USAHA TANI PADI

DARIMANA MEMULAI USAHA TANI PADI SAWAH
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Ikatan Mencintai Pertanian

Waktu adalah salah satu media untuk proses belajar. Dan itu betul sekali !!!

Dengan berjalannya waktu, kita bisa belajar dari mana saja dan dimana saja. Salah  satunya dari blog ini: blog Oksi-P ( Oksigen Pertanian ).

Dari waktu ke waktu ada saja yang “nyasar” ke blog ini. Dan tentu saja, akan disambut dengan gembira oleh rekan-rekan oksi-P yang lain. Sehingga makin banyak saja yang menjadi keluarga besar Oksi-P.

Siapa sangka kita-kita akan kenal satu sama lain sebelumnya? dan memang, tidak ada dalam benak kita sebelumnya, kita akan saling mengenal.

Dan ternyata memang Allah SWT tlah berkehendak lain, kita-kita telah dipertemukan dengan satu ikatan. Ikatan untuk mencintai dunia pertanian. Ikatan menuju Pertanian yang lebih sehat. Insya Allah.

Di samping  itu, ada ikatan lain, ikatan untuk menyebarkan setiap kebaikkan di mana pun kita berada. Kebaikkan untuk menyebarkan ilmu yang telah kita miliki.

Memulai usaha tani

Dari sekian banyak banyak pertanyaan yang ada di blog ini, ada pertanyaan yang bisa dijadikan tema dalam tulisan ini. Tulisan yang berkaitan dengan pertanyaan dari petani pemula: dari mana memulai usaha tani, khususnya padi sawah.

Assalamu’alaikum Wr Wb , salam kenal buat bapak-bapak , mas-mas semua terutama yang punya rumah pak Nurman,

Alhamdulillah, saya menemukan blog ini untuk belajar bertani. Setelah menjadi pekerja kantoran selama 15 thn, dengan semangat berwirausaha di bidang pertanian dan tanpa pengalaman bertani (krn dulu gak mau jadi petani :) ), di awal thn 2013 saya memutuskan untuk total menjadi petani dengan menggarap lahan 1 Ha .
Pada Masa Tanam 1, hasil tanam panen padi cuman 2.3 ton (krn kena potong leher), harga Gabah Rp.3.050/kg . Pada masa tanam ke 2 hasil panen naik sedikit 2.7 ton , dan alhamdulillah harga gabah juga naik Rp4.000/kg . Dan untuk yg ketiga ini kami tanam kedelai .

Sambil mempelajari satu per satu artikel dalam blog ini agar masa tanam tahun depan hasil panen saya seperti cita2 sedulur tani semua ( 10-12 Ton/H) yang ingin saya tanyakan adalah : “sebagai petani pemula dan banyaknya artikel di blog ini dari mana saya harus memulai belajar di blog ini agar terbebas dari ketergantungan pupuk kimia dan mengembalikan kesuburan tanah kami”. ( Pak Arjunadi )

Bagaimana teman-teman Oksi-P yang lain? mungkin pendapat teman-teman bisa di share di sini,,,

Pengalaman dan kiat-kiat teman-teman yang telah bergelut lama di dunia pertanian padi sawah, ditunggu oleh pembaca lain ( apalagi di bulan puasa, pahalanya bisa berlipat ganda). Terima kasih.

Bersambung,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SEPUTAR PETANI, SOLUSI BUAT PETANI. Bookmark the permalink.

15 Responses to USAHA TANI PADI

  1. cahyo says:

    Saya jg baru jd petani. Baru 1 x panen. Kalau saya belajar bertani padi dimulai dari metode SRI. Cari2 artikel SRI di internet. Juga msh menggunakan pestisida kimia. Baru setelah ketemu rekan2 oksi P tergerak pakai organik. Dan sekarang mulai mencoba tanpa pestisida kimia dulu. Baru pelan2 mengurangi pupuk kimia.

  2. Tono says:

    Saya juga masih Belajar bertani. Jika saya mendapat beberapa informasi, saya pilah dulu mana yg harus dipraktekkan terlebih dahulu. Satu per satu kita praktekkan bertahap. Dari pengalaman praktek itulah kita akan mengerti sedikit demi sedikit. Jgn lelah belajar. Jika gagal, semuanya adalah proses. Ibarat anak sekolah, gagal meraih nilai baik, maka mereka akan lebih giat belajar dan belajar. Pembaca yg budiman. Trima kasih atas tulisan2nya. Terutama yg menulis artikel. So, jgn lelah membagi ilmunya ya? Salam tani.

