MEMBUAT BAKTERI CAIR

MOL TAPE TEMPE
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Belum lama ini, ada komentar di blog ini yang membuat saya tertarik. Ini mengenai MOL. Saya sangat tertarik, bagaimana membuat MOL ala Pak Parwito. Cuma dalam bahasa Pak Parwito, MOL ini bisa disebut Bakteri Cair.

Mengapa saya tertarik ?

Pertama, cara pembuatannya mudah. Sebab memakai bahan-bahan yang mudah kita dapatkan atau mudah ditemukan diberbagai tempat.

Kedua, proses pembuatannya cepat. Sebab, dalam 3-4 hari proses pembuatan bakteri cair ini bisa digunakan/diaplikasikan ke tanaman.

Ketiga, mamakai bahan-bahan yang sudah “jadi”. Bahan-bahan yang saya sebut sudah jadi antara lain : tempe, tape dan yakult/yoghurt.

Keempat, memiliki multi fungsi

Kelima, dst dst

Berikut ini adalah bahan, alat dan cara pembuatan “Bakteri Cair” yang dibuat oleh Pak Parwito.

Bakteri Cair merupakan salah satu alternatif untuk mengolah limbah cair rumah tangga secara biologis yang ramah lingkungan.

Teknologi ini lahir karena keprihatinan atas bahan yang digunakan untuk mengolah limbah masih sulit terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Sementara, bakteri cair ini menerapkan 3 M, yaitu :
• Mudah didapatkan
• Murah harganya
• Memanfaatkan potensi lokal

Cara pembuatan bakteri cair untuk 1 galon :

No. Bahan Peralatan
1. Tempe ¼ kg Galon 1 buah
2. Tape singkong 0.5-1 Kg Baskom 1 buah, blender
3. Air tebu 1 ½ lt/Gula Pasir/Gula merah 1 kg/ molase 5-10 sdm Plastik 1 buah
4. Air ¾ galon (air isi ulang/air sumur) Karet gelang 1 buah
5. Susu fermentasi (Yakult,Yoghurt , dll): 3 sdm atau setengah botol Sendok makan

Tahapan kerja :
1. campurkan tempe dan tape hingga menyatu di dalam baskom
2. buat kepalan dari campuran tempe dan tape, lalu masukkan ke dalam galon yang telah terisi air (sebaiknya air mineral isi ulang atau air sumur, bukan air PDAM)
3. masukkan air tebu/gula/molase ke dalam galon, lalu tambahkan 3sdm yoghurt
4. kocok galon agar kepalan campuran tempe dan tape dapat menyebar rata
5. tutup galon dengan plastik yang dimasukkan ke dalam mulut galon, palstik ini akan menggelembung bila bakteri di dalam galon telah bekerja aktif (biasanya 3-4 hari)
Catatan: Cara pembuatan bisa juga dengan cara tempe, tape, susu fermentasi dan gula diblender dengan tujuan agar bahan mudah diaduk dan tercampur merata tanpa harus melakukan pengocokan ketika sudah dimasukkan dalam galon.

Cara penggunaan :
Siramkan bakteri cair 2 tutup botol minuman mineral ke saluran drainase (selokan, sumur, kamar mandi, kloset, wastafel) setiap hari

Manfaat :
1. meningkatkan kualitas air (bakteri menguraikan kandungan di dalam limbah yang
merugikan)
2. dapat sebagai pupuk cair (1 liter bakteri cair + 10 liter air sumur)
3. pestisida organik
4. menghancurkan padatan kotoran pada septic tank jika sudah penuh
5. mengatasi bau pada saluran

Catatan :
1. ciri-ciri bila bakteri ini masih bagus adalah aromanya menyerupai tape
2. untuk pembuatan bakteri cair berikutnya, ambil 1 gelas bakteri cair sebagai starter, lalu
lakukan tahapan kerja yang ke-3 dan ke-4
3. sudah diaplikasikan sejak tahun 2005 dan digunakan oleh petani alami untuk pupuk cair ketika padi mulai meteng, mrantak dan padi mulai menguning (berfungsi sebagai SCOR alami). Terima kasih

Saya pribadi sudah membuat bakteri cair ini, cuma ada bahan yang saya tambahkan dan atau saya ganti.

