BENIH PADI TERBAIK

REGENERASI BENIH PADI
 Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN )

Klasifikasi Benih

Bila berbicara benih padi, bila kita lihat dari sisi klasifikasi benih padi, akan ada benih penjenis, benih dasar, benih pokok dan benih sebar.

Bila ada benih label putih, ungu dan biru, pastinya sebagian besar dari kita akan pilih label putih. Sebab benih jenis ini bisa kita tanam untuk beberapa musim kedepannya. Benih tabel putih ini juga, hasil panennya bisa dijual kembali dengan label ungu, dst.

Benih di petani

Biasanya, sebagian besar para petani kita akan memakai kembali benih habis panen sebelumnya. Mereka belum sepenuhnya memikirkan label benih. Selama hasil panen bagus, benih tsb kembali digunakan.

Ada juga petani yang membeli benih, kemudian setelah 2-3 musim ditanam, karena tinggi tanaman tak seragam, maka kembali lagi membeli benih baru.

Ada juga petani yang “gemar” memburu benih baru, terutama yang berlabel putih/ungu. Mereka yakin dengan benih berlabel putih/ungu, hasil panen akan bagus.

Belum lagi, penamaan benih yang saat ini “amburadul”. Ketika saya lihat ada tanaman yang mirip dengan padi sidenuk, kemudian saya tanya kepada petani yang menanamnya: “padi apa ini, pak?”
Dengan bangga dia jawab,” ciherang denuk”
Nah lho? Kok ada ciherang denuk

Belum lagi, di kalangan petani sudah ada ciherang brunai, ciherang malaysia, ciherang filipin, ciherang kongga, ciherang super, ciherang dempo, dll. Sebab di sebagian besar petani, nama ciherang seakan dianggap menjadi jaminan hasil panen akan berhasil, serta rasa nasi yang enak.

Masyarakat pedalaman

Bila masalah benih bisa menjadi begitu rumit di tingkat petani-petani kita saat ini, lain halnya dengan petani-petani di daerah pedalaman. Tepatnya, di suku terpencil. Mereka tidak ambil pusing masalah benih.

Benih apa yang mereka pakai dalam usaha taninya selama beratus-ratus tahun lamanya ?
Biasanya benih lokal

Apakah mereka mengenal klasifikasi benih? Tidak juga

Mereka hanya menggunakan benih-benih lokal selama ratusan tahun. Bahkan sampai saat ini. Benih yang digunakan adalah bekas panen sebelumnya. Begitu seterusnya,,,

Cuma mereka menggunakan benih tsb dengan selektif. Mereka punya cara tersendiri dalam menggunakan benih yang akan dipakai buat ditanan musim berikutnya. Mereka begitu menghomati benih-benih yang akan dipakai buat musim berikutnya. Sebab benih-benih inilah yang akan menjadi makanan mereka dikemudian hari,,,

Hasilnya? Mereka tidak pernah punya masalah dengan bahan makanan pokok tsb. Malah mereka punya lumbung-lumbung padi yang masih menyediakan stok pangan mereka cukup dalam beberapa tahun kedepannya. Bahkan, saya pernah membaca sebuah tulisan, masih ada di dalam lumbung mereka, padi yang telah dipanen puluhan tahun yang lalu.

Regenerasi benih

Sekarang saya akan membuat sebuah kalimat: Regenerasi Benih

Apa itu regenerasi benih?
Apa ya? Hee

Gini deh, ada petani Fulan yang tanam padi A di daerah tertentu. Di daerah tsb, banyak juga petani yang tanam padi A. Padi A ini sudah 4-5 musim di tanam di daerah ini. Hasilnya, banyak tanaman padi A ini yang sudah tidak seragam lagi.

Banyak petani yang ingin mengganti padi A ini. Mereka ingin mencari jenis padi yang lain. Tapi belum mendapatkan benih padi yang terbaru.

Lain dengan Petani Fulan, dia punya cara tersendiri. Dari hasil panen sebelumnya dia pilih benih yang baik. Tidak banyak, cuma 1 kg. Dengan perlakuan seperti suku pedalaman yang diambil hanya 50-60 % dari ujung malai, maka akan didapatkan benih sekitar 6 ons.

Benih yang 6 ons ini ditanam dipetak khusus. Sebab dari petak ini akan lahir “benih baru” kembali. Benih padi yang telah di “regenerasi” untuk dipakai beberapa musim kedepannya.

Saya pernah memberikan kepada petani benih padi tertentu 3,5 ons. Benih tsb diperbanyak di petak kecil. Kemudian benih tsb sekarang menyebar luas ke beberapa titik.  Setelah beberapa musim benih tsb ditanam, saya bilang kepadanya,” coba benih tsb diregenerasi pak”.

Saya juga pernah bilang kepada petani yang tanam padi sidenuk,” sebelum dipanen, coba bapak ambil sekitar1-2 kg benih padi dari malai terbaik, disimpan. Tanam di tahun berikutnya di petak khusus. sehingga bapak tak perlu pusing dalam urusan benih,,, “

Atau bila kita dapat benih padi terbaru dari petani lain, jangan terlalu dipikirkan masalah labelnya. Dengan perlakuan seperti biasa (rendam air garam), ditanam di lahan yang sehat. Berikan MOL/pupuk organik cair, diberikan pupuk kimia secukupnya, dll. Maka setelah mau panen, kita bisa saja melakukan “regenerasi benih”. 

Dengan cara demikian, kita sebagai petani tidak menjadi tergantung kepada benih-benih tertentu. Apalagi benih hibrida. Sebab benih adalah “kado terindah” dari Allah SWT buat para petani.

