PETANI ORGANIK DAN ROKOK

PETANI ORGANIK YANG "BELUM ORGANIK"
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Tulisan yang tertunda-tunda

Sebetulnya, tulisan ini sudah lama akan saya tulis, cuma entah kenapa tertunda-tunda terus,,,

Petani Organik

Saya termasuk yang angkat topi kepada petani organik. Kenapa ??.  Alasannya banyak.

Pertama, mereka bertani ramah lingkungan
Kedua, mereka menjaga keseimbangan ekosistem sawah
Ketiga, mereka membantu pemerintah mengurangi subsidi pupuk
Keempat, produk yang mereka hasilkan sehat
Kelima, dll
 

Pernah saya bertanya kepada trainer pertanian organik di suatu kesempatan, beberapa tahun yang lalu.

” pak, kalau dalam suatu lahan, kita bersihkan dulu mikroorganisme patogen/jahat yang ada dengan obat tertentu, baru kita mulai semuanya dengan organik, bagaimana?”

“dalam pertanian organik, tidak ada unsur kimia APAPUN di dalamnya,,,,” begitu komentarnya.

Ya, di dalam dunia pertanian organik, memasukkan unsur kimia seperti : pupuk, ZPT, herbisida adalah “haram” ke dalam lahan sawahnya. Apalagi bila berkaitan dengan pestisida.

“katakan tidak pada unsur kimia” begitu mungkin semboyannya.

Intinya, mereka (petani organik) tidak ingin ada “unsur kimia berbahaya” di dalam sawahnya. Mereka tidak ingin ada unsur kimia yang menempel pada tanaman padinya.

Bayangkan, mereka tidak rela ada unsur kimia berbahaya bagi tanamannya. Sebab nantinya, makanan tsb akan dimakan sendiri, atau dimakan insan lain.

Sekali lagi, saya angkat topi dengan prinsip demikian.

Petani organik yang merokok

Pernah saya bertemu dengan petani organik yang punya semboyan demikian. Tapi pada saat yang bersamaan, ada asap rokok yang keluar dari mulutnya. Di tangannya ada rokok yang menyala,,,

Pernah saya bertemu dengan trainer pertanian organik yang punya semboyan demikian. Tapi pada saat yang bersamaan, ada asap rokok yang keluar dari mulutnya. Di tangannya ada rokok yang menyala,,,

Pernah saya ikut pelatihan organik yang punya semboyan demikian. Tapi pada saat yang bersamaan, sebagian besar dari peserta latihan ada asap rokok yang keluar dari mulutnya. Di tangannya ada rokok yang menyala,,,

Saya jelas tidak menyalahkan mereka. Itu adalah hak  mereka,,,

Cuma, bila mereka punya prinsip yang hebat : tidak ingin memasukkan unsur kimia berbahaya buat tanamannya.

Tapi pada saat bersamaan, mereka justru “memasukkan unsur kimia berbahaya” bagi tubuhnya.

Mereka justru lebih sayang kepada tanaman daripada dirinya sendiri.

Apakah mereka tidak sadar, rokok adalah bahan kimia berbahaya bagi tubuhnya. Bahkan di dalam 1 batang rokok, ada ribuan unsur kimia berbahaya.

Petani organik yang “organik”

Tetapi, tidak semua petani organik yang punya kebiasaan seperti itu. Ada banyak juga petani organik, yang menurut saya di dalam hidupnya juga “organik”.

Saya kagum kepada Mas Purnomo. Dia petani organik yang “organik”. Dia begitu kokok memegang prinsip: tidak boleh ada unsur kimia berbahaya bagi tanamannya.

Tapi, pada saat yang bersamaan: tidak boleh juga ada unsur kimia berbahaya bagi tubuhnya !!!

Apalagi, setahu saya, Mas Pur hanya minum air putih saja.

Ada juga petani organik yang saya kagumi, yaitu Pak Sutar. Setahu saya, dia petani organik yang “organik” pula.

Ada lagi, Pak Jatika, beliau adalah direktur NOSC SRI Organik. Dia begitu gigih menganjurkan para petani dan peserta  pelatihan bertanam organik. Tetapi, dia juga “organik”.

Hak-Hak Manusia

Merokok adalah hak asasi seseorang. Merokok adalah hak individu. Asap rokok ada yang masuk ke dalam tubuhnya, ada juga yang terbang entah kemana. Saya jelas tidak bisa menyalahkan mereka.