Bahan yang saya tambahkan adalah isi buah maja 1-2 butir. Lebih bagus lagi, isi buah maja yang sudah berwarna hitam, kemudian  diblender. Dengan demikian, gula pasir/gula jawa akan berkurang 1/2 dari dosisnya.

Kemudian yakult/yoghurt saya ganti dengan POC merk tertentu.

Hasilnya, setelah diaplikasi ke tanaman padi, pertumbuhan tanaman padi lebih sehat. Bahkan ada beberapa petak tanaman yang terkena hama dan penyakit, setelah diaplikasikan pupuk cair ini, bisa tumbuh kembali dengan baik.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in MENGENAL MIKROBA, MOL, SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

44 Responses to MEMBUAT BAKTERI CAIR

  1. cantrik says:

    Mengenai manfaat, poin no 3 bisa lebih diperinci pak?

  2. Agus siswoyo says:

    Maaf nanya…
    Pupuk dan pestisidanya berasal dr bahan yg mana ?
    Tempe kah ? Trus kira2 kandungan pupuk dan pestisidanya apa aja untuk apa aja …
    Setauku gula merah sbg sumber makanan, yakult sumber bakteri hidup, air sumur media, tape sumber bakteri, tempe hasil fermentasi, mohon koreksinya…

    • NURMANIHSAN says:

      Pupuk adalah makanan tanaman.
      “makanan” disini bisa berasal dari bahan/MOL yang disemprotkan ke tanaman kemudian masuk ke dalam daun. Dan langsung diproses dengan bantuan matahari
      MOL yang jatuh kedalam sawah pun, karena ini adlah makhluk hidup maka tugas mereka adalah menguraikan apa saja, bisa jerami, dedaunan, pupuk kandang, dll. Ini pun akan menjadi makanan bagi akar tanaman.

      Pestisida secara prinsip adalah zat/bahan untuk mengusir/membunuh/dll sesuatu, baik itu hama/penyakit yang tidak kita kehendaki.

      Secara kasat mata, memang membuat pupuk bakteri cair dengan cara diatas -tanpa buah maja- tidak mampu mengusir hama yang kita kehendaki. Misalkan pupuk cair ini kita semprotkan ke belalang bisa saja belalang tidak kabur.
      Atau bisa disemprotkan ke walang sangit, memang walangnya tidak kabur. tapi bisa jadi, MOL yang kita semprotkan karena manis akan menjadi “makanan” walang sangit.
      Merubah haluan walang sangit yang tadinya akan memakan “padi susu” ke MOL yang kita semprotkan merupakan prinsip pestisida.

      Atau bila kita membuat MOL ini dengan mengganti total gula pasir dengan buah maja akan menjadi pestisida nabati.

      Kita digudang atau suatu tempat ada yang bau kotoran tikus, cobalah semprotkan MOL ini, dalam waktu yang tidak lama, maka bau kotoran tikus akan hilang. Sebab MOL ini bisa menjadi “pestisida nabati”. Itu artinya, bakteri/jamur yang ada dikotoran tikus berhasil dibunuh/diusir oleh bakteri MOL ini. Ini adalah prinsip pestisida. Ini memang tak terlihat oleh mata, tetapi keberadaannya dapat kita rasakan

      Bukankan prinsip ini bisa berlaku di sawah-sawah kita, dengan proses penyemprotan yang berkala, tanpa kita sadari/lihat, bakteri2 yang hidup tsb sedang bertarung membunuh/mengusir bakteri/jamur yang ada di sawah kita. Semoga. Amin

  3. SUTOPO says:

    YA PAK KANDUNGAN BACTERI APA SAJA?

  4. SUTOPO says:

    YA PAK KANDUNGAN BACTERI APA SAJA?..

  5. Parwito says:

    Terima kasih Mas Nurman atas pemuatan tulisannya dan terima kasih juga saya sampaikan kepada mas Cantrik dan Mas Agus Siswoyo. Untuk fungsi nomor 3 (sebagai pestisida organik) diralat tetapi lebih berfungsi sebagai POC karena dari pengalaman kami keika dipakai untuk dicobakan pada tanaman padi bisa menambah dari anakan dan ini sudah dicoba di teman -teman tani desa Ngunut, Leran, Sukoharjo (Bojonegoro) mulai tahun 2011. Sebelum melakukan aplikasi POC tersebut terlebih dahulu sawah sudah menggunakan bahan-bahan organik berupa pupuk kandang, hijauan dari jerami padi.

