JURUS PANEN PADI HASIL TINGGI

BERBAGAI JURUS UNTUK HASIL PANEN TINGGI PADA TANAMAN PADI 
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan bagaimana cara budidaya  yang baik, sehingga hasil yang didapatkan bisa mencapai 17 ton/ha. Hasil tsb, saya dapat informasi dari mas avi. Memang ada baiknya, bila ada gambarnya, sebab beberapa sms yang masuk meminta disertai gambarnya.

Bagi saya pribadi, yang lebih penting adalah cara budidayanya. Ya, bagaimana teknis budidaya tanaman padi. Itu yang penting, kita bisa memodifikasi tehnik budidaya tsb sesuai dengan keadaan sawah kita.

Kemudian, saya jelaskan kembali dengan tulisan berikutnya, bagaimana hasil tsb bisa dijabarkan baik secara  teoritis maupun matematis.

Ada strategi lain

Pada kesempatan ini, saya juga akan membahas bagaimana berbagai strategi yang bisa digunakan dengan mendapatkan hasil panen padi dengan hasil tinggi.

Di tulisan sebelumnya, parameter /strategi yang digunakan adalah memperbanyak jumlah tanaman/rumpun. Jadi, jumlah tanaman didapat sekitar 200 ribu tanaman/rumpun per hektar.

Artinya, ada juga bahkan banyak strategi lain yang bisa digunakan untuk mendapatkan hasil yang tinggi.

Berbagai strategi tanam

Untuk lebih jelasnya, akan saya jabarkan seperti ini,

Ada petani, sebut saja namanya Pak Salim. Untuk musim tanam ke-3 nanti (MT-3), si petani ini menargetkan hasil panen yang tidak terlalu tinggi. Dia patok angka sekitar 14 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen).

Apa yang harus dilakukannya?

Kemudian si petani ini, berkonsultasi kepada temannya. Temannya kemudian menjelaskan berbagai strategi yang bisa digunakan untuk mencapai hasil tsb.

Apa saja strategi tsb :

Pertama, niatkan kepada Allah SWT dalam berusaha tani.

Sebab niat yang baik ini, apapun hasil yang akan kita dapatkan nantinya, baik panen sedikit atau banyak, akan ada sisi pahalanya.

Kedua,tetapkan target hasil panen.

“ oh ya, berapa target panen di MT-3 ini, Pak Salim? 

“ 14 ton/ha, mas nurman” jawabnya mantap.

Apalagi, di MT-3 ini, bagi daerah tertentu yang masih ada airya. Atau yang MT-3 di tahun ini, air hujan banyak juga turun. Dengan kondisi ini, apalagi sinar matahari maksimal, maka hasil panennya, Insya Allah bagus.

Ketiga, berbagai strategi budidaya

Dalam poin ini, boleh dibilang ada “jurus” apa yang dipakai. Di dalam bertani pun, “banyak jurus” yang bisa digunakan kok.

“bisa dijelaskan jurus-jurus tsb, mas nurman?”

“emang mau tahu jurus-jurus tsb, pak?”

“ hee, mau dong, mas”

Bagaimana menjelaskan jurus-jurus tsb ya ?,

Ok, kalau mau tahu jurus-jurus tsb, simak baik-baik,,,

Jurus pertama, pake jumlah rumpun 200 ribu/ha.

Dengan jurus pertama ini, yang digunakan adalah jarak tanam 30 x 30 cm, pakai sistem legowo 4:1, dengan model sisipan di semua baris. Jarak antar legowo 40 cm. Ini yang digunakan mas avi.

Dengan cara ini, akan didapat jumlah rumpun sekitar 200 ribu. Jumlah ini, sudah dikurang areal pematang sawah, berikut juga di potong parit di sekeliling sawah.

Untuk jurus pertama ini, dengan jumlah rumpun 200 ribu, usahakan anakkan produktif tanaman padi sekitar 15-25 anakkan.

Jika target panen 14 ton/ha, maka dengan jumlah 200 ribu tanaman, cukup didapat sekitar :

= 14 ton dibagi 200 ribu tanaman

= 14.000.000 gram dibagi 200.000 tanaman

= 70 gram/tanaman              

Untuk padi seperti IR64, ciherang, sidenuk, inpari 10, dll yang berat 1.000 bulir GKP sekitar 30 gram ( bahkan bisa lebih dari 30 gram/1000 bulir), maka jumlah bulir sekitar

= (70 gram dibagi 30 gram) x 1000 bulir = 2.334 bulir bernas/tanaman.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 15, maka dengan hasil 70 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 156 bulir bernas per malai.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 20, maka dengan hasil 70 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 117 bulir bernas per malai.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 25, maka dengan hasil 70 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 94 bulir bernas per malai.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 30, maka dengan hasil 70 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 78 bulir bernas per malai.

