USAHA TANI PADI (2)

DARI MANA MEMULAI USAHA TANI PADI SAWAH
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Pada tulisan sebelumnya, Usaha Tani Padi, saya mengharapkan teman-teman yang lain bisa memberikan masukkan/komen/pengalaman/dll. Dengan di share tsb diharapkan agar para pembaca lain mendapatkan pencerahan.

Dengan demikian, bila para pembaca yang ingin mengetahui usaha tani padi, bisa mengetahui secara mudah dan ringkas dari mana harus memulainya, tanpa harus membuka semua artikel yang ada di blog ini,,,

Saya pribadi mempunyai pemahaman sendiri, dimulai dari mana hal tsb harus kita lakukan.

Bila ada yang mempunyai lahan 1 ha, apa yang harus kita lakukan. Dari mana kita harus memulainya.

Saya ambil contoh, ada petani yang bernama Pak Nadi, dia petani yang menggarap lahan seluas 1 ha. Misalkan, dia datang dan berdialog kepada teman di oksi-P.

“Mas Oksi, aku minta saran dan masukkan, aku punya lahan 1 ha, kalau aku baca tulisan yang ada di Oksi kan sangat banyak. Intinya:  dari mana aku harus memulainya?”

” oh begitu, wah mulai dari mana ya,,,” saya garuk-garuk kepala nih, padahal tidak gatal.

“tapi menurut saya ada beberapa point yang bisa kita perhatikan,,,”

”  bisa disebutkan poin-poin tsb, mas Oksi”

“bisa sih, cuma ini hanya sekedar saran sari saya saja, bisa benar dan bisa salah ya”

“terima kasih sebelumnya, bisa disebutkan mas Oksi?”

Menurut saya, langkah yang harus dilakukan adalah sbb :

Pertama, niatkan usaha tani yang kita lakukan adalah dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.

Mengapa saya katakan demikian? Dan ini sering saya katakan berkali-kali. Sebab bila kita meniatkan usaha tani yang kita lakukan adalah buat ibadah, maka setiap hari kita pergi ke sawah (kerja). Maka itu sama saja kita beribadah.

Bayangkan, ketika kita pergi ke sawah saja saja sama saja beribadah. Belum lagi, ketika tanaman kita sudah bisa mengeluarkan oksigen, maka keluar oksigen tsb adalah pahala buat kita.

Kemudian, ketika lahan kita sehat, dimana banyak makhluk hidup berada di sana, ada ekosistem yang terbangun secara sehat. Ada kKatak, ikan, jangkrik, dll bisa hidup bebas. Maka kegembiraan mereka berada di sawah kita adalah pahala buat kita. Bukankah menggembirakan mahkluk lain untuk hidup merupakan kebaikan?

Ketika tanaman kita terserang hama dan penyakit, ketika padi kita terserang walang sangit, tikus, burung, dll. Jelas hal tsb merupakan kerugian buat kita.

Tapi pada saat yang bersamaan hal tsb adalah pahala buat kita. Itu artinya, ketika kita sudah berusaha untuk mengatasi berbagai hama tsb, tetapi masih juga disernag/dimakan. Solusi terbaik adalah mengikhlaskannya.

Kedua, jadikan pematang sawah lebar

Dengan membaca tulisan pematang sawah 1, pematang sawah 2 dan pematang sawah 3, maka kita akan mendapatkan banyak manfaat. salah satunya, jadilah petani padi sawah sekaligus petani hortikultura.

Dengan mempunyai lahan sawah seluas 1 ha. Maka saran saya: jadikan lahan sawah tsb jadi 20 petak. Jadi 1 petak seluas 500 m2. Bisa juga,  lahan sawah tsb dijadikan 25 petak. Sehingga tiap 1 petak sawah menjadi 400 m2.

Dari luas 400-500 m2 tsb, luas pematang sawah dijadikan lebar. Jadikan lebar pematang sawah  tsb menjadi 1 m2. Sehingga, luas lahan sawah yang 1 ha akan terbagi menjadi: 80 % buat lahan sawah dan 20 % buat lahan hortikultura. Dan sebagian kecil lahan untuk tanaman bunga.

Bila ada yang mau melakukan penelitian, bisa saja topik ini dibahas. Berapa perbandingan yang ideal antara lahan sawah dan lahan hortikultura, sehingga didapatkan pendapatan petani yang maksimal.

Menurut saya pribadi: luas lahan 1 ha tsb yang ideal tsb berkisar 70-75 % buat lahan padi sawah dan sisanya 25-30 % buat lahan hortukultura/pangan lainnya.

Jadi, kita menjadi petani padi dan petani hortikultura/pangan lainnya secara bersamaan. Itu artinya, kita sebagai petani akan panen dalam 2 keadaan. Diharapkan 70-75 % buat lahan padi sawah dan sisanya 25-30 % buat lahan hortukultura hasil uangnya akan sama. Misalkan dari usaha tani sawah dapat  sekitar 8-12 juta maka dari lahan hortikultura 8-12 juta juga.

Ingat pepatah : jangan meletakkan telur dalam 1 keranjang. Bila terjatuh maka telur tsb akan banyak yang pecah atau pecah semua.

