MEMBUAT PGPR (2)

CARA MEMBUAT PGPR
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Mengenal PGPR

Bila kita tidak bisa melakukan hal di atas, kita tidak/belum bisa melakukan “isolasi” bakteri yang kita inginkan. Apa yang bisa kita lakukan bila melihat ada tanaman yang seperti di atas, mas nurman?

Menurut saya: ada.

Dan cara pun mudahnya. Siapapun pasti bisa melakukannya. Dan itulah yang kita sebut dengan konsep membuat PGPR. Jadi, kita bisa membuat PGPR.

Apa itu PGPR

PGPR adalah singkatan dari Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Secara umum artinya adalah pertumbuahan tanaman yang dipromosikan/dipacu/dibantu dengan keberadaan rhizobakteri. Atau bisa disebut, PGPR adalah Rhizobakteria pemacu pertumbuhan tanaman.

Kalau secara pribadi, menurut saya, PGPR adalah pertumbuhan tanaman yang disupport/didukung oleh keberadaan koloni bakteri menguntungkan di sekitar perakaran tanaman.

Jadi PGPR bisa juga disebut dengan istilah PGSR yaitu Plant Growth Supporting Rhizobacteria. Rhizobakteria yang men-support/membantu pertumbuhan tanaman.

Cara Membuat PGPR

Secara umum, dalam pembuatan PGPR dilakukan dengan 2 tahap. Ke-2 tahap ini ada jeda waktunya, bisa sekitar 3 hari.

Tahap pertama : membuat biang PGPR ( inokulum )

Dalam tahap ini, yang perlu kita persiapkan adalah mencari tanaman yang akan kita jadikan induk PGPR. Tanaman yang saya sebutkan banyak sekali, seperti yang saya sebutkan dalam tulisan sebelumnya.

Tanaman tsb bisa bambu, bayam liar, alang-alang, putri malu, dll. Kita hanya perlu mengambil akar beserta tanahnya. Nga perlu banyak, sekedarnya saja. Kira-kira segenggam saja.

Kemudian kita masukkan ke dalam wadah yang berisi air matang sebanyak 0,5 liter. Setelah itu, kita rendam selama 3 hari.

Tahap kedua : Membuat media biak

Untuk media biak ini, yang perlu kita persiapkan adalah bahan-bahan sbb :

Biji kacang kedelai/kacang hijau  250 gram, Gula pasir 3 sendok, udang rebon 1 sendok ( kalau tidak ada bisa pakai terasi), garam grosok 1 sendok dan air bersih 2 liter.

Cara pembuatan PGPR

1. Rebus semua bahan untuk membuat media biak tsb. Lakukan selama 20-25 menit terhitung sejak pertama kali air mendidih.

2. Biarkan air rebusan sampai agak dingin

3. Setelah itu, saring dan masukkan air rebusan ke dalam tempat/wadah/jerigen yang steril

4. Diamkan selama 12-24 jam

5. Masukkan air yang berisi biang PGPR (terlebih dahulu kita saring biang PGPG ini) dalam wadah/jerigen yang berisi larutan media biak. Dan ditutup rapat.

7. Usahakan tiap hari wadah/jerijen digoyang-goyang kecil agar mikroba cepat berbiak. Setelah itu tutup wadah/jerigen dibuka sebentar saja. Kemudian ditutup kembali.

8. PGPR sudah jadi sekitar 1 pekan, dan ini ditandai jika ada aroma harum seperti aroma tape.

Bersambung,,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PGPR. Bookmark the permalink.

21 Responses to MEMBUAT PGPR (2)

  1. rahayu says:

    Pak Nurman…
    kalau membuat biang PGPR dari campuran akar-akar dari putri malu, bayam, bambu dan tanaman kelor, boleh apa tidak?
    Terima kasih

    • NURMANIHSAN says:

      Trima kasih ibu rahayu
      Secara umur boleh saja membuat PGPR dari campuran bbrp tanaman. Akan tetapi,menurut sy: lbh baik, membuat PGPR dari akar 1 tanaman. Setelah jadi, barulah dicampur untuk aplikasi.

