PGPR DI SAWAH

"TANAMAN PGPR" DI DALAM SAWAH
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Setelah kita mengetahui pengertian PGPR dan cara membuat PGPR,  maka ada baiknya kita lanjutkan sisi lain seputar PGPR.

Sisi lain PGPR

Apa sisi lain seputar PGPR tsb? yang saya maksud di sini adalah bagaimana bakteri yang berada di daerah perakaran tanaman PGPR bisa ada di sawah, tanpa kita membuat PGPR terlebih dahulu.

Bagaimana caranya

Caranya justru lebih mudah. Kita tinggal menyebar “benih tanaman PGPG” di sawah. Sawah yang perairannya tidak tergenang, seperti sistem SRI.

Tanaman PGPR disini saya ambil contoh bayam liar. Jadi ketika benih-benihnya telah tumbuh menjadi tanaman dengan usia tertentu, kita bisa saja melakukan proses penginjakan.

Ada 2 keuntungan yang bisa kita dapatkan. Pertama, akan ada banyak bakteri menguntungkan di sawah. Kedua, daun-daun bayam yang kaya akan zinkum,zat besi, selenium, dll akan menjadi penyubur tanah sawah.

Atau bisa saja, sebagian dari tanaman bayam tsb, kita potong untuk kita jadikan sayur atau sejenisnya.

Uji Coba di Pot

Secara pribadi, saya sudah pernah mencobanya di padi dalam pot. Tanaman padi yang ada tanaman bayam liarnya, menurut saya pertumbuhannya lebih bagus. Anakkannya juga bagus.

"tanaman PGPR" di pot

“tanaman PGPR” di pot

 

 

 

 

 

 

Belajar hal baru : menyebar benih “tanaman PGPR” ke sawah

Salah satu hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita mencoba hal-hal baru. Nah, menurut saya hal semacam ini adalah hal baru bagi kita sebagai petani.

Bagaimana tidak? dengan menyebar benih-benih tanaman PGPR tsb, pada hakikatnya sama saja kita menumbuhkan “gulma-gulma” baru. Akan tetapi, justru “gulma-gulma” inilah yang kita harapkan dapat  menyuburkan lahan-lahan sawah kita.

Dan semoga saja (syukur-syukur) bakteri PGPGnya betah hidup di perakaran tanaman padi kita. Sehingga kita tidak perlu repot-repot membuat PGPR. Amin.

Di MT-1 nanti, saya ingin mencobanya di beberapa lahan petani dan beberapa petak denfarm.

Siapa yang mau mencoba juga?

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PUPUK ORGANIK, SOLUSI BUAT PETANI. Bookmark the permalink.

14 Responses to PGPR DI SAWAH

  1. abidin says:

    Dengan potensi yang ada disekitar halaman rumah dan tidak memerlukan tenaga terlalu besar, dapat dilakukan oleh orang setua saya. Sayang kalau saya tidak jawab tantangan Bapak.
    Insya Allah, saya akan mulai pak dan perkembangannya akan saya informasikan kepada pak Nurman.

  2. cantrik says:

    Patut dicoa nih.. pada musim kemarau seperti ini banyak sekali bayam liar di pekarangan.. mantap.

  3. Adimaz says:

    ngikut aj mas Nurman.

  4. cahyo says:

    Menarik ini Pak Nurman. Pingin nyoba nanti jika mulai musim tanam baru

  5. fahmi says:

    nyimak dulu

  6. zul says:

    Izin nyimak, salam dari aceh. di daerah sy ada fenomena petani krg percaya dgn penyuluh dan lbhg percaya dgn pihak lain. sy sbgai petani pemula ingin membatu petani untuk berbagi ilmu.mohon di bantu.wassalam

  7. ghambertani says:

    Pak, tolong d ulas juga tentang pembuatan verticillium. Apa bisa kita membuat isolatnya sendiri ?

  8. efendy manan says:

    Kalau isolat agens hayati lebih baik kita mencari di lab popt terdekat,sangat beresiko jika kita membuat sendiri,selain bahan dan peralatannya harus standar laboratoraium juga prosesnya wajib aseptis agar tidak kontaminasi dengan mikroba lain.Kalau untuk membiakkan sendiri bisa mas.

  9. Ibnu Munawir says:

    Mas effendy manan mau tanya tentang isolat agens itu apa to ? Apa fungsinya ? Matur nuwun !

  10. efendy manan says:

    Isolat adalah isolasi murni bakteri atau fungi biasanya dalam bentuk tabung.Dari isolat ini bisa dikembangkan atau dibiakkan lagi utk diaplikasikan ke tanaman.Utk membiakkan bisa dengan media padat (gol jamur) spt beras jagung,beras dedak dll sedangkan media cair bisa berupa kentang,kedelai,air kelapa…metode yg digunakan adalah aerob atau memerlukan udara.Mengenai fungsi agens hayati adalah utk menekan berkembangnya hama dan penyakit tanaman.Contohnya bakteri merah/serratia mampu membunuh wereng coklat.Coryne bacterium mampu menekan penyakit kresek.Penggunaan agens hayati selain ampuh juga ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia dan hewan…

  11. dewi says:

    mas mau tanya seputar SRI. kalau sistem SRI digunakan di lahan yang sering terkena banjir itu gmn? peluang berhasil?

  12. efendy manan says:

    Kalau utk lahan yg rawan banjir,sistem SRI sangat tidak dianjurkan mbak dewi…karena jika tanam muda pasti akan terendam air jika banjir datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s