PEMATANG SAWAH (2)

Pematang Sawah

Selama ini, di otak mayoritas para petani termasuk pak kohar, yang namanya pematang sawah, ya jalan setapak. Itu pun hanya buat jalan satu insan saja. Apalagi sekarang ini, saya lihat pematang sawah makin sempit saja.

Tapi ada juga, sebagian kecil sekali dari petani kita yang memanfaatkan sebagian kecil pematang sawah sebagai tanaman sela/tumpang sari. Saya pernah melihat ada beberapa petani yang menanam kacang panjang, cabe, tomat, dll. Tapi hasilnya tak seberapa, sebab luas pematang juga sempit.

Saran/solusi saya : kenapa luas seluruh pamatang tidak diperlebar saja sekalian. Jangan tanggung-tanggung buat yang lebar : 100 cm alias 1 meter !!!

Jadi, buat pematang selebar 1 meter.

“haaah 1 meter ? nga salah mas nurman?” mungkin ada yang berkomentar seperti itu.

“betul, tapi dengarkan dulu penjelasan saya”

Bila lahan pak kohar 1.000 m2 ( 100 m x 10 m) maka bila seluruh keliling pematangnya dibuat 1 m maka akan didapat angka 216 m2. Sehingga luas sawahnya menjadi 784 m2 (cara 1).

Apalagi bila lahan sawah tsb dibelah jadi 2  sama rata, maka ada luas pematang yang bertambah jadi 224 m2, sehingga luas lahan sawah menjadi 776 m2 (cara 2)

Saya jelas lebih senang dengan cara 2. Tapi cara 1 juga boleh. Bila selama ini dengan luas lahan 1.000 m2 tsb, misalkan pak kohar hanya mendapat panen 4-5 kwintal saja. Itupun kalau panen sukses. Tapi bila serangan hama dan penyakait begitu hebat, hasil yang didapat bisa membuat luka di hati,,,

Setelah menyulap lahan 1.000 m2 tsb, kini dia menjadi 2 petani sekaligus. Petani padi sawah ( 776 m2)  dan petani hortikultura ( 224 m2). Nah, bila ada petani yang punya lahan sawah 2.000 m2, 3.000 m2, dll maka tinggal dikali saja, berapa luas lahan sawah dan luas lahan hortukulturanya.

1. Menjadi petani sawah, seperti saya katakan pada tulisan sebelumnya, pak kohar harus mandiri. Dia bisa berbuat dengan mengembalikan jerami, membuat MOL, memanfaatkan urine sendiri, pupuk organik yang bisa diperbanyak, dll. Hal-hal tsb bisa memangkas pengeluaran pak kohar.

Kemudian memanfaatkan teknologi sederhana seperti jajar legowo, benih unggul, dll. Sehingga dengan luas lahan sawah yang lebih kecil tsb ( 776 m2) bisa didapatkan hasil yang hampir sama dengan luas 1.000 m2. Bahkan hasilnya bisa saja lebih banyak dengan cara-cara di atas.

2. Menjadi petani holtikultura. Dia bisa tanam tanaman hortikultura apa saja dengan luas lahan 224 m2 tsb. Misalkan dia bisa tanam jagung.

Bersambung,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SOLUSI BUAT PETANI. Bookmark the permalink.

7 Responses to PEMATANG SAWAH (2)

  1. dedi sumarna says:

    klo disini biasanya galengan ditanami kacang panjang,mentimun,jagung dll.hasilnya lumayan,dulu sekali panen bisa dapat 80 ribu.berhubung sawah terasering,bidang miringnya ada juga yang ditanami kucai.1 musim kucai 2 musim padi.tapi udah 3 musiman gak tanam di galengan,musim ini saya niatkan tanami galengan dan miara ikan di sawah

  2. Kalau tempat saya boro boro di tanam ,wong pematangnya aja selalu hancur,,, apalagi mt1,mt 2 aja sekarang juga hancur.diambah lagi kalau musim panen /tanam untuk lewat orang bawa manggul gabah sama benih wess pokoknya kayak kubangan.. 🙂

  3. cantrik says:

    kalau disini ya biasaanya kacang kacangan. ada juga sorgum dan wijen.

  4. parwito says:

    Saya sependapat dengan tulisan di atas yang memfungsikan pematang sebagai tempat bercocoktanam kedua setelah sawah, artinya pematang tersebut memang harus lebar selain berfungsi sebagai jalan ketika proses tandur dan panen. Ketika pematang ditanami dengan tanaman polo pendem (umbi-umbian: talas, singkong, ketela, dll) selain menghasilkan untuk dijual juga bisa sebagai persediaan untuk tikus sehingga tidak menyerang tanaman padi kita. Selain umbi-umbian bisa juga ditanami dengan tanaman sayur dengan masa panen pendek seperti kangkung, bayam, kenikir (21 hari panen) dan sawi (30 hari panen), kemangi dan sere juga bisa dijadikan alternatif pilihan karena bisa bermanfaat secara ekonomis juga ekologis (berfungsi sebagai plan barier karena aromanya tidak disukai walang sangit). Tanaman yang waktu panennya lebih lama juga bisa dicoba , seperti cabai dan terong.

    Secara ekonomis petani diuntungkan dengan pengahasilan tambahan dari hasil penjualan sayur karena sambil menunggu panen tiba kita dapat memanen sayur, cabai, terong, jagung, kacang panjang dari pematang kita. Memang tidak semua tempat bisa dibuat demikian, ada beberapa wilayah yang tidak bisa, contohnya sawah di wilayahnya Mas Yuri karena secara geografis berada di dataran rendah dan juga sering terkena banjir, meskipun tidak banjir tetapi tergenang lebih lama. Ada beberapa wilayah yang masih menerapkan sawah menggunakan pematang besar yang sekaligus sebagai tempat usaha/bercocok tanam, sepintas kalau kita lihat dalam perjalan dari arah Cilacap menuju Yogyakarta ketika naik kereta api, di kanan-kiri kita di daerah Kutoarjo, Purworejo masih banyak yang menerapkan pola tersebut. Mungkin di Gombong juga masih banyak yang masih menggunakan pematang sebagi sumber bercocok tanam khusus sayur dan palawija.

    Terima kasih

  5. suli says:

    Iya Mas Parwito….
    Kata orang goverment/pemerintah ‘ kemandirian pangan’, jadi sayuran jarang beli,pola seperti ini lebih banyak di kabupaten purbalingga dan banjarnegara, kadang plus ikan gurame. padi,holti ikan.

  6. Alwi says:

    maaf pak, klw pematangnya 1 meter, bisa jadi sarang tikus tuh pak..

  7. SETYO PATI says:

    TIKUS GAK SUKA BAU2 HAN YANG MENYENGAT BRO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s