AYO BERBAGI CARA BUDIDAYA PADI

AYO BERBAGI TEKNIS BUDIDAYA PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Virus Kebaikkan

Hidup akan indah jika kita mau berbagi. Berbagi disini jelas berbagi dalam hal kebaikkan.

Sebab dengan berbagi kebaikkan,  kemudian diikuti, ditiru dan dilaksanakan/dipraktekan oleh insan lain. Maka kebaikkan tsb seperti virus. Kebaikkan tsb akan menular.

Ini yang saya suka: kebaikkan akan menular cepat seperti virus !!!

Artinya, pahala yang kita dapatkan pun akan bergerak dengan cepat. Dan ini akan kita dapatkan, baik kita masih hidup ataupun kita sudah tidak ada.

Ini seperti prinsip bisnis MLM (Multy Level Marketing). Kebaikan tsb akan beranak pinak,,,

Virus Keburukkan

Tapi, ini juga berlaku dengan prinsip keburukkan. Bila kita melakukan keburukkan maka keburukan tsb akan menular juga seperti virus.

Bila itu diikuti, ditiru dan dipraktekkan oleh insan lain. Maka dosa tsb akan sama seperti prinsip MLM. Dan keburukan tsb juga akan beranak pinak,,,

Dan ketika ada tahlilan, dibacakan surat yasin, ada ayat yang bisa jadi panduan kita sebagai muslim,

” Sungguh, Kamilah yg menghidupkan insan-insan yang telah mati,  dan Kamilah yang telah mencatat apa yang telah mereka kerjakan. Dan BEKAS-BEKAS (kebaikan/keburukan) yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)” ( Yasin ; 12)
 

Cuma kita jarang sekali membaca terjemahan surat yasin ini. Padahal surat ini bukan untuk insan yang telah mati. Lebih tepatnya akan berguna bagi insan yang masih hidup, agar memperhatikan bekas-bekas yang telah dilakukannya.

Sebagai bahan renungan, penggunaan pestisida yang berlebihan di lahan kita, jelas akan meninggalkan “bekas-bekas” yang bisa kita lihat.

Sebalikknya, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan pun akan meninggalkan “bekas-bekas” yang bisa juga dilihat.

Ayo ajarkan teknis budidaya

Bila ada para pembaca yang sudah menanam padi, atau tanaman apa saja. Kemudian dapat hasil panen sekitar 10 – 12 ton GKP/ha untuk tanaman padi. Maka teknis budidaya tsb sudah baik, apalagi bila tanpa menggunakan pestisida kimia. Atau sedikit sekali menggunakan pestisida kimia.

Bila sudah demikian, maka teknis budidaya tsb, bila dishare (disebarkan) kepada pembaca lain. Sebab dengan hasil 10 ton/ha GKP saja, itu berarti dalam 1.000 m2 didapat hasil 1 ton GKP.

Bagaimana caranya

Bila ada yang berminat, bisa dilakukan via email, telpon, sms, komentar di blog ini, dll.

Saya tunggu “virus kebaikkan” tsb,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BUDIDAYA PADI. Bookmark the permalink.

20 Responses to AYO BERBAGI CARA BUDIDAYA PADI

  1. Abidin says:

    Saya mohon dapat diberikan tuntunan teknik budidaya padi untuk diaplikasikan pada musim tanam yang akan datang, terima kasih.

  2. cahyo says:

    wah mengispirasi sekali Pak. Musim depan saya akan mengurangi pestisida. Menambah pestisida hayati.

  3. suli says:

    Itulah sejatinya petani, jadi hidup tidak ngoyo…tidak tergantung siapa siapa….atau menggantungkan kepada siapa…..bulir yang matang sangat berguna kesiapapun yang menjadi sesudahnya, jika bulir itu di selip akan baik rendemennnya, jika dijadikan benih akan bernas, jika di buat koleksi, siapapun akan berlama lama memandangnya,jika dijadikan beras akan sangat molek dan dihargai tinggi.
    Ayo bareng bareng berbagi dengan ciri khas masing masing,kesesuaian akan berjalan dengan sendirinya. terima kasih pak nurman mengangkat angka 10 t gkp/ha sedikit sekali pestisida.

