliserat boleh tp sy rasa tidak efisien

    • avi says:

      pertanyaan yg bagus mas lito,nah ini memang yg agak sulit tp ada pilihan kok.Akar tanaman khususnya tanaman yg baru transplanting butuh ph netral untuk cepat tumbuh tp dlm mempercepat dan memperbanyak anakan,tanaman butuh sedikit reaksi asam bukan asam jenuh(masam)jd pertemuan 250 kg dolomit dg 5kg MGSo4 tak akan membuat tanah jd masam tp ada reaksi asam dlm tanah netral
      MGSo4 itu dlm bentuk nitrat jd tk bs diganti dg MGo dlm dolomit kalau diganti dg kliserit boleh tp sy rasa tidak efisien

      • lito says:

        salam Mas Nur, Mas Avi, dan teman teman lainnya
        terima kasih banyak atas penjelasan Mas Avi, memang tak terpikirkan oleh lito bentuk nitrit/nitrat selama ini, biasanya lito hanya mengunakan kieserite dan zeolite untuk Mg,Si,Bo,Mn dll, akan lito coba ilmu baru ini.
        thanks and regards
        lito

  15. subagyo says:

    Mantap..makasih mas avi n pak nurman… Moga Allah SWT membalas kebaikan bpk2 semua.. Dan moga petani kita lebih maju

  16. martono says:

    salam kenal pak nurman..jempol deh atas informasi pertanianya…satu pertanyaan pestisida apa yg mas avi gunakan untuk hama penggerek batang padi?mohon informasinya..haturnuhun mas

  17. avi says:

    ia mas efendy,padi jenis inbrida dg malai dan bulir biasa belum tamat dan msh bnyk rahasia yg tersimpan,tidak kalah dg hibrida.
    Hibrida jg lebih baik bila budidaya dg cara yg ramah dan benar.Cuma sedikit catatan yg amat sy sayangkan,gabah hibrida harganya lbh murah dr gabah inbrida pd hal yg sy temui dipasaran rata rata beras hibrida larinya ke kalangan menengah keatas krn mempunyai rasa dan aroma yg khas,entah ini permainan pasar atau para kapital perberasan

    • sutopo says:

      ASLM.MAS TRIMA KASIH ILMUNYA…MG BERMANFAAT,TAK COBA DISINI KLO DISINI MAS hampir sama di injak injak dengan cara di garuk dengan kayu dikasik paku belakangnya di kasih pisau yg bisa di setek kedalamanya untuk memusnahkan gulma sampai ke akarya,waktunya cuma 2 kali,setelah pemumukan 1 umur kira 12hst sampai 15 hst setelah itu setelah pemupukan kedua 21 hst,klo 3 kali biasanya di MT3 MAS..PADI HIBRIDA DAN PTB kurang disukai tengkulak karena cangkangnya tebal mas otomatis rendemenya rendah,sidenuk cangkang tipis tapi kulit arinya tebal Jd banyak bekatulnya..rendemen tertinggi ciherang mas dari padi yg pernah saya tanam (Ciherang,64,mekongga,inpari 4,6,7,13,18,sidenuk,B3,BUNDA.)

  18. suli says:

    Senang …..adem kalau begini…..
    Bagi teman..teman yang baru, pak lito ini merupakan orang yang aktif dulu lho…ya ya ….garam inggris….obat pencahar apotik banyak….hmmmm