Jurus kedua, pake jumlah rumpun sekitar 130 ribu/ha.

Dengan jurus kedua ini, yang digunakan adalah jarak tanam 25 x 25 cm, pakai sistem legowo 4:1, dengan model tanpa sisipan di semua baris. Jarak antar legowo 40 cm. Model ini bisa kita gunakan.

Dengan cara ini, akan didapat jumlah rumpun sekitar 130 ribu. Jumlah ini, sudah dikurang areal pematang sawah, berikut juga di potong parit di sekeliling sawah.

Untuk jurus kedua ini, dengan jumlah rumpun sekitar 130 ribu, usahakan anakkan produktif tanaman padi sekitar 20-30 anakkan.

Dengan sistem legowo tanpa sisipan, maka jurus yang dipakai adalah mengejar jumlah anakkan. Atau mencari jenis padi dengan jumlah bulir banyak.

Jika target panen 14 ton/ha, maka dengan jumlah 130 ribu tanaman, cukup didapat sekitar :

= 14 ton dibagi 130 ribu tanaman

= 14.000.000 gram dibagi 130.000 tanaman

= 107,7 gram/tanaman

Untuk padi seperti IR64, ciherang, sidenuk, inpari 10, dll yang berat 1.000 bulir GKP sekitar 30 gram ( bahkan bisa lebih dari 30 gram/1000 bulir), maka jumlah bulir sekitar

= (107,7 gram dibagi 30 gram) x 1000 bulir = 3590 bulir bernas/tanaman.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 20, maka dengan hasil 107,7 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 180 bulir bernas per malai.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 25, maka dengan hasil 107,7 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 144 bulir bernas per malai.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 30, maka dengan hasil 107,7 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 120 bulir bernas per malai.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 35, maka dengan hasil 107,7 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 103 bulir bernas per malai.

Dengan jumlah anakkan produktif sekitar 40, maka dengan hasil 107,7 gram/tanaman GKP diperlukan jumlah bulir sekitar 90 bulir bernas per malai.

Bersambung,,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

18 Responses to JURUS PANEN PADI HASIL TINGGI

  1. efendy manan says:

    Apa yang dijabarkan mas Nurman diatas lebih memberikan wacana pada kita,bahwa sudah saat nya petani harus mau dan berani “bermimpi” terhadap hasil panen yang akan kita capai.sehingga otomatis kita akan menata rencana apa yang akan dilakukan.Misalnya pemilihan benih apa yang sesuai,pupuk yang digunakan,teknologi apa yang akan diterapkan,langkah antisipasi apa yang akan dipakai jika terserang hama penyakit..dan target yang kita buat dsb.Dengan target otomatis kita lebih semangat mencari informasi,semangat memperbaiki kondisi sawah,pengamatan OPT, berdoa dll..walau tak bisa dipungkiri rezeki adalah sepenuhnya hak Allah kita hanya wajib berusaha…
    Namun saya sangat yakin apa yang kita capai adalah buah yang kita usahakan sebelumnya…
    Tetap semangat!!!

  2. ipunk says:

    Terima kasih banyak p.nurman.teori yang lugas,Bondowoso semakin terbuka dan mendapatkan pencerahan untuk bertani padi,karena di daerah kami kalau tidak bertanam cabe,tomat kubis dll dianggap petani kacangan..!.untuk master-master padi OKSIGEN PERTANIAN yang lain MATOR SAKALANGKONG JUGEN

  3. ipunk says:

    Oh yaa…Sambunganya jangan lama-lama p.Nurman.Petani asuhan anda lagi haus-hausnya nii…

  4. avi says:

    Betul mas kalau kita menyadari bahwa matematis adalah sebuah hal yg bisa dinyatakan.Ini merupakan kebesaran allah SWT,Banyak orang tidak tau baca atau huruf tp untuk angka pasti semua orang tau.
    Andai saja bnyk petani pny perhitungan matematis diatas dan disertai dg budidaya yg sehat dan benar sy yakin negeri ini akan bersuara SELAMAT TINGGAL IMPOR BERAS,SAATNYA KITA EKSPOR BERAS

  5. avi says:

    Pernahkah para pembaca pny perhitungan matematis diatas??jika kita sudah paham hitungan matematis diatas kita harus sesuaikan jg dg keadaan kesehatan lahan,ketinggian dari permukaan air laut dan deskripsi varietas.Khusus daerah sy tidak cocok dg legowo 4:1 jarak tanam 30 x 30 cm jarak legowo 50 cm krn berada di ketinggian 580-650 dpl dg lahan terasering dan kesuburan msh dibawah standar jika pupuk organik kurang dr 2 Ton/ha tp ideal dg legowo 4:1 dg model semua sisipan jarak tanam 30 x 15 cm dan jarak legowo 40 cm dg standar pupuk organik 2 ton/ha

  6. yuri says:

