SWASEMBADA KEDELAI

PUPUK HAYATI BUAT TANAMAN KEDELAI RAKSASA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN BANTEN )

Produksi Kedelai Nasional Rendah

Sekarang ini, produksi rata-rata panen kedelai nasional baru mencapai angka sekitar 1,3 ton/ha. Angka ini masih jauh di bawah angka harapan buat produktivitas panen kedelai sekitar 1,8 – 2,5 ton/ha.

Hal inilah yang membuat produksi kedelai nasional begitu rendah. Dengan varietas yang ada sekarang ini, sebetulnya panen kedelai di negara kita, bisa berada diangka sekitar 2,5 – 3 ton/ha. Cuma memang perlakuan tanaman kedelai ini berbeda dengan tanaman padi. Boleh dibilang, perlakuan tanaman kedelai hanya sekedarnya saja,,,

Apalagi ada instansi lain seperti BATAN pernah memberikan info bahwa kedelai mutiara bisa panen 2,4 – 4,1 ton/ha. memang, kalau kedelai bisa menembus angka 4 ton/ha, saya secara pribadi masih meragukan,,,

Sekarang, coba kita bandingkan dengan rata-rata produksi padi nasional yang mencapai 5-6 ton/ha. Bahkan untuk panen padi, ada yang bisa mencapai 15-17 ton/ha.

Padahal untuk kedelai ukurannya lebih besar dari gabah. Kalau kedelai dihitungnya per 100 biji. Misalkan kedelai grobogan 18 gram per 100biji. Kedelai gepak kuning 8,25 gram per 100 biji, kedelai mutiara 23,2 gram per 100 biji, dll.

Sedangkan untuk padi per 1.000 bulir. Misalkan padi ciherang 27-28 gram per 1.000 bulir. Inpari 4 berat 25 gram per 1.000 bulir, dll.

Petani tak mau tanam kedelai

Mengapa banyak petani yang tak mau tanam kedelai?

Menurut saya, produksi kedelai nasional yang rendah, ditambah lagi harga kedelai yang tidak memihak kepada petani. Maka kloplah: banyak petani yang tak mau tanam kedelai.

Kalau petani panen cuma berada diangka 1,3 ton/ha, dengan harga 5.000, maka hasilnya cuma didapat sekitar 6,5 juta per 3 bulan. Ini belum dipotong biaya-biaya lain.

Dengan harga yang saat ini agak tinggi, maka peluang petani tanam kedelai makin terbuka lebar. Apalagi pihak pemerintah  mau memberikan kedelai yang ukurannya besar seperti grobogan, mutiara, dll.

Rekayasa pupuk hayati

Selama ini, ada pihak yang punya pendapat bahwa untuk membuat panen kedelai tinggi bisa dilakukan dengan rekayasa genetika.

Saya termasuk pihak yang kurang setuju dengan pendapat demikian. Walaupun hal ini masih bisa diperdebatkan.

Akan tetapi, apabila ada DNA dari tanaman lain yang dimasukkan ke dalam tanaman kedelai. Ini yang berbahaya. Ini yang disebut Kedelai transgenik. Saya termasuk pihak yang tidak setuju dengan kedelai transgenik tsb. Ini jelas-jelas berbahaya bagi kesehatan.

Padahal, masih banyak cara yang bisa mendongkrak panen kedelai menjadi tinggi. Salah satunya adalah melakukan rekayasa pupuk hayati.

Berikut ini adalah tulisan yang memberi pemahaman kepada kita, bahwa dengan formulasi khusus tanaman kedelai bisa menjadi tanaman raksasa. Tentunya dengan jumlah polong yang banyak pula. Tentunya dengan jumlah biji yang banyak pula,,,

Untuk menciptakan tanaman produktif para ahli tidak harus melakukan rekayasa genetika langsung pada tanaman itu. Buktinya, dengan pupuk yang diformulasikan secara khusus, tanaman kedelai bisa “dipaksa” menghasilkan kacang kedelai berlipat ganda.