    Mas yuri emang di kawunganten nga ada injak injak ? padahal sebagian pendatang di kawunganten dari daerah tradisi injak injak….atau apakah nga di terapkan di sana…..untuk pak ali injak injak harus di coba ya….
    Benar mas Avi….injak injak adalah penting, lebih mudah sebelum tanam memakai cablak penggaris/roda, menginjak bisa silang (bahasa gombong ‘diprapat’) setelah injak injak utara selatan, tinggal timur barat….lantar tebar pupuk, injak kedua juga sama dan tebar pupuk II dst,lebih mudah jarak seperti pak avi 30 cm, untuk pak yuri MT1 harusnya berani 35 cm x 35 cm memakai var muncul 13 t/ha
    Saya bilang injak injak tradisi karena sudah biasa di lakukan di daerah saya, manfaat lain gulma tidak jadi tumbuh karena di obrak abrik sama kaki, mau tumbuh lagi di injak injak ke dua dst (bukan dengan cara instan herbisida pra dan purna tumbuh)
    Sedikit nyentil,jika tradisi injak injak di terapkan di karawang,dan mau meninggalkan penggundulan pematang (herbisida purna tumbuh) berapa % kah penambahan produktifitas pangan dari ‘lumbung padi’ ini

    • Maksih mas Suli infonya,,, di sini udah lama ngga ada tradisi injak injak,,,maklum ngga pernah matun, paling sawah tadah hujan yang matun,,kalau sawah yang kemarin kita lihat ngga pernah di watun,,karena airnya selalu ada,jadi gulma ngga ada yang tumbuh,Jarak tanam 35×35 memang belum pernah saya coba,,,tapi Insya Allah akan saya coba terapkan mt 1 nanti,,tq

  19. avi says:

    salam kenal pak martono,untuk padi jenis inbrida sy sudah tidak memakai pestisida kimia,sy memakai pestisida biologi/agensia hayati bakteri merah,saccharopolyspora spinosa,bacillus turingiensis secara berselang sbg pengendali penggerek batang secara dini dan alhamdulillah penggerek batang tidak mjd hama utama(hampir tidak ada)walau dikanan kiri dikepung padi tetangga yg hancur kena penggerek batang tp sy akui kalau untuk jenis padi hibrida kadang sy msh memakai pestisida kimia sbg selingan

  20. avi says:

    wow hasil yang fantastis tetapi aku macam kenal dengan teknologi dan teknik budidaya punya mas avi??

  21. alizha ayudya says:

    wow hasil yang fantastis,,

  22. subagyo says:

    Belum pak norman.. Kita petani sumbawa butuh bimbingan dr bpk2 yg mempunyai teknologi n pengalaman yg lebih baik..

  23. suli says:

    Mas….avi
    Padi hibrida saya sendiri menyarankan pada petani yang benihnya ‘di kasih sementara’ untuk hati hati dan minta di kawal, namun petani tersebut tidak meneruskan menanamnya lagi. pertanyaannya adalah apakah kapok padahal panen bisa 11 t gkp/ha panen Mt1 2010(hibrida sembada B3 punya Biogene Plantation), sempat menjadi bahan rujukan kelompok tani tetangga
    Nah….jawaban mendasar di sini, benih mahal ( tidak bisa gratis lagi he coba bandingkan dengan barter benih di blognya Pak ihsan? ),butuh kawalan ekstra,meleng dikit babalas…..jadi petani tempat saya akhirnya kembali yang mudah,rileks,cocok dengan tengkulak, hasil tinggi (tonase)

  24. in'am says:

    salam kenal mas nurman & mas efendi , dan rekan2 oksigen pertanian , saya salut dengan cara bertani mas avi mudah2an bisa saya tularkan didaerah saya , jembrana bali . Trim infonya

  25. avi says:

    sy nyimak saja dulu ya teman teman sambil persiapan olah tanah.Oya sedikit usul ni buat mas nurman mbok blog nya dibuatin page khusus tentang biodata para narasumber disini kaya mas efendy,mas suli,mas sutopo,mas cantrik,mas yuri dll.Oya kapan kira kira kopdarnya krn sudah dinanti nanti para petani

  26. Avan says:

    apakah injak* sama atau bisa digantikan dengan pakai osrok/gosrok?
    matur nuwun

    • sutopo says:

      SAYA KIRA SAMA MAS.BENER GAK MAS AVI?,fungsinya sama.saya gunakan metode osrok juga, .klo di osok anakan bisa banyak,pupuk bisa diserap maksimal,tapi panen bisa mundur 5 sd 10hr.

