FUNGSI ZPT

FUNGSI ZPT DI MASA GENERATIF
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN )

Perhatikan Malai Padi

Coba kita perhatikan tanaman padi kita, ketika malainya telah menunduk.
Lihatlah malai tsb, apakah terisi penuh?
Kalau iya: Alhamdulillah,,,

Selain itu, lihat juga yang lainnya, apa itu?
Coba lihat anakkan padinya???
Apakah masih banyak anakkan padi yang baru? Atau cukup banyak anakkannya atau malah sedikit sekali anakkanya?

Apa artinya ini ?

Belum lama saya ke sawah halim. Di dalam kawasan Halim, saya ke sawah Pak Pulung yang luasnya 9 ha, padi yang ditanami: sidenuk, sintanur dan menthik susu.

Ada hal menarik, padi sidenuk dan padi sintanur, malainya hampir mulai menguning, akan tetapi anakkan baru padinya sedikit sekali.

Lain halnya dengan menthik susu, ketika malai padinya sudah keluar malai dan sebentar lagi mau merunduk, anakkan baru padinya cukup banyak. Seakan-akan anakan padinya susul menyusul.

Padi Inpari 28

Belum lama ini juga, saya melihat beberapa varietas padi inpari terbaru, salah satunya adalah padi inpari 28.

Saya perhatikan padi inpari 28 ini, saya lihat malainya. Malainya telah merunduk, bulir-bulir sudah menguning. Hampir mau panen. Saya lihat juga anakkan susulannya. Ternyata sedikit sekali.

Selidik punya selidik, ternyata, padi inpari 28 ini telah didemplot oleh salah satu produk perusahaan racun pestisida. Salah satu fungisida andalan yang diberikan oleh perusahaan pestisida tsb mengandung ZPT,,,

Panen Hasil Tinggi

Coba kaji kembali tulisan-tulisan berikut ini : budidaya padi super, budidaya padi anak muda, panen ciherang 11 ton/ha, dll.

Maka akan didapatkan hasil panen dengan produksi tinggi. Ada banyak faktor agar bisa mencapai hasil panen tinggi tsb.
Membuat lahan sehat, perbanyak pupuk organik, memberian MOL/pupuk cair, pemakaian pupuk kimia dengan penginjakan, dll.

Menurus saya, ternyata, ada yang terlupakan ???

Apa itu??? Pemakaian ZPT

ZPT ( Zat Pengatur Tumbuh ) itu bisa berasal dari zat itu sendiri seperti auxsin, sitokinin, GA3, dll. Atau ZPT yang biasanya terdapat atau berada di dalam fungisida.

Menurut saya, kegunaan ZPT ketika diberikan pada masa awal generatif adalah sbb :

pertama, ZPT tsb dapat “menarik” agar malai padi bertambah panjang. Dengan panjang malai, logikanya maka bulir padi akan menjadi banyak.

kedua, ZPT diharapkan dapat “memaksa” tanaman berhenti “tumbuh”. Sehingga anakkan padi “seakan dipaksa” mengeluarkan malainya. Sehingga bisa mengejar malai yang telah berbunga terlebih dahulu.
Dengan kata lain, agar pembungaan dapat serempak.

Ketiga, ZPT pun memberikan dampak agar tanaman tidak “mengeluarkan” tanaman baru atau anakkan baru, sehingga fokus tanaman akan kepada pembungan dan pengisian.
Boleh dikatakan, tujuannya adalah agar didapatkan anakan padi yang produktif.

Misi Petani

Bila kita tanyakan kepada banyak petani, apa tujuan mereka tanam padi. Maka sebagian besar dari mereka akan menjawab ingin mendapatkan hasil panen yang tinggi. Tonase yang tinggi.

Oleh sebab itu, salah satu misinya adalah menciptakan anakkan tanaman padi yang produktif.

Dengan anakkan padi yang produktif akan keluar malai padi dengan panjang maksimal. Akan keluar jumkah bulir yang maksimal pula.

Ujung-ujungnya akan dihasilkan panen padi yang tinggi. Semoga

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BUDIDAYA PADI. Bookmark the permalink.