Boleh percaya, boleh tidak. Tanaman kedelai yang biasanya memiliki tinggi tak lebih dari 70 cm, dengan jumlah polong antara 40 – 80, ternyata bisa “disulap” menjadi tanaman jangkung setinggi 4,5 m dengan jumlah polong 2.300 – 2.800 polong. Ruarrr biasa!

Namun, jangan membayangkan sosoknya menjadi besar seperti tanaman keras macam pohon nangka atau rambutan. Penampilannya masih tetap seperti dulu. “Hanya saja, batangnya sedikit lebih besar, lebih tinggi, dan berbuah lebih banyak,” ujar Ir. Ali Zum Mashar (32), pemelihara tanaman kedelai jangkung dan produktif ini.

Untuk membuat tanaman kedelai menjadi “raksasa”, Ali melakukan rekayasa pada pupuknya.

Tanamannya tidak diotak-atik sama sekali. Lingkungan penanamannya pun tidak diberi perlakuan khusus, meskipun sebenarnya kedelai merupakan tanaman subtropis. Yang dia sentuh cuma tanah tempat kedelai itu tumbuh dengan memberi pupuk yang diformulasikan secara spesial.

Logikanya, jika tanahnya subur, tentu akan dihasilkan tanaman yang bagus. Hanya saja, Ali tidak lantas latah menggunakan pupuk kimia yang banyak tersedia di pasaran. Ia menggunakan pupuk hayati yang ia rekayasa secara khusus.
Mikroba biangnya

“Secara alami ada ‘pabrik pupuk’ yang membuat subur tanaman dan tanah tempat tanaman bertumbuh. Namanya, mikroba,” ujar Zum. Jasad renik itu banyak jenisnya, di antaranya ada yang menghasilkan unsur natrium, fospat, kalium, dan zat kimia lain yang terdapat dalam pupuk kimia buatan.

Mereka memproduksi zat hara dan nutrisi melalui proses bio-perforasi. Selain memberikan zat hara pada tanah, mereka juga bahu-mambahu menciptakan keseimbangan mikro-ekologi ke dalam jaringan secara cepat. Sayangnya, tak semua tanah disusupi mikroba. Di sinilah pupuk hayati bikinan Zum mengambil alih peran mikroba.

Berawal dari pemikiran itu, yakni bahwa tidak setiap tanah mengandung mikroba yang bisa menghasilkan zat hara dan nutrisi, Ali tergerak untuk meneliti dan mengumpulkan bermacam-macam mikroba penyubur tanaman dari ujung daun hingga ke dalam tanah. Selama kurang lebih 10 tahun, alumnus Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto, ini berkutat meneliti mikroba apa saja yang bisa menyuburkan tanaman dan ramah bagi manusia maupun lingkungan.

Dari satu dekade berburu mikroba itu, terkumpullah 18 jenis mikroba, di antaranya cyano-bacter, azospirella, dan pseudonomy bacter. Dengan formula tertentu, para jasad renik itu diadon menjadi pupuk hayati baru yang oleh Ali diberi nama Bio P2000 Z (Bio = bahan hidup, P = perforation technology, 2000 = tahun pembuatan, Z = Zum, nama tengah Ali).

Meski cuma 18 mikroba yang terkumpul, ternyata tidak mudah memadukannya. “Ada yang saling membunuh malahan. Harus by trial and error untuk membuat mereka bisa berpadu,” terang Ali.

“Tidak usah takut dan khawatir. Pupuk ini aman bagi manusia dan lingkungan,” yakin Ali. Secara alami mikroba ini akan berkembang terus, namun secara alami pula ia akan mati dengan sendirinya jika sudah jenuh dan tugas dan kewajibannya selesai.

Diharapkan, pupuk Bio P2000Z ini bisa menjadi alternatif, menyusul dicabutnya subsidi pupuk oleh pemerintah (Kompas, 4-1-2005). Nilai lebih pupuk hayati ini, ia mampu mengembalikan kesuburan tanah yang rusak akibat bertahun-tahun dijejali pupuk kimia buatan pabrik. Endapan pupuk di dalam tanah bisa diurai oleh mikroba dalam pupuk Bio. Petani tak perlu lagi membeli pupuk kimia.

