MATEMATIKA KEHIDUPAN

MATEMATIKA PERTANIAN
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN )

Perenungan Selesai Belajar

Pada suatu ketika, ketika diri ini sedang merenung, tiba-tiba terlintas saat-saat sekolah dulu. Teringat juga saat-saat semasa kuliah juga. Memang betul, waktu tidak terasa sudah berjalan dengan cepat. Perasaan saya: baru kemarin saja.

Setelah lulus belajar/kuliah dan mengarungi kehidupan ini, saya coba renungkan kisah-kisah tsb di bangku sekolah dulu.

Renungan tsb bukan tentang kisah kasih di bangku sekolah. Tapi renungan ini berkaitan dengan apa-apa yang telah kita pelajari dulu. Sudah banyak ilmu-ilmu yang kita pelajari selama puluhan tahun. Di SD 6 tahun, di SMP 3 tahun. Kemudian di SMA 3 tahun. Itu saja sudah 12 tahun. Belum lagi ditambah 4-5 tahun di bangku kuliah. Total bisa 15-16 tahun.

Selama 15-16 tahun, sudah banyak ilmu yang kita pelajari, tetapi setelah lulus, “ilmu-ilmu tsb seakan-akan sirnah ditelah bumi”. Banyak ilmu-ilmu di bangku sekolah yang tidak dipakai di dalam alam kehidupan,,,,

Dari sekian banyak ilmu tsb, salah satunya adalah ilmu fisika dan ilmu matematika. Saya tidak katakan bahwa fisika dan matematika tidak berguna. Menurut saya, fisika dan matematika tetap berguna.

Cuma sayang -kurikulum- yang diajarkan waktu itu, banyak ilmu-ilmu tsb yang mubajir. Artinya banyak yang tak dipakai kebanyakan dalam kehidupan setelah lulus.

Atau bisa juga saya katakan: ilmu-ilmu yangdiajarkan tsb tidak membumi,,,

Ilmu Matematika

Kita lebih fokus kepada ilmu matematika. Dari sekian banyak yang diajarkan, salah satunya adalah kita diajarkan hal-hal yang berkaitan dengan riba. Di sisi lain, boleh dibilang para anak didik “dibohongi” dengan cara berhitungnya.

Misalkan saja ada soal begini:

” bila kita punya uang 1 juta, kemudian kita tabung dengan bunga 10 % per tahun. Berapa jumlah uang kita dalam setahun?

Di dalam contoh berhitung ini saja banyak sisi kelemahan.

Pertama, bila punya uang 1 juta dengan bunga 10 % maka uang kita menjadi 1,1 juta. Itu kata guru kita.

Apakah itu betul? JELAS TIDAK BUNG

Dalam realitanya jauh dari panggang api.

pertama, kita menabung maka bunga tsb akan kena pajak. Misalkan saja 10 % maka bunganya menjadi 90 ribu.

Kedua, bila kita menabung di bank konvensional -bukan syariah- maka pihak penabung akan dikenai biaya adiministrasi. Sekarang saja di BRI Britama biaya adimin plus ATM di atas 10 ribu/bulan. Bila dalam 1 tahun -12 bulan- maka biaya admin saja 120 ribu.

Itu artinya dalam setahun, uang si penabung bukan makin bertambah tapi malah sebaliknya. Malah berkurang !!!

Dalam setahun berkurang 30 ribu.

Lho uang kita jelas-jelas berkurang, kok malah diajarkan model kaya gini.

Ketiga, contoh berhitung tsb adalah perbuatan riba, yang jelas-jelas dalam Al- Quran dilarang agama.

keempat, anak-anak sekolah tidak diajarkan giat berusaha. Kalau dengan cara menabung kan mereka seolah-olah diajarkan hanya duduk manis, kemudian dapat bunga/lebih.

Kelima, dll

Matematika pertanian yang mendidik

Bila saya jadi guru, maka yang akan saya ajarkan adalah model ilmu matematika yang bisa dijabarkan dalam kehidupan nyata nantinya. Anak didik dibuka wawasannya tentang kehidupan. Anak didik diajarkan ilmu kehidupan sejak kecil.

