PEMATANG SAWAH (3)

Setelah menyulap lahan 1.000 m2 tsb, kini pak kohar menjadi 2 in 1, petani dengan 2 objek tanam: Petani padi sawah ( 776 m2)  dan petani hortikultura/pangan lain ( 224 m2).

Nah, bila ada petani yang punya lahan sawah 2.000 m2, 3.000 m2, dll maka tinggal dikali saja, berapa luas lahan sawah dan luas lahan garapan tanaman hortikulturanya.

1. Menjadi petani sawah, seperti saya katakan pada tulisan sebelumnya, pak kohar harus mandiri. Dia bisa berbuat dengan mengembalikan jerami, membuat MOL, memanfaatkan urine sendiri, pupuk organik yang bisa diperbanyak, dll. Hal-hal tsb bisa memangkas pengeluaran pak kohar.

Kemudian memanfaatkan teknologi sederhana seperti jajar legowo, benih unggul, dll. Sehingga dengan luas lahan sawah yang lebih kecil tsb ( 776 m2) bisa didapatkan hasil yang hampir sama dengan luas 1.000 m2. Bahkan, hasilnya bisa saja lebih banyak dengan cara-cara di atas.

2. Menjadi petani holtikultura/pangan lain. Dia bisa tanam tanaman hortikultura apa saja dengan luas lahan 224 m2 tsb. Misalkan dia bisa tanam jagung. Terutama jagung manis.

“Bila lahan sawah saya 1 ha bagaimana, mas nurman?”

Kalau ada yang punya lahan 1 ha dan pada saat yang bersamaan, ingin menjadi petani holtikultura juga, maka lahan sawah tsb harus dipecah menjadi 20-25 petak. Jadi, 1 petak sawahnya menjadi 400-500 m2.

Dengan demikian, maka luas pematang sawah yang akan dijadikan tanaman holtikultura/pangan lain akan menjadi 2.160 m2. Atau bisa juga menjadi 2.240 m2.

Menanam jagung manis

Ini hanya sebagai contoh saja. Bila ada yang ingin menanam jagung manis di pematang sawah, maka bisa digunakan jarak tanam 20 cm x 60-70 cm. Sehingga masih ada ruang 30 – 40 cm untuk  jalan bagi kita.

Dengan jarak tsb, dalam 1 meter persegi bisa didapat 8 tanaman. Itu berarti dalam 224 m2 akan ada 8 x 224 m2 = 1.792 tanaman jagung manis.

Bila 1 tanaman menghasilkan 1 buah tongkol saja, maka akan didapat 1.792 buah. Bila tingkat panen sekitar 90 % saja, maka akan didapat jagung sebanyak 1.612. Bila 1 jagung dihargai sekitar Rp. 1.000 akan didapat 1.612.000. Belum lagi, petani akan panen jugung mudanya.

Lahan 1 ha

Bila dalam 1 ha, maka kita akan wow gitu. Maka akan didapat uang sekitar Rp.16.120.000 (pendapatan kotor). Anggap saja, pengeluaran sekitar 5-6 juta, maka akan didapat uang sekitar 10 juta-an. Itu adalah pendapatan di luar hasil panen padi sawah kita.

Belum lagi, sisa panen tanaman jagung bisa gunakan untuk makanan ternak. Atau bisa juga dijual ke seseorang untuk makanan ternak bagi  yang lain.

Bukankah dengan menanam jagung manis akan menutupi tanaman padi bagian pinggirnya, mas nurman?

Betul itu, makanya perlu kita buat kiat bagaimana cara mengatasi hal tsb?

Panen jagung manis sekitar 60-75 hari setelah tanam. Tanaman padi kita, biasanya kita penen sekitar 90-100 hst.  Jadi, kita baru tanam jagung manis tsb, bila tanaman padi sudah  berumur diatas 30 hst.

Atau bisa juga bisa disiasati, agar 3-7 hari sebelum panen padi, kita sudah panen jagung manis. Masalah daun jagung yang menutupi bagian pinggir sawah, bisa dipangkas sedemikian rupa kok.

Rotasi tanaman

Menurut saya, selesai panen jagung, tanaman jangan ditebang. Dibiarkan saja, kita sisahkan batang jagungnya. Bagi yang ingin tanam pare/mentimun/kacang panjang/dll maka batang jagung bisa berfungsi sebagai ajir. Jadi, diMT berikutnya, ada rotasi tanaman.

