BUDIDAYA PADI (2)

PEMAHAMAN TENTANG BUDIDAYA PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Di dalam aplikasi POC dari bayam cabut, ternyata mas avi memakai atau mencampur dengan isolat lain.

Berapa kira-kira isolat tsb ?
Mungkin ada yang jawab : 2-3 isolat kali
“wah masih jauh”
Mungkin ada yang jawab : 3-5 isolat kali
“wah masih jauh juga”
Mungkin ada yang jawab : 5-10 isolat kali
Ya udah, saya jawab aja deh : 32 isolat !!!
“hah, 32 isolat, yang benar aja,,,”
 

Ketika saya tanyakan isolat-isolat tsb ke mas avi. Dijawabnya: ini, itu, ini, itu, dll. Ada sekitar 6-7 isolat yang dikemukakan. Tapi karena nga konsentrasi saya nga tulis.

Nah, sekarang kalau berkenan, saatnya mas avi menjelaskan bagaimana cara membuat MOL/POC menurut versinya. Dan apa saja, isi 32 isolat tsb. Bagaimana Mas Avi,,,,

Atau apa nanti mau dijelaskan pas kopi darat, hee

Mungkin ada pertanyaan, mengapa pakai bayam cabut?

Itu juga yang saya tanyakan kepada mas avi.

Jawabnya : karena bayam cabut antara lain mengandung hara zinkum dan selenium.

Apa sih fungsi zinkum dan selenium ini bagi tanaman, khususnya tanaman padi?

Di eyang subur, ehh di eyang google, para pembaca bisa mencarinya, khususnya apa fungsi selenium bagi tanaman.

Saya sudah mendapatkan jawaban dari Mas Avi. Tapi tidak salah, kalau para pembaca ingin mendapatkan jawaban dari mas avi. Setuju kan para pembaca? hee

Ketujuh, Memakai mist duster

Dalam proses penyemprotan mas avi menggunakan mist duster. Dengan memakai alat ini, penyemprotan padi akan lebih cepat. Dalam 1 ha, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam.

Tetapi yang istimewa dari mist duster adalah yang air keluar dari alat ini. Air tsb dalam bentuk istimewa : air kabut.

Jelas partikel-partikel air ini sangat-sangat kecil. Hasilnya mudah masuk atau diserap oleh jutaan stomata yang ada dihamparan sawah.

“menurut mas, apa bedanya, penyemprotan mist duster dengan hand sprayer mas avi? apakah partikel-partikel airnya”

“ukuran partikel jelas beda mas, kalau mist duster bentuk kabut, tekanan keluar air hanya blower. Tapi kalau hand sprayer masih butiran halus,,,”

Kedelapan, Memakai perekat organik

Di dalam POC tsb ternyata ada rahasia lain. Atau tepatnya misteri lain. Apa misteri itu?

Menurut saya, dia pakai perekat yang agak unik.

Perekat apa yang dipakai mas avi?

“oh ya mas, dalam aplikasi POC tsb apakah ada unsur perekatnya ya?” tanya saya

“kalau perekat saya buat sendiri mas, secara organik mas” kata mas avi.

Kira-kira apa ya, isi dari perekat tsb?

Ketika mendapatkan jawaban dari mas avi, saya jelas agak kaget juga !!!

Mengapa? sebab isinya agak aneh.

Isi perekat tsb

Isinya : pake telur, lem kayu, bimoli (minyak goreng) dan perasan bunga lilin. perbandiangan 1:1:1:1. Untuk bunga lilin, bagaimana bentuknya, silahkan cari di eyang google.

Ternyata ada lem kayunya dan bimoli !!!

Nga kebayang di benak saya, mas avi pakai lem kayu. Sekali lagi : lem kayu.

Lem kayu tsb bisa merk fox, atau sejenisnya. Kadang juga pake merk lain, yang penting lem kayu.

“apakah perekat tsb (lem kayu) tsb tidak berpengaruh (menempel) pada alat mist duster atau POCnya ya?,  atau lem tsb di daun tidak bermasalah?” kejar saya lagi.

“dapat menempel kuat dan rata mas, tapi aman bagi stomata, kalau bahan-bahan tsb dicampur dengan POC bisa menempelkan hasil semprotan pada daun”

Untuk dosis sekitar 30 ml/tangki. Tapi diusahakan pakai telur bebek, sebab telur ini lebih kental dan tak mudah menguap kena panas.