21 Responses to FUNGSI ZPT

  1. paijo says:

    Oooo……

  2. Suhadi says:

    Makasih ilmune sangat membantu kami semua

  3. Rijal says:

    Amien.. Betul sekali Pak Ihsan, kami juga sedang membandingkan tingkat efektifitas mol rebung, mol taoge/kecambah, GA3 dan Pupuk daun merk tertentu yg mengandung ZPT serta Fungisida tertentu yang mengandung ZPT diantara anggota kelompok tani. menurut beberapa artikel yang kami baca, masing-masing bahan sama2 merupakan ZPT dengan kandungan tertentu. sehingga kami sangat berhasrat untuk bisa menyusun formula yg tepat dan ekonomis dalam teknik budidaya padi agar bisa berproduksi lebih baik.

    • efendy manan says:

      Betul mas Rijal…alam telah memberikan lengkap apa yg diperlukan manusia demikian pula dalam hal pertanian,tinggal kita mencari dan memadukannya.saya yakin mas Rijal bisa!

  4. SulistioKalimantan says:

    Salam kenal Mas Nurman dari saya Sulistio. Saya seorang insan yg sedang mau mulai meneguhkan hati dalam menjalani aktifitas pertanian padi… saya seorang pemula dan masih awam dalam hal budidaya tanaman padi terlebih lg saya belum pernah sma skali melakukan budidaya tanaman padi… tp saya bercita2 menjadi seorang petani sukses untuk diri sendiri dan sukses untuk insan lain… “Mampukah Saya menjadi seperti yg demikian MAS?”

    Beberapa hari lagi saya akan punya sawah sendiri seluas 1 Ha (belum serah terima, hehehe). mudah2 serah terimanya nanti berjalan lancar… Amin. Setelah membca berbagai postingan mas Nurman, mas Avi dan teman2 petani lain tentang budidaya tanaman padi dg pandangan organik ataupun gabungan organik dan anorganik namun tetap memperhatikan lingkungan hanya tentram, makmur, sukses dan kabahagian yg bisa saya bayangkan jika mampu mnerapkan pertanian seperti yg mas Nurman dkk lakukan, saya semakin tidak sabar untuk “Terjun Ke SAwah”….

    Saya bertempat di Kalimantan Tengah tepatnya Kab. Seruyan, Kuala Pembuang. Ditempat saya para petaninya dalam melakukan budidaya pertanian sangat berbeda dengan yg diterapkan dan dianjurkan oleh mas Nurman dkk, pertanian yang ramah lingkungan yg sarat dg pengetahuan… berbanding terbalik dg pertanian di tempat saya. Di sini petani sudah sangat senang ketika sawah meraka menghasilkan 2 ton per 1 Ha, karena memang segitu rata2 panen mereka dalam 1 musim tanam… terlebih lg jika musim kurang air seperti saat ini 1 ton pun menjadi hasil yang layak dipamerkan, 5 ton menjadi kata yg mustahil bagi mereka… “Mampukah Saya Menghapus Kata Mustahil tersebut MAS?”

    jika mas berkenan menyimak berikut adalah karakteristik pertanian di daerah saya :
    – tanah >> asam (tidak pernah melakukan pengapuran sejak awal dibuka lahan kadang2 ada yg melakukan pengapuran itupun jka saya bandingkan dg literatur yg saya baca sangat jauh dari jumlah yg dianjurkn)
    – budidaya >> menggunakan traktor tanpa disingkal (kecuali sdh lbh dr 6 musim tanam)
    >> pupuk kimia (sekedarnya menggunakan urea pada masa vegetatif,
    kadang2 TSP dan KCL)
    >> pestisida selalu menjadi andalan dalam mengatasi hama dan penyakit
    – Irigasi >> tidak ada
    – hama >> keong emas (sangat dikeluhkan petani bingung mengatasinya, baru2 ini menyerang sebelumnya tidak pernah… sehingga dampaknya ada sebagian petani yg putus asa menyerah dalam budidaya padi),
    >> tikus (dengan sentrum)
    – penyuluh >> hanya berhubungan dg bantuan saja tp untuk soal budidaya dan mngatsi hama yg mewabah tidak bisa memberikan solusi yg berarti, petani tidak percaya dg penyuluh.
    seperti itulah keadaan pertanian sawah di wilayah saya.

    maaf ya mas coment saya terlalu panjng… jika mas berkenan membantu saya untuk memulai perjalan saya dalam bertani padi… bolehkah saya meminta saran dan ilmunya… apa sajakah yg harus saya lakukan lahan pertanian saya menjadi produktif… …Tks…

    • NURMANIHSAN says:

      Salam kenal juga pak sulistio
      Selamat bergabung di blog ini, Insya Allah akan banyak teman2 yang lain akan membantu bpk.
      Memang betul pak, langkah awal sebelum kita ingin mendapatkan hasil yang terbaik di usaha tani terutama padi, maka di pikiran kita sudah harus terlebih dahulu terbentuk “gambaran umum pertanian padi” serta pernak perniknya.