Dengan demikian, bila kasarnya terjadi penurunan panen padi, masih ada harapan di panen hortikultura.

Ketiga, Melihat/Mamahami Musim Taman dan varietas yang digunakan

Dari berbagai daerah yang ada di Indonesia,  ada beragam karakteristik yang bisa kita jumpai. Sehingga setiap daerah punya keunikan tersendiri.

Tetapi dari beragam karakteristiknya tsb, ada benang merah yang punya titik kesamaan dalam hal panen. Di MT 1, panennya normal. Di Mt-2 panennya mengalami penurunan. Dan di MT-3, hasil panennya tinggi.

Ada beberap petani yang sudah mempunyai “pakem” dalam hal penentuan varietas padi yang akan ditanam.

Misalkan di MT-1, dia tanam inpari 1/4/10. Di MT2, dia tanam mira-1, inpari 13, mekongga, dll. Dan di MT-3, dia tanam sidenuk, ciherang, cimelati.

Dan tiap petani dengan pengalamannya selama ini, harus sudah mempunyai “pakem” tersendiri sesuai dengan karakteristik di daerahnya masing-masing.

Apalagi, dengan menerapkan pola pematang sawah yang luas. Dengan kombinasi lahan hortikultura dan sedikit tanaman bunga maka akan beragam serangga dan binatang lain sehingga dapat menekan hama dan penyakit.

Bersambung,,,

About these ads

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in BUDIDAYA PADI, SISTEM TANAM. Bookmark the permalink.

10 Responses to USAHA TANI PADI (2)

  1. fahmi says:

    ditggu klanjutanya pak nurman.tx

  2. cahyo says:

    Di daerah saya musim wereng. Pertama tama sih nyoba2 pake pesnab dari daun paitan, tapi gak hilang2. Setelah saya cek lagi per rumpun ada lebih dari 5. Terpaksa pakai kimia. Bisa sharing pesnab yg ampuh buat wereng? Belum bisa bikin agen hayati soalnya ini, belum diperbanyak isolatnya di bppt dan bppth :(

    • avi says:

      mas cahyo coba pakai akar tuba/biji turi/biji ketela pohon itu daya bunuh cepat tp cm mempunyai efek kontak dan lambung

      • cahyo says:

        Makasih mas Avi, ntar tak cari bahan2nya. Kemarin udah bikin brutowali, paitan, serai, biji mahkota dewa, lidah buaya sama laos. Tapi belum sempat dimasukkan udah khawatir gak ketolong. Mungkin nanti saya tambahi bahan2 dari mas Avi tadi.

  3. Agus siswoyo says:

    Biji ketela pohon ?
    Perasaan gak ada biji nya…mohon confirm mas navi…

  4. suli says:

    Lahan menurut saya ya dari sononya, sehektar di karawang paling 10-14 petak, di jawa bisa 35 -40 petak , beda lagi di teras sering wah entah berapa….sawah sawah irigasi dataran rendah di jawa pematang masih standar karena untuk pindah traktor antar sawah, angkut padi padi ke jalan terdekat, hampir tidak di tanami karena sewaktu waktu hujan besar sehari seluruh pematang keleleb, musnahlah palawija.
    Pada petak yang agak tinggi malah bisa di tanami palawija semua dengan cara di buat tanah agak tinggi dengan di naikan, seperti tanaman bawang merah di brebes, holtikultura2 asuhan koh ameng di karawang.
    holti lebih kepada menghitung kapan di butuhkan kedepan, atau lebih jeli lagi model panen di luar musim, mungkin mas avi lebih jago di masalah ini, saya udah berhenti lama.

  5. suli says:

    Info…
    Saya masukan ke tulisan terbaru ini aja …padi hitam cantrik yang sudah di ikrarkan di rumah Pak Ali ciamis plus syukuran dengan dengan sambel goreng belut (sampai di makan lagi di rumah mas yuri), itu padi ketan hitam. kecuali sampel yang aku bawa ke Pak Purnomo juga saya selip dan di masak benar adanya. untuk teman yang sudah mendapatkan sewaktu di boyolali mohon ralatnya.namun saya sudah meminta benih hitam dari Pak Purnomo dan alhamdulilah di kasih dengan umur lebih lama seminggu dari logawa (-+ 130 hss).segera saya kembangkan di MT1…

  6. avi says:

    ada kok mas,ketela pohon(singkong)mulai mengeluarkan bunga dan biji setelah usia 7 bln,rasa biji yg udah kering sangat gurih dan enak tp bs teler cukup dg makan 3 biji kering mentah

  7. cahyo says:

    Laporan dari sawah saya yg terkena wereng. Yang masih bisa diselamatkan dengan full pestisida organik hanya 1 lahan. Lahan yang lain wereng dibasmi secara kimia. Pestisida nabati yg dipakai (paitan, garam, butrowali, serai, isi mahkota dewa, laos, gadung, lidah buaya, kluwek muda). Pokoknya ada info bahan apa aja langsung dimasukkan. Dosisnya 1/2 lt per tanki. Setelah itu disemprot mol kecambah, sekarang petani lain (termasuk saya sendiri) terheran heran dgn pertumbuhannya. Varietas bondoyudo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s