PUPUK BOKASHI

MEMBUAT PUPUK BOKASHI DARI MA-11
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Pada tulisan pupuk MA-11, sudah saya jelaskan kelebihan pupuk tsb. Salah satu kelebihan pupuk ini adalah mempunyai kecepatan waktu dalam hal melakukan proses fermentasi.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan cara dan proses pembuatan pupuk bokashi dengan menggunakan pupuk MA-11.

Cara ini saya dapatkan langsung dari Pak Djarot di kandang pintar ECO FARM – Boyolali. Dan saya sempurnakan dengan menghubungi Pak Djarot.

Apa kelebihan pupuk bokashi dengan menggunakan pupuk MA-11 ini ? menurut Pak Djarot, bila diaplikasikan ke lahan sawah yang  biasa pakai pupuk kimia, dengan dosis sebanyak 3-4 ton/ha di musim pertama tanam saja, maka dalam waktu 30 hari kondisi lahan sawah akan berubah total.

Dijelaskan lagi, dengan aplikasi pupuk MA ini dengan cara yang benar, maka bisa didapatkan hasil panen 10-12 ton/ha GKP. Itupun tanpa bantuan pupuk kimia sama sekali.

Bahkan di daerah Pekalongan, di musim pertamanya pakai pupuk MA-11, pada mei 2013 di dapatkan hasil panen sekitar 15 ton/ha GKP.

Untuk lebih jelasnya, silahkan hubungi Pak Djarot di 0857 40561609.

Untuk musim tanam ke-2 dan ke-3 dst, aplikasi pupuk bokashi ini akan berkurang dalam satuan hektarnya.

Cara pembuatan pupuk bokashi

Ada pedoman khusus : bila ingin membuat 10 kg pupuk bokashi diperlukan 2 tutup MA-11 ( 20 cc ), 0,5 kg bakatul, 2 sendok gula pasir dan 1 liter air.

Nah, misalkan kita ingin membuat 100 kg pupuk bokashi

Pertama, siapkan bahan-bahan : kotoran sapi/kambing/ayam sebanyak 100 kg dan bekatul 5 kg. Bila mau, bisa ditambahkan sekam padi sebanyak 20 kg.

Kedua, siapkan media cair berupa 20 tutup pupuk MA-11, 10 liter air dan 20 sendok gula pasir.

Ketiga, siapkan ember, gayung/gembor/handsprayer

Keempat, aduk semua bahan sampai rata (point 1), kemudian masukan point 2 ( 20 ttp MA-11, 10 liter air dan 20 sendok gula pasir) ke dalam ember, dan diaduk sampai rata. Sebaiknya, media cair tsb dimasukan ke dalam gembor (guyur). Kalau lebih irit, bisa dimasukan ke dalam handsprayer (semprot).

Kelima, guyur/semprotkan media cair ke dalam bahan2 tsb sampai basah kemudian dibolak balik. Diamkan sebentar sekitar 10-15 menit. Kemudian bahan dibolak balik lagi, bila masih ada yang menggumpal dan masih kurang air bisa guyur/semprotkan  kembali.

Keenam, tutup dengan cara anaerob (serapat mungkin agar udara tak keluar). Selama proses fermentasi, tak ada proses pembalikan bahan-bahan tsb. Maka, pada hari ke-3, pupuk bokashi tsb dah jadi

Maka pupuk bokashi tsb siap diaplikasikan ke lahan pertanian, khususnya lahan sawah kita.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in KOMPOS/JERAMI, MOL, PUPUK ORGANIK. Bookmark the permalink.

24 Responses to PUPUK BOKASHI

  1. subagyo sasmito says:

    waduh banyak sekali butuh pupuk bokasinya, sampek 3-4 ton/Ha.. tp yang ingin sy tanyakan dmn kita pesan pupuk MA 11 nya? apa ke pak jorot juga? maksih sebelumnya..

  2. fahmi says:

    Pak subagyo, kan penjelasannya kalau lahan tsb masih banyak pakai pupuk kimia. Tapi kalau lahan sering memasukkan jerami mungkin kebutuhan pupuk bokashinya agak berkurang. mungkin cuma 1 ton.ha. Bgm mas nurman?

  3. cempe says:

    kalau kediri dimana nyari ma11?

    • fahmi says:

      pupuk MA-11, setahu saya cuma ada di 2 lokasi, Tidak ada sistem keagenan.
      Pertama, di boyolali, bpk bisa hub Pak Djarot
      Kedua, di Jonggol Farm Bogor.
      Krn bapak dikediri, hub saja Pak Djarot.

  4. Agus siswoyo says:

    Di banyumanik semarang ada. Di school’nya pak nugroho. Jalan klenteng sari I/3 banyumanik-semarang

  5. supriyadi says:

    Pupuk MA 11 udah diproduksi masal belum ya.