Soal harga pun, bisa diadu. Harga seliter pupuk Bio P2000Z cuma Rp 100.000,-. Padahal, isinya setara dengan 200 kg urea (seharga Rp 200.000,-), 50 kg fosfat (Rp 90.000,-), dan setara 40 kg pupuk KCL (Rp 60.000,-). Jika merasa kemahalan, pupuk ini bisa diencerkan lagi dengan cara fermentasi selama 48 jam (dengan menambah 1 kg gula, 1 kg urea, dan 20 l air). Seliter pupuk bisa diencerkan menjadi 20 l pupuk cair. Jadi, harganya memurah menjadi sekitar Rp 5.000,- seliter.

Zum sendiri telah mengujicobakan pupuknya untuk berbagai tanaman produksi dan lahan pertanian, termasuk lahan gambut. Sebagai contoh bukti hasil pemakaian pupuk Bio P200Z, Zum menyatakan, pupuk itu mampu meningkatkan jumlah panen kedelai, yang semula 1,2 ton per ha menjadi 4,5 ton per ha dalam enam kali pemupukan dengan jeda 1 – 2 minggu.

Untuk mendapatkan kedelai tingkat raksasa seperti di awal tulisan ini, tanaman perlu dipupuk dua kali seminggu. Tiap ada tunas baru, semprotlah daun, batang, dan tanahnya dengan pupuk ini.
Didasari keprihatinan

Pupuk Bio P200Z barangkali tidak akan pernah tercipta bila Ali Zum Mashar tidak didera rasa prihatin melihat kondisi ekonomi petani sejak ia duduk di bangku kuliah. Akibat revolusi hijau, produksi pertanian digenjot menggunakan pupuk kimia. Pada awal panen hasilnya memang memuaskan, tetapi untuk selanjutnya petani malah merugi. Setiap musim tanam, petani harus punya modal untuk membeli bibit, pupuk, dan pestisida.

Ketika panen, belum tentu petani bisa langsung tersenyum bahagia meraup untung dan menutup utang modalnya. Soalnya, harga jual hasil panen masih bisa digoyang untuk menguntungkan pihak tertentu. Petani akan lebih merana lagi jika tanamannya ludes diserang hama. Kalau demikian, dengan apa lagi petani bisa membayar utangnya?

Jika kondisi seperti itu berlangsung terus-menerus, petani bisa makin jatuh melarat, begitulah Zum membatin. Kalau akhirnya petani kemudian menggantung paculnya, “Ini bahaya, negeri kita bisa rawan pangan. Meskipun bisa impor pangan, hal itu tidak bisa dilakukan terus-menerus.”

Menurut Zum, salah satu kunci penyebab kemelaratan petani yaitu karena ketergantungan petani dengan pupuk buatan. Takaran penggunaan pupuk buatan ini untuk satu satuan luas perlu terus meningkat. Dari segi biaya, ini tentu menambah ongkos produksi yang memberatkan petani.
Pemakaian urea yang berlangsung terus-menerus dan bertahun-tahun juga membuat tanah menjadi seperti plastik. Akibatnya, tanah tidak bisa bernapas dan air pun tidak bisa meresap. Ini baru akibat ulah urea. Belum akibat pupuk lain seperti TSP dan fosfat yang membuat tanah menjadi asam.

Kalau sudah begitu, akar tanaman sulit berkembang dan hidup. Padahal, dari yang dipelajari Ali, sesungguhnya tanaman bisa subur secara alami tanpa diberi pupuk kimia buatan. Maka, ia pun berupaya mati-matian untuk menciptakan formula pupuk hayati yang bisa memberi zat hara cukup bagi tanaman, tetapi tidak merusak tanah. Hasilnya, ya pupuk hayati Bio P200 Z itu.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in KEDELAI. Bookmark the permalink.