    Sangat matematis dan sangat menarik strateginya patut untuk di coba; Tapi juga perlu diperhitungkan faktor kehilangan baik masa vegetatif .generatif dan juga saat panen.Kalau menurut saya untuk bisa panen 14 ton/ha maka target kita harus 17 ton/ha dan kalau ingin panen 17 ton maka targetnya 20 ton/ha 🙂
    Dan kalau menurut saya untuk bisa panen tinggi memang harus di hitung dengan sangat matematis di antaranya
    Pertama: Lahan sawah yang sehat dan bisa di atur pengairannya
    Kedua : Pemilihan varietes yang tepat
    Ketiga : strategi Pola tanam seperti di atas
    Ke empat : pola pemupukan yang bisa membuat padi bernas semua
    Kelima : pengendalian hama yang cepat dan tepat

    Keenam : Keberuntungan … he3x ..🙂

  7. cantrik says:

    Insya Allah pak.. Secara teori masuk akal pak. Hanya saja banyak faktor x yg bisa menjadi tantangan. Target bisa menjadi penyemangat. Saya belum mampu sedetail dan sesistematis itu..hehe

  8. dedi says:

    terima kasih ilmunya pak,sya cenderung ke cara ke 2,klo pakai sisipan biasanya kurang beranak karena jarak dalam barisan terlalu sempit IMHO

  9. indra wijaya says:

    di tempat saya masih pake jajar tunggal 24x24cm, setiap 10 tancep ada gang/laren 24cm. dengan cara jadul ini gimana caranya agar hasilnya maksimal ya mas Nurman? luas lahan 4000m2 apabisa dapat 4ton? Tks.

    • NURMANIHSAN says:

      Kalau kita ingin hasil maksimal, diberbagai tulisan sudah saya jabarkan.
      Dengan cara jadul tsb, asal ada perlakuan supaya lahan sehat, pemberian ppk organik dan anorganik cukup, pemberian POC/MOL/bakteri cair secara rutin dng interval/selang waktu 7 atau 10 hari sekali, ada proses pemutusan akar dng cara diinjak2, dll maka dng luas lahan 4.000m2 bisa didapat 4 ton GKP. Amin. TKs

  10. Yoyo says:

    Mas Nurman, untuk jurus yang pertama;
    – sistem legowo 4:1
    – jarak tanam 30 cm x 30 cm
    – jarak antar legowo 40 cm
    – model sisipan di semua baris
    nah, yang ditanyakan adalah; berapa jarak (ideal) antar sisipan (baris) tersebut?, sehingga jarak antar tanaman tidak terlalu rapat, dan bisa mencapai target anakan produktif sekitar 15-25 anakan?,
    terima kasih.

  11. jamari sukatani says:

    smga ja mt 3 bs bnar2 dpt hasil bgus n maksimal. amin

  12. suriono says:

    Asslm…wrwb,
    mas nurman dan mas avi salam kenal,
    saya seorang petani pemula yang baru kali ini terjun dan belajar menanam padi,
    saya mohon pencerahan,bagai mana mengantisipasi hama yang sering menyerang tanaman padi yang dilakukan sejak dini, mohon pencerahannya mas, pakai racun apa dan bagaimana cara pengaplikasiannya pada tanaman padi?

  13. opang says:

    di tMpat saya udah UntUng dpt 6 ton/htr.itu jg jaraNg,,,krna kbaNyakan petani kLo udah wereng Nyeurang Psti yaNg di carI oLi bekas,,,
    KLo bLeh tau gMna Cra’y Untuk mengembaLikan tanah bIar sehat KembaLi,,,
    Mkzh sbLm’y,,,,

  14. efendy manan says:

    Ada banyak cara untuk meningkatkan hasil pak….salah satunya adalh dengan memperbaiki kondisi fisika,biologi dan kimia tanah..yang paling murah dengan mengembalikan jerami bekas panen,menebar kompos dan memperkaya kembali tanah dengan mikroba baik…bisa dari MOL yg dibuat sendiri atau dari pabrikan…dan tentu saja harus dengan kesabaran dan istikomah insyaAllah tanah bapak akan kembali subur…

  15. Dwik says:

    Ass.Wr.Wb.
    Saya dr situbondo pak, ada yang tahu deskripsi padi hms terutama ketahanan tungro dan wbc dan apakah padi hibrida? dan dimana bisa dapat benihnya. soal beberapa musim ini disini dihajar tungro dan wbc pak

  16. efendy manan says:

    Kalau tidak salah HMS itu identik dengan Bunda…bukan termasuk padi hibrida.utk ketahanan tungro dan wbc sepertinya msh dibawah mekongga,ciherang dsb…Jika lokasi bapak endemik tungro alangkah baik menanam varietas dg gen ketahanan tungro…spt bondoyudo,IR 74,Inpari 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s