BERAS JEPANG

BERAS DI JEPANG
Penulis : Nurman Ihsan, SP ( THL TBPP DEPTAN di BANTEN )

Label di Kemasan

Ketika saya membaca beberapa tulisan mengenai gabah/beras (beras yang dijual) di Jepang di dunia maya, maka timbul rasa “iri” pada negara ini.

Setahu saya (semoga betul), beras-beras yang dijual di Jepang tidak dijual eceran. Tidak dijual literan seperti di warung-warung. Melainkan dijual dalam kemasan.

Mengapa ?
Sebab di dalam kemasan inilah para penjual beras “diharuskan” mencantumkan label.
Label kemasan beras biasanya dicantumkan tanggal panen, merk, jenis beras, dan daerah produksi. Dan tentu saja adanya layanan kepada konsumen. No pengaduan. Ini untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

Inilah yang membuat saya “iri” kepada Pemerintah Jepang. Mereka membuat “sistem”” yang mempersempit pedagang beras yang ingin berbuat curang.

Alangkan indahnya bila di negara kita ada yang menjual beras dengan mencantumkan label seperti di atas.
Misalkan ada penjual beras di negara kita, di dalam kemasannya memcantumkan label seperti ini:

Tanggal panen : 16 september 2014
Merk : Tani Unggul
Jenis Beras : Inpari 19
Daerah produksi : Ciamis
Layanan Konsumen : 0852 xxxx xxxx

Atau

Tanggal panen : 11 April 2014
Merk : Pelita
Jenis Beras : IR 64
Daerah produksi : Cilacap
Layanan Konsumen : 0856 xxxx xxxx

Atau

Tanggal panen : 31 Januari 2014
Merk : Garuda Merah
Jenis Beras : Sintanur
Daerah produksi : Garut
Layanan Konsumen : 0838 xxxx xxxx

Dari keterangan LABEL di atas, para konsumen yang ingin membeli beras akan mendapatkan informasi yang jelas.
Dari tanggal panen, para konsumen jelas mengetahui sudah berapa lama beras yang akan dikonsumsinya. Beras ini baru atau lama.

Dari jenis padinya, konsumen akan mengetahui bahwa beras yang dijual adalah beras yang murni. Beras yang tidak dioplos dengan beras lain.

Ketika saya iseng-iseng bertanya kepada pedagang beras, “ini beras apa ya pak?
“Beras ramos” kata penjual beras
“maksud saya, beras dari padi apa?”
” Iya beras ramos, pak”
“apa beras ini dari padi ciherang atau padi 64 atau padi apa”
“wah mana saya tau”

Bagi yang sering beli beras, cobalah perhatikan baik-baik. Perhatikan dengan teliti, sebagian besar beras yang dijual pedagang terutama di warung-warung adalah beras oplosan.

Di beberapa warung di daerah saya, saya perhatikan, dari sebagian besar beras yang dijual, ada beras campurannya. Ada cukup banyak beras yang sudah “kuning” didalamnya. Itu berarti, beras tsb sudah dioplos dengan beras lama,,,

Kalau sesama beras baru yang dioplos, mungkin masih wajar. Tapi kalau dengan beras lama. Atau dioplos dengan beras raskin, inilah yang merugikan konsumen.

Belum lagi, ada kasus beras yang pakai pemutih. Beras yang pakai bahan kimia supaya awet, dll.
Ya itulah kondisi perberasan di negara tercintai ini,,,

Peluang Usaha

Dari uraian di atas, bisa jadi, ini adalah peluang besar bagi pedagang yang ingin terjun di usaha beras.
Bila ada yang ingin memulai usaha di bidang perberasan, kemudian dia menjual beras tsb dalam kemasan, misal kemasan 2 kg, 5 kg, 10 kg atau 20 kg. Kemudian diberi label seperti di atas dengan adanya tanggal panen, jenis beras, dll dengan merk tertentu, maka di indonesia hal seperti ini adalah unik dan baru.

Bisa jadi, hal ini adalah langkah awal untuk menyadarkan dan menata bidang perberasan di negara kita. Dan ini adalah peluang besar,,,.

Bila tiap-tiap kita yang ingin berusaha di bidang perberasan melakukan hal-hal di atas, maka bisa jadi kedepannya akan menjadi tren yang positif.

Dan tentu saja, apabila para konsumen mendapatkan kejelasan beras yang akan mereka makan, maka selisih harga tidak begitu diperhitungkan oleh konsumen.

About NURMANIHSAN

Bila cinta kepada seseorang saja, di hati penuh kerinduan. Apalagi bila kita dapatkan cinta ALLOH SWT. Ini prestasi seorang hamba. Prestasi hidup. Dan prestasi terbesar. Oleh sebab itu, rebutlah cinta itu,,,
This entry was posted in ABOUT TANAMAN PADI, SEPUTAR PETANI. Bookmark the permalink.

