REKOMENDASI PUPUK PADI

DOSIS PEMUPUKAN IDEAL BUAT TANAMAN PADI
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Dosis Pemupukan yang ideal

Ketika ada pertanyaan: berapa dosis pupuk ideal yang dianjurkan buat tanaman padi ?
Maka akan banyak jawaban, berapa dosis yang akan diberikan.
Bisa jadi, akan ada yang akan menjawab untuk pupuk tunggal:
– 225 kg urea, 100 kg SP36 dan 75 kg KCL
– 250 kg urea, 110 kg SP36 dan 75 kg KCL
– dll

Bahkan, bagi petani organik, dosis pemupukannya adalah 0 kg urea, 0 kg SP36 dan 0 kg KCl

Dosis Spesifik Lokasi

Sebetulnya ada cara mudah untuk mengetahui, berapa dosis pupuk yang ideal buat sawah kita. Mau tidak mau, tanah sawahnya harus diuji dengan alat sederhana. Dengan alat ini akan didapatkan berapa dosis yang ideal buat sawah kita. Alat uji tsb bernama alat PUTS

Apa itu PUTS
PUTS kepanjangan dari Perangkat Uji Tanah Sawah. PUTS merupakan seperangkat alat bantu untuk menganalisa kadar hara yang ada di dalam tanah sawah, umumnya yang diuji adalah unsur hara N, P, K, dan pH tanah. Dengan alat bantu PUTS ini, bisa diketahui dengan cepat berapa kadar hara tertentu di dalam tanah sawah daerah tsb. Dari hasil ini, akan didapatkan rekomendasi dosis pupuk secara khusus di daerah tsb.

ALAT PUTS

ALAT PUTS

Bisa disebut dengan alat ini, dosis pemupukan akan spesifikasi lokasi. Dosis yang cocok/ideal di daerah tsb.

Hasil Uji PUTS

Di suatu tempat, di Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, belum lama ini dilakukan pengujian beberapa titik lokasi tanah sawahnya. Dengan alat PUTS tsb, dari hasil uji di lapangan, didapatkan rekomendasi dosis pemupukan di daerah tsb sbb :
– Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg

Rekomendasi di atas adalah rekomendasi untuk pupuk tunggal.

Masalah pupuk

Masalahnya di daerah tsb, jarang ditemukan pupuk KCL. Yang ada adalah pupuk urea dan pupuk NPK ponska. Kadang ada juga pupuk SP36 dan pupuk ZA.

Pertanyaannya: berapa dosis pemupukan dengan pupuk majemuk seperti NPK Ponska?
Apakah perlu memakai pupuk urea lagi? berapa banyak? apa bisa memakai pupuk ZA?

Jawaban :

Dosis pupuk tunggal berdasarkan uji PUTS

– Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg

Karena yang ada di daerah tsb pupuk majemuk NPK Ponska, maka harus kita hitung berapa kandungan pupuk yang ada dalam pupuk ponska. Silahkan lihat disini

Dari 100 kg NPK Ponska (15 15 15) didapatkan kandungan hara sbb :
– Urea 32 kg
– SP36 41 kg
– KCL 25 kg

Coba lihat berapa kg pupuk KCL di dosis pupuk tunggal, dosis KCL sebanyak 50 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk ponska terdapat 25 kg KCL, sedangkan kebutuhannya sebanyak 50 kg KCL. Maka dibutuhkan sebanyak 200 kg NPK ponska.

Jadi, di dalam 200 pupuk NPK ponska terdapat 64 kg urea, 82 kg SP36 dan 50 kg KCL.

Karena kita butuh 300 kg urea, 75 kg SP36 dan 50 kg KCL maka
– dosis pupuk KCL sudah tersedia
– dosis pupuk SP36, yang dibuthkan 75 kg sedangkan di dalam pupuk NPK ponska sudah terdapat 82 kg. Masih terdapat kelebihan 7 kg. Kelebihan tsb masih bisa diteloransi
– dosis urea, karena di dalam 200 kg NPK ponska cuma terdapat 64 kg urea maka kekurangan dosos urea adalah 300 kg – 64 kg = 236 kg urea.

