PETANI DI SURGA

PETANI SURGA YANG PANEN CEPAT
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Bertani ada proses tumbuh

Bila kita menabur benih padi, sebelumnya ada proses yang harus dilalui. Pertama, kita cuci benih tsb, kita pilih benih yang bernas. Kemudian kita rendam. Setelah 24 – 36 jam, benih tsb kita peram.

Setelah keluar “calon tunas”, kita sebar ke tempat persemaian. Selanjutnya ada proses yang dilalui oleh tanaman tsb. Singkatnya, sebagian besar varietas padi, setelah melewati 105 – 125 hss akan panen.

Umur varietas padi

Kalau kita cermati, dari tahun  ke tahun, usia tanaman padi akan semakin genjah. Sekarang ini, usia genjah padi sekitar 102-104 hst, seperti inpari inpari 18 (102 hss), inpari 13 (103 hss), inpari 19 (104 hss) dan inpari 20 ( 104 hss).

Varietas sangat-sangat genjah : padi silugonggo

Saya bayangkan, sepuluh tahun ke depan, bisa saja banyak tanaman padi umurnya sekitar 90-95 hss. Bahkan  bisa di  bawah 90 hss.

Mengapa banyak? sebab ada juga umur padi yang usianya 85-90 hss yaitu padi silugonggo. Bahkan padi ini telah dilepas pemerintah tahun 2001.

Adakah yang punya benih padi silugonggo ini, kalau ada saya mau beli atau kita bisa barter,,,

Benih padi 60 hss

Mungkinkah ada benih yang usianya 60 hss ke depannya ? perlu berapa puluh tahun benih tsb dapat direalisasikan?

Jawaban saya: semoga saja dapat terwujud,,,

Saya pribadi tidak kaget bila ada benih padi yang umurnya 60 hss. Bahkan bila umunya 30 hss, saya juga tidak kaget.

“kenapa tidak kaget, pak?”

” sebab saya membaca Hadist Nabi Muhamad SAW”

” hadist nabi?”

” ya, hadist nabi”

Ada hadist yang bercerita tentang petani di surga, petani ini ingin bercocok tanam di surga.

Simaklah hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari berbincang dengan para sahabat sedang di sisi beliau ada seorang badui.
 
Beliau berkata: “Bahwasanya ada seorang penghuni surga yang meminta izin kepada Rabb-nya untuk bercocok tanam.
 
Maka Allah berkata kepadanya: “Bukankah kamu telah memperoleh apa yang kamu kehendaki?”
Dia menjawab: “Betul, tapi aku suka bercocok tanam.”
 
Rasulullah kemudian bercerita :”kemudian orang tersebut menaburkan benih, dalam sekejap mata dihadapannya benih itu telah menjadi tanaman yang matang dan siap dipanen. Hasil tanaman tersebut terkumpul menggunung”.
 
Lalu Allah berkata: “Ambilah wahai anak Adam, sesungghnya tidak ada yang bisa membuatmu kenyang!”
 
Orang Badui berkomentar: “Demi Allah, aku tidak mendapati petani tersebut kecuali Orang Quraisy atau Orang Anshar, karena mereka adalah orang-orang yang suka bercocok tanam.”
 
Mendengar perkataan orang badui tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa. Hadits ini Riwayat Bukhari.
 

Jadi, di surga nanti, ada benih yang begitu ditebar/disemai, maka saat itu juga proses pertumbuhan akan berjalan sempurna. Dan langsung bisa dipanen. Luar biasa bukan?

Jadi, Allah SWT punya teknologi yang Maha Sempurna !!!

Siklus tanaman padi

Kalau kita berbicara tentang tanaman, ada proses pertumbuhan yang akan dilalui oleh tanaman. Dari sebutir benih, kemudian tumbuh menjadi tanaman. Akhirnya tanaman tsb panen, sambil meninggalkan benih-benih baru buat makhluk lain. Dan akhirnya tanaman tsb akan mati. Begitu seterusnya,,,

Demikian juga kita sebagai manusia, akan sama seperti tanaman padi. Cuma kita berumur lebih lama saja. Tapi pada hakekatnya akan meninggalkan dunia ini.

Apa yang kita bawa dan kita tinggalkan di dunia ini? yang  jelas amal perbuatan kita. Karena kita sebagai petani, maka cara bertani kita harus benar-benar kita perhatikan. Minimal cara bertani kita, tidak merusak lingkungan. Tidak merusak alam sekitar kita,,,

Jadilah hamba yang bersyukur

Dari urain di atas, seharusnya kita sebagai hamba Allah SWT harus banyak bersyukur. Begitu banyak keni’matan yang Allah berikan kepada kita.

Ketika panen berhasil dengan baik, adalah keni’matan yang kita rasakan. Dan nantinya setelah kita meninggalkan dunia ini, ternyata bila kita masuk surga ( Ya Allah, mudahkanlah kami menjadi penghuni surgaMu. Amin ) kita bisa jadi petani lagi.