    • cantrik says:

      Ayo pak Suli, dibagi di sini cara budidaya padi ala mas Suli. Semoga masih bisa diikuti oleh petani awan seperti saya.

      • suli says:

        Pak Ali….
        Nga ada yang ngikutin kalau ala saya,karena nanti duitnya tidak di pakai…..

  4. cahyo says:

    lagi musim panen di daerah saya. Rata2 serangan wabah potong leher dan kresek membabi buta. Meski sebenarnya sudah disemprot fungisida. Iklim yang masih sering hujan ini benar2 kondisi yg sangat baik untuk berkembangnya hama. Rata2 penurunan panen diatas 30%. Moga dengan organik, padi kita kedepannya lebih sehat dan panen meningkat. Amin.

  5. cantrik says:

    Sama pak. Disini hujan terus, cahaya matahari kurang. Alhamdulilah ada beberapa batang yang kena penggerek. Karena padi saya paling awal bunting, walang sangit berkumpul di sawah saya. Kalau blast, kresek gak mampir. Padi udah merunduk, tanaman masih hijau.

  6. Arif Hidayat says:

    Mas Nurman, maaf sekali lagi sy ingin komentar mengenai virus kebaikan.
    Ada hadis Nabi saw begini:
    من سن سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بـها
    (man sanna sunnatan hasanatan falahuu ajruhaa wa ajru man ‘amila bihaa)
    Artinya: “Barang siapa melakukan sebuah kebaikan, maka dia akan memperoleh pahala kebaikan tsb dan pahalanya orang yang (mengikuti kita) melakukan kebaikan yg sama.

    Betul.. persis MLM…:)

  7. Abu Fath says:

    Sejatinya artikel/bahasan khusus seperti inilah yg kita tunggu-tunggu pak, saat ini petani di daerah saya banyak yg linglung, tanpa ada niatan menghujat siapa-siapa -sebab hal tsb tidak diperbolehkan agama- nampaknya hama MT2 kali ini sungguh dahsyat; tikus; wereng; burung; gulma secara mayoritas telah bikin petani kalang kabut. Meski padi bapak-saya masih cukup terkendali tapi padi seberang kali -+ 40% dari wilayah itu gagal total. Sebagian petani mati-matian ‘kemit’ siang malam demi mengawal padinya selamat hingga panen, sebagian telah menyerah pasrah. Sangat prihatin melihat kondisi rerumputan menghijau seperti hutan savana, ada yg terima, ada jg yg tidak, bahkan ada yg tersungkur meninggal setelah melihat kondisi padinya.
    masya Allah….
    Bagi teman-teman yg telah membuktikan keberhasilanya, mohon dg ihlas sharing,semoga menjadi amal jariyah panjenengan dunia akhirat. Amin

    • pak barus says:

      Pak Abu, kalau tidak ada hal yang sangat menghalangi, Bapak usahakan untuk mengikuti kopi darat yang akan diadakan di boyolali nanti Pak, karena ada resep mujarab dari Pak Nugroho untuk “menyehatkan” ekosistem sawah kita secara moderat, dan itu sudah dibuktikan oleh beberapa orang yang telah mengaplikasikannya
      memang Pak Nugroho tidak memiliki resep khusus untuk pengendalian OPT, tapi dengan banyaknya predator yang ada ditengah sawah, mudah-mudahan serangan relatif bisa berkurang
      oh ya Mas Nurman, tolong pastikan Pak Nugroho ada di acara pertemuan, karena katanya pada tanggal duapuluhan itu beliau akan ke Jepang

  8. efendy manan says:

    Betul pak Abu…disini kita dapat saling berbagi ilmu,pengalaman dan cerita.Tak ada yang paling pandai atau paling jago.Sehingga diharapkan rekan2 yang lain dapat memperoleh manfaat dan solusi tentunya dari pendapat beberapa rekan yang nimbrung disini…
    Untuk fenomena yang bpk ceritakan…juga banyak menimpa rekan 2 petani disini pak.selain karena alam yang sudah mulai “protes” terhadap ulah manusia juga karena keseimbangan ekosistem di sawah kita yang sudah hancur.Sudah saatnya kita kembali ke menyeimbangkannya pak.