Itulah fungsi lain pematang sawah yang kita jadikan lebih lebar. Ada banyak manfaat yang kita peroleh. Masalah tanaman apa, itu tergantung kepada para petaninya. Yang penting bisa memberikan kontribusi maka pendapatan usaha taninya.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SEPUTAR PETANI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

9 Responses to PEMATANG SAWAH (3)

  1. Martono says:

    kalau di desa sy pak nur,hampir semua petani pematang sawahnya lebar2,dan semua menanaminya dengan tanaman kacang panjang,setelah sy baca tulisan bpk ini,sy jadi tertarik mau coba tanam jagung manis yg hasilnya ok banget,ga kaya kacang yg harganya banyak turunya ketimbang naiknya,skarang aja hrg/kg udah rp.1500,apalagi nanti kalau pas lebaran pasti sama kaya tahun2 lalu hrg kacang panjang sampe rp.500/kg….kalau ada sy minta cara menanam bawang putih dipematang sawah pak,biar nantinya bisa multi fungsi untuk mengusir hama tanaman padi pak,makasih banyak sebelumnya pak.

    • avi says:

      nanam cabai,paprika,lobak,tomat,pare harga fluktuatif pak tp kalau pas harga tinggi bs ketiban durian.Kalau bawang putih cocok didataran tinggi beda dg bawang merah yg lbh fleksibel

  2. pak cuk says:

    numpang sharing pak nurman, berikut berita dari UGM yg sudah menerapkan sistem taman untuk lebih mengoptimalkan fungsi lahan dan pematang ;

    Sawah Surjan Organik Cocok untuk Pengendalian Hayati Serangga-Gulma
    Di Upload : Kamis, 12 Juli 2012 — Gusti

    Sawah surjan merupakan model pertanian yang diterapkan oleh petani yang tinggal di pesisir Kulon Progo, Yogyakarta sudah sejak lama. Awalnya model ini dulunya diterapkan untuk mengantisipasi adanya banjir saat air laut pasang. Pengelolaan sumberdaya air pada ekosistem sawah ini sebagai bentuk adaptasi petani terhadap kondisi geografis wilayah persawahan mereka.

    Istilah sawah surjan mengacu pada morfologi dari lahan yang jika dilihat dari atas tampak bergaris-garis seperti baju surjan yang biasa dipakai orang Jawa tempo dulu. Garis-garis tersebut terbentuk dari alur-alur tinggi dan rendah. Alur yang rendah atau bagian bawah ditanami padi. Sedangkan bagian alur yang tinggi atau guludan ditanami palawija.

    Dari hasil penelitian, kenaikan keragaman dan komposisi gulma pada ekosistem sawah surjan dan lembaran yang dikelola secara organik maupun konvensional, berpengaruh pada kenaikan keragaman dan komposisi serangga herbivora dan serangga karnivora. Bahkan, keragaman gulma lebih banyak pada ekosistem sawah surjan organik berdampak pada kompleksitas interaksi dengan serangga yang lebih tinggi. Sehingga sawah surjan organik merupakan ekosistem yang paling mendukung pengendalian hama secara hayati yang ramah lingkungan, kata Dosen jurusan pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, Tien Aminatun, S.Si., M.Si dalam ujian terbuka promosi doktor di Sekolah Pascasarjan UGM.

    Diketahui 5 jenis serangga hama yang paling berinteraksi dengan tanaman padi yakni kepinding tanah, belalalng, wereng batang punggung putih, wereng batang cokelat dan walang sangit. Namun rata-rata populasi lima jenis serangga hama utama pada sawah surjan yang dipupuk secra organik, populasinya lebih rendah daripada sawah konvensional dengan serangga hama yang paling dominan adalah hama kepinding tanah.

    Menurutnya, model pengendalian hayati pada ekosistem sawah berbasis intrekasi serangga-gulma, maka ekosistem sawah surjan yang dikelola secara organik merupakan model yang paling dalam pengelolaan jenis gulma di atas inang alternatif bagi hama dan habitat bagi serangga musuh alami. Kenaikan tanaman gulma akan diikuti oleh kenaikan serangga herbivora dan kenaikan serangga herbivora akan diikui oleh kenaikan serangga karnivora, katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

    demikian semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita.

  3. Martono says:

    makasih pak avi infonya,……….hehe tapi ga mau ah ketiban duren mah nyeri…hehe.com

  4. suli says:

    Ya… mantaplah benar pak Martono.
    Selain di daerah pasang surut pola seperti ini di pakai pada sawah sawah sepanjang DAS yang kadang tanggulnya jebol oleh banjir…. dan untuk mengembalikan ke keadaan semula di buat seperti ini yang kemudian bernama sawah tegalan >>> sawahnya di buat rendah, sebagian tanah di naikan di buat tegalan yang nanti berisi palawija dan holitikultura.

    Mas Avi jika pernah ke desa sekarteja, itu sawahnya banyak seperti itu, desa itu di belah oleh sungai yang sering jebol tiap tahun, sungai tersebut sejarahnya sungai buatan pada waktu zaman belanda.

  5. Bontor says:

    apa fungsi gubuk?

  6. Edrick says:

    apa fungsi sengkedan?

  7. Adi says:

    Itu apakah jenis tanah nya tergantung dari tempat tinggal kita apa semua jenis tanah …soalnya saya tinggal di sumatra yang tanah nya gak sama dengan tanah di jawa …. Beri pentunjuk dong pak makasih ,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s