MAKANAN KITA

MAKANAN KITA ADALAH OBAT KITA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

SEBAGIAN BESAR OBAT DI INDONESIA TIDAK HALAL

Bagaimana bila ada info seperti ini, apa komentar kita :

“Lengkap sudah musibah menimpa umat Islam di negeri Indonesia dalam bidang kesehatan. Selain pengelolaan JKN yang masih full ribawi – yang haram-pun menjadi kewajiban, ternyata dari 30,000-an obat yang beredar di masyarakat hanya 22 yang bersertifikat halal atau hanya 0.07 % ! http://www.geraidinar.com/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/81-gd-articles/entrepreneurship/1352-trias-economica

Jadi, obat-obat yang kita minum selama ini, ketika kita sakit bagaimana ya???
Apakah termasuk yang 22 atau termasuk yang 30.000 tsb?

DUNIA OVER DOSIS OBAT-OBAT KIMIA

Untuk memahami masalah ini, cobalah sama-sama kita pahami tulisan di bawah ini,

” Sepuluh tahun sebelum Amerika nyaris bangkrut dengan menutup (sebagian) aktivitas negerinya yang antara lain di trigger oleh pembiayaan kesehatan yang disebut ObamaCare, seorang dokter di negeri itu – John Abramson, M.D. – sudah menulis buku dengan judul “OVERDO$ED AMERICA : The Broken Promise of American Medicine” (HarperCollins, New York 2004). Sudah bisa ditebak isinya bahwa penduduk negeri itu dijejali dengan obat-obat yang tidak perlu yang melebihi kebutuhannya.

Buku ini didukung oleh riset yang sangat mendalam karena John Abramson selain dokter juga seorang peneliti di Harvard Medical School. Temuannya antara lain misalnya mengungkapkan bahwa sebuah obat penurun kolesterol yang mahal – yang ternyata tidak sedikitpun hasilnya mendekati penurunan kolesterol melalui perubahan gaya hidup, perubahan pola makan dan sejenisnya – yang tentu saja jauh lebih murah.

Kesaksian dokter lain yang membaca buku tersebut mengungkapkan pula : “Saya sudah praktek dokter selama 10 tahun, saya melihat profesi saya secara gradual diambil alih oleh industri farmasi. Saya melihat tidak terhitung jumlahnya pasien yang bertambah sakit atau bahkan meninggal dunia karena reaksi obat dan polypharmacy. Tidak terhitung jumlahnya dimana saya menerima kunjungan atau presentasi dari representative pabrik obat – yang jelas-jelas mengungkap kebohongan dan misrepresentasi…”.

Saya tidak tahu apakah apa yang terjadi di Amerika yang diriset dan diakui oleh para dokter mereka sendiri tersebut juga terjadi di negeri ini. Tetapi melihat banyaknya produsen obat yang beroperasi di negeri itu yang juga hadir di negeri ini, maka kemungkinan untuk menghadirkan kondisi yang sama – bisa jadi juga terjadi di negeri ini.

Lantas apa relevansinya kita mengetahui fakta demikian ini ? Setidaknya kita tidak harus ngoyo untuk bisa memperoleh pengobatan dengan obat-obat pabrik yang mahal – sampai-sampai harus memperolehnya dengan pembiayaan yang dikelola secara ribawi.

Bahwa karena hanya Dia-lah yang bisa menyembuhkan kita ketika kita sakit (QS 26 : 80), maka sudah seharusnya hanya kepadaNya kita mendekat dan memohon pertolongan untuk kesembuhan penyakit kita. Tetapi bagaimana pertolonganNya itu bisa datang bila obat-obatan yang dihadirkan untuk kita itu melalui cara yang dimusuhiNya – yaitu Riba ? (QS 2 : 276 & 279).

Maka dari sinilah kita bisa mulai membangun logika pengobatan kita sendiri, bahwa segala obat yang kita konsumsi – bukanlah obat itu yang menyembuhkan penyakit-penyakit kita – obat hanya sarananya saja – yang menyembuhkan hanyalah Allah semata. Karena yang menyembuhkan hanya Allah, maka dalam berobat-pun kita harus mengikuti petunjukNya, tidak boleh keluar dari jalanNya apalagi sampai melanggar laranganNya.

Tetapi bagaimana konkritnya masalah yang sangat besar dibidang kesehatan ini ditangani dengan petunjukNya secara nyata di lapangan di jaman modern ini ? Itulah yang harus kita mulai secara bertahap dan kita jawab masalahnya satu demi satu di setiap tahapannya.

Karena tuntunan kita melalui Al-Qur’an dan al-Hadits selama ini belum dijadikan sebagai rujukan utama dalam menjawab setiap permasalahan yang kita hadapi selama ini – termasuk di bidang kesehatan ini – maka solusi itu nampak begitu jauh dari realita.

Begitu kita yakini dan mulai kita gunakan, maka petunjuk demi petunjuk itu insyaAllah akan silih berganti berdatangan – petunjuk yang satu melengkapi petunjuk lainnya. “Dan orang-orang yang mendapatkan petunjuk, Allah akan menambahkan petunjuk kepada mereka dan menganugerahkan ketakwaan mereka”. (QS 47 : 17).

Baru setelah kita aplikasikan bener-bener petunjuk tersebut satu demi satu dan Allah menganugerahkan ketakwaan kepada kita, maka insyaAllah dalam bidang pengobatan inipun kita akan diunggulkan dengan ilmuNya – “wattaquullaha wa yu’allikumullah – dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberi pengajaran kepadamu” (QS 2: 282).

Jadi kita tidak usah berkecil hati dengan industri pengobatan yang sedang kita rintis dijalanNya ini – meskipun mulainya sangat kecil dibandingkan dengan industri pengobatan yang sudah ada kini. Tetapi insyaAllah yang kecil ini akan efektif dengan seijinNya, dan tidak membuat bangsa ini overdosis terhadap obat-obat yang tidak perlu dan tidak membuat negeri ini bangkrut – sebagaimana yang di negeri asalnya sudah membuat overdosis bangsanya dan membuat negerinya (nyaris) bangkrut ! http://www.geraidinar.com/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/84-gd-articles/umum/1366-bangsa-yang-tidak-overdosis

MAKANAN KITA ADALAH OBAT KITA

Setelah kita memahami masalah di atas, alangkah baiknya kita rubah juga paradigma kita. Jangaanlah kita tergantung sekali dengan obat-obat kimia. Sedikit sakit kepala, langsung minum obat. Baru deman sedikit saja, langsung minum obat, dll.

Kenapa kita tidak jadikan slogan bahwa “makanan kita dalah obat kita”. Dengan pemahaman ini maka kita sebagai petani akan bertani yang ramah lingkungan. Kita sebagai petani juga tidak perlu jor-joran di pestisida.

Sebab apa yang kita makan bukan sekedar makanan saja. Tapi makanan yang kita makan juga berfungsi sebagai obat. Bukan saja obat buat diri kita sendiri, tapi juga obat buat insan lain.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in AGAMA, KESEHATAN, SOLUSI BUAT PETANI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s