Saya ambil contoh

Bila si budi punya uang 0,5 juta. Uang tsb akan digunakan untuk usaha memelihara ayam di rumah. Bila 100 ribu dibelikan kandang ayam. 250 ribu dibelikan ransum ayam dan vitamin, dan 150 ribu dibelikan anak ayam sebanyak 30 ekor.

Dalam 1 bulan ayam tsb bisa dipanen. Bila harga 1 ekor ayam 25 ribu, dan tingkat kematian 5 ekor.
Berapa uang budi dalam di bulan pertama saja? berapa uang kita di bulan kedua dan ketiga?

Jawab:
Pengeluaran 500 ribu.
Pemasukan 30 ekor – 5 ekor = 25 ekor dikali harga penjualan -25 ribu- = 625 ribu
Pendapatan di bulan pertama = 625 ribu – 500 ribu = 125 ribu
Plus dapat kandang ayam.

Di bulan ke-2 dan ke-3 lebih banyak lagi sebab dikurangi biaya pembelian kandang.

Di bulan ke-3 saja, bisa jadi sudah balik modal.

Coba bandingkan dengan contoh soal menabung tsb
1. dengan model matematika pertanian yang mendidik tsb, diajarkan sebuah proses belajar kepada anak didik bahwa beternak ayam bisa menguntungkan. Dan itu sangat bisa dilakukan di rumahnya.
2. hasil yang didapat jauh lebih besar, dalam 1 bula bisa 125ribu. kalau contoh cara berhitung soal menabung di riba malah buntung
3. anak didik diajarkan usaha lebih giat
4. hal ini dapat menumbuhkan jiwa wirausaha
5. dll

soal 2 : buat anak sma

Bila kalian punya dana 10 juta. Dana tsb buat usaha pertanian padi. Bila 5 juta buat sewa lahan per musim. Sisa dananya buat biaya operasinal sawah dan lain-lain.
Berapa hasil yang didapat per bulan, bila hasil panen mencapai 6 ton GKP. Harga 1 kg GKP adalah 4.000.

Intinya soal-soal matematika yang diajarkan oleh guru kepada anak didik, seperti yang saya ceritakan di atas apapun bentuk soalnya.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in SHARE ILMU. Bookmark the permalink.

4 Responses to MATEMATIKA KEHIDUPAN

  1. Rais says:

    Ini yang menarik, untuk menuju sistem pendidikan yang bapak contohkan perlu adanya proses, sangat disayangkan proses tersebut berjalan lambat. contohnya : alih-alih belajar menjadi wirausahawan, siswa sekarang walaupun TIDAK SEMUANYA bermental konsumtif. kita bisa perhatikan lingkungan sekitar saja, umumnya baik itu anak SMP atau SMA meminta fasilitas yang kadang sulit dipenuhi oleh ortunya akan tetapi tetap saja memaksa (motor/mobil, gadget dll) dan seringkali harus dikredit dengan mengorbankan kebutuhan yang lebih penting daripada fokus pada kegiatan belajarnya. jadi darimana seharusnya kita awali?

  2. Abdillah says:

    Orang tualah yang paling berperan memberi dasar pendidikan pada anak,..bagaimana bayangan akan lurus jika obyeknya sendiri bengkok.

  3. Rita Rizki says:

    Wah bagus sekali artikel ini Pak. Saya sepakat dengan njenengan tentang apa yg selama ini kita pelajari di bangku sekolah ternyata kurang aplikatif di lapangan. Terima kasih sudah berbagi tentang math yg aplikatif ini. BIsa saya jadikan referensi untuk mengajar saya. Ditunggu cerita laennya tentang aplikasi mathnya, Pak.
    SAlam kenal🙂

  4. abdul says:

    Setuju, lebih real, lebih masuk akal, gampang dicerna. Inti dari pendidikan adalah diaplikasikan didunia nyata… itu yang penting. Salam sukses……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s