Petani yang luar biasa: sekali sebar benih, beberapa saat langsung kita panen !!!!

 

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, AGAMA. Bookmark the permalink.

24 Responses to PETANI DI SURGA

  1. pak barus says:

    Mas Nurman pernah denger padi jepang, Pak Mardi Yuwono dari daerah purwokerto mengatakan bahwa umur 30 hari sudah berbulir, sehingga tidak sempat beranak banyak, hanya saja kelihatannya padi ini lebih cocok untuk dataran tinggi

    • NURMANIHSAN says:

      Trima ksh infonya Pak Barus,
      padi jepang pernah dengar sih, tapi kalau umur 3o hari ( setelah sebar atau setelah tanam pak ?) baru dengar. bgm dapatkan benih tsb pak?tks

      • pak barus says:

        maaf, ralat sedikit, setelah saya baca postingan Pak Mardi di salah satu groups, ternyata bukan tidak sempat beranak banyak, tapi justru “tidak sempat beranak”
        nanti coba saya kontak ke Pak Mardi, mudah-mudahan dia bisa sharing info tentang padi jepang yang beliau tanam. Dulu Pak Mardi juga pernah minta benih padi bunda, tapi waktu itu saya dah gak punya lagi
        sedikit info, waktu saya konsultasi kepada salah satu pengamat hama di daerah sampang-cilacap, mereka juga tanam padi jepang, hanya saja waktu itu saya juga tidak menanyakan secara detail tentang padi jepang tsb, karena waktu itu saya belum tahu ada sesuatu yang istimewa dari padi tersebut

  2. santri.517 says:

    kami punya benih perkawinan bawah (benih+akar rumput+serai+pandan) dimana padi berakar rumput,memecah anakan spt serai dan beraroma pandan.penemuan guru dipondok.semoga petani,bangsa,negara,dan agama terangkat

  3. santri.517 says:

    kami punya benih hasil perkawinan bawah,(benih+,akar rumput gajah+serai+pandan) penemuan guru dipondok.dimana padi berakar rumput,membelah anakan spt serai dan beraroma pandan. hasilnyapun bisa diatas 15 ton/ha.semoga petani,bangsa,negara,dan agama terangkat

    • fahmi says:

      bisa disebutkan ciri-cirinya mas santri, misalkan jumlah anakkan, panjang malai, banyak bulir gabah per malai, bentuk gabah, tx

      • santri.517 says:

        anakan 80 ,tanam satu-satu.jumlah butiran 300..dibuat anakan 40 ajadg jarak 30 x 30 sudah sipp.kita dipondok pernah menghasilkam diatas 25 ton/ha.nanti sy emailkan.android sy sering trouble

  4. suli says:

    Ass, mas /pak santri santri….
    Mas yuri….bukankah ini padi jawaban dari mas yuri sewaktu melintas di jalan antara wates-jogja sewaktu perjalanan ke mboyolali ???? memang tidak ada yang tidak mungkin…hmmmmm. kaya kedelai hitam setelah 85 tahun ,lahir kedelai hitam genjah…..hmmmmm

    • santri.517 says:

      insyaallah kita bisa swasembada,asal pemerintah support utk negara dan rakyatnya

      • fahmi says:

        Mas santri tinggal dimana ya?
        bisa dpt hasil 15ton/ha, cara budidaya apa yg digunakan? bisa berbagi kepada kami2 ini?tx. ditungggu jawabanya banget

      • santri.517 says:

        pondok dimojokerto, tanam sesuaikan keadaan, gunakan tapin atau tabela.yg jelas tanam satu-satu.gunakan pupuk organik..sy di 085854060988

      • Wanto says:

        25 ton/ha ..???? GUBRAKKK ..!!! bisa semaput aku kalo bisa menghasilkan segitu. saking senangnya. di daerahku hasil 10 ton/ha aja dah dibilang sangat bagus. tapi kalo ada yg bisa menghasilkan segitu, tlg di share disini bgmana cara budidayanya dan nama varietas tsb. syukur2 kalo dah ada benihnya, sya berminat skali, walaupun cuma 1 malai jg gak papa. bisa tolong dibantu benihnya mas/pak santri ..???

    • Aku melu… Hmmmmmmmm ??????

  5. efendy manan says:

    Assalamualaikum Mas Santri…Kalau pondok mas ada di Mojokerto lokasinya dimana?kebetulan rumah saya di Pasuruan jadi tidak terlalu jauh dari mojokerto…jika tidak berkeberatan sy ingin lihat pertanamnnya..sehingga bisa nanti kita posting di Oksi Pertanian deskripsinya…insyaAllah jika memang unggul tentu rekan2 petani sangat terbantu dalam meningkatkan hasil panen…

  6. @Santri.517. Coba di jelaskan lebih rinci deskripsi tanamannya termasuk umur dan bentuk gabah,,dan juga cara budidayanya…. serta kelemahannya…

  7. cantrik says:

    Jam segini biasanya santri pondok lagi bandungan. nggelar tikar sambil menyimak.