  27. avi says:

    bisa mas avan,gosrokan malah komplit(injak injak+ngobrak abrik gulma)tp waktunya hrs sesudah pemupukan biar pupuk yg ditebar terbenam ketanah dan diusahakan 1 hari selesai

  28. suli says:

    Mas….Avi
    Coba pestisida biologi/agensia hayati tadi, ditulis secara jelas pada umur berapa aja, berapa kali aplikasi, mana saja yang bisa di campur atau sendiri, kapan mulai di lakukan/perlu di lakukan (pencegahan secara dini)…..karena pertanian secara organik perlu di tingkatkan dari pemakaian pesnab sebagai pengendali hama ke pemekaian agensia hayati.

  29. efendy manan says:

    Saya dukung mas Avi jika menulis Agensia hayati untuk penanganan hama di sawah kita.Selain dikenal ampuh juga aman bagi kita.Juga memberdayakan ekonomi kerakyatan…masak yang menikmati keuntungan dari pertanian kita cuma raksasa produsen pestisida dari luar negeri saja?

  30. avi says:

    mas suli,mas efendy dll nanti kalau ada kesempatan sy akan tulis pembiakan agensia hayati bakteri merah,saccharopolyspora spinosa,saccharopolyspora spinetora,steptomyces avermitillis dan bacillus turingiensis.Agensia hayati tsb jg sudah diproduksi raksasa raksasa produsen pestisida di indonesia tp harganya mmmuahal minta ampun pd hal jika petani mau meluangkan waktu untuk membiakkannya cukup dg bahan bahan yg ada disekitar kita dg biaya yg terjangkau

    • Romy Abrory says:

      Bermanfaat nih yang pernah mempelajari ilmu mikrobiologi.😀
      Mas Avi, apakah Bacillus turingiensis tidak berbahaya bagi kelangsungan hidup serangga yang dapat membantu petani (natural enemy) ??

  31. avi says:

    mas suli…
    Pada umumnya agensia hayati bisa dicampur dg agensia hayati yg lain yg penting sumber makanannya tercukupi agar bakteri bakterinya(agensia hayati)tidak cepat loyo.Tp utuk jenis fungi/bakteri yg menghasilkan metabolit skunder antibiotik sebaiknya jgn dicampur walaupun ada jg yg bs dicampur bahkan saling memperkuat.
    Untuk aplikasinya nanti sy definisikan dlm page cara pembiakannya

  32. sutopo says:

    TAK TUNGGU MAS,smua petani disini memakai kimia semua,tak tunggu tulisannya nanti tak praktekan di sini

  33. efendy manan says:

    Sippp mas Avi…biar para petani percaya pada agens hayati.Saya juga PPAH didaerah saya cuma untuk membuat petani percaya sulitnya minta ampun…walaupun itu cuma dikasih gratis he3x.alasannya macam2 dari gak cespleng,dicap murahan,takut hasil anjlok dll…sudah saatnya petani kita sadar lingkungan.

  34. agus says:

    mas avi boleh minta emailnya….

  35. suli says:

    Pak efendy…….
    Pak purnomo itu orangnya sabar sekali mensosialisasi bertani secara sehat, biarkanlah yang belum sadar. yang perlu di contohkan adalah pertanian sehat itu menyeluruh, tidak sepotong potong, contoh sederhana tanki semprot punya petani organik tidak bisa di pinjam oleh petani kimia biarpun saudara, malah saran saya jangan model gratis gatisan, anggapan orang gratis berarti ingin lihat hasilnya sama sama. Yakin saja akan produk baru tersebut, tidak perlu di terangkan karena akan selamanya seperti itu (gratis), sudah waktunya petani keluar dari kimia, sebelum kehancuran datang.

