KETIKA BUAH JERUK JADI PAHIT

Percayakah anda, ketika buah jeruk yang rasanya manis, asam sekaligus menyegarkan bisa berubah rasa ? buah jeruk tsb menjadi pahit?

“kok bisa ya?”
“masa, apa bisa demikian?”
“mang, ada buktinya?”
“bisa jadi, kalau alam sudah rusak, apapun akan rusak, termasuk rasa buah”
“dulu, nasi nga gampang basi, tapi nasi-nasi sekarang gampang basi,,,”
“sekarang kan, hama dan penyakit semakin merajalela,,,”
“dst-dst”
 

Komentar-komentar di atas, bisa jadi, sebagian ada benarnya.

Saya melihat, ada poin penting di titik ini.

Apa itu ? Ada Kerusakkan di muka bumi

Bila alam telah rusak, bisa jadi akan timbul banyak hal yang tak wajar !!!

Bila ekosistem telah rusak, bisa jadi akan timbul penyakit yang aneh-aneh !!!

Dalam Islam, sangat jelas, banyak ayat yang menerangkan hal tsb,” kita dilarang membuat kerusakkan di muka bumi”.

Karena sebagian besar dari kita adalah petani, maka hakekat kerusakkan tsb dapat kita rasakan. Bila ekosistem sawah kita rusak, kita paham betul, akibat dari kerusakkan tsb. Sebab itu adalah kehidupan harian kita.

Tapi sebaliknya, bila ekosistem sawah kita sehat : senyum kebahagian akan hadir di bibir-bibir kita. Semoga,,,

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca tulisan ini:  Ketika Orange Florida Menjadi Pahit

Sudah lebih dari satu dasawarsa ini para petani orange di Florida Amerika Serikat tidak lagi bisa mengandalkan produksi orange-nya. Di negara bagian yang dahulu sempat mendeklarasikan orange juice sebagi minuman resminya (1967) itu, kini tidak banyak lagi orang yang mau minum orange juice  asal negara bagian tersebut. Mengapa ? orange yang seharusnya memiliki rasa khas manis-asem-segar, tiba-tiba menjadi pahit. Hal ini menghancurkan industri orange yang dahulunya bernilai US$ 9 Milyar !

Sejumlah peneliti di negeri yang mengaku adi kuasa itu-pun kelabakan untuk menjawab pertanyaan mengapa rasa orange mereka berubah menjadi pahit dan apa penyebabnya. Setelah bertahun-tahun dilakukan serangkaian penelitian oleh para ahli di perbagai bidang, akhirnya para ahli ‘menemukan’ perkiraan penyebabnya.

Suatu jenis bakteri tertentu – yang disebut Xanthomonas axonopodis, menyebar dengan sangat cepat melalui angin dan hujan. Bakteri yang kemudian menyerang jenis pohon-pohon jeruk ini menimbulkan penyakit yang disebut citrus canker (bukan salah cetak – memang penulisannya begini), penyakit inilah yang kemudian membuat rasa orange menjadi pahit.

Tetapi mengapa tiba-tiba bakteri Xanthomonas axonopodis ini bisa tumbuh dan menyebar dengan cepat dan dari mana asalnya ? Tidak semua pertanyaan bisa dijawab dengan pasti, tetapi para ahli hanya bisa berteori. Sejak dahulu bakteri semacam Xanthomonas axonopodis ini ada di alam, hanya dalam jumlah yang aman – sehingga tidak menimbulkan wabah penyakit.

Namun ketika iklim dunia berubah semakin panas, pertumbuhan bakteri semacam ini meningkat pesat. Kemudian ketika bakteri tersebut menemukan ‘makanan’ yang pas yaitu hamparan pohon-pohon jeruk di Florida, maka pertumbuhannya terakselerasi lagi secara eksponensial dan dari sanalah wabah citrus canker tersebut menghancurkan jutaan pohon jeruk di negara bagian tersebut.

Pemunculan dan penyebaran serangan penyakit dengan modus yang sama, sangat mungkin bisa terjadi untuk berbagai jenis tanaman lainnya, hewan ternak dan bahkan juga manusia. Maka para ahli mulai mengkawatirkan bahwa bersamaan dengan iklim bumi yang semakin panas, manusia juga akan kehilangan sumber-sumber makanan dan bersamaan pula dengan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit.

Lantas apakah dengan ini dunia sudah menuju titik akhirnya ?, menuju titik akhir tentu sudah pasti – karena bersamaan dengan berlalunya waktu kita pasti lebih dekat ke hari akhir dan bukannya menjauh dari hari akhir. Tetapi ini bukan berarti kita apatis menunggu hari akhir itu tiba. Justru dengan semakin jelasnya tanda-tanda itu, semakin banyak yang harus kita berbuat dalam waktu yang semakin sedikit – so much to do so little time.

Saya termasuk yang sangat yakin bahwa sebelum hari akhir itu bener-bener terjadi, dunia masih akan sekali lagi mengalami kemakmurannya. Ini berdasarkan kabar nubawah berikut :

” Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia tidak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai ” (HR. Muslim).

Jadi sebelum kiamat bener-bener terjadi, jangankan negeri yang kondisi sekarangnya subur seperti negeri kita ini – negeri arab yang sekarang gersang-pun akan kembali subur. Dan ini insyaAllah akan terjadi dengan ataupun tanpa peran kita untuk mewujudkannya.

Hanya saja dengan kabar yang begitu jelas dan meyakinkan, alangkah indahnya kalau kita bisa ikut berperan dalam mewujudkan kabar baik tersebut. Alangkah bijaksananya bila kita tidak tinggal diam atau bahkan bergerak ke-arah sebaliknya – yaitu terus berbuat kerusakan di muka bumi.

Konkritnya seperti apa ? bagaimana kita bisa menghentikan wabah penyakit terhadap tanaman, hewan dan manusia seperti pada modus citrus canker tersebut di atas ? Kuncinya ada di petunjukNya.

Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS 2:38).

Dengan mengikuti petunjukNya dalam segala aspek kehidupan kita, termasuk dalam hal bertani, beternak dan memelihara kesehatan misalnya – maka yang pertama ini akan menjadi perwujudan nyata bentuk keimanan kita yang membenarkan petunjuk itu dan sekaligus perwujudan ketaqwaan kita dalam mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya.

Dengan iman dan taqwa insyaAllah kita bisa memenuhi syarat akan dipenuhiNya janji Allah : “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS 7:96)

Yang kedua karena petunjukNya itu begitu jelas (QS 2:185) dan menjawab semua persoalan (QS 16:89), maka masalah-masalah detil teknis-pun sangat bisa diselesaikan dengan petunjukNya. Bagaimana mencegah wabah penyakit sejenis citrus canker tersebut di-atas-pun dapat dilakukan dengan langkah-langkah teknis berikut yang sepenuhnya berdasarkan petunjukNya.

1)     Jangan biarkan sedikitpun ada lahan terlantar, makmurkan dengan urutan tanaman biji-bijian, kurma, anggur dan setelah itu berbagai jenis tanaman lainnya (QS 36 : 33-36)

2)     Hutankan kembali bumi dengan kombinasi sejumlah tanaman-tanaman yang berdampingan dan yang diunggulkan (QS 13:4). Detail komposisi tanaman-tanaman tersebut pernah saya tulis dalam Kebunku Kebun Al-Qur’an (02/05/2013) dengan sejumlah ayat yang terkait.

Mengapa dengan dua hal tersebut di atas penyakit seperti citrus canker yang menghanguskan industri orange juice di Florida insyaAllah bisa dicegah ?

Pertama karena dengan peng-hutan-an kembali lahan-lahan gersang, iklim permukaan bumi akan kembali sejuk. Bakteri-bakteri yang ada di alam akan terjaga populasinya pada tingkat yang aman.

Kedua bakteri berbahaya yang sempat tumbuh-pun, tidak akan mudah menyebar di hutan tanaman pangan yang multi-culture atau poly-culture. Tanaman monoculture seperti hamparan kebun jeruk di Florida – itu ibarat penduduk kota bagi penyebaran penyakit, sekali satu kena – mudah menular ke yang lain karena kepadatan populasinya.

Sebaliknya tanaman multi atau poly-culture itu ibarat penduduk desa bagi penyebaran penyakit, satu dan yang lain berjauhan ( dibatasi pohon lainnya) sehingga tidak mudah terjadi penularan penyakit bila ada salah satunya yang kena.

Ketiganya ya itu tadi, bila kita mendasarkan seluruh sikap dan tindak kita pada petunjukNya, mudah-mudahan kita memenuhi syaratNya untuk menjadi penduduk negeri yang beriman dan bertakwa. Karena dengan memenuhi syarat inilah keberkahan dari langit dan dari bumi itu akan bisa kita peroleh bersama.

Maka sebelum ‘jeruk-jeruk’ kita-pun menjadi pahit, jalan iman dan takwa itulah yang memang harus kita tempuh. Jalan panjang mendaki nan sulit tetapi harus kita mulai, kita tidak punya jalan lain. InsyaAllah

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in AGAMA, SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

2 Responses to KETIKA BUAH JERUK JADI PAHIT

  1. efendy manan says:

    Ass mas Nurman…
    Betul sekali…kalau dulu penggerek batang belum menjadi wabah krn musuh alaminya masih mellimpah di alam..namun seiring makin banyaknya penggunaan pestisida kimia dalam waktu yang lama..musuh alami jadi musnah tapi hama penggerek makin resistent jadilah sekarang kita pusing menghadapinya…

  2. Parwito says:

    Kondisi ini memang sudah lama terjadi bi bumi kita tercinta, apalagi semenjak revolusi hijau dimulai (swasembada digalakkan) sawah tidak pernah berhenti bekerja dengan menampung segala penyakit dari pupuk kimia sintesis. Karean itu saya sangat salut dengan teman-teman yang sudah memilih kembali bertanam secara alami/ramah lingkungan atau menjadikan sawah sehat. Memilih jalan sunyi memang banyak tantangan tetapi saya yakin nantinya jalan sunyi (bertanam yang ramah lingkungan) akan banyak diziarahi dengan kesadaran-kesadaran demi mewujudkan kualitas pangan yang sehat dan kualitas lingkungan yang lebih baik. Dengan makan makanan yang sehat, maka kita akan berpikir sehat dan memberikan kontribusi yang sehat untuk semesta ini.

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s