  9. suli says:

    Astafirullah….
    Abu Fath salam kenal….setelah terus saya baca sampai kebawah…koment Pak Abu…
    Semoga meninggal bukan habis melihat padinya….semoga karena rahasia Illahi….

    Padi, hama, penyakit,predator dan manusia adalah rantai makanan…entah sejak kapan ini terjadi, jika rantai salah satu putus, akan berhenti/tidak jalan, singkat. Bagi saya berhasil adalah proses, yang dilakukan dengan sabar dan tekun agar tekan (sampai) ke pada tujuan, tujuan petani menanam padi supaya panen. kadang kita kurang sabar dan tidak tekun, dalam hal budidaya serba cepat seperti menghitung pilihan gubernur,entah pakai mesin apa itu. okelah sekarang serba cepat kita di buru supaya panen setahun 4 kali,karena padinya umur 90 hss umpama, tanpa tanah istirahat,atau padi terus menerus (coba tengok tetangga kita australi ada pergiliran kapan rotasi barley,gandum,rumput,domba,jagung) kalau istirahatpun semprotan pertama kali adalah herbisida,tanah kolaps.keong merajalela karena makanan alaminya tidak ada(gulma) lantas keong seperti krikil hajar saponin, tikus yang dalam ilmu konservasi salah satunya memakan molusca (keong,bekicot) >>> sebelum menikmati enaknya daging keong sumber protein terlebih dulu meremukan cangkang disamping sumber kalsium juga untuk mengasah gigi yang terus memanjang(satwa pengerat), burung burung selalu di buru di jadikan ocehan di sangkar sangkar di rumah, padahal predator terhadap ulat, kelelawar (komsumsi serangga terbang,semalam 1/3 kg) di jadikan obat sesak nafas.padahal sesak nafas berasal dari hidung(pemberian Gusti Allah)yang kita abaikan sewaktu menyemprot pestisida kimia tanpa masker. obat mujarab panen 10 t gkp/ha saja sepertinya sembuh.makanan kelelawar termasuk didalamnya kupu sundep >biang penggerek.lebih parah lagi habitat kelelawar yang banyak di gua kapur/karst, sebentar lagi di jadikan pabrik semen.

    Kembalikan ke posisi semula, daun pohon saman/trembesi (Samanea saman) sebagai pupuk hijau, kohe di kandang kandang ternak di belakang rumah/samping rumah bisa di buat kompos.temulawak,lengkuas dan teman temannya bisa untuk mengusir hama, jerami di kembalikan, kurangi pupuk berlebih,hentikan pemakaian pestisida ‘teksek'(kontak)….pakailah pergiliran tanaman,contoh padi padi palawija.atau bagaimana yang sesuai didaerah masing masing.jika sudah ada Kelompok tani berkumpul sebulan sekali,undang PPL (tapi jangan boleh bawa obat pestisida),rembug bagaimana baiknya agar petani tidak kolaps, tidak menjadi ajudan padi siang malam (siapa yang bayar), agar bisa tidur nyenyak.agar panen

    Silakan yang lain yang ahli mikroba dan ahli ahli yang lain….saya hanya ‘seperti ini’ pertanian yang saya jalani….terima kasih.

