TANAMAN SAWI

ADA APA DI TANAMAN SAWI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Hamparan tanaman sayuran
Saya pernah melewati hamparan tanaman holtikultura : sawi, kangkung, bayam dan kemangi. Hamparan tanaman sayuran yang indah. Cukup luas bisa mencapai 1 ha.

Mau tidak mau, saya harus turun dari motor. Saya parkir di pinggir jalan. Trus mampir ke tempat tsb.

Saya lihat, ada kegiatan petani yang lagi mengolah tanah. Dengan alat olah tanah dari mesin tsb, jelas memudahkan kegiatan olah tanah tsb.

Saya lihat juga, ada banyak rerumputan yang kering. Perkiraan saya: rerumputan dan banyak gulma yang kering tsb habis diguyur herbisida.

Lantas saya menuju seorang petani yang sedang lagi menyiram tanaman sawinya.
” tanamannya bagus-baguss ya mas” begitu saya memulai pembicaraan
” ada perlu apa mas?”
” oh ya mas, saya senang aja lihat tanaman yang subur-subur ini. boleh saya foto mas?”
” silahkan aja”

saya pun melakukannya dengan gembira. Setelah itu
” mas, bisa subur-subur begini, pasti komposnya banyak ya?’
” cuma 3 karung buat 2 petak sawi”
” pake pupuk apa lagi mas?”
” cuma pake urea kok?”
” berapa kali pakenya mas?”
” cuma 2 kali”

Umur tanaman sawi
” kalau disini panennya berapa hari ya mas?”
” kalo panen mah bisa umur 28 – 32 hari, kalo musim panas bisa cepat panennya”

petani sawi sedang menyiram tanamannya

petani sawi sedang menyiram tanamannya


Racun Herbisida

” oh ya mas, saya lihat banyak rerumpuan yang kering, juga gulma-gulma, kenapa ya mas?”
” oh itu pake obat”
” pake herbisida ya mas”
” ya pake obat rumput”

Racun Insektisida

Ini yang saya suka. Saya suka melakukan “investigasi” kecil-kecilan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pestisida/insektisida.

“selain itu, pake obat apa lagi mas?, saya lihat daun-daun sawi ini bagus-bagus”
” itu yang repot pak?”
” repot bagaimana mas?”
” kalau lagi banyak ulat mas?’
” sering disemprot dong? berapa kali mas?”
” kalo lagi banyak bisa 1-2 hari sekali mas?
” masa sih mas,,,”
” betul, kalo lagi banyak ulat bisa 1-2 hari sekali”
” emang kalo ulatnya sedikit, berapa kali disemprotnya?”
” kalo itu paling 5 hari sekali”
” wah kalau sering disemprot, bisa tekor dong mas?”
” iya lah, mana obat-obatan sekarang pada mahal lagi”
” obat-obatan itu kan mengandung racun mas supaya ulat bisa mati”
” iya sih, itu racun. cuma kami menyebut obat, kata pemilik toko juga obat,,,”

Bayangkan dan Renungkan
Kalau umur sawi cuma 28-32 hari. Bila dengan penyemprotan biasa saja bisa tiap 5 hari sekali, maka bisa 4-5 petani tb melakukan penyemprotan.
Kalau tiap 2 hari sekali berapa banyak racun pestisida yang berbahaya tsb menempel di dedaunan dan batang tanaman sawi. Belum lagi yang menyerap di tanah dan dihisap oleh akar tanaman.

Ujung-ujungnya, tanaman tsb masuk ke perut kita sebagai sayur. Belum lagi, bila kita makan indomie ,bakso, pangsit, capcai, dll.

Setelah kejadian itu
Setelah mengetahui banyaknya guyuran insektisida pada tanaman yang telah saya sebutkan. Segera saja, selera saya makan sawi berkurang. Begitu juga dengan makan indomie/bakso/pangsit yang “melibatkan” daun dan batang sawi.

Soalnya, daun dan batang sawi yang direbus didalamnya akan meminggalkan sisa-sisanya di dalam tempat rebusan tsb. Bayangkan kalau ada tukang bakso/pangsit yang mampu menghabiskan 1-2 kantong plasitik besar dalam 1 harinya. Berapa banyak endapan sisa-sisa insektisida di dalam panci besarnya tsb.
Sebetulnya bukan tanaman sawi saja, tanaman kangkung, bayam dan kemangi hampir mengalami nasib yang sama: “diguyur dengan racun pestisida !!!”

Sawi organik
Melihat kejadian di atas, memang itulah rantai yang sulit diputus. Sebuah sistem yang diciptakan untuk memilit petani kita supaya terjerat dengan racun tsb. Sebuah ketergantungan dengan racun. Dan pemilik modal dan toko-toko yang menjualnya menyebutnya obat.
Oleh sebab itu, perlu dmunculkan banyak-banyak petani-petani yang punya moto ramah lingkungan dan tidak meracuni insan lain.

Solusi
Pada kesempatan itu, saya juga memberikan solusi kepada petani tsb. Salah satunya adalah bagaimana cara yamg mudah dan murah membuat pupuk organik cair.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

One Response to TANAMAN SAWI

  1. Parwito says:

    Sebenarnya tanaman Sawi sangat mudah untuk dibudidayakan tanpa pupuk kimiapun bisa tumbuh dengan sehat, meskipun hanya dengan kompos di tempat kami dalam satu kilo berisi 4-6 batang dengan umur panen 30 hari, tidak ada penyemprotan pestisida dari tanam sampai dengan panen. Kalaupun ada penyemprotan pestisida kami memakai yang alami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s