  8. cantrik says:

    Jadi inget pernah bercanda sama mas Yuri… jawaban atas masalah kondisi sawah yang airnya ekstrim adalah varietas silangan eceng gondok dengan padi. kalau silangan dengan serai mestinya cocok di lahan kering.😉

    • Tahun 5000 nanti ada padi dengan karakter seperti eceng gondok…..😀

      • santri.517 says:

        padi tumbuh awalnya dari bawah,setelah itu seperti serai pecah diatas dari dua ke empat dst sehingga anakkan lebih banyak.sedangkan akar padi dan rumput sama2 serabut,tetapi rumput gajah lebih tebal shg diharapkan tdk cepat roboh..sungkan rek aku ama yg punya bloq…maafin ya

  9. Tono says:

    Ada-ada saja… Kira-kira dong kalo nulis. Jgn asal nulis? Kalo tulisan kita benar bisa membawa berkah yg luar biasa. Nah..Kalo tulisannya salah? Dosanya kebawa sampai mati lho pak? Misal nich. Ada varietas A menulis potensi hasil /ha, dgn cara hanya mengkonversikannya dari Hasil demplot ke luas /ha. Ini aja Belum tentu hasil realitanya dilahan, bisa sesuai dgn könversinya. Sebab Semakin luas lahan garapnya, semakin besar pula kemungkinan kita, untuk tidak mampu merawat tanaman secara intensif. Misal, Lahan garap kita 0,5 ha. kita sendiri masih bisa teliti dalam 4m. Yaitu menyemprot, menyiangi,memupuk dan mengairi. Na kalo lahan yg digarap 1,5ha. Mungkin ndak kita sendiri bisa melakukan 4m? Paling2 jg sewa tenaga.. Makanya hasil konversi kadang2, tdk sesuai dgn realitanya. Please pak.. Hati2 dalam berpromosi. Bukannya menyalahkan, tapi sbg sesama tani, saling mengingatkan itu lebih mulia.

  10. Tono says:

    Maaf pembaca semuanya. saya juga promosi produk nich. Bagi yg berminat, ndak usah menghubungi saya. Karna bpk2 bisa membuatnya dirumah sendiri. Banyak cara & bahan untuk membuat mol. Tetapi Hasil Mol terbaik dlm catatan dilahan saya sendiri, yg saya buat, dan saya aplikasi di mt3 ini adalah lengkuas,kunyit, jahe, temu lawak, temu ireng, gadung, buah maja, daun sere, daun babandotan, daun kemitir, daun sirsat, buah nanas, ampas jus (apel,tomat,wortel,pepaya). Perbandingan bahan 1:1. semua bahan digiling jadi satu dan di didihkan dalam tong dgn alat pemanas air listrik. Sudah dingin, tambahkan gula 2grm/liter, urine sapi 100 liter, air kelapa 2 galon, dekomposer bisa buat sendiri : dgn susu sapi segar 2liter, kepala ikan/terasi secukupnya, usus ayam/ikan, gula (sesuaikan dgn air), ampas parutan nanas air kelapa 5-10 liter. Kalo ndak ingin repot, beli aja em4 1 s/d 5 botol sesuai selera. Tutup rapat tong dgn tambahan saluran selang tuk buang gas yg dimasukkan pada air. Tanda jadi bila gelembung tdk keluar lagi. Bila ingin lebih muantab, tambahkan primanu (maaf p.efendy, pinjam nama), atau yang sejenisnya. Modal jika bahan2 beli semua skitar 500rb. Setelah jdi, mol tsbt Cukup untuk berapa hektar, belum pernah mencoba. Karna smua diatas kami buat patungan 5 orang. Luas masing2 lahan 0,5ha+0,5ha+0,72ha +0,25ha+0,30ha. Itu aja masih sisa banyak. Bagi yg berminat hubungi penjual bahan2 tsbt. Dan silahkan membuat sendiri. Tetapi tiap tempat, tentunya berbeda struktur tanah, ph, cuaca dll. Bila ingin maksimal, sering2lah membuat mol, dan catatlah bahan apa saja yg baik dilahan anda. Lakukan dan lakukan hingga ketemu yg terbaik.

  11. cahyo says:

    Ikut nyimak dulu ini, baru ngerti kalo ada kawin silang padi serai rumput gajah.

  12. rudy_heryady@hotmail.com says:

    Alhamdulillah memang ada..dari bebrapa teman/kolega sudah menanam, diluar pulau dikalimantan juga sudah mulai,sekilas info dibarabai (kalsel) alhamdulillah hasil demoplot 1 ha mencapai 10,8 ton/ ha.yg mana sebelumnya hanya kisaran 4 ton/ha..penaman dilakukan teman2 petani dan salah satu teman ppl, dan sudah didokumentasikan puka oleh Bapeluh/kadis barabai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s