    Menurut kami memang tidak langsung sebagai pupuk tetapi bakteri yang ada berproses karena ada media organik tersebut sehingga bakteri-bakteri yang tidak menguntungkan semakin sedikit dan tanah semakin kuat menyerap unsur hara, kandungan oksigen semakin banyak, tanah semakin gembur dan air tidak mudah hilang. Dengan demikian tanaman semakin mudah berkembang.

    Bakteri cair ini mulai diaplikasikan di kampung kami sejak 2005 dan lebih banyak digunakan untuk pengelolaan limbah cair rumah tangga dan informasi manfaat (di luar nomor 3) juga dari pengalaman warga yang sudah mengaplikasikan. Kalau di petani sendiri baru dimulai tahun 2011.

    Kai akan sangat senang bila teman-teman yang ahli bakteri barangkali bisa menjelaskan secara spesifik dari bakteri yang ada dalam bakteri cair tersebut (selama ini kami menyebutnya bakteri cair).

    Terima kasih

  6. hery says:

    setahu saya, susu fermentasi (yakult, dan sejenisnya ) seperti tercantum dalam kemasan mengandung lactobacilus (bakteri asamlaktat). mungkin tempe dan tape mengandung jamur, sewaktu pembuatan juga mungkin berkembang bakteri-bakteri baik juga. semuanya itu baik buat manusia jd baik juga tentunya buat tanaman.

  7. cantrik says:

    Maturnuwun curahan ilmunya pak. Di tempat saya ada petani tua yg tidak memakai pupuk kimia, bahkan pesnab pun tidak. Hanya mengandalkan kompos, limbah dapur dan hijauan, serta MOL. Tanaman padinya unggul.

  8. Agus siswoyo says:

    Mungkin ini tergolong pupuk hayati/decomposer/pupuk organik cair POC tanpa hara tapi ber-mikroba…
    Setau saya kan POC ada yg POC dg kandungan hara, POC dg hara dan ber-mikroba, POC tanpa hara tapi bermikroba ato tepatnya pupuk hayati/decomposer, mungkin ada POC yg laennya…
    Contoh mol bonggol pisang termasuk POC dg kandungan hara dan bermikroba…jd aplikasinya gk boleh mix dg bahan kimia…
    Mohon koreksinya…

  9. ipunk says:

    Bondowoso menyimak…praktek pembuatan sudah berjalan 1hari.trima kasih banyak p.parwito.mohon do’anya agar bakteri cairnya selamat sampai tujuan..

  10. Parwito says:

    Terima kasih pak Agus, memang bakteri cair ini lebih banyak kami gunakan untuk mempercepat dekomposisi sampah baru terutama dari sampah rumah tangga untuk mengurangi bau tidak sedap dan efektif dalam pematangan kompos. Terima kasih mas Ipunk..semoga bakteri cairnya jadi dan kalau sudah jadi aromanya seperti legen/tuak.

    • NURMANIHSAN says:

      Pak parwito,
      Bakteri cair saya: dah jadi.
      Sy pakai tape + tempe + air sedikit, sy blender, sy masukkan ke galon.
      kemudian sy blender jg 1 butir isi buah maja yang sudah hitam. Dan dimasukan ke galon.
      Gula pasir 1/4 kg saya larutkan dan dimasukkan ke galon
      Terakhir, saya tuang 1 gelas POC merk tertentu ke galon. Sekitar 3 hari dah jadi.

      (Sebetulnya, gula ingin saya ganti dengan sari kurma 1 gelas, plus temu lawak 2 ons yg sudah diblender. cuma sayang, belum kesampaian).
      Mungkin lain waktu, saya gunakan sari kurma dan temu lawak. Tks

  11. avi says:

    ini dia kandungan mikroba bakteri cair yg sy buat dan sy teliti atas request mas parwito.
    Chlamydomucor aryzae, rhizopus
    orzae, Mucor sp, andida sp., Saccharomyces cerevisiae, Saccharomyces verdommamii dan lactobacillus Sp.
    Mikroba mikroba tsb bersifat anaerob,pendekomposisi bahan/limbah organik,pemecah selulosa dan beberapa diantaranya bisa menghasilkan metabolit skunder yg bersifat toxic apabila di inokulasikan pd bahan bahan tertentu