29 Responses to SWASEMBADA KEDELAI

  1. fahmi says:

    nga muluk2lah dng jmlh polong 200-250 formulasi ppknya bgm bro???tx

    • NURMANIHSAN says:

      semoga saja, Mas Ali Zum bisa membantu formulasi tsb.
      Yg menjadi pertanyaan bagi sy justru cara memperbanyak pupuk ini.
      Jika merasa kemahalan, pupuk ini bisa diencerkan lagi dengan cara fermentasi selama 48 jam (dengan menambah 1 kg gula, 1 kg urea, dan 20 l air). Seliter pupuk bisa diencerkan menjadi 20 l pupuk cair. Jadi, harganya memurah menjadi sekitar Rp 5.000,- seliter.
      Kok menggunakan urea (pupuk kimia) sebagai media biak? padahal kita tahu, pupuk urea merupakan salah satu pupuk kimia yang membuat daya rusak yang hebat buat tanah???

  2. cantrik says:

    Perlu disowani ke TKP pak Nurman.. ayo kapan kita ke sana saya ikut. mumpung lagi bera.

  3. rahayu says:

    Pak Nurman…. saya tertarik dengan pupuk BioP200Z itu, belinya dimana? bisa menghubungi siapa? Maklum sawah saya sudah berpuluh tahun menggunakan urea, sekarang perlu perbaikan tanah secepat mungkin.
    Terima kasih

  4. avi says:

    bicara tentang mikroba memang tk ada habisnya,mikroba baik pun bila salah tempat akan merugikan contoh aspergillus niger puncata bila ada ditanah dia akan jd pendekomposisi yg handal,penambat N dan peyubur tanah tp bila ada dikacang tanah konsumsi umumnya kacang tanah sdh dlm bentuk olahan yg disimpan lama dia akan meghasilkan toksin yg mematikan bila tertelan

  5. Agus siswoyo says:

    Colek mas suli…

  6. pak kl tanah 1 hektar kira2 penhasilan akhir budidaya kedelai brp ya? thx

    • suli says:

      Kedelai TOT setelah panen padi MT2
      Biaya produksi
      -buruh tugal *, umpama panen MT2 padi /kwintal 5 kg x hasil / ha = asumsi panen 70 kw/ha berarti 70 x 5 kg =350 kg padi/ha, mau di uangkan terserah..
      -Benih,contoh kedelai hitam curah ( mungkin var.malika) 35 kg/ha x 12.000,.(harga agustus 2013) = 420.000,.grobogan subsidi 6000,./kg (40 kg/ha)>>>harga juli’13
      -Mau di biarkan bisa saja,hanya kedelai hitam rawan ulat grayak, jadi harus di antisipasi, namun jika di biarkan masih bisa panen 2,10 t/ha
      Panen
      Ditempat saya panen biasa di biarkan kering di lahan, yang ngarit orang yang nantinya menggiling/nyelip kedelai. 40.000,./kwintal kedelai kering, jadi 21 kw x 40 rb = 840.000,.
      -Makan orang buruh terserah….jangan di hitung hitung, mau makan daging mentok rica rica, mau tempe goreng kasih saja.nasinya yang pulen, samakan makanan untuk orang di rumah,biar tahun depan menggiling lagi
      -Harga panen 7500/kg tinggal di kalikan hasil, 2100 kg x 7500,. = 15.750.000,.

      Ket.* buruh tugal biasanya orang yang sekaligus buruh panen padi yang bawonnya 15 kg/kw

      • suli says:

        Tambahan
        harga panen kedelai hitam 7500,./kg oktober 2012, info di bulan yang sama waktu itu kedelai biji kecil 7200,./kg,biji besar 6800,.-7000,./kg. kacang ijo 6000,./kg
        terima kasih

  7. Inyong bingunglah… mohon yang pakar mikroba menjelaskan tentang metode pembiakan bakteri pakai urea…. kesuwun

  8. suli says:

    Saya telah membuktikan keampuhan P2000z di kedelai, sudah 2 tahun yang lalu sebenarnya. hanya karena palawija setahun sekali dan sepenuhnya belum konsentrasi di pertanian jadi bosan. waktu itu di varietas gepak kuning dengan hasil 2.4 t/ha, grobogan 3 t/ha. p2000z lagi di coba untuk mengalahkan tandus padang pasir di arab kata sumber distributor, memang di harga sih…yang premium, makanya tidak ada salahnya saya bandingkan dengan produk teman kita pak Efendy, saya petani bebas memilih.