  3. cahyo says:

    Sekalian diskusi usaha sawah ya. Beberapa waktu lalu rame berita investor china menggandeng malaysia untuk membuka lahan sawah d jawa barat dgn nilai 20 T lebih (http://m.liputan6.com/bisnis/read/645663/perusahaan-china-malaysia-bangun-sawah-rp-20-triliun-di-indonesia ). Berapa ribu atau puluh ribu ha itu. Kalau kita tidak segera meningkatkan kemampuan olah tanah kita, bagaimana kita bisa bersaing. Moga dengan sinergi kita bersama, saling belajar dan mengajari, kita bisa mengungguli mereka. Amin.

    • NURMANIHSAN says:

      Trim mas cahyo atas infonya
      Kalau rencana tsb betul, Menurut saya: inilah bentuk penjajahan baru !!!!!!!!!!!

      Mengapa demikian?
      Sebab kedepannya semua negara akan berlomba menciptakan “stok” cadangan bahan makanan buat penduduknya. Salah satu strategi tsb adalah menciptakan di negara orang lain.
      Katakanlah, ada 10.000 ha ditahun pertamanya. Siapa yang bisa menjamin, kalau seluruh hasil tsb tidak diangkut kenegara para investor tsb.
      Wong panen tsb hasil mereka. apa hak kita, apalagi tahun 2015 ada AFTA (pasar bebas di asia tenggara)
      Belum lagi kalau tiap tahun jumlah luasnya bertambah menjadi 20.000 ha, 30 rb ha, dst.

      Mau dikemanakan nasip bangsa ini. Jelas ini sangat berbahaya. ini bisa menjadi “bom atom” pangan bagi bangsa ini.

      Sejarah sudah jelas.
      Jelas2 kekayaan kita yang berupa MIGAS sudah mengalami hal spt ini. Tiap tahun kalau migas kita kelola sendiri ( menjadi mayoritas milik negara) maka negara akan mendapatkan uang ratusan bahkan mungkin ribuan triliun dari migas tsb.
      Dari blok mahakam-kalimantan saja, kalau dikelola sama pertamina akan menghasilkan devisa buat negara sekitar 150 T. Blok Mahakam ini akan habis tahun 2018. Tapi mula dari tahun 2012 saja, pihak asing sudah mau blok tsb diperpanjang.

      Tapi apa lacur, tanpa sadar kita kehilangan ratusan/ribuan triliun tiap tahun tsb. Dan ini adalah kelalaian kita, karena kita salah pilih pemimpin !!!
      Kita butuh pemimpin yang mau mengelola MIGAS menjadi milik negara, atau minimal negara yang punya kontrol atas MIGAS kita.
      Bayangkan uang sebanyak itu kalau dibuat sawah baru akan jadi berapa ratus ribu bahkanbisa 1 juta ha???

      Makanya ketika saya berdiskusi dng penggiat organik di sukabumi, ada orang jepang akan melakukan hal yang sama, mengajak bekerja sama dengan cara di atas. maka secara prinsip: kami jelas menolaknya sebab akan membahayakan kedaulatan pangan kita.
      Sebab kedepannya, semua negara akan melakukan hal yg sama: mengamankan bahan makanannya.

  4. Tono says:

    Salut banget!!! 1 jt jempol buat temen2 tani, yg sudah pake cara 100% full organik. Mohon doanya, agar kami semua disini bisa duplikasi, sistim organik. Karna disini sistim tsb, belum bisa diterima 100%. Baru beberapa yg mau mulai merintis.

  5. cantrik says:

    saya termasuk orang yang nyasar ke blog ini.. ada perubahan pada blog ini, sekarang lebih organik.. plus minus tentu ada.
    sesuai judul, saya malah ingin tahu sistem atau cara penjualan gabah di tiap daerah. Saya pernah dengar dari salah satu pembaca oksi P yang kemarin ikut kopdar, bahwa di daerahnya ( klaten), ada sistem niaga gabah yang baru saya tahu. Yaitu gabah kupas atau beras pk.
    Kepada mas Alif, mohon sharingnya.

  6. Fiar akbar says:

    Sy bertani sdh lama mlai dr orang tua. stlh kenal oksi p kelihatan gobloknya dr sini sy bljr byk. Mengkuti obrolan oksi p sprt ktemu lngsng dg orangnya n yg sll sy tunggu n ketagihan tulisan mas nurman

  7. suli says:

    Apa lagi itu akal akalan baru malaysia!!!!!!!!!
    reog….wayang kulit….padi lokal kalimantan…..makanya presiden pertama soekarno dulu marah betul terhadap malaysia
    Mau ngakali apa lagi, jawa barat lagi…habis hutanlah beserta isinya, jangan di salahkan macan tutul turun ke kampung kampung nanti. yang saya baca di kompas kalimantan timur(kaltim) dan kalimantan utara(kaltara) akan mencetak sawah baru ribuan hektar pemerintah akan menggendeng investor swasta, lha kalau investornya malaysia?