    • NURMANIHSAN says:

      Sip mas aavi,
      oh ya mas, kalau bisa, tolong sekalian diberikan manfaat dari bakteri-bakteri tsb mas. supaya pembaca lain dpat tercerahkan. tks

    • arif krwg says:

      oalaaaaaah mas. banyak bangat bakteri dan jamurny tuh. pinteran ih cari mikrobanya. kenapa dulu saya ga seneng pelajaran mikrobiologi ya. padahal byk manfaatnya

      • avi says:

        hehehe itu lumrah sifat manusia mas arif,kita akan tau betapa berartinya kesehatan tatkala kita sakit,kita akan sadar betapa pentingnya kesuburan tanah tatkala tanah kita mulai gersang,kita akan tau manfaatnya keseimbangan ekosistem bila ekosistem kita sudah rusak.Begitu jg tentang mikrobiologi mas.

    • Romy Abrory says:

      Mas Avii, bagaimana cara identifikasi bakteri/jamur dengan mudah dan dengan pralatan seadanya ?
      atau mas avi punya semacam “laboratorium” pribadi ?

      hehehe

  12. Parwito says:

    Terima kasih Mas Nurman..apa sudah diaplikasikan ke sesuatu, ini baru saja saya menyiram tanaman sawi saya di pot dan kalau di kantor setiap seminggu sekali disiram, hasilnya 1 kg bisa 4-5 batang. Kalau untuk saluran pembuangan limbah rumah tangga (WC) cukup 1 botol air mineral 600 ml dituangkan dalam lubang WC kemudian digelontor, insya allah dalam 1-2 tahun tidak perlu kuras WC, jadi tidak lagi beli penguras WC. Saya tunggu informasi dari hasil aplikasi yang mas Nurman lakukan. Dan semoga ada manfaatnya, saya juga ada bakteri padat untuk membantu dalam proses pengomposan.

    Terima kasih

  13. Parwito says:

    Terima kasih mas Avi..ini juga yang sering menjadi pertanyaan dari tamu-tamu yang berkunjung ke tempat kami, meskipun sudah kita berikan informasi bakteri yang ada terutama pada kandungan susu, tempe, tape adalah semua bakteri yang menguntungkan maklum kami tidak ada ahli biologi tetapi lebih semangat kami untuk berbagi dengan masyarakat terutama pada kondisi lingkungan di perkotaan. Informasi ini akan kami sampaikan pada teman-teman di kantor. Mohon maaf mas Avi tadi malam ngga bisa kontak karena kondisi yang kurang mendukung. Terima kasih saya juga sampaika kepada teman-teman yang telah memberikan masukan, pertanyaan, kritikan dan saya yakin itu semua untuk perbaikan yang memberikan manfaat lebih luas untuk masyarakat.

    Terima kasih

  14. cantrik says:

    Mas Avi nih temannya mikroba dan fungi kang.. Saya dikasih 5 lt poc yg berisi 32 isolat. Makanya besok ikut kopdar kang.. Supaya bisa bersilaturahim dengan juragan juragan sawah dari karawang.

  15. Agus siswoyo says:

    Sayang sekali nanti pas kopi darat mas effendy manan gak bisa dateng katanya…
    Ada hajatan 100 hari kerabatnya katanya…
    td lwt sms ke saya…
    Bwt rekan-rekan smua, tetep semangat kopi daratnya…
    Kyaknya itu pas panen ciherang di daerah saya purwodadi-grobogan, jateng

  16. Surya Yana says:

    seru dan menarik PETANI adalah Pahlawan Nasional selain berjuang tuk keluarganya. tapi juga berjuang tuk memberi makan Bangsa. salam dari petani Bentil Dengklok karawang

  17. Fiar akbar says:

    Nuwun sewu mau tanya bgmn cara cepat menghancurkan kotoran kambing. Slm ini sy fermentasi dg em 4 n media lain tp hancurnya lama (2 blnan) matur nuwun buat smuanya

  18. bahar says:

    Ass mas nurman dan pak parwito,apa baktri cair ini aman untuk padi?maksud saya apa tidak membuat daun padi jadi kering?krn setau saya tape kan bersifat panas.dan saya pernah baca bahwa mol tape tidak boleh disemprot langsung ke daun.kalo aman untuk padi,dosisnya per tangki berapa?mohon pencerahannya.trims