Jadi rekomendasi pupuk tsb adalah
– 200 kg pupuk NPK ponska dan
– 236 kg pupuk urea

Bagaimana kalau pupuk urea lagi tidak ada saat itu, pak? bisa pakai pupuk ZA.
Untuk memahami dan menghitung pupuk ZA ini silahkan buka disini

Semoga bermanfaat,,,

Nb; Gambar diambil dari internet

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PEMUPUKAN. Bookmark the permalink.

16 Responses to REKOMENDASI PUPUK PADI

  1. hgarihal says:

    Bener. Di tempat saya susah KCL. Ada phonska ma urea.

  2. toing says:

    Thanks atas sharing ilmu yg diberikan, aku mulai paham tentang pupuk padi

  3. untuk aplikasi pupuk
    200 kg pupuk NPK ponska dan
    236 kg pupuk urea
    gimana gan cara membaginya kalau pemupukan 3x semusim?

    • NURMANIHSAN says:

      Trima kasih atas pertanyaannya
      Untuk pupuk 200 kg NPK Ponska dan 236 pupuk urea dalam 3x pemupukan, setelah sy hitung adalah sbb :
      pemupukan pertama : N 25%, 50% P2O5 dan 50% K2O = 40 kg urea + 100 kg ponska
      pemupukan kedua : N 45%, 50% P2O5 dan 50% K2O = 90 kg urea + 100 kg ponska
      pemupukan ketiga : N 35%, = 106 kg urea

      Itu berdasarkan hitungan, tetapi bisa dirubah komposisinya sedikit menjadi
      pemupukan pertama : 50 kg urea + 100 kg ponska
      pemupukan kedua : 100 kg urea + 100 kg ponska
      pemupukan ketiga : 86 kg urea

      Terima kasih

      • NURMANIHSAN says:

        Sekarang ini, secara pribadi, saya lebih suka menganjurkan ke petani bila pemupukan ketiga berupa pupuk urea, diganti dengan pupuk ZA.
        Dosis pupuk ZA bisa diberikan 1,5 kali dari pupuk urea
        Misalkan 100 kg urea = 150 kg ZA

  4. Sulasman Supandi says:

    Yth. Pa Nurman Ihsan,
    Saya punya lahan sawah di daerah Kadubaleor Pandeglang +/- 800 M2. Pada musim tanam yang dekat ini yakni sekitar akhir bulan Ramadhan, maka mengacu pada tulisan Bapak mengenai “Tiga Tahap Dosis Pupuk Untuk Tanaman Padi” sy berencana melakukan pemupukan baik pupuk kandang maupun pupuk kimia sbb :
    – Pupuk Kandang berupak kotoran ayam sebanyak 2 ton/ hektar
    – Pemupukan Dasar dg memberikan NPK Phonska sebanyak 150 Kg/hektar (malah penggarap lahan sy itu minta ditambah Pupuk SP- 36 sebanyak 100 kg /hektar.
    – kemudian pada usia 7 – 10 hst akan diberikan pupuk Urea +/- 50 Kg/hektar
    – Pemupukan Kedua, pada usia tanaman 20 – 21 hst diberikan pupuk NKP Phonska sebanyak 150 Kg/hektar.
    – Pemupukan Ketiga, pada usia 35 -4 hst, diberikan pupuk Urea sebanyak 50 – 100 kg/hektar.
    Pertanyaan saya adalah :
    – Apakah komposisi pupuk seperti tsb diatas sudah cocok khususnya untuk daerah di Kadubaleor ?
    – Apakah pemberian pupuk kandang perlu dilakukan setiap musim tanam dengan dosis 2 ton per hektar. Mohon tanggapanya Pa Nurman. Terima kasih. Wassalam

    • NURMANIHSAN says:

      @Pak Sulasman
      1. Setiap kecamatan di daerah banten, setahu saya ada rekomendasi umum untuk dosis pemupukan. Hal ini bisa ditanyakan ke BPTP Banten.
      Jadi, Saya sendiri blm tahu brp dosis di daerah ini. Akan tetapi secara umum, dosis tsb untuk pupuk NPK ponska 200-300 kg, urea 100-200 kg.