Tapi perlu diingat, seseorang yang tidak merokok juga punya hak asasi lain. Hak itu adalah untuk tidak mendapatkan asap rokok dari orang lain.

Jadi, bagaimana dong? menurut saya:

Merokoklah, di saat seseorang sendiri.

Merokoklah, di saat seseorang jauh dari keramian.

Merokoklah, di saat para perokok sedang berkumpul.

Merokoklah, di saat anak dan istri kita tidak ada di rumah.

Merokoklah, di saat para perokok tidak berada di tempat umum.

Dengan demikian, para perokok punya hak asasi. Dan para non perokok punya hak asasi juga.

Saya jadi ingat hadist Nabi Muhamad SAW,” janganlah seseorang menyakiti saudaranya dengan tangan dan lisannya (mulutnya)”.

Nah, merokok punya 2 katagori tsb :

Petama, di tanganaya ada asap rokok
Kedua, dari mulutnya keluar asap rokok juga
 

Dalam kesempatan ini juga, saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dalam tulisan ini.

Saya hanya ingin menyampaikan pesan agama. Sekaligus pesan pertanian organik : “jauhkan unsur kimia berbahaya bagi tanaman sekaligus bagi tubuh kita”.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SEPUTAR PETANI. Bookmark the permalink.

17 Responses to PETANI ORGANIK DAN ROKOK

  1. arsan says:

    Pak nurman kalau saya bukan petani organik tapi juga masih merokok bagaimana dong

  2. avi says:

    waduh ini yg serba dilematis tp jg melankolis,sy menanam tembakau mas krn tanaman ini membuat sy kagum,akarnya sumber mikoriza,daunnya sumber nikotin turunannya adalah nikotinoid dan neonikotinoid,maaf sy tk bs menyampaikan apa fungsi dr dua senyawa tsb

  3. Hadoooh,,, kena inyong kiye 🙂 ,Sebenarnya saya sangat setuju dengan apa yang di utarakan pak nurman,,tapi saya udah coba berhenti berkali kali selalu gagal dan setelah berhenti sementara bukannya sehat malah sakit sakitan,,,wah kok bisa ya,..? Menurut analisa petani kayak saya jadi tubuh kita kayak walang sangit yang di semprot insektisida,,,lama lama malah kebal bahkan kalau ngga di kasih insektisida walng sangitnya pada sakit,,,,Mungkin mas avi bisa menjawab versi biologinya,,,,,,🙂

    • NURMANIHSAN says:

      Hee,,, Pak Yuri bisa aja,
      nga ada yg kena pak. semoga kedepannya bisa perlahan-lahan dikurangi ya pak. Amin. tks

      bgm mas avi dari sisi biologinya? apa ada “agrobio” atau “mikoriza” yang dpt membuat Pak Yuri bisa berhenti merokok? hee

    • cantrik says:

      Efek ketergantungan kayaknya mas.. Seperti halnya saya, kalau ngopi selain kopi hitam dan kurang dari dua kali sehari, badan lesu. Apalagi waktu diniatkan berhenti, selama dua hari tubuh terasa gak nyaman. Kalau diteruskan gak ngopi, lama lama tubuh akan terbiasa meskipun awal2nya tersiksa. Rokok kayaknya begitu juga.

  4. cantrik says:

    Kalau pak Sutar memang “organik” pak Ihsan. Kalau ngopi, “organik” gak pak?.. Waduh saya jadi malu nih, kemarin waktu ada pak Ihsan dan pak Suli saya merokok.

    • NURMANIHSAN says:

      nga usah malu dong pak, hee
      saya sih tidak masalah dengan yang merokok.
      Tulisan ini hanya sekedar memberikan informasi saja. sekaligus membahas rokok dari sisi pertanian. Kan jarang ada yg membahas rokok dr sisi pertanian.
      syukur2 ada yang bisa mengurangi kadarnya, dari 1 bungkus jadi 1/2 bungkus gitu.
      wah kalo kopi sih nga masalah pak. tks

