BAHAYA HORMON TBA

Kalau kita telusuri berita-berita lain di google, mengenai bahaya hormon TBA yang terdapat pada daging sapi impor, maka kita akan menyaksikan bahaya-bahaya lain yang akan terus bermunculan.

Sekarang Banyak Para Banci

Saya baru “engeh”, kenapa sekarang banyak banci-banci di sekitar kita, apalagi yang ada di TV sekarang ini. Boleh dibilang, hampir sebagian besar di setiap stasiun TV ada para bancinya. Atau minimal ada “suasana” bancinya.

Padahal, jelas-jelas hal ini dilarang agama. Kita dilarang keras menyalahi kodrat kita.

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma , beliau berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَالْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْالنِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Artinya : “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang meyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari no. 5885)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu dia berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَالرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَالرَّجُلِ

Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud No. 4098)

Dan makna laknat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam terhadap satu golongan adalah doa beliau agar golongan tersebut ditolak dan dijauhkan dari Rahmat Allah Subhana Wa Ta’ala (Al-Qoulul Mufied,1/427) http://assamarindy.wordpress.com/2011/09/19/waria-dalam-syariat-islam/

Setahu saya, sifat banci/bencong seperti panyakit menular. Dia bisa menular ke mana saja. Apalagi bila proses penularannya dilakukan lewat media terutama media TV. Dan kebanyakan dari kita menikmati hsl tsb.

Coba lihat saja: Si Olga sebagai pemeran banci. Dia ada di beberapa stasiun TV. Acara yang dipandunya begitu diminati oleh rakyat kita. Dan sebagain besar dari penonton kita sangat menyukai acaranya.

Saya termasuk yang orang tua yang tidak suka dengan acara seperti itu. Biasanya, saya akan pindah channel bila ada laki-laki yang berperan sebagai banci. Atau laki-laki yang berpenampilan perempuan. Saya juga anjurkan keluarga saya untuk melakukan hal demikian,,,

Mau bukti: coba saja bergaul dengan para banci/bencong, maka dalam tempo singkat, suara dan penampilan orang yang bergaul tsb akan ada kemiripan !!!

Peran daging sapi impor

Nah, saya baru menyadari bahwa disinilah peran sapi impor untuk menyiapakn generasi banci tsb bagi anak bangsa. Setelah horom TBA masuk ke perut-perut anak kita, maka sifat-sifat kebancian yang terkandung di dalamnya akan merubah karakter anak bangsa ini.

Apalagi ada contohny langsung: banyak adengan para banci. atau “suasana penuh kebancian” yang berseliweran di media TV.

Jadi kloplah dan mudah dipahami, mengapa selama ini kita mudah memaklumi adanya para banci dan kita senang menikmati acara para banci tsb.

Ada di mana daging-daging sapi impor tsb?

Ada pertanyaan yang mengelayut di pikiran ini:
“Apakah makanan-makanan olahan (mengandung daging sapi) yang ada di masyarakat selama ini mengandung daging sapi impor?

kalo iya, maka ini akan sangat berbahaya. Dan saya berharap semoga saja tidak demikian.

Peran Pemerintah

Mengapa selama ini kita tidak tahu atau tidak mendapatkan info keberadaan Hormon TBA ini di daging sapi impor? mengapa selama ini kita tidak tahu akan bahaya daging sapi impor tsb?

Maka ada kata yang tepat buat daging sapi impor tsb? STOP !!!
Iya STOP IMPOR DAGING SAPI

Pada kesempatan ini, saya berikan tulisan yang membahas masalah hormon TBA bagi kesehatan,,,

Daging Sapi Impor Australia 100 % Mengandung Residu Hormon Trenbolon

”Semua daging sapi impor dari Australia itu positif mengandung TBA,”

”Bahaya karena ditenggarai mengandung hormone Trend Bolond Asetat (TBA). Yang dimana, TBA itu mengakibatkan pertumbuhan anak kerdil. Walaupun, tingginya normal namun, anak itu dewasanya akan menjadi seorang banci alias setengah perempuan dan laki-laki,”
———————————-
Pemerintah dianjurkan untuk mengevaluasi dan memperketat persyaratan daging dan hati sapi impor. Berdasarkan hasil penelitian, hati dan daging sapi impor diketahui mengandung residu hormon trenbolon (hormon untuk memacu pertumbuhan sapi). Apabila dikonsumsi secara terus menerus, residu hormon ini bisa menimbulkan kanker dan gangguan reproduksi.