      Bila bapak sudah bertekad mendapatkan hasil panen sekitar 5 ton/ha, maka itu adalah visi yang benar. Dengan usaha yang tekun, insya Allah akan dapat tercapai.

      Banyak jg teman2 yang diblog ini, yang baru terjun di dalam dunia pertanian (padi) tetapi dengan usahanya yg tekun plus mencari informasi2 maka dalam 1-2 tahun kedepannya, hasil panennya menjadi yang terbaik di lingkungannya. Aminn.

      • SulistioKalimantan says:

        Terimakasih mas Nurman atas semangatnya…
        begadang baca postingan mas beberapa malam ini…mengasyikan dan menambah ilmu, siapkan amunisi sebelum perang…
        Thanks banget… blog yg membawa kemenangan… siiip…

  5. SulistioKalimantan says:

    mohon bantuannya mas…

  6. Rijal says:

    untuk Pak SulistioKalimantan bisa membaca artikel yang ada di blog ini, tinggal pilih sesuai tema yang diinginkan, mungkin bisa diawali dari Usaha Tani Padi atau ada saran yang lebih baik dari teman2 …

    • SulistioKalimantan says:

      trims mas rijal… tpi boleh nanya ga nih…???
      gmna ya cara untuk menetralkan tanah dengan kandungan pH asam, dengan kandungan asam tertentu… misal asam tingkat 4 atau 5 dst… dosis untuk kapur dolomit untuk setiap tingkatan keasaman??? saya takut kalo kelebihan kapur dosis… tepat dosis kan lebih baik… trims sesudah dan sebelumnya…

  7. Rijal says:

    Berbagi pengalaman saja, biasanya di tempat kami pada MT-2 (musim tanam bulan maret) tanahnya juga cenderung asam, beberapa petani yang kurang paham dalam pengolahan lahan dan agak susah diberi masukan bisa tanam sampai dua kali karena tanamannya mati di tanah yg terlalu asam.
    kami memiliki kiat yang bisa coba diterapkan (mungkin untuk luasan sedikit dahulu), dahulu awalnya kami tebarkan 4,5 Kw dolomit per Ha akan tetapi cara dibawah ini terbukti lebih baik :
    1.buat kompos padat dari bahan yang tersedia di sekitar dan mudah diperoleh.
    bahan (untuk 1/3 Ha) :
    – 5 zak pupuk kandang (kotoran sapi/kambing/ayam/kelinci)
    – 5 zak daun2an (jerami/daun kering/sampah organik pasar dll)
    – 3 zak kapur tohor/dolomit
    – bahan pengurai secukupnya (EM-4 / cacahan bonggol pisang / bakteri pengurai yg tersedia di toko saprotan terdekat / buat mikro organisme sendiri)
    cara pembuatan :
    – kondisikan semua bahan dalam ukuran yang cukup kecil
    – campur semua bahan dengan cara di buat lapisan misal : tuang satu zak cacahan jerami, kemudian 1/2 zak dolomit kemudian 1 zak pupuk kandang lalu disiram EM-4 begitu seterusnya sampai semua bahan habis.
    – tutup rapat dengan menggunakan terpal/plastik.
    – aduk setiap 3 hari sekali
    – setelah 3 minggu kompos siap digunakan.
    2. tebarkan kompos di lahan (1000 m2) dalam kondisi terairi lalu dibajak (rotary) agar tercampur dengan tanah.
    3. biarkan selama 2 minggu lalu dibajak lagi
    4. lahan siap digaru (diratakan), setelah 3 hari siap ditanami. usahakan tanah jenuh air.
    Sekian, semoga bermanfaat.