    Petani padi…sabar,tekun agar tekan(sampai) kepada tujuan,sabar sebab panen 3-4 bulan sekali, tekun di jalani dengan berbagai karakter padi,tanah, kondisi geografis,musim,hama dan penyakit. semangat !

  8. h.iwansutiawan@yahoo.co.id says:

    Ass…wr wb
    Dah lama sekali sy baru koment lagi,,,
    Banyak kesibukan dan mulai bertanam padi lagii..

    Ngomong2 masalah petani dan bertani jadi gatel nihh
    Sy lahir dari keluarga petani di sbuah kota karawang lumbungnya padi
    Kemudian besar dan bekerja jadi abdi negara dengan segala kesibukan menjaga kamtibmas,,patroli kewilayahan,,pokoknya sibuk deh,

    Mungkin 2 tahun kemarin baru mulai bertani
    Yang sy amati dari bertani yaitu:

    1.Menghilangkan kejemuan setelah bekerja
    Tiap hari bergelut dengan kemacetan,,kebisingan dan demo,,apalagi kalau yang demonya ga pake akal sehat caci maki lemparan botol minuman ringan,hinaan rasanya ingin sy lawan,,cuma terbentur HAM,,dan hanya bisa bersabar dan mengelus dada
    Setealah itu pulang dan kesawah melihat hamparan padi lambat laun perasaan yg dongkol itu hilang stress hilang..

    2.Ada sesuatu yg d banggakan
    Apakah itu???
    Melihat tanaman kita dari awal d pelihara kemudian berkembang dari satu jadi banyak kemudian beranak kemudian bunting keluarlah bunga padi kita rawat jadilah padi yang sehat dengan cucuran keringat kita
    Ada pertanyaan dimana nilai kebanggaannya??
    Disinilah letaknya setelah panen padi kita jadi beras. Itulah kebanggannya bisa menjadikan beras yang sehat

    Mudah2an apa yang kita kerjakan hari ini menjadikan ibadah dan berbuah pahala untuk bekal kita d akirat kelak aminnn

    Terimakasih mas nurman mas effendy. Mas avi dan rekan 2 oksi p

    Pokonya jangan ragu menjadi petani yang baik
    Jayalah para petani indonesia

    BRAVO OKSIGEN PERTANIAN

  9. suli says:

    Di Subang……Hmmmmmm
    Pak Nurman benar “bom atom”nya di jatuhkan ke intinya alias ke lumbung pangan nasional, hebat ya negeri negeri tetangga itu. silakan terka masing masing aja, apa jadinya nanti buruh tani, karena mekanisasi pertanian mereka akan menggeser perannya, mesin yang sudah ada akan di buang karena tidak efektif pastinya.teman teman bisa lihat di youtube mesin mesin terbaru mereka.
    Bisa jadi seperti di film ‘sang penari’ 2012…..masa dekat sawah bisa kehabisan beras ????? ini ada yang salah sedulur sedulur…..tokoh bakar anggota PKI (di perankan oleh Lukman Sardi) maaf ini di film tidak bermaksud apa apa.

  10. avi says:

    sy hny bisa bilang DO IT OUR FIELD FROM IMPERIALISME so what can we do…
    Apakah kita akan jd seperti resi bhisma,begawan seta,radhea surya atmaja atau yg lain

    • suli says:

      Wah mas avi, senang wayang juga.jarang lho mas anak muda seperti sampeyan senang wayang.pingin tau jadwal wayang? di pagelaran wayang kulit di fb.

  11. cahyo says:

    Yang bisa dijadikan pelajaran, pengolahan hasil bertani padi nya perush cina itu tidak hanya beras pangan, tapi juga yg lain macam etanol, dll. Setelah urusan teknologi bertanam padi kita sudah bagus, ada baiknya memang bagaimana kita bisa punya nilai jual lebih dari sekedar beras pangan. Petani bisa lebih sejahtera.

  12. Adimaz says:

    assalamuaikum mas..mau nimbrung nih..saya juga petani baru mas..saya mau minta impormasi mengenai padi bunda sri madrim mas..saya ingin mencoba membudidayakany mas..tpi di daerah saya sepertiny belum ada benih tersebut..kalau boleh tau, apakah ada di daerah sumatra utara yg pernah membudidayakanya mas? Kalo ada tolong kasih tau alamatny mas..karna musim tanam yg akan datang saya ingin membudidayakanny..saya tinggal di medan mas tepatny di perbaungan kab.serdang bedagai, wassalam terimakasih mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s