  9. Wah sangat manarik … mahal sih tapi kata orang kalau tak coba mana kita tahu…🙂

    • suli says:

      Sip mas…harus di coba.kalau di padi belum saya coba,di kedelai/palawija memang sangat bagus, pegunungan kawunganten menunggu sampeyan

  10. huda ndaan says:

    saya petani dr kudus jateng. mohon informasi utk mendapatkan P2000Z. di mana membelinya/salesnya

  11. cantrik says:

    Mantap

  12. suli says:

    Baru baru ini saya baca berita di kompas tentang petani kedelai yang seolah olah enggan/tidak mau bertanam kedelai,karena di sebutkan daerah saya kebumen termasuk di dalamnya, saya sebagai petani dan sekitar 4 kecamatan di kebumen sangat antusias menunggu MT3 kedelai,kita berpacu dengan akhir musim hujan dan jadwal penutupan waduk sempor, petani disini sangat antusias menanam kedelai karena TOT >>>>>panja/tugal,taruh benih,sebar jerami,4 hari bakar …..>>>>di biarkan gitu, panen. sangat respon kedelai kedelai terbaru, makanya tahun 2012 kemarin pak menteri sampai datang ke desa banjareja kecamatan kuwarasan(salah satu sentra kedelai) untuk melihat langsung panen raya varietas anjasmoro.agustus ini lebih dominan varietas grobogan.
    Dalam hal panen pun para petani membiarkan kedelai sampai kering siap giling,banyak yang pulang (pasca panen) dalam bentuk sudah berasan/siap jual atau tengkulak langsung yang antar duitnya, gimana yang di tunggu tunggu.

  13. Putu EW says:

    Kalau untuk tanaman Singkong bisa gak pupuk ini mohon info nya

  14. sutopo says:

    super jarene pak mario teguh,tapi larang,golek murah meriah wae;;memperbnyak poc seperti itu sudah dicoba di tanaman di hamparan blm mas?maaf hasilnya gmn?terutama pada padi di mt1 dan mt2.mungkin beresiko

  15. suli says:

    Bener pak topo……larang….regane,makanya pernah aku bandingkan dengan urine sendiri.p2000z belum pernah di padi, hanya di kedelai tahun MT3 2010 untuk varietas gepak kuning 2.52 ton/ha, sebagai pembanding varietas sama 2 t/ha.poc urine pada tahun berikutnya untuk gepak kuning 2.5 t/ha.semua perlakuan sama mulai dari penanaman-panen.

    sekarang lagi tidak sabar menunggu panen kedelai hitam genjah dengan primanu…..

  16. suli says:

    Alhamdulillah panen sudah detam genjah memakai primanu ‘adiknya’2 ton/ha…terus yang tahan kering 2.4 ton/ha, sementara malika sebagai varietas pembanding tanpa primanu 1.8 ton/ha. khususnya detam yang terakhir lebih unggul dari adiknya, pertanaman seragam,adatif di lingkungan baru, tanpa penyiangan,tanpa pengairan sama sekali hanya mengandal gerimis malam hari kadang kadang,dan tentunya tanpa pupuk kimia.

    Terima kasih pak efendy primanu…bagi teman yang mengharapkan detam genjah silakan, harga benih sms aja.

  17. efendy manan says:

    Sip mas suli…sepertinya petani harus segera beralih ke varietas baru yg lebih tahan hama penyakit dan berdaya hasil tinggi seperti Detam 3 dan 4 yang ditanam oleh mas Suli Partono..silahkan bagi petani2 yang berminat benihnya kontak langsung mas Suli partono….

  18. kangaboe says:

    pwk efendy manan,, untuk daerah subang bisa beli di mana? mks

  19. efendy manan says:

    Langsung aja dengan mas suli partono kang aboe…kalo gak salah di Blog ini ada no hapenya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s