PEMATANG SAWAH

MANFAATKAN PEMATANG SAWAH
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Bila kita membaca tulisan Hidup Petani, bisa jadi akan timbul kegetiran di hati kita, sungguh tragis benar nasib sebagian besar petani kita, terutama petani yang mengolah lahan sawah. Seakan-akan mereka hidup tanpa ada induknya,,,

Apalagi ada komentar dari Mas Cempe, apa yang bisa kita lakukan untuk sekedar memberikan solusi kepada mereka. Jangan sampai lagu Ebit G Ade yang kita berikan : coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

tulisan yang benar-benar mewakili apa yang ada di hati saya.
lantas langkah apa yang harus kita lakukan?
melihat kondisi yang demikian?
apakah bertanya pada rumput yang bergoyang akan menjadi solusi..
 

Memang, solusi yang diharapkan bisa saja datang dari 2 arah : dari atas (pemerintah) dan dari bawah (petani dan masyarakat). Tetapi, mengharapkan pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan agraria seperti membuat lahan abadi kemudian digarap kepada para petani. Itu seperti mancari jarum dalam jerami.

Bila luas lahan sawah per kepala keluarga kita hanya 0,2 ha, apa yang bisa diperbuat para petani dengan lahan yang terbatas tsb? sedangkan pemerintah Thailan saja, bisa membuat kebijakan yang membuat para petani bernapas lega. Petani di sana per kepala keluarga bisa menggarap lahan seluas sekitar 3 ha.

Mau tidak mau, para petani dan masyarakat lah yang harus berjuang mencari solusinya. Dan ini adalah tugas kita-kita yang mencintai dunia pertanian.

Solusi Sederhana

Saya ambil contoh, misalkan ada petani kecil yang bernama Pak Kohar. Dia cuma menggarap lahan sawah sekitar 1.000 m2 ( 100 m x 10 m). Itupun dia dapat dari warisan orang tuanya.

Apa yang bisa dia lakukan dengan luas lahan 1.000 m2 tsb ?

Menurut saya,

Pertama, pak kohar harus berani merubah mainset/pandangannya terhadap pematang sawah. Pematang sawah ? apa hubungannya !!!

Kedua, pak kohar harus mandiri dalam hal pupuk, pestisida, dll. Artinya tidak mempunyai pemikiran kalau tidak ada pupuk kimia dan racun pestisida maka usaha tani tidak berhasil.

Ketiga, pak kohar harus belajar setidaknya sedikit sentuhan teknologi pertanian seperti tanam legowo, tanam bibit muda, dll.

Tapi, pada tulisan kali ini saya akan fokus pada masalah pematang sawah.

Pematang Sawah

Selama ini, di otak mayoritas para petani termasuk pak kohar, yang namanya pematang sawah, ya jalan setapak. Itu pun hanya buat jalan satu insan saja. Apalagi sekarang ini, saya lihat pematang sawah makin sempit saja.

Tapi ada juga, sebagian kecil sekali dari petani kita yang memanfaatkan sebagian kecil pematang sawah sebagai tanaman sela/tumpang sari. Saya pernah melihat ada beberapa petani yang menanam kacang panjang, cabe, tomat, dll. Tapi hasilnya tak seberapa, sebab luas pematang juga sempit.

Bersambung,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in BUDIDAYA TANAMAN, SOLUSI BUAT PETANI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s