  8. Rijal says:

    Maaf ada ralat pak, diawal kami sebutkan 1/3 Ha tapi di nomor 2 kami sebutkan 1000 m2, yang benar adalah untuk 1000 m2 atau 1/10 Ha. terima kasih

  9. SulistioKalimantan says:

    Terima kasih pak Rijal yg sudah memberikan pengalaman & kiat2nya, sangat berguna buat saya petani pemula… Kesimpulan saya>>> berarti untuk pH tanah tidak perlu diukur ya mas pH nya, yg penting kalo dirasa tanahnya asam bisa ditambahkan kapur dolomit 4,5 Kw dan perlu penambahan pupuk organik juga… dengan masukan Pak Rijal saya bisa lebih jelas menghitung biaya awal saya untuk memulai usahatani yg pertama saya dalam hal padi sawah… sekali lagi saya ucapkan terima kasih sekali lagi… oh ya Pak Rijal lupa saya kalau ga salah untuk bahan pembuat kompos padatnya juga perlu gula ya… berapa dosisnya??? maaf…

    • Rijal says:

      Saya pikir tidak perlu pak, gula dipakai hanya untuk perbanyakan/membuat MOL. tapi kalau mau ditambahkan silahkan.. mungkin bisa mempercepat proses fermentasinya.

  10. SulistioKalimantan says:

    Ooo gitu ya Pak… mohon dimaklumi, pemula…

  11. GOLFRIED SINAGA says:

    Trims. Sangat bermanfaat

  12. sugeng m says:

    Trims infonya sangat membantu kami…..

  13. Redit says:

    Selamat Pagi Mas Nurman. Saya pernah membaca artikel tentang membuat ZPT alami dengan bahan-bahan yang diambil dari alam diantaranya :
    1. AUKSIN
    Bahan :
    a. 1 Kg Keong mas / Bekicot,
    b. 5 Lt Air,
    c. 1 Kg Gula / Tetes tebu,
    d. 1 gelas EM4/MOL

    2. SITOKININ
    Bahan :
    a. 1 Kg bonggol pisang,
    b. 5 Lt air,
    c. 1 Kg gula/tetes tebu
    d. 1 gelas EM4/MOL

    3. GIBERELIN
    Bahan :
    a. 1 Kg rebung bambu,
    b. 5 Lt air,
    c. 1 Kg gula/tetes tebu,
    d. 1 gelas EM4/MOL

    Saya ingin menanyakan apakah benar bahan-bahan tersebut diatas bisa menghasilkan ZPT tersebut ? Karena kalau memang bahan-bahan tersebut bisa menghasilkan ZPT saya ingin membuatnya. Kalau menurut mas nurman berapa dosis takaran yang harus disemprotkan atau di kocor ke tanaman?
    Terima Kasih untuk Responnya

  14. efendy manan says:

    Utk kandungan zpt dalam mol mmg tidak bisa dipatok kemurniannya spt zpt kimia.zpt organik dalam mol atau pupuk hayati diperoleh dari hasil fermentasi bahan baku mol maupun hasil metabolisme mikroba dalam proses fermentasi…sehingga sangat dimungkinkan zpt yg terbentuk pun bermacam-macam.Namun dalam berbagai penelitian kandungan zpt A misal giberelin pada mol rebung lbh tinggi kandunganya drpd mol keong…ini krn pada rebung menumpuk giberelin yg berfungsi mempercepat pertumbuhan tanaman bambu…dengan proses fermentasi inilah giberelin organik bisa “diurai” oleh proses alamiah baik kimia maupun biologis yg menghasilkan zpt giberelin yg siap diserap jika disemprotkan ke daun/tanaman…utk dosis rata2x Mol sekitar 250cc pert tangki 14 L.Semoga bermanfaat

    • Redit says:

      Terima Kasih Untuk informasinya mas efendi. Nambah pertanyaan lagi mas, maklum masih awam tentang makhluk halus. apakah ada kemungkinan dari MOL rebung bisa menghasilkan ketiga ZPT tersebut dalam proses fermentasi ?

  15. efendy manan says:

    Kalau secara kongkrit nya harus di teliti secara klinis alias masuk lab…namun sebnarnya sangat dimungkinkan..karena mikroba pun mengeluarkan metabolit sekunder yang berbentuk ZPT…seperti azotobacter dan Pseudomonas sp yang menghasilkan auksin IAA jadi bisa dicoba pak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s