  6. Agus siswoyo says:

    Sengaja gak diproduksi massal…hanya di tempat-tempat tertentu….krn rawan dipotokopi

  7. suli says:

    Bagi petani sehat/organik, bokasi 3-4 ton/ha itu ringan, pada awal anjuran tahun 2000an malah sampai 7 t/ha/musim meemakai dekomposer biasa. belum tentu hasil terdongkrak paling di angka 4-5 t gkp/ha. hasil 10-11 t gkp/ha di capai pada tahun ke 3-4 berjalan. berbahagialah sudah ada MA 11, jangan banyak mikir…lakukan saja….ayo jangan cuma di pekalongan…..

  8. Wanto says:

    ass pak nurman, pak suli, pak effendy , dan saudara2 petani semua …
    hampir setiap hari ada truk tangki yg mengangkut limbah WC rumah tangga yg disedot (jasa kuras WC) untuk di buang ke tempat pengolahan limbah. saya punya gagasan, seandainya limbah tersebut kita masukkan ke sawah kita gimana ya pak ? rencana akan saya semprot pakai primanu atau ma-11. kebetulan sawah yg saya garap dekat dengan jalan raya, jadi tinggal tuang saja limbah WC tsb. kata sopir tangki tb kalo harus buang di tempat pengolahan limbah harus bayar retribusi, sedang kalo di buang ke sawah saya malah mau saya kasih pengganti bensin. he..3x… . mau cari pupuk organik yg murah …..
    mohon saran dan masukannya. maturnuwun.

    • Wanto says:

      tentu saja memasukkan limbah tsb pada waktu habis panen. begitu selesai panen langsung kita masukkan limbah tsb kemudian kita semprot decomposer + minyak wangi biar gak bau. he3x … …

    • fahmi says:

      usul yg bagus mas wanto, sy yakin sawahnya akan subur sekali, hehehe
      jng ragu mas masukkan saja.tx

  9. Wanto says:

    tx,mas fahmi atas masukannya, skrg tinggal cari maskernya buat tutup hidung he..3x

  10. suli says:

    Saya rasa harus mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan, yaitu lebih baik saat tanah bera, atau saat tanah kemarau(tanah retak lebar lebar), kalau saya belum pernah mencoba, hanya saya jika saat kondisi seperti itu(habis panen MT3 palawija) saatnya saya membawa kompos padat dan sebar jadi masuk disela selanya.jika kondisi tanah habis panen dan basah berair, limbah tersebut akan berdampak tidak baik secara sosial.dan tentunya sawahnya harus jauh dari pemukiman.

    • suli says:

      saran tambahan, jika sudah dilakukan, jangan coba coba memakai pupuk kimia (padi bisa ambruk) dan buat jarak lebar bisa 27 .

      • Wanto says:

        matur nuwun pak suli atas sarannya. rencana saya memang habis MT3. lokasi sawah yg saya garap jauh dari pemukiman warga, terletak di tengah2 lahan sawah yg luas.jadi seandainya berbau gak masalah. sebagai informasi bentuk kurasan dari WC sudah berbentuk sperti tanah berwarna kehitaman dan agak lembek soalnya waktu disedot harus diencerkan dulu. semoga impian saya terwujud “SELAMAT TINGGAL pupuk kimia”. semoga ……

  11. Mishady hady says:

    UNTUK MENGETAHUI BERHASIL DAN TIDAKNYA FERMENTASI ITU DITANDAI DARI APANYA…….ADAKAH CIRI CIRI TERTENTU DARI TANDA TANDA TERSEBUT PAK….???? TRIMA KASIH..

  12. efendy manan says:

    Begini mas hady…kalau kompos padat biasanya ditandai oleh tekstur yg remah,berbau tanah/netral,berwarna coklat/kehitaman dan tidak berbau busuk…jika fermentasi cair berbau wangi tapai atau segar- tidak berbau busuk/bangkai.warna kehitaman-coklat.

  13. mekarsari_08 says:

    koreksi pak admin… di kemasan MA 11 untuk membuat 50 kg pupuk bokasi. dibutuhkan 2 tutup MA 11 (40 cc) yang benar yang mana sii?

  14. efendy manan says:

    Untuk lebih jelasnya ,Bisa ditanyakan langsung dengan pak Jarot bu….no hape insyaAllah ada di konten artikel di atas

  15. Fatih Abi says:

    asssalaamu alaikum… maaf pak, saya baru belajar bertani sekitar satu bulan ini, proesi saya sebenarnya seorang tekhnisi service hand phone… sambil belajar bertani baca2 di blog ini sangat bermanfaat sekali buat sy yg masih awam… dan saya tertarik untuk menggunakan produk ma-11 ini… saya dari cianjur tp susah ya… udah saya telp ke nomor pak djarot tapi kok salah sambung ya… terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s