  36. avi says:

    alahamdulillaah kalau ditempat saya sudah tk ada petani yg membakar jerami meskipun belum dikembalikan kelahan.Umumnya ditumpuk ditengah sawah ataupun dipinggir dan baru dipakai pupuk untuk musim tanam berikutnya.

  37. Avan says:

    mas Avi . . .
    injak* maksimal bisa di toleransi berapa setelah pemupukan?
    ga bisa langsung karena kendala tenaga kerja yang semakin langka
    trims

  38. suli says:

    Mas Avi….
    Kalau mas masih sempat jalan di daerah antara perempatan kuwaru-meles, kemarin kemarin di kanan kiri sawah adakalanya panen padinya potong atas (tepatnya desa serut), sebagian kecil itu sesuap nasi saya buat emprit emprit yang masih kecil 3 ekor di rumah. apakah ada perlakuan terhadap jerami tersebut, biasanya nanti di sama tukang mesin di glebeg, perlakuan apa supaya cepat busuk tidak terjadi gas metan.glebeg kedua menjelang tanam. terima kasih

  39. avi says:

    mas suli,agar cepat busuk dan bebas gas metan bs pakai jenis jenis bakteri aerob.Kalau pakai jenis lactobacillus sp memang kadang gas metan agak lumayan.Biar g terjadi selang 3 hari setelah pemakaian lactobacilus sp tambahkan saja mikroba jenis Nitrobacter yg skalian mengubah amonia dan nitrit menjadi nitrat itung itung lahan jd pabrik urea nitrat alam

  40. BisriAli says:

    Salam kenal poro kadang… ijin nyimak..
    kulo tiyang kebumen puring. kendala pertanian . tenaga kerja sulit. pingin sistim pemupukan yang praktis. newun

    • avi says:

      salam pak bisri ali,kalau pemupukan bs dibuat praktis tp untuk pemeliharaan tanaman sepertinya sulit dibuat praktis krn ada proses dan waktu

  41. suli says:

    Salam kenal Pak Bisri….
    Puringnya di mana pak bisri….puring kantong ternak…..kantong holtilkultura …orang puring kaya kaya…..jadi tenaga kerja nga ada ya…..saya kuwarasan pak…

  42. Musaffak says:

    smoga mas Navi selalu istiqomah dalam berbudi daya yang ramah lingkungan, umur muda semangaat menggelora.
    pak efendi manan: salam kenal.. sosialisasi AH bagian dari HARGA DIRI PETANI DAN KEMERDEKAAN BERTANI. saya sendiri menggunakan coryn dan bakteri merah tuk padi n smangka kakak saya dari lab. pandaan pasuruan.

    • avi says:

      amiin mas musaffak,Semoga kedepan makin bnyk petani yg ramah lingkungan serta peduli alam,jika kita menjaga alam pastilah sang pencipta alam jg menjaga ekosistem kita.

  43. efendy manan says:

    Salam kenal juga mas musyafak…memang pak,jika kita yang tidak memulai kapan lagi?oya bapak aplikasi coryne untuk semangka di mana…saya juga sering ke lab pandaan dan kenal dengan beberapa petugas disana…trims

  44. martono says:

    asslm.alhamdulikah setelah membaca semua catatan2 dan penjelasan dari para ahli pertanian diatas.sy tambah semangat untuk belajar bertani dg agen hayati.mudah2an kegagalan pertanian yg sy alami ini menjadi awal kesuksesan bersama agen hayati ini.amin..trimakasih untuk semuanya.wasslm

  45. suli says:

    Mas….Avi
    Maaf….komennya loncat masih nyambung dari jerami, bocah angon seperti saya tidak bakal tau bakteri yang di sebutkan sama sampeyan, kasih contohnya saja yang mirip….

  46. avi says:

    contohnya pakai EM4+YAKULT mas suli,perbandingan 1:1 trs selang 3 hari pakai nitrobacter sayangnya bakteri ini agak mbeling krn lambat berkembang biak dan susah adaptasi dilingkungan yg bukan endemiknya.