      Saya sering melihat pohon putri malu yang “hidup rukun” dengan tanaman lain (semacam tanaman kacang2an) di areal/tanah yg sama. Ke-2 pohon ini tumbuh subur. Dari kasus ini, bisa saja kita membuat PGPR dari ke-2 tanaman tsb. tks

  2. efendy manan says:

    Mau nambah mas Nurman,kalau bg saya sih lbh enak sendiri2 aja mbak…karena tiap mikroba rizosfer akar masing2 tumbuhan belum tentu cocok jika dibiakkan bersamaan…

  3. Fiar akbar says:

    Mau buat pgpr Buku catatanku hilang. Kebetulan oksi p membahas pgpr siplah. Trm ksh banya….k

  4. rahayu says:

    Pak Nurman dan mas efendy… Terima kasih jawabannya, saya akan praktekkan pembuatan dan diaplikasikan ke lahan…

  5. Abdullah says:

    Mas Nurman dan Mas Efendy Manan dan yang lain. Setelah PGPR kita buat yang hanya 2 lt tsb apakah bisa dibiakkan menjadi PGPR lebih banyak lagi ??? Tks

  6. efendy manan says:

    Sangat bisa pak Abdullah…PGPR tersebut bisa dibiakkan kembali sesuai kebutuhan kita.

  7. untuk biji kacang kedelai/kacang hijau itu bisa diganti dengan bahan yang lebih ekonomis tidak ya??
    jika ada apa dan berpa takarannya?
    Terimakasih

  8. efendy manan says:

    Bisa dengan dedak mbak putri…dedak kaya akan Vit B1 selain karbohidrat..sehingga bgs utk bahan baku membuat PGPR…

  9. Abdullah says:

    assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
    Barokallahu fika semoga berkah Allah untuk mas Efendy Manan dimana kami perhatikan di blog ini begitu cepat tanggap menjawab pertanyaan para pengunjung blog ini. Tepatlah nama Manan kalau tidak salah artinya dalam bahasa indonesia adalah suka memberi.
    Trims pula untuk Mas Nur pemilik blok ini semoga menjadi Jariyah antum, dan jayalah petani organik.Amin
    Wassalam warahmatullahi wa barakatuh.

    • NURMANIHSAN says:

      Wslm pak abdullah
      sama2 pak, siapaun yg berkomentar/saran/kritik/dll diblog ini dan itu berupa kebaikan, Insya Allah akan mendapatkan kebaikkan. Dan itu menjadi pahala baginya Isya Allah. Amin

  10. nirus says:

    Pak Nurman….
    PGPR yang sudah jadi bisa di simpan / bisa bertahan berapa bulan??
    terimakasih.

  11. tari rie says:

    terimakasih pak atas ilmunya🙂

  12. Yana says:

    Kalau penggunaan dedak bisaa ya? Terimaa kassih?

  13. efendy manan says:

    BIsa pak….Dedak halus banyak mengandung karbohidrat,protein dan vit B..yebg bgs sebagai bahan /media PGPR….rebus dedak halus dan gula merah..saring dan dinginkan..baru diinokulasi dengan biang PGPR

  14. Franz says:

    Kalau dedak digantikan sama rebung bambu bisa apa nggak?

  15. efendy manan says:

    Dedak adalah sumber karbohidrat,protein,vit B yg dibutuhkan oleh mikroba…jika tidak ada bisa digantikan oleh tepung beras atau limbah tempe….

  16. taRi says:

    pak yang dimaksud garam gosrok itu sama dengan garam dapur tidak ? fungsi garam ini sebagai apa ? terimakasih

  17. efendy manan says:

    sama tapi sedikit berbeda….garam gosrok itu garam mentah yg belum ada penambahan yodium harganya sangat murah kalau garam dapur biasanya sdh ditambah yodium dan harganya jauh lbh mahal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s