    • Abu Fatih says:

      Salut pak, n salam kenal jg. Memang, meski sama-sama petani tapi latar belakang setiap orang berbeda, petani, seperti halnya profesi lain umumnya jg sering begitu dan itulah yg membedakan dari setiap orang/petani dgn kedalaman ilmu dan pengalaman masing-masing. Saya sangat mengapresiasi artikel2 seperti diatas ini, kiranya dapat merubah dan mereset mindset para patani kita hingga dapat merubah ke yg lebih baik, dalam taraf kecil atau syukur2 keseluruhanya. Untuk teknisnya, saya serahkan bagi rekan-rekan yg telah berpengalam to share.
      Thanks

  10. indra wijaya says:

    betul mas Cantrik, kapan mas Suli mau berbagi cara budidaya padi ala mas Suli.

  11. cantrik says:

    Udah tuh pak di atas. Tapi saya yakin ibarat buah baru “kulitnya”, perlu dikorek biar nampak daging dan bijinya. Ayo pak Suli, dilanjut. Perkara ada yg mau menerapkan atau tidak, biar kami menyesuaikan tekad dan kemampuan. Ayo rekan yang lain ditunggu sodaqoh ilmunya.

  12. avi says:

    sy malah jd bingung ni krn cara budidaya sy udah dimuat didepan,mesti nyoba tehnik baru nih mudah mudahan berhasil,doakan ya teman teman

    • cahyo says:

      Metode yg kemarin aja baru mau saya terapin di sawah saya Mas. Eh udah mau ada metode baru🙂. Mas Avi saya mulai koleksi agen2 hayati saran dari Mas Avi, trichogramma, saccharopolyspora, metarhizium, beuvaria, dll. Tapi mentok di cara pembiakkannya. Baca2 di internet yg tricogramma malah pakai inang ulat beras dan pakai alat2 yg gak pernah kudengar.
      Mungkin mas Avi bisa memberi posting terkait hama utama padi (atau mungkin Pak Nurman), biopestisidanya, penerapannya di lapangan serta sekaligus cara pembiakkannya.
      Hehe, maaf kalo borongan mas Avi. Sudah ngebet pake pertanian organik soalnya.
      Terima kasih sebelumnya.

  13. suli says:

    Pak Ali….
    Udah itu tidak ada bersambung, karena cubluknya/dangkalnya ala pertanian saya, ya hanya memberi tempat dan mau berbagi tempat ke sesama, biarlah kesemuanya itu selaras, sebuah keagungan terwujud manakala pisang itu sampai matang pohon, padi sampai bernas. dll

  14. Parwito says:

    Selamat malam kawan-kawan dan semoga dalam kondisi sehat wal afiat. Sebenarnya dalam bertanam padi kata teman saya tidak ada istilah gagal panen karena jeramipun juga hasil panen yang sangat bermanfaat bila dikembalikan lagi ke sawah. Tetap bersyukur dan selalu mengambil pembelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi. Yang pasti semua yang berada di ekosistem sawah adalah sumberdaya yang masing-masing mempunyai perannya sendiri-sendiri dan bagaimana dengan bijak kita mengelolanya.

    Mohon maaf, ini bukan menggurui tetapi saya juga belajar dari pengalaman bersama teman-teman di lapang. Untuk menjadi seperti yang mas Avi peroleh adalah bukan proses yang sebentar, perlu ketelatenan, kesabaran, kreativitas, pantang menyerah, siap mental, kerja keras dan kerja cerdas. Kalau yang kami lakukan adalah selalu mengajak petani untuk kembali ke pertanian alami: menggunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi, pupuk kompos atau pupuk hijauan, pestisida alami, MOL, tanam padi usia muda (10-14 hari), mengolah lahan wajib singkal (bila tanah dangkal) untuk merotasi seluruh zat renik yang ada dalam tanah, menanam dengan sistem SRI atau disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, pola tanam berselang baik jenis padi maupun berselang dengan palawija dan gunakan varietas padi lokal (Insya Allah saya akan bawa padi lokal mentik wangi, padi merah cempo, padi merah intip dari Bojonegoro, padi hitam jawa, jasmin, srijaya, dll) meskipun sedikit dan nanti semoga dapat dikembangkan sama teman-teman.

    Terima kasih mas Suli dan mas Effendi Manan atas komentar rasa berasnya, saya siap membantu bila ada yang membutuhkan.

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s