      Saran saya:
      Dosis yang bapak uraikan menurut saya sudah baik. Karena lahan bapak 8.000 m2 = 0,8 ha. Maka dosis tsb harus dikalikan 0,8.
      Misalkan pupupk NPK ponska pada pemupukan pertama 150 kg x 0.8 = 120 kg. Demikian pula buat pupuk yang lain harus dikalikan 0,8 juga.

      Perlu diperhatikan, pupuk NPK ponska adalah pupuk subsidi. Kita pahamlah kalau yang berstatus “subsidi” kualitasnya kurang mantap. oleh sebab itu, saran saya pupuk dasar menjadi 100 kg/ha ditambah 50 kg pupuk SP-36/ha.
      Jangan lupa pak, sebisa mungkin, setelah pupuk diberikan baru digasrok, prinsipinya supaya pupuk masuk kedalam sawah. jangan dibalik digasrok dulu baru dipupuk. Lebih bagus lagi kalu setelah pupuk diinjak-injak,,,

      2. Bila memakai pupuk kotoran ayam (yg tercampur sekam padi), pertumbuhan awal tanaman padi akan terlihat nyata. ini berdasarkan pengalaman banyak petani.
      dengan memakai pupuk kandang/ayam, tanaman akan mendapatkan suplai makanan/pupuk dari tanah yang telah diberikan pupuk ayam tsb.
      Lebih baik lagi, kalau bapak buat MOL yang sederhana, MOL TAPE TEMPE, yang bisa diaplikasikan setiap 10 hari sekali.
      Jadi, tanaman akan mendapatkan “jatah makan” dari 3 pos: dari kotoran ayam yang terurai, dari pupuk kimia dan dari MOL.

      Dengan perlakuan di atas, Insya Allah, hasil yang didapat akan seimbang bahkan lebih dari apa yg telah dikeluarkan. Tks

      • Sulasman Supandi says:

        Pa Nurman Ihsan, terima kasih banyak atas penjelasan serta saran-saran yang sangat berguna. Wass

  5. Sulasman Supandi says:

    Mohon maaf, koreksi Pa Nurman, luas lahan sawah bukan 800 M2, tapi 8000 M2. Makasih.

  6. makasih banyak mas.NURMANIHSAN,atas informasi pupuknya,terutama ttg pupuk ke-3 dg za,mt ini sy mau coba ttg ppk za-nya..makasih

  7. Sulasman Supandi says:

    Assalamualaikum Pa Nurman, mohon maaf Pa, saya mau tanya lagi mengenai aplikasi MOL TAPE TEMPE. Untuk padi, apakah disemprotkan ke lahan sawahnya atau disemprot ke tanaman padinya. Atas pejelasannya saya ucapkan terima kasih. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan.Wass.

    • NURMANIHSAN says:

      wslm. Disemprotkan ke tanaman pak, sebaiknya dibalik daun, dimana terdapat stomata daun. disemprotkan di pagi hari atau sore hari, dimana stomata sedang terbuka.
      Bila, tetesan2 air yang jatuh ke sawah akan dimanfaatkan oleh mikroorganisme di tanah sawah. tks

  8. sutisna says:

    kalau alat ini(PUTS) sederhana, yg saya bayangkan cara penggunaannyapun sederhana
    dan bisa didapat dgn harga yg “sederhana” juga.
    Betulkah begitu pak Nurman ?

  9. Ridwan says:

    Alat PUTS bisa diperjual belikan ga?
    Kalo ada…. bisa beli dmn?

  10. saif haziq says:

    saya ingin bertanya sekaligus belajar.. Jk tidak ada suplay pupuk kcl ke lokasi, kira2 apa yg bisa menggantikan pupuk tersebut?? Trima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s