Benih Padi Terbaik

Ketika saya ditanya, apa benih padi yang terbaik?

– Benih padi yang dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen terbaik di mana kita bercocok tanam. Bahasa sederhananya, benih padi yang cocok tumbuh di daerah kita dan memberikan hasil panen terbaik.

– Benih padi tsb mendapatkan perlakuan istimewa sebelum benih padi tsb ditanam. Perlakuan istimewa tsb antara lain: dipanen dengan selektif (terutama panen atas), dirontokan dengan cara diiles (jangan digebot/pakai mesin), kalau perlu seperti suku pedalaman, dengan tangan, dijemur dengan baik dan disimpan di tempat yang khusus.

– Benih padi yang mendapatkan perlakuan seperti direndam dengan air garam, ditanam di lahan yang sehat. Berikan MOL/pupuk organik cair, diberikan pupuk kimia seperlunya, disiram dengan sedikit pestisida, dll.

– Benih padi yang ketika pertumbuhan tanamannya sudah tidak rata dan keluar malainya juga tidak rata, maka untuk mendapatkan hasil yang terbaik, selain membeli kembali, kita bisa melakukan “regenerasi benih” sendiri.

– dll

 

 

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, BENIH PADI. Bookmark the permalink.

9 Responses to BENIH PADI TERBAIK

  1. Uca says:

    bibit padi apa yg cocok didaerah 800-1000dpl

  2. chasbi says:

    sangat bermanfaat.semoga tulisan pak nurman jadi pencerahan bagi petani2 nusantara.salam kenal pak nurman

  3. wahyudie says:

    Terima kasih infonya pak Nurman,,, mudah2an ilmu yang disebarkan mendapatkan imbalan pahala yang berlimpah dari Alloh SWT, Amiin

  4. joko says:

    aku stju skli bl benih dprlakukan khusus sbb slama ini petani kt tdk mperhatikan hal tsb

  5. Afriansyah says:

    Mas Nurman, saya tinggal di bratasena (Kab. Tulang bawang, Prov. Lampung), ditempat kami ada satu jenis padi yang dikenal dengan padi 80. Namun ada pula yang menamakan dengan padi umbul-umbul, ada juga yang menyebut dengan padi Malaisya.

    Detail Sbb :

    Nama Padi : Umbul-umbul / malaysia / 80
    Umur : 85 Hst (usia 15 hari tapin)
    Tinggi tanaman : 105-110
    Potensi : saya kurang tau (baru nyoba nanam. masih usia 15 Hst) namun kata rekan lumayan menjanjikan.
    Betuk gabah : panjang ramping / Hampir mirip dengan gabah bunda sri
    Warna gabah : kuning bersih
    Rasa nasi : Agak lucu (kata rekan, Ketika nasi baru matang rasanya pulen. Namun setelah 2-3 jam kemudian rasanya rada pera+ rada Keras).

    ada bebarapa hal yang ingin saya tanyakan ke mas nurman :
    1. Padi dengan ciri-ciri diatas apakah nama asli yang diberikan oleh pemulianya??
    2. Untuk pemupukan, mengingat usia yang sangat genjah, usia berpakah jika akan kita pupuk sebanyak 2x dan pemupukan sebanyak 3x??
    3. Mengingat daerah persawahan kami adalah SAWAH PASANG SURUT, adakah teknik untuk memperkuat tanaman padi ketika air asin masuk (sebab kalau air pasang rasanya asin dan masuk kedalam sawah, padi akan mengalami kematian secara perlahan)
    (apakah kandungan Ca & Mg dapat membantu padi mempunyai daya tahan terhadap salinitas???
    4. Untuk GA3 20%, Jika digununakan namun keadaan sawah rada kekurangan air, adakah dampak negatif nya??
    5. Menurut mas nurman, padi apakah yang paling cocok dengan kondisi persawahan kami?? saya pribadi untuk MT1 Tahun depan berencana untuk mencoba bunda sri dan sertani.
    sebagai catatan, di dearah kami rata2 petani menenan muncul cilamaya, muncul dempo,Muncul pandan wangi (padi aromatik), trunajaya, sriwijaya, ciherang , sertani.
    sedangkan hasil panen tergantung ketrampilan petani dan serangan OPT. Cara bertani Masyarakat kami sangat memprihatinkan pak. sudah lahan masam tidak dikapur, pemupukan sangat tidak berimbang (tidak sesuai rekomenadasi dari pemerintah. Ada yang over ada pula yang under)
    ada satuhal yang lucu juga kalau teringat, sekarang saya nanam Muncul dempo & padi 80. muncul dempo saya buat legowo 2:1 sedangkan padi 80 saya buat 4:1. usia muncul dempo 45 hst, usia padi 80 15 hst.
    para petani yang melihat, mentertawakan saya. ada yang bilang petani uwer. ada yang bilang petani sok modern, ada yang bilang petani baru sok hebat. walaupun saya akui bahwa saya adalah pemula yang tidak tahu apa-apa.

    Rgds.,
    Afriansyah

  6. Syamsudin says:

    Trima ksh infonya kang nurman sngt membantu petani seperti saya

  7. alif says:

    menarik sekali .dan dah sy coba 2th belakangan .alkhamdulillah hasilnya g kalah dg bnih yg dari toko .bahkan cenderung lebih oke.

  8. ero says:

    Buat penulis blog sy ijin share

  9. Hardi says:

    Dimusim ini padi yg bs menghasilkan beras yg tinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s