PUISI ANAK GAZA

Puisi ini pernah saya tulis tanggal 27 Oktober 2011, akan tetapi karena pada saat ini sedang berkobar PERANG DI GAZA PALESTINA, maka puisi tsb saya tulis ulang, supaya bisa memberikan inspirasi kepada kita semua.

Korban perang yang terjadi di GAZA adalah kebanyakan masyarakat sipil terutama wanita dan anak-anak. Akan tetapi, bila kita cermati fenomena anak-anak di GAZA, mereka tumbuh dengan karakter yang unik.

Berdasarkan pengalaman mereka ( relawan/ustadz/ustadzah ) yang telah pulang dari GAZA, mereka akan kagum dengan anak-anak GAZA. Mereka adalah anak-anak INTIFADHOH yang begitu bersahabat dengan kematian,,,,

SAJAK BUAT BOCAH PALESTINA
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( Penulis Lepas )

Kerikil-kerikil kecil menerjang
Tiada habis terbilang
Bumi slalu siap menyimpan pecahannya
Tertuju bagi tentara-tentara yahudi
Mujahid kecil intifadhoh berdiri tegak
Dari mulut kecilnya keluar rasa bangga,

” Aku Ahmad, umurku 7 tahun
Abiku syahid setahun yang lalu
Dalam aksi bom syahadah, bom pencari syahid
Bukan aksi bunuh diri
Aku tinggal bersama umi dan kedua adik kecilku, Zaenab dan Umar
Aku biasa bermain dengan batu-batu kerikil
Bila sudah kugenggam batu-batu kerikil, aku bukan anak kecil lagi
Di mataku hanya ada satu sasaran: monyet-monyet yahudi”

Ahmad berdiam sebentar.
Mata jernihnya membentuk kristal-kristal kecil.
Jatuh bergulir di ayunan pipi.
Pita suara Ahmad terdengar kembali, kata-kata yang keluar, hasil didikan lingkungan perjuangan yang akan bangga akan harga diri,

” Mereka telah merampas tanah airku
Mengusir anak negeri bangsaku
Menahan saudara-saudaraku tanpa dakwaan
Membunuh manusia terbaik yang pernah dikeluarkan negeriku”

Kembali dia berjalan, bersama teman-teman seperjuangan.
Sekali lagi
Usia mereka sekitar 7 tahunan.
Mereka menuju tentara-tentara yahudi,,

“Walau usiaku baru 7 tahun
Aku tak takut pada mereka
Kematian biasa bersamaku
Aku mencari mimpi-mimpi kepahlawanan
Hasil sejarah heroik Sholahudin Al Ayubi
Hasil tempaan Syekh Ahmad Yasin
Hasil perjuangan Pergerakan HAMAS
Hasil kepintaran Yahya Iyashi
Aku terlahir di taman Para Syuhadah
Yang telah menghasilkan bunga-bunga perjuangan
Dengan siraman darah dan air mata.
Keharumannya bisa dirasakan sampai penjuru negeri
Tuk membasahi negeri tercintai ini, Palestina!!”

Sesaat dia berlari.
Menyongsong tangan melempari tentara-tentara yahudi.
Dengan teriakan bergelora:
“ Aku ingin seperti abi
Aku ingin seperti abi
Aku ingin seperti abi,,,”

Ahhh, di dadanya ada warna merah saga.
Tetesan darah keluar dan jatuh ke bumi.
Dia duduk sambil memegang dadanya.
Matanya memejam.
Di hatinya bergema alunan Al-Quran.

Sakit? tentu saja.
Tapi, dia tetap tersenyum.
Tubuhnya mulai dingin.
Dan, bocah itu bersuara lirih: ”abii, sebentar lagi kita akan bertemu,,,”

Dan Bumi Palestina akan semakin berkah. Sebab pupuknya adalah darah suci syuhadah. Dan juga air mata.

Catatan Perhatian

Doaku selalu bersama perjuangan rakyat Palestina !!!
Wahai saudaraku, doakanlah Mujahid Palestina di dalam sholatmu
Wahai saudaraku, bantulah saudaramu di Palestina, walau dengan seuntai doa,,,

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in PUISI DAN SYAIR. Bookmark the permalink.

One Response to PUISI ANAK GAZA

  1. muhammad irfansyah says:

    Subhanallah, sungguh puisi yg sangat menyedihkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s