MEMBUAT PUPUK ORGANIK

Ragam Pupuk Organik

Membuat  pupuk organik terutama pupuk organik cair, sekarang ini banyak caranya. Banyak juga pilihan yang bisa kita pergunakan. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk mengatakan bahwa pupuk organik cair itu identik ini: susah dan mahal !!!.

Justru sebaliknya, membuat pupuk organik cair itu mudah dan cepat,,,,

Dengan mengetahui cara membuatnya, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Pupuk organik cair ini bisa berfungsi multi guna. Bisa dijadikan starter, untuk unsur hara tanaman, bisa untuk biopestisida, dll.

MOL

Pupuk organik cair tsb, sebut saja satu diantaranya adalah MOL. Untuk membuat MOL bisa kita pelajari panduannya. Ada juga MOL yang bisa kita lihat cara membuatnya di blog ini, seperti MOL keong mas, MOL buah-buahan, MOL bonggol pisang, MOL bayam, dll.

Bakteri Cair

Pupuk organik cair, ada juga yang disebut “bakteri Cair”. Isitilah ini pertama kali dikenalkan di Blog ini oleh Mas Parwito. Untuk membuat bakteri cair ini sangat mudah. Selain mudah dan murah, proses pembuatannya juga cepat. Dibutuhkan waktu antara 3-5 hari, pupuk organik cair tsb dah jadi.

Cara lain dalam membuat Pupuk Organik Cair dapat juga dilihat di sini.

Cara membuat pupuk organik lainnya

Dalam sebuah tulisan, saya dapatkan juga cara mudah membuat pupuk organik cair. Intinya : bila ada bahan-bahan jadi hasil fermentasi seperti tape, tempe, tauco, youghurt, dll. Atau sayur mayur dan buah-buahan bisa dibuat pupuk organik cair.

Adapun tulisan tsb adalah (http://www.alamtani.com) :

Ada dua larutan pupuk organik/starter yang harus disiapkan.

Pertama, larutan berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula.
Kedua, bakteri yang diambil dari sayuran dan buah dengan penambahan garam.
 

a. Starter dengan larutan gula

  • Siapkan stoples kaca ukuran lima liter, pilih yang kedap udara.
  • Tambahkan kedalam toples 200 gram gula merah, encerkan dengan 3 liter air bersih aduk sampai merata.
  • Masukkan 5 butir ragi atau ragi tempe. Apabila tidak ada bisa diganti dengan sepotong tempe atau tape.
  • Tutup rapat dalam toples, diamkan hingga 3-5 hari. Warna akhir larutan coklat pekat baunya wangi tape. Larutan siap untuk digunakan.

b. Starter dengan larutan garam

  • Siapkan stoples kaca ukuran lima liter, pilih yang kedap udara.
  • Tambahkan kedalam toples 1 sendok makan gula dapur, encerkan dengan 3 liter air bersih aduk sampai merata.
  • Pilih beberapa potong sayuran hijau seperti kangkung, bayam, atau kulit buah-buahan seperti pepaya, pisang. Lumat material tersebut dengan blender, masukkan kedalam toples.
  • Tutup toples dengan rapat, diamkan 3-5 hari. Apabila baunya enak, seperti bau tape atau alkohol artinya larutan sudah siap digunakan.

Jadi, bila bermacam cara pembuatan pupuk organik cair sudah tersedia. Maka, tinggal kita saja yang menjadi eksekutornya, mau pilih yang mana.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in MOL, PUPUK ORGANIK. Bookmark the permalink.

16 Responses to MEMBUAT PUPUK ORGANIK

  1. wong sae says:

    Makasih banyak ilmunya mas,sangat membantu sekali.
    Pastinya akan saya coba.

  2. Fiar akbar says:

    Mas nurman ini bhn2 poc sy : urine kambing, tetes, katul, ragi tape empon2, sirih, daun sirsat, bonggol pisang, sabut kelapa, em4, nanas. apa ada mslh dg bhn2 tsb. Sy semprotkan perbandingan 1lt poc/10 lt setiap 7 hr awalnya bagus skl tetangga kagum tp skrng masa bunting mvlai terkena hawar daun atau bercak daun sy krang paham daun menguning n mlai kering oh ya mas nyemprotnya sy cmpur pestisida kimia sdkt. Apa kira2 yg salah disini tiap hari/mlm sering hujan trm ksh mas

    • NURMANIHSAN says:

      Menurut saya sebaiknya dalam mambuat POC jangan pakai daun sirih dulu dan daun sirsak pak fiar. Daun sirih dan sirsak dibuat terpisah buat pesnab. Kalau mau dicampur sewaktu mau aplikasi dengan MOL.

