BERAS DAN ROKOK

Harga Beras dan Rokok

Pada medio sekitar tahun 1980an, saya dapat informasi dari petani sepuh bahwa dengan 1 kg beras petani tsb dapat 2 bungkus rokok. Sekali lagi, dengan punya 1 kg beras maka dapat beli 2 bungkus rokok.

Setelah 10 tahun berlalu, pada medio tahun 1990an terjadi perubahan antara beras dan rokok. Tepatnya, dengan punya 1 kg beras maka petani tak bisa lagi dapat 2 bungkus rokok. Harga 1 kg beras secara perlahan mulai didekati dengan harga 1 bungkus rokok.

Puncaknya, ketika terjadi peristiwa reformasi harga 1 kg beras sudah bisa dilewati oleh harga 1 bungkus rokok.

Di medio tahun 2010 lalu, harga 1 kg beras misalkan 6 ribu maka harga rokok per bungkus sudah berada dikisaran 8 – 9 ribu.

Di tahun 2013 ini saja, petani yang perokok harus mengeluarkan sekitar 1,5 kg beras tuk mendapatkan 1 bungkus rokok.

Bahkan menurut saya. tak lama lagi, 2-4 tahun dari sekarang, para petani harus menjual 2 kg beras agar dapat membeli 1 bungkus rokok !!!

Beda tahun beda rasa

Dulu, ketika para petani tahun 1980an punya 1 kg beras dapat membeli 2 bungkus rokok, maka ada kesan bahwa rokok di masa itu murah.

Apalagi para petani rata-rata punya lahan yang luas. Ditambah lagi,  hasil panen mereka cukup melimpah. Maka tak jarang, sang pemilik sawah banyak yang menjadi juragan.

Sekarang ini, rasa yang dialami para petani terbalik. Dengan 1 kg beras tak cukup untuk membelu rokok. Dibutuhkan sedikitnya 1,5 kg beras aagar dapat 1 bungkus rokok.

Ditambah lagi, luas lahan yang mereka miliki semakin sempit dan berkurang. Apalagi bila panen di MT-2 ini, maka hasil panennya menurun. Sehingga harga 1 bungkus rokok terasa begitu berat.

Beras, Rokok dan Tanaman Padi

Ada pertanyaan sederhana: berapa banyak tanaman diperlukan untuk menghasilkan 1 kg beras?

Saya ambil contoh begini : ketika petani panen 100o kg GKP maka ketika dijemur akan terjadi penyusutan. Susut tsb bervariasi, tetapi saya ambil susutnya sekitar 18 %. Sehingga gabah yang 1000 kg GKP tsb menjadi 820 kg GKG.

Berat bagah yang 820 kg GKG tsb ketika digiling maka secara angka nasional akan menjadi 61 % jadi beras. Sehingga didapat angka sekitar 500 kg beras.

Jadi, mudahnya 1 kg beras = 2 kg GKP

Ini sama dengan penuturan beberapa petani, “kalau saya jual beras patokkannya gabah basah (yang dimaksud petani adalah GKP), mas nurman”.

“misalkan gabah basah harganya 3.400 maka saya jual beras 6.800” sambung petani tsb.

Nah, dari 2 kg GKP maka bisa kita hitung berapa banyak tanaman yang dibutuhkan.

= 2 kg = 2.000 gram

Bila 1 tanaman menghasilkan 50 gram bersih setelah melewati proses perontokan, penjemuran, angkut, dll.  Maka untuk mendapatkan 2.000 gram GKP dibutuhkan sekitar 40 rumpun tanaman.

Karena di tahun 2013 ini, dibutuhkan 1,5 kg beras untuk 1 bungkus rokok, Maka dibutuhkan sedikitnya 3 kg GKP. Sehingga jumlah tanaman yang setara dengan 1 bungkus rokok adalah 60 rumpun.

Bila proses tanam padi sekitar 4 bulan (120 hari) dimana setiap hari petani merokok 1 bungkus, maka dibutuhkan 7.200 rumpun tanaman buat mengganti rokoknya.

Bila petani hanya punya 1.000 m2, dimana jumlah rumpunnya paling top sekitar 20.000 tanaman. Itu sama saja 7.200 tanaman padi dengan malai yang bernas adalah buat pengganti rokoknya.

Bila petani hanya punya 2.000 m2, dimana jumlah rumpunnya paling top sekitar 40.000 tanaman. Itu sama saja 7.200 tanaman padi dengan malai yang bernas adalah buat pengganti rokoknya.

Padahal, banyak biaya yang dibutuhkan buat usaha tanam padi seperti benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dll.

Jadi wajar saja, sekarang ini bagi para petani yang punya lahan luas apalagi yang lahannya sempit, maka rokok terasa pahit saja di mulutnya,,,

Bahkan untuk tahun-tahun berikutnya, menurut saya, ketika harga 1 bungkus rokok sudah seharga 2  kg beras, maka rokok tsb makin terasa pahit saja !!!