16 Responses to BERAS JEPANG

  1. Suhadi says:

    Makasih infonya mas nurman
    Kpn negara kt bisa menirunya

  2. robiramli says:

    alhamdulillah saya sdh pernah melakukan pada th 1996 – 1997 khusus nya di ngawi tepat nya di pilang payung ngeneng sayang hanya mampu bertahan 1 thn saja komitment petani nya ….
    sekarang sedang saya releis ulang di serang banten dengan harapan petani semakin paham kwalitas tanaman mereka akan menghasilkan nilai jual yang berimbang sehingga kesejahteraan petani binaan saya akan semakin mumpuni ….
    konsep ZERO PESTICIDES sudah berjalan 3 periode untuk serang kota dan kabupaten …. semoga indonesia semakin makmur petani nya ….

  3. Suhadi says:

    Pak robiramli tinggl dimana sy tinggl dikota tangerang cileduk. Kalo ada stok sy mau beli berasnya pak. Thnk

    • robiramli says:

      bisa kontak by email robi.ramli@yahoo.co.id
      stock saat ini kosong karena setiap kali panen alhamdulillah habis terjual semua perkiraan panen diakhir september varitas logawa , ciherang , denuk . utk musim panen november varitas ciherang, membramo,denuk …….
      terimakasih atas perhatian nya dan ditunggu shaer nya …..

    • robi ramli says:

      akhir bulan ini stock sdh ada kisaran 70 ton terdiri dari varitas denuk = 20ton ciherang =30 ton sisa nya logawa + mikonga kontak aja – 081617340399 .

  4. abdul syukur says:

    Pak robiramli,
    Anda telah melakukannya modelnya seperti apa pak
    maksudnya ada labelnya?
    labelnya kalo boleh tau seperti apa
    Semoga sj banyak petani seperti pak robiramli

    • robiramli says:

      dilebel dengan merk dagang RHEMA RICE dikemas 5 kg, 10 kg , 25 kg, atau mau curah juga bisa order sebulan sebelum nya …. kemasan bisa dari pembeli utk merk silahkan saja (tdk dimonopoli) mulai awal th 2015 kami sudah di kontrak oleh lotte mart , hypermart dan giant group .
      saya berharap besar petani khusus nya serang kota dan kab, mau bergabung dengan pola pertanian mandiri dengan konsep pola tanam ZERO PESTICIDES kita belum mampu membuat pertanian organik pure, limbah dan racun sdh terkontaminasi dengan air dan lahan …….

  5. abdul syukur says:

    dilabel seperti tulisan pak nurman diataskan ada tgl panen, jenis padi, merk dagang sudah jelas dong ada, daerah produksi dan layanan konsumen
    apakah labelnya ada seperti itu pak

    • robiramli says:

      alhamdulillah saya malah pakai riwayat tanam pak , mulai dari jenis benih siapa pemulia nya dan ditangkar dimana sampai dgn nomer register lebel nya pun kami simpan sebagai arsip utk lebel dikemasan yg khusus di konsumsi jajaran petinggi pemprov dan pemkot semua di sajikan dengan jelas bahkan sampai sertifikasi scofindo nya di sertakan …. krn itu semua butuh biaya besar maka konsumen yg berani membeli beras kami di harga 24.000/kg baru kami serta kan kemasan pun dalam bentuk vacum ….

      • Dedi agrospora says:

        pak robiramli daerah saya juga sedang digalakan pertanian tanpa pestisida, cuma kami belum punya pasarnya. kami masih jual dengan harga biasa yang sama pertanian konvensional lainnya..
        mungkin bisa dijelaskan cara atau pola kerjasamanya..

  6. robi.ramli@yahoo.co.id says:

    syukur kalau didaerah bp sudah memulai nya semoga sukses dan kalau boleh tau dimana posisi bp ….?

  7. zamzam says:

    iri juga ini jadinya, klo ada beras berlabel macam itu konsumen dak kawatir lg, tp untuk ZERO PESTICIDES ditempat saya masih sulit, bahkan pernah jg dtawari untk pemasaran dan rekomedasi padi organik, tp petani dtempat saya tak bergeming,

  8. abdul syukur says:

    batul pak zamzam saya jg iri bila da beras dengan label seperti itu, saya rindu makan nasi dengan beras sehat cuma harga tidak terlalu mahal, bila makan nasi peserti itu rasa nasinya akan terasa eanak dimulut

  9. aziz says:

    sy udah nanem padi jepang anakan dikit gabah bulet sulit amat dirontokin

  10. robi ramli says:

    yang jelas lahan persawahan di serang dan dibeberapa daerah tidak memungkinkan menjadi persawahan organik kecuali dilereng/kaki gunung yg jauh dari daerah perindustrian baru memungkinkan untuk mengarah ke organik ……
    untuk rasa yang menonjol adalah rasa gurih dan manis untuk pulen lebih baik dr yg biasa pulen …. nasi setelah ditanak bisa bertahan 3 hr nga basi …. (utk pulen tergantung dengan sifat beras tsb ada yg pulen menggumpal, ada juga yg agak perah tapi pulen ) contoh denuk dibuat bubur sangat nikmat , logawa dibuat nasi uduk/nasgor sangat nikmat tp nga akan enak kalau di buat bubur …..

  11. imedesmikowati says:

    saya sebagai mahasiswa pertanian juga merasa sedih dengan kondisi pertanian di indonesia ,dengan kuantitas yang kita btuh kan sangat besar tidak di imbangi dengan kualitas yang baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s