  47. Ass……Rekan rekan sekalian lam kenal aja…..saya petani pemula dari karawang…….
    nambah lagi nih ilmu saya…makasih mas nurman, mas avi,mas efendy dan mas- mas lainnya,
    semenjak buka blog ini dan kenalan sm mas efendy mulai sy praktekkan d lapangan dgn ppk cair dan juga mol dan pesnab,alhasil luuuar biasa,musim sekarang walaupun sebagian ga ada semacam agrobio,dan mikoriza sementara yang lain ada,dan PGPR dari putri malu sedang proses.oh ya mas avi…kalau mikoriza bisa d ganti pakai apa ?????makasih sebelumnya..
    pokoknya Bravo OKSIGEN PERTANIAN.

    • cantrik says:

      Karawangnya sebelah mana pak? kapan kapan kalau kalau diperkenankan pengin mampir. saya dari banjarsari ciamis, cuma sering nguli ke depok.

    • avi says:

      untuk mikoriza blm ada pengganti mas,mikoriza msh jenis teknologi fungi baru dlm pertanian dan penggunaannya pun blm meluas dikalangan petani

    • avi says:

      sebenarnya mikoriza jg bs didapat secara alami pak iwan,yaitu dg cara pergiliran tanaman misal MT1 dan 2 tanam padi,MT3 tanam palawija alias pengeringan lahan dg menanam tanaman yg akarnya mudah bersimbiosis dg mikoriza contoh jagung.

  48. fandi santoso says:

    Salam kenal kangge dulur-dulur Tani profesional Sedanten… tepangaken nami kulo fendi santoso, petani pemula asal mojokerto, senang sekali saya bisa bergabung dan membaca tulisan di Oksigen Pertanian ini. salam semoga semua ilmu di oksigen pertanian bisa di praktekkan dan bisa bermanfaat bagi semua petani. Amin,🙂

  49. Sudarno says:

    Salam kenal, untuk aplikasi mikoriza ke sawah berair apa efektif? soalnya yg saya tahu mikoriza utk tanaman perkebunan.

  50. dd says:

    wah menarik isi artikelnya… izin sedot ilmunya..

  51. Alif klaten says:

    Agrobio ,ektomikoriza,p2rbz dah dapat,bnih dari mas avi alkhamdulillah juga kebagian . jadi g sabar pingin cepat” tanam padi ala mas avi ,padahal tanaman jagungnya baru pd brumur 80 harian , hik hikhik

  52. Adimaz says:

    assalammuaikum mas nurman,mas avi, mas efendy dan mas2x yg ad di OKSIGEN PERTANIAN… buat mas avi,mas mau nanyak kalo pake garam inggris disemprot kedaun padinya bisa gk mas?,maaf mas soalny saya belum paham ni mas.

  53. endro says:

    Mohon maaf sebelumnya mas avi dan sesepuh semua.penjelasan cukup manstap tapi teknik mas avi ini sulit untuk diterapkan ke petani ndeso Contoh yg tidak akan bisa di jangkau n sangat sulit di dapatkan adalah PGPR.mgso4,agrobio,mikroriza, pupuk cair(mol) dll. ramuan ini adalah ilmu biologi yang sangat2 rumit bagi petani ndesoo ,untuk mendapatkan nya saja sulit apalagi membuat nya n psoses kimia diatas sangat berkaitan fungsi nya.jk ada yg kurang resiko kegagalan dr target panen tinggi sangat mungkin terjadi.
    Jika M avi berkenan membuat paket lengkap panduan proses nya,bahan2 nya besrta harga nya .supaya mudah di praktek kan poro kadang tani,,,
    Mohon maaf bila ada salah sy berucap n khilaf dlm saya berpikiran…

  54. cantrik says:

    mgso4 banyak di apotik. Agrobio dan mikoriza kalau di toko pertanian tidak ada bisa mencari isolat dan diperbanyak.. atau bisa beli.. kalau mas avi lagi senggang paati mau membuatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s