Bersambung,,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BUDIDAYA PADI. Bookmark the permalink.

39 Responses to BUDIDAYA PADI (2)

  1. bahar says:

    met siang mas avi,nama saya bahar dari bojonegoro.selama ini saya hanya menyimak saja.kalo untuk membuat 1 liter perekat organik,butuh brp telur,minyak goreng,lem kayu,bunga lilin,dsbnya.mhn dijelaskan secara rinci.apa boleh tidak pakai bunga lilin?trims

  2. Agus siswoyo says:

    Kaget..tak terduga dan sakral…
    Itulah ilmu, semakin dalam digali semakin berkembang dan membuka wawasan.
    Pribadi mas navi yg santun, rendah hati, dan mau berbagi, sungguh mulia hati mas navi. Menjadikan dorongan semangat memajukan ‘n menyehatkan pola pikir petani indonesia.
    Go mas navi’udin.
    Salam bwt mbak tri dan krisna

  3. robi ramli says:

    assllm ……… saya ada dikit uneg-uneg mengenai perekat , apakah perekat ini nga menghambat penyerapan nutrisi melalui stomata ….?
    apa nga lebih baik tanpa perekat tapi spreyer nya dibuat lebih halus(pada mess 400 misal ) bukan nya akan lebih efektif …?

    • NURMANIHSAN says:

      wslm, trim mas ramli.
      secara logika sih, tidak menghambat sebab kan hasilnya begitu tinggi. kalau menghambat, hasil panennya pasti sedikit dong mas. tks

  4. cantrik says:

    sesuai firasat, ada sesuatu yang “njlimet bin rumit” ketika tertera angka 17 ton dll.. firasat semakin kuat ketika memasuki pembahasan mikoriza dan agrobio. nah sekarang terjawab sudah segala firasat, isolat oh isolat. tadi siang ketika empunya blog kasih kisi kisi jumlah isolat, ada penasaran sekaligus keengganan baca thread budidaya padi,..ala mas Avi. Tapi ini adalah ilmu, tidak akan mubazir.

    • Agung tembi says:

      betul pak cantrik….. untuk angka fantastis 17 ton/ha pasti ada perlakuan khusus dan perhitungan2 yg cermat. dan mas avi mampu dan mau mempraktekkan ilmunya. trim’s mas avi atas sharing ilmunya dan pak nurman yg telah memposting tulisan ini, semoga menjadi pahala buat mas avi dan pak nurman. amin.
      untuk daerah saya di bantul, yogya dengan hasil 9 ton/ha sudah dibilang bagus. hasil antara 10 s/d 12 ton/ha sudah dibilang istimewa, apalagi 17 ton/ha …. wah bisa menjadi berita besar ….

      • NURMANIHSAN says:

        Trim Mas Agung,
        proses tulisan tsb, tidak langsung “jadi” butuh wkt hampir 1-2 bulan, agar data-data yang berserakkan dapat disusun. data-data tsb bisa dr telp langsung, sms, dan email.
        Prinsip saya: agar para pembaca/petani dimanapun berada dapat mengambil manfaatnya.
        Sungguh indah betul, bil ada ilmu yang disebarkan bagi orang lain. Memang seharusnya begitu kan mas avi.

        Oleh sebab itu, saya mengharapkan banyak petani yang mendapatkan hasil dikisaran 8-12 ton/ha, bisa memberikan informasi/share ilmu kepada pembaca lain.

    • NURMANIHSAN says:

      Betul pak cantrik, makanya saya ingin membahas lbh lanjut dan menerangkan secara mendetail proses budidayanya, agar bisa dipahami mengapa dapat angka 17 ton/ha ini. tks

  5. suli says:

    Mantap sekali….mas avi
    Mas cantrik ini pertanian yang sebenar benarnya, nah ini baru cocok

  6. avi says:

    untuk perekat organik itu tk menghambat penyerapan nutrisi melalui stomata mas krn mudah didegradasi alam,dlm penggunaannya pun harus diperhatikan agar tk terjadi pemborosan biaya,sy hanya memakai perekat jika cuaca akan turun hujan atau terlalu panas

  7. avi says:

    trimakasih mas agus jgn terlalu memuji,jgn kapok main kerumah sy ya mas.Hati saya sangat kagum saat melihat mas agus yg msh sangat muda mau terjun ke pertanian krn umumnya skr anak muda pada gengsi nyemplung kesawah

  8. Memang tak ada sesuatu yang bisa di dapat hanya dengan santai dan ungkang ungkang kaki seperti kebanyakan petani di tempat saya,,semua pasti butuh kerja keras,disiplin dan juga ilmu yang tepat,,,untuk hasil yang maksimal tentu di butuhkan usaha yang maksimal juga,,Yang perlu kita lakukan adalah memupuk semangat untuk bertani dengan cara yang tepat,usaha yang optimal dan tentu dengan target hasil yang maksimal juga,,,Saya sangat berterimaksih kepada OKSIGEN PERTANIAN ,karena dari blog inilah saya yang cuma petani ndeso bisa berkenalan dengan orang orang hebat,para ahli dan juga pakar pakar pertanian sehingga membuat saya sangat semangat untuk bisa bertani,, semoga persaudaraan bisa tercipta lewat blog ini,,banyak ilmu yang bisa di manfaatkan,ada pakar yang siap membantu,ada ahli biologi yang terbuka membagi ilmunya dan banyak lagi, Mari kita bangkitkan pertanian indonesia,tak ada sesuatu yang tak mungkin,tak ada sesuatu yang mustahil, Mari kita niat sama sama untuk bisa panen padi 17 ton/ha ,Semoga Allah memudahkan jalan kita,,,, Amiiiin

    • cantrik says:

      Semangat sekali. Besok besok bikin kopinya yang pahit ya.. Matursuwun jamuan dan benihnya.. Monggo diolah isolatnya, jangan dihabisin. Sisanya kapan2 ta ambil. Itu mas avi dicarikan teman di kawunganten aja, kalau banjarsari kejauhan.

      • avi says:

        walah mas cantrik,sudah jam 2 kok kabur pulang,sorenya sy start pulang ambil rute kebumen dan mampir dirumah Pak purnomo,krn hujan lebat jam 10 mlm sy baru start lg menuju kendal dg dibekali padi dr pak pur,ada ketan orange yg sy bawa 2 bulir,1 ikat padi indonesia raya,ada jg beberapa bulir padi melati dll.Sebenarnya mau membawa padi merah wangi tp udah dibawa orang jogja

      • He..3x,Harus semangat sesuatu yang di lakukan tanpa semangat maka hanya akan jadi cerita yang tak berarti,,sorry mas habis ngga pernah bikin kopi dadine yo kurang pahit..wkwkkwk, Lah wong dia bilang” ngges boga pamajikan” mun teu aya pamajikannya urang carikan,,,, hehe,,,, =D

  9. suli says:

    Pak Ihsan ….yang wajib punggung gunung salak, bisa naik dan turun lagi….
    Mas yuri….mantapka terus bertaninya, saya ambil kata kata pemilik peternakan kambing boer di kansas, AS ‘ saya benci untuk pergi tidur di malam hari dan saya tidak sabar untuk bangun di pagi hari ‘

  10. Ugi says:

    Amiiiin

  11. avi says:

    mas yuri matur nuwun atas suguhannya sy sangat kaget dg kondisi kesuburan lahan mas yuri yg msh sangat meyakinkan cuma lahan msh perlu penyehatan krn lahan meriang sebab tergenang air terus.PR buat mas yuri adalah bagaimana mencari solusi agar lahan mas yuri bs diatur pola pengairannya agar mendapat hasil yg dicita citakan

    • Makasih mas Avi atas kunjungannya,mohon maaf sekiranya sambutannya kurang berkenan,Saya sangat berterimakasih atas semua ilmu yang udah mas berikan ke saya ,,moga moga jadi amal baik dan semoga bisa saya praktekkan,,salah satu kesulitan saya memang untuk pengaturan air,,tapi Insyaallah mt 1 nanti saya coba praktekkan dengan lebih mempertinggi pematang dan juga di buat parit seperti yang mas sarankan. terus terang saya kagum sama mas masih muda tapi berlimpah ilmu dan mau berbagi dan punya perhatian kepada sesama petani walaupun jauh,Jangan kapok ya mas. Oh ya diam diam saya udah telusuri kawan mas dan udah ketemu orangnya,,,He 3x

      • avi says:

        waduh kok diselidiki jd intel dong,oya orangnya dirumah atau merantau mas,dah nikah blm skr?

      • he..3x udah menikah tapi di luar jawa,,atau mas avi mau cari di sini,Nanti tek carikan..he.he.he..

      • avi says:

        hehe mas yuri dan mas cantrik…kawunganten dan banjar sari…BUKAN KUMENGUNGKIT KISAH LAMA SEKADAR MENGGULIT KENANGAN,SECEBIS RINDU MENGHIAS KAMAR KEGELAPAN.Ah lupakan sajalah itu masa lalu skr nanam padi aja😛

  12. suli says:

    Mas Avi…
    we mantep benih benih dari pak purnomo ya…saya belum semua di kasih tau malah, atau karena saya yang masih ngalor ngidul ?? baru ketan hitam, IPB .kalau gini harus segera pulang kayaknya….

  13. cahyo says:

    Sebagai petani, saya sudah tentu terus2 update ilmu pertanian di berbagai kesempatan dan tempat. Namun jujur ilmu yang dimiliki mas Avi ini kayak ilmu dewa, detail, spesifik dan lengkap. Jadi penasaran dapat ilmunya darimana ya? Melihat backgroudnya di biologi itu wajar, tapi masih mudanya itu yang bikin keheranan. emang yang begitu itu diajarkan di kuliahan ya mas Avi? :O

  14. cantrik says:

    waktu itu sebenarnya saya masih betah mas, tapi menatap mata mas yuri nalar saya menekan perasaan betah. Kasihan mas yurinya dah ngantuk. Makasih benihnya, suguhan dan waktunya. Sayang acaranya agak mendadak, jadi datangnya malam.

  15. avi says:

    mas cahyo kalau dikuliah si cuman diajarkan teori dasar dan pondasinya,Pengalaman dan belajar dr kondisi alam serta masukan dr para petani yg mematangkannya.
    Kalau sy orangnya si beda jauh dr yg dibayangkan

    • NURMANIHSAN says:

      betul mas avi, teori dasar dan pondasi didapatkan, kadang juga tidak kok, hee
      bgm mana diajarkan, wong dosennya kadang (mungkin banyak juga) yang tidak menanam padi atau lainnya.
      Sebetulnya, kata beberapa pakar ( pak iqbal) teori cuma butuh beberapa jam, selanjutnya praktek.

    • cahyo says:

      Berarti memang aku perlu bersyukur bisa ngumpul di website ini dan bisa belajar dari teman2 semua. Kuliah saya di IT, blas gak ngerti tani. Sungguh mas, kerja di belakang komputer itu benar2 bikin stress. Enak jadi petani sering lihat hijau2an dan ketemu udara segar.

  16. Eko Aji S says:

    Betul Mas Cahyo, saya dah 9 Tahun di belakang meja
    butek, enakan kalau di rumah

  17. Parwito says:

    Mas Avi..untuk perekat alami ada orang di Desa Tanjungan, Mojokerto-Jatim ada yang menggunakan larutan lidah buaya meskipun yang digunakan herbisida kimia sintesis dan hasilnya efektif tetapi saya belum menggali detil takaranya. Saya bersyukur orang ini sekarang mulai menanam padi secara alami, mudah-mudahan pada pertemuan berikutnya, saya dapat menggali takaran yang digunakan.
    Terima kasih

  18. edi s. says:

    Mas, salam kenal ya. Saya dr kota tebas, kec.tebas, kab.sambas kalbar. Boleh nggak dikirim lewat email saya cara menanam padi lengkap sampe bisa menghasilkan padi sbyk 17 ton? Makasih sebelumnya

    • avi says:

      mas edi alamat emailnya apa insyaa allah sy bs kirim email

      • edi susilo says:

        ini mas email saya : e.susilo_says@yahoo.co.id, terima kasih banyak sebelumnya mas, maklum saya baru pemula dan kebetulan saya di “pinjemi” lahan kosong sebanyak 2 ha oleh teman saya yang sampe sekarang cuma jadi lahan tidur bekas ditanami pohon jeruk yg terserang CVPD………. SALAM HANGAT BUAT SELURUH TEMAN2 PETANI DIBLOG INI ……….ditunggu yaaa….. ….?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s