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SEPUTAR PETANI, SOLUSI BUAT PETANI. Bookmark the permalink.

10 Responses to BERAS DAN ROKOK

  1. fahmi says:

    aduhh, aduhh
    jadi mokal nih ktk baca tulisan diatas

  2. Deden says:

    ini dia yang bikin saya geram,.. saya punya sedikit sawah pemberian orang tua dan biasa ditanami padi karena kebetulan dulu ortu petani padi segaligus punya penggilingan padi dan jualan beras dipasar sekitar tahun 2000 usahanya merosok dan berujung bukan jual beras tapi padinya karena lebih untung jual padi daripada beras… dan dilanjutkan oleh saya dengan itung2an saya akhirnya saya sendiri sawah gak hanya ditanami padi beralih kesayuran dan mungkin untuk padi asal cukup buat sendiri aja disisi lain tenaga kerja mulai susah dan tdk sesuai dengan penghasilan sawah karena harga jual beras tidak sesuai dengan ongkos biaya tanam padi, mengolah, dll sampe jdi beras. Raskin setiap bulan datang ke desa saya dan itu ???
    au ah gelap😀

  3. avi says:

    hehehe menurut sy bagi petani yg merokok mending g usah beli rokok tp nanam tembakau saja walau sedikit utk dirokok sendiri😀 skr sy jg tengah panen tembakau utk tembakau kering kelas premium harga 450rb/kg sedangkan yg kualitas sedang berkisar 40-90rb/kg tembakau kering

  4. suli says:

    Beda ya dengan petani (farmer) di inggris sana,1 bungkus seharga 150 – 250 ribu, iklannya di bungkus ngeri liatnya, tidak seperti di kita hanya tulisan

  5. Deden says:

    yang jadi masalah rokok semahal apapun gk pada protes tapi coba klo beras…

  6. suli says:

    Kalau beras juga jangan proteslah….lebih lebih beras sehat.

  7. Moga moga suatu saat ada anggota Oksi yang bisa jadi Presiden RI… sehingga yang petani idam idamkan bisa kesampaian….😀

  8. Tono says:

    Ikut urun rembug pembaca semuanya. Misal lhan garap bkan sewa 0,5 ha. Biaya garap kurang lebih 4jt. Hasil panen perkiraan stelah dipotong biaya panen 4ton. Misal terjual hrga 340/kg
    mka: 4ton x 340= 13,6jt – biaya garap 4jt= 9,6jt.
    Dibagi 4 bulan = 2,4jt.
    Jdi petani agar dpt pndaptan 2,4jt, membutuhkan luas lahan garap minimal kurang lebih 0,5ha. Kalo pemasukan sang tani murni dari hasil sawah, maka petani yg lahan garapnya kurang dari 0,5ha bagaimana nasibnya?
    Akhirnya sang petani mencari sampingan agar dpt mencukupi kebutuhan hidupnya. Terkadang hal itu membuat konsentrasi taninya menjadi berkurang. Buat mol, pesnab atau yg lain, akhirnya terabaikan sedikit demi sedikit akibat kegiatan diluar tani. Pengolahan lahanpun menjadi kurang maksimal. Ditambah lagi biaya bajak, biaya air,dll. ikut naik akibat bensin/solar harganya naik. Nasib petani yg lhn garap misal 0,25ha bagaimana? Ini kisah petani gurem seperti saya..
    Mau full tani kebutuhan belum tercukupi, nyari tambahan penghasilan, tapi konsentrasi ke sawahnya jadi berkurang.
    Namun yg namanya tani bukan hanya itu saja..
    Sepenat apapun hati kita, rasa penat itu akan hilang saat kita disawah. Atau istilah jawanya “pas-pasan tapi ayem.” Inilah kelebihan petani. Mudah2an kita dpt pencerahan dengan hati ikhlas menjalani semua usaha kita. Tentram tidak hati kita, tergantung kedekatan diri kita dengan Sang Maha Agung. Amiin.

  9. suli says:

    Ya saya harap petani seperti Pak Tono, pas pasan tapi ayem, tenteramnya padi/beras selalu ada di rumah,sayuran ada di tegalan, ayam kampung bebas berkeliaran yang kadang kadang nangkring di meja makan, telur bebek asin buatan sendiri menu khas anak anak, secangkir kopi terhidang pagi hari berteman pisang kepok goreng hasil kebun sendiri, pisang organik.
    Saya juga petani gurem, yang lahannya setapak burung glatik, jadi harus mempunyai ternak, kadang harus di perbanyak menjelang moment idul qurban seperti saat ini.

  10. avi says:

    kalau sy tdk cm mengandalkan padi meskipun cm berbekal lahan sewa pokoknya segala tanaman budidaya sy tanam awalnya cm bermotif utk kebutuhan dapur sendiri.Pematang bs ditanami sayuran,halaman rumah biasanya sy tanami pare dg sistem para dan bawahnya ditanami jahe,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s