      MOL tsb kan mengandung unsur hara, mikroba, dll. Begitu ditambahkan pestisida kimia, bisa jadi mikroba mati semua kalau pun ada jumlahnya sangat sedikit sekali. apalagi aplikasinya 1 liter/ 10 liter. Dosis tsb cukup banyak. Jadi wajar saja, dalam tahap awal pertumbuhan bagus. Karena unsur hara banyak dan mikroba sedikit. Dan ini sangat rentan kena penyakit. Apalagi aplikasi MOL tsb disertai pestisida kimia. Bila ini berlangsung tiap pekan, maka mikroba baik makin berkurang.

      Mengapa terserang hawar daun ?

      sebab karena “mikroba baik” di sawah jumlahnya minim sebab itu tadi mikroba dalam MOL tsb sudah habis atau tinggal sedikit. Pada saat yang bersamaan “mikroba jahat” banyak, apalagi didukung oleh hujan yang banyak sehingga pertumbuhan mikroba jahat meningakt drastis. Sehingga tanaman tak berdaya untuk mempertahankan dirinya.
      Kalau mikroba baik banyak maka biarkanlah para mikroba ( bakteri, virus, fungi, dll) tsb “perang saudara” dng mikroba jahat, selama mereka perang maka tanaman kita akan aman. hee
      apalagi bila tiap pekan kita tambah mikroba baik maka jumlah mikroba baik akan semakin banyak. masalah adalah ketika mas aplikasikan MOL plus pestisida kimia maka jumlah mikroba baik tsb tinggal sedkit. jadi mikroba baik tsb kalah. karena mikroba jahat memang maka mudah saja menyerang tanaman mas, tks

  3. cantrik says:

    Menurut yang saya dengar, ada baiknya mol tidak dicampur dengan bahan kimia. Mikrobanya bisa mati.

  4. cantrik says:

    Pak Nurman dan rekan yang lain.. Pemilihan gula merah sebagai bahan starter harus dipertimbangkan dengan baik. Gula merah/Palm sugar atau gula dari nira keluarga palma biasanya menggunakan sulfit dalam proses pembuatannya. Apakah unsur sulfit/natrium metabisulfit tidak mengganggu proses pembuatan starter? Barangkali masih lebih baik jika menggunakan molases. Kemungkinan inilah alasan Pak Sutar menanam tebu di samping saungnya.
    Jika pun menggunakan gula merah, lebih baik dari nira aren..( biasanya gula aren tidak memakai sulfit). Mohon koreksinya.

  5. Fiar akbar says:

    Mas cantrik keringnya daun kira2 apa pengaruh dr poc. Klu krn cendawan ngobatinya bgmn

  6. Fiar akbar says:

    Trm ksh byk mas nurman betul2 manfaat oksi p

  7. Mas apakah pupuk organik cair yg kita buat itu bisa diaplikasikan untuk semua tanaman sayur & buah? bisakah untuk nutrisi hidroponik juga? suwun,terima kasih

  8. suli says:

    Pak akbar…
    Maaf saya telat komen, padahal ada teman yang lagi beranjak ke organik….harus tut wuri
    Jika masih memakai pest kimia, di buat selang minimal 3 hari, itupun memakai ambang batas kendali, benar seperti keterangan pak ihsan dosis sampeyan terlalu banyak, 200 ml cukup 14 lt tanki semprot 10 hari sekali. jika pemupukan ada urea turunkan dosis 1/3 nya, atur jarak tanam sesuai kondisi kesuburan tanah.daun kering apa yang di maksud nanti jadi kresek? ini masih pengaruh dari semua diatas, tidak ada POC yang membuat daun kering, adanya membuat daun hijau kekuningan sempurna menjelang panen atau biji bernas matang pohon.

  9. Foredi Batam says:

    Informasi yang sangat berguna sekali, lanjutkan.

    salam
    Foredi Batam

  10. ucok says:

    Aku mau buat cuma yg praktis aje

  11. Cupang says:

    saya biasanya pake sisa sampah organik dapur terutama sayur2an, d kubur d lubang

  12. taRi says:

    Untuk cara pembuatan starter dengan larutan garam,
    tahap ke 2 : Tambahkan kedalam toples 1 sendok makan gula dapur, encerkan dengan 3 liter air bersih aduk sampai merata.
    1 sdm gula dapur maksudnya garam dapur kan pak ?
    Takaran untuk aplikasi pembuatan pupuk organiknya bagaimana pak ?
    terimakasih

  13. efendy manan says:

    Gula dapur = gula biasa yg kita konsumsi bu….bukan garam dapur..kalau pakai garam malah ndak jadi MOL…krn sifat garam sebagai pengawet shg mikroba akan stagnan bahkan mati

  14. taRi says:

    He…. Karena Judulnya membuat Starter dengan larutan Garam jadi yang terbayang pakai garam dapur, ternyata salah. Okey pak, jd lebih jelas sekarang _MatuR NuHun_🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s