Hal itu disampaikan Drh. Kisman Achmad Rasyid, MM dalam ujian promosi untuk memperoleh gelar doktor di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Senin (2/8).

Dari 60 sampel daging dan hati sapi impor dan sapi bakalan eks impor yang diambil Rssyid di pelabuhan Tanjung Priok yang digemukkan selama 2-5 bulan di feedlotter di Bogor dan Sukabumi terdeteksi seratus persen hormon trenbolon.

“Hati dan dagingnya kita temukan adanya residu. Hampir rata-rata seratus persen,” kata Rasyid ditemui disela acara ujian promosi doktor.

Meski jumlah residu masih dibawah ambang batas aturan internasional Standar Codex, yakni 2 ppb untuk daging sapi dan 10 ppb untuk hati sapi. Namun bila dikonsumsi secara terus menerus, kata Rasyid, bisa menimbulkan kanker rahim dan payudara pada perempuan serta menimbulkan kanker prostat pada laki-laki.

“Kemungkinan terjadinya kanker prostat, kanker rahim dan payudara sebagai efek samping dari residu tersebut cukup besar,” paparnya.

Di Indonesia sendiri, untuk peredaran dan pengunaan trenbolon asetat tidak diizinkan. Karena hormone diklasifikasikan dalam golongan obat keras. Hal itu merunut dari surat edaran Direktur Kesehatan Manusia No 329/X-C tahun 1983 dan keputusan Menteri Pertanian nomor 806 tahun 1994 dan hasil rapat komisi obat hewan Indonesia pada 12 Agustus 1998.

“Sudah dilarang pengunaannya, tetap masih ada, karena tidak adanya pengawasan yang ketat,” ujarnya.

Memang di beberapa Negara seperti Australia dan Amerika Serikat, hormon pemacu pertumbuhan umum digunakan dalam industri peternakan terutama sapi dan babi, sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi waktu pemeliharaan dan perbaikan kinerja ternak. Sementara di Eropa, penggunaan hormon ini sudah dilarang untuk digunakan. “Di Eropa sendiri, penggunaan hormon ini sudah dilarang keras,” imbuhnya.

Menurut pria kelahiran Bone, Sulsel, 20 Agustus 1959 ini, menyampaikan peredaran daging dan hati sapi impor dari Negara Autsralia perlu dipersyaratkan dengan tegas bahwa penggunaan hormon ini tidak dibolehkan di Indonesia. Disamping itu, dilakukan pengawasan dan pengujian residu hormon secara berkala sebagai kontrol untuk mengetahui kebenaran persyaratan telah dipenuhi.

“Saatnya kita mengawasi impor hati dan daging sapi dari luar ini, dengan mensyaratkan kandungan bahan residu trenbolon ini bisa nol persen. Selama ini belum diperhatikan,” ujar Rasyid yang lulus doktor ke-1249 dari UGM ini.

Sementara Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D., mengatakan hasil penelitian ini perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui kementerian pertanian. Menurut Wasito, dampak kesehatan yang ditimbulkan dari peredaran residu hormon ini justru lebih berbahaya dibanding penyakit infeksius lainnya. “Dampak dari penyakit metabolik ini lebih berbahaya dari penyakit infeksi,” tegas Wasito yang bertindak selaku promotor dalam ujian doktor ini.
——————————-
Sumber : ugm.ac.id & poskota.co.id

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in KESEHATAN, KONSPIRASI, SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

3 Responses to BAHAYA HORMON TBA

  1. fahmi says:

    Itulah namanya indonesia jd tempat sampah dr negara lain. smua makanan hmpr jd racun. sawi diracunin pestisida, tahu n ikan asin pake formalin. bakso pk borak dll

  2. fitri says:

    ya Alloh lindungilah kami, keluarga kami, dan negara kami dari kedholiman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s