  5. avi says:

    salah 1 senyawa kimia daun tembakau adl tar zat penenang tp berefek ketergantungan dan dosisnya terus meningkat agar memperoleh efek penenang hampir mirip marijuana ya hehehe cm tar g dilang,kalau sampai dilarang gmn nasib petani tembakau temanggung,boyolali,tulung agung,garut dll,hehehe :d
    Nikotin senyawa dasar penyusun imidakloprid,asetamiprid,thiametoxam wah wah insektisida kelas kakap :d

  6. avi says:

    tanpa kopi sy g bs kerja caffeinnya mengurangi efek ngantuk maklum sy pekerja berat start jam 4 pagi sampai jam 12 malam apalagi musim kemarau kemarin pernah sy 2 iari 2 malam g tidur

    • Agus siswoyo says:

      sblomnya maaf,,
      rokok dan kopi adalah teman setia saya kala kumpul2 ma temen sebaya atau teman tani kalo lagi di tanggul sawah dan jg pas lg sendiri,
      Maklum saya msh single dan tinggal di rumah sendirian, jd tiap hari selalu lonely,

  7. martono says:

    ikut nimbrung ya pak Nurman,pak Avi dan bp2 semua.memang tentang merokok dan minum kopi sesuatu hal yg susah dihindari walau kita tau ada efek negatifnya.kalau lg ngopi engga enak kalau tidak merokok ya engga pak Avi ? he.he.agak nyimpang dikit nih buat bp2.sy punya obat herbal.asalnya begini kepala bagian belakang suka sakit,tangan kalau angkat yg super berat suka agak kesemutan.setelah cari2 di mbah google dapat satu herbal mungkin bp2 sudah ada yg tau.yaitu teh daun kelor.terbukti keampuhanya…

  8. suli says:

    Pak Ali santai saja….tidak usah sungkan…
    Bapak (alm)perokok lintingan yang di dalamnya klembak sama menyan dan saya jika di sebelahnya pastinya menjadi batuk, saat sepuhpun saya suka meraciknya untuk bapak. oke saya ikut mengutip dari sisi pertanian saja… majalah National Geographic edisi Desember 2012..judulnya Riwayat Tembakau daun nan kontroversial dalam adat nusantara….oleh Puthut E.A
    Dokter Oei Hong Djien rumah sekaligus galerinya di Magelang, adalah seorang dokter profesi awalnya adalah spesialis bedah anatomi, namun perjalanan hidupnya sebagai grader tembakau secara kebetulan, berhubung bapaknya beliau meninggal dan harus mengggantikan peran ayahnya, grader adalah tugas membedakan kualitas tembakau, berkat tembakau beliau menjadi kolektor seni rupa nomer dua di indonesia, nomer satu tentunya Ir.Soekarno.
    Lamuk adalah sebuah dusun di desa Legok sari Temanggung sangat termashur akan tembakau srintil, dengan kisaran antara Rp.400.000,.-Rp.800.000,./kg … coba bayangkan pertanian apa yang bisa menandingi , orang lamuk jika di tanya orang luar akan niatnya membeli tanah di sini akan di balik tanya …..’Bapak punya tanah berapa akan saya beli’… kata Kepala Desa Legoksari Subakir.
    Ki Ageng Makukuhan adalah murid Sunan Kudus yang berniat membuka lahan pertanian di wilayah temanggung dan sekitarnya. Ditengah perjalanan, salah satu sahabatnya sakit, pada saat itulah ,Ki Ageng mencabut tanaman dan dikibaskan ke tubuh sahabatnya sambil berkata”iki tambaku” (ini obat dariku). Kata “tambaku” inilah yang di percaya masyarakat sebagai akar dari kata tembakau.
    Setidaknya 14 kecamatan dari 19 kecamatan di temanggung penghasil tembakau dengan luas berkisar 15.000 ha angka perputaran uang saat panen mencapai 1 triliunan
    Di pamekasan ada tembakau Campalok yang di banderol Rp.1.250.000,. /kg yang di beli secara rutin oleh Haji Guntur seorang pedagang dan pecinta tembakau.
    Di Garut Jawa Barat ada tembakau Mole, di Jogjakarta dan Surakarta ada tembakau Vorstenlanden, sebutan tembakau yang di tanam di tanah raja raja Jawa untuk bahan baku cerutu.
    Lombok Nusa Tenggara, adalah penghasil tembakau virginia terbesar di indonesia, tahun 2011 menhasilkan 45.000 ton, menyumbang hampir 90% kebutuhan virginia nasonal.
    Kota Kediri menjadi penerima Dana Bagi Hasil tembakau (DBHCHT) terbesar di tanah air.di tengah pro kontra , banyak daerah menikmati pendapatan dari industri tembakau.
    Dari industri tembakau tahun 2011 telah memberi kontribusi cukai ke negara sebesar Rp.73,252 triliun, ini baru uang yang di dapat dari cukai, belum uang yang di beredar di masyarakat yang terkait tataniaga industri tembakau. pendapatan negara dari hasil tambang pada tahun yang sama hanya sebesar Rp.13,77 triliun.

    • NURMANIHSAN says:

      Mas Suli, angka yg mas sebut 73,252 adalah angka target, bukan realitas.
      padahal tahun 2012 saja, penerimaan negara cuma 55 T. Tapi biaya ekonomi karena aspek kesehatan sampai 231,27 T.
      Coba kita bandingkan dengan pengeluaran masyarakat akibat rokok tsb
      Menteri Kesehatan, Dr Nafsiah Mboi menilai justru negara dirugikan dari peredaran dan penggunaan rokok dalam aspek penerimaan negara.
      Rokok/tembakau di Indonesia pada tahun 2012 menyebabkan pengeluaran sebesar Rp 231,27 Triliun. Sementara pendapatan negara dari dari cukai tembakau hanya Rp 55 Triliun.
      Pengeluaran tersebut antara lain pembelian rokok Rp 138 triliun, biaya perawatan medis rawat inap dan rawat jalan Rp 2,11 triliun, dan kehilangan produktifitas karena kematian prematur dan morbiditas dan disibilitas sebesar Rp 91,16 triliun.
      Besarnya biaya pengobatan adalah untuk mengobati penyakit-penyakit yang muncul akibat tembakau. Diantaranya penyakit pernapasan, jantung, pembuluh darah, stroke, kanker dan gangguan janin.
      belum lagi penyakit2 lainnya akibat rokok tsb.

      Menurut pendapat sy, dari 3 pemain utama rokok di indonesia saja, begitu banyak uang yang “diperas” dari rakyat begitu besar.

      1. PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA), emiten rokok dengan kapitalisasi pasar Rp 4,1 triliun

      2. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) kapitalisasi pasar Rp 230 triliun

      3. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kapitalisasi pasar Rp 94,8 triliun

      Belum lagi pabrik2 rokok lokal.

      Bisa2 mencapai 350 – 400 Triliun/tahun uang rakyat disedot cuma buat beli/dpt asap rokok. Luar biasa bukan? tks

  9. musaffak says:

    numpang nimbrung… sptinya banyak yang kena nih, juga saya. tak taulah mungkin sudah jadi budaya petani. saat ngaso/istirahat di pinggir pematang sambil ngobrol dengan rekan sejawat petani yang disuguhkan ya.. rokok. meskipun petani yang bersangkutan cara bertaninya ramah lingkungan. saya ngaku pak nurman..trims

  10. avi says:

    Masalah petani organik dan rokok sy walk out lah,nanti malah jd sensitif.Sy ambil contoh kultur masyarakat lingkungan saya saja,dlm acara hajatan apa saja tembakau/rokok itu sangat sensitif,bila tk menyuguhkan rokok akan jd gunjingan masyarakat,pekerja2 sy jg kabur kalau tk dikasih rokok per harinya pd hal sy membayar 2.500 lbh tinggi dr yg lain.Mereka lbh memilih sebatang rokok yg cm harganya 1000 rupiah.Pernah ada pekerja yg komplain ke saya ia bilang “nek ning sawah ra dikirim mangan ra opo opo,iso sangu dewe sing penting dikirim rokok wae” sejak itu sy menjaga perasaan dan keinginan mereka takutnya nanti mereka mogok kerja sy yg repot

  11. ipunk says:

    Bondowoso,mirip tempat mas avi,tadi pagi saya kena semprot pekerja..”1 batang rokok gak kira ngabisin 1ha”.rokok..rokok..ayo balik neng pertanian maning para master..biar tanamanya pada sehat semua dan tentunya bondowoso menunggu giliran 17t/ha,sementara masih 2,77t/180da inpari13.

    • avi says:

      ayo semangat terus mas ipunk,dg penyehatan lahan sy yakin bondowoso akan mampu berproduksi maksimal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s