  19. fahmi says:

    Cr bt ppk organik yg cpt n murah.tx

  20. parwito says:

    Terima kasih Mas Bahar, berdasar pengalaman yang sudah dilakukan peneyemprotan tidak langsung ke dayn padi tapi pada tahap awal pengolahan lahan (sebelum dibajak tanah disemprot lebih dulu dengan bakteri cairnya dg perbandingan 1 lt bakteri cair : 14 lt air/1 tangki), kemudian setelah satu minggu tanam disemprot lagi dengan bakteri cair sampai 3 kali dg selang waktu 7-10 hari. dari pengalaman teman-teman di Bojonegoro ketika disemprot ke daun tidak menimbulkan daun kering. Selain untuk tanaman padi bisa juga dipakai untuk pupuk tanaman sayur dg cara menyiramkan ke sekitar akar.

    Terima kasih

  21. suli says:

    Pak Akbar….
    Saya rasa 2 bulan normal untuk ukuran kambing.
    Memang kotoran kambing sepintas sulit hancur, bisa di naikan fermentornya, lebih baik memakai fermentor buatan sendiri, jika bahan lain sudah memakai serbuk gergaji banyakin dari kayu jenjeng/jinjing/sengon (cepat membuat panas), ketiga usahakan jangan 100% mulus kohe, jadi ada sisa sisa daun daunan/rumput. selanjutnya atur rotasi ketersediaan terus ada, tiap 2 bulan membuat kompos baru, bisa di sesuaikan kebutuhan lahan dan ketersediaan kohe di sekitar rumah bapak.
    Terima kasih

  22. enda says:

    bakteri ini bs di aplikasikan ke akuarium ga pak???
    untuk mengurai amonia dlm akuarium,,,mkasih sbelumnya…

  23. teo says:

    bakteri cair ini apa bs di aplikasikan untuk akuarium…untuk menghilangkan kadar amonia???

  24. efendy manan says:

    Kalau melihat bahannya sih ndak bisa mas…hanya sebagai starter kompos,POC dsb.kalau utk aquarium yg dibutuhkan bakteri yg mampu mengurai amoniak

  25. Ardian says:

    Mantap ilmunya , trim kasih para suhu2… Mau tanya brp lama larutan bacteri ini bertahan? Bisa kh disimpan utk pnggunaan yg lama ? Trima kasih

  26. efendy manan says:

    Menurut mas Parwito….bakteri cair bisa disimpan 6 bulan dalam kondisi tertutup….

  27. irwan says:

    ass pak mau tanya apakah mol ini bisa di gunakan buat tanaman seperti jahe merah/sejenisnya

  28. efendy manan says:

    BIsa mas Irwan….siramkan ke media tanahnya…sehingga bisa lbh dimanfaatkan utk pembentukan rimpang karena media tanah lbh subur….

  29. herry potret says:

    maap,kalo untuk aplikasi ke sayuran dosis interpal nya gimana ,,,?
    Saya lagi nanam seledri sama bawang daun,terima kasih sebelum nya,?

  30. efendy manan says:

    1 gelas Aqua per tangki cukup pak…yang penting rutin aja…kalau bisa utk penambahan NPK organik bisa pakai MOL kotoran kambing…insyaAllah akan dibahas dalam blog ini nanti

  31. parwito says:

    Untuk pupuk sledri bisa dilakukan seminggu sekali mas Herry, saya juga nanam sledri tp pakai polibag dan disiram seminggu sekali,tetapi bakteri cair ini harus dicampur air dg perbandingan 1;14 seperti saran mas Efendy Manan. Selamat mencoba

  32. taRi says:

    Untuk bahan no 3 –> Air tebu 1 ½ lt/Gula Pasir/Gula merah 1 kg/ molase 5-10 sdm
    Maksudnya kalo menggunakan molasecukup 5 – 10 sdm sj pak ?
    Apakah molase sama dengan tetes tebu ?

  33. efendy manan says:

    Mungkin bisa saya bantu mbak tari….iya bu….sendok plastik yg utk katering/nasi kotak …volume +- 20cc….molase=tetes tebu…

  34. taRi says:

    Jika gula pasir/ gula merah 1 kg bisa diganti 5-10 sendok saja kan bisa lemih hemat sangat. Terimakasih pak untuk pencerahannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s