PETANI INDONESIA HEBAT

PETANI PADI DI INDONESIA HEBAT
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Membaca judul di atas, seharusnya kita sebagai bagian dari petani  Indonesia merasa bangga. Tetapi, saya lebih suka memakai kata bersyukur. Jadi, seharusnya kita bersyukur. Bersyukur menjadi bagian dari petani di Bumi Tercintai ini.

Kata petani di sini, saya khususkan dengan petani padi. Ya betul petani padi. Saya jelas tidak mengada-ada. Semua ada faktanya.

Apa saja fakta-fakta tersebut ?

Berikut ini saya sajikan data-datanya

Pertama, produktivitas hasil panen tinggi

Sebelum saya melanjutkan, ada baiknya kita mengenal kata produksi dan produktivitas. Supaya mudah saya ambil contoh seperti ini.

Dalam satu hamparan padi, sewaktu selesai panen, ada beberapa petani dapat hasil panen di  MT-1. Kita ambil contoh petani A dapat hasil panen 6 ton/ha. Petani B dapat 7,5 ton. Petani C dapat 4,5 ton/ha, petani  D mendapat 7 ton/ha dan petani E dapat 8,5 ton/ha.

Kata “dapat hasil panen” persamaannya adalah “produksi”. Nah, bagitu dirata-ratakan  dari ke-5 petani tsb maka didapatkan kata produktivitas.

Jadi, ketika produktivitas nasional tahun 2010 sekitar  5,16 ton/ha . Itu berarti rata-rata produksi petani padi kita dari Aceh – Papua.

Coba bandingkan dengan negara lain, produktivitas petani padi Indonesia lebih tinggi  57 % di atas India. 76 % di  atas Thailand. Sekali lagi di atas Thailand, yang seakan-akan dikenal dengan dunia pertaniannya.

Dan kita dicekoki dengan kata-kata ini : BANGKOK !!!. Apa-apa Bangkok,  durian Bangkok, jambu, dll.

Tapi, tidak ada: PADI BANGKOK !!!

Trus, 58 % di atas Myanmar. Dan 48 % di atas Filipina. Bagaimana dengan Malaysia? Jauh sekali Bro,,,

Data-data itu saya dapatkan dari Pak Sumarno dari Sinar Tani Edisi 24 tahun 2010

Kedua, Dengan lahan rata-rata 0,2 ha, petani padi kita bisa menghidupi keluarganya.

Bukankah itu luar biasa. Dengan 2000 m2, petani kita bisa memaksimalkan hasil panennya, sehingga di dapatkan hasil panen/produksi yang tinggi. Dan itu buat menghidupi keluarganya.

Setahu saya, belum ada negara di dunia yang para petani dengan lahan terbatas bisa menghidupi keluarganya dari tahun ke tahun seperti petani kita.

Dengan daya tahan yang luar biasa ini, saya jadi ingat akan angggaran dari Kememtan yang jumlahnya puluhan triliun/tahun. Andai, dalam 3 tahun saja, 50 % dari dana tersebut dibelikan/dicetak lahan sawah baru. Atau membeli lahan sawah yang mau dijual petani. Atau membeli kembali  lahan para petani yang terpaksa sudah dijual kepada pihak lain. Masalah pangan cepat diselesaikan,,,,

Menurut saya, persoalan lahan akan selesai. Memang, banyak program yang digulirkan kementan. Tapi menurut saya, persoalan dasarnya adalah kepemilikan lahan. Sekali lagi : Petani ingin punya lahan yang bisa digarap. Syukur-syukur bisa dibeli lagi oleh para petani.

“nga apa-apa, tanah garapan saya milik negara. Asal saya jangan digusur. Akan saya bayar sewanya kok,,,,” ungkap petani yang menggarap sawah milik PT.

Petani tidak neko-neko. Para petani hanya butuh lahan yang lebih luas, agar hasil panennya dapat banyak. Ingat bung, para petani tidak pernah menuntut macam-macam. Mereka tiap tahun tidak  menuntut minta kenaikkan UMR. Justru, para petani akan membayar sewa lahan milik Negara. Luar biasa bukan?

Oleh sebab itu, secara tidak sadar,  kita butuh pemimpin yang punya visi ke depan. Pemimpin yang mau memperjuangkan nasib hidup  mereka. Pemimpin yang mau membuka lahan sawah baru. Pemimpin yang mau membeli lahan-lahan sawah baru yang akan hilang,,,

Ketiga, Luas panen per kapita kecil 550 m2/kapita tapi mampu menghasilkan 170 kg/kapita

Untuk menghitungnya, jumlah luas panen padi seluruh Indonesia dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia. Maka didapatkan hasil sekitar 550 m2/kapita. Itu artinya diasumsikan setiap orang di Indonesia memiliki lahan 550 m2.

Tapi dengan luas lahan Cuma 550 m2 dapat dihasilkan sekitar 170 kg beras.

Coba bandingkan dengan Negara lain seperti Thailan 1.570 m2/kapita, Vietnam 866 m2/kapita, dan Myanmar  1.500 m2/kapita.( Sumarno 2010 ).

Keempat, petani kita mempunya kebiasaan memberi nama baru bagi varietas padi.

Dan ini yang unik. Ada di tiap daerah, bila ada varietas baru dan hasilnya bagus. Maka akan keluar nama-nama varietas baru. Padahal mereka tidak melakukan penyilangan.

Mereka ( sebagian kecil petani ) dengan seenak udelnya, member nama-nama baru : shogun, ciherang dempu, ciherang doyok, ciherang brunai, dll

Kelima, mungkin para pembaca bisa sebutkan,,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI. Bookmark the permalink.

3 Responses to PETANI INDONESIA HEBAT

  1. Sayid Hamid says:

    Info2 dari OKSIGEN sangat bagus Gan! Saya dari Koperasi Hijau Nusantara bergerak dalam bidang Pertanian Organik Terpadu. saat ini kami berusaha menjadi media penjualan dari hasil Pertanian Organik, khususnya Padi. Jika memungkinkan, kami butuh info dari petani langsung agar bisa beli hasil beras organik dari petaninya. Jika ada & memungkinkan, tolong infokan ke email Saya Gan. Trimakasih.

  2. Parwito says:

    Mas Hamid, saya ada produk beras organik jenis Cianjur, beras merah dan beras hitam. Informasi lebih lanjut bisa ke email saya: parwito.pdkt@gmail.com. Terima kasih

  3. Abidin says:

    Mohon informasi pak Hamid, karena saya petani pemula, saya belum faham apa yang dimaksud dengan istilah Pertanian Organik Terpadu?
    Sementara ini saya sedang mencoba bertani organik hanya untuk memenuhi kebutuhan